
Seorang jendral datang menghadap kaisar di istana Jiangma.
"Yang mulia pasukan gabungan besar besaran dari kekaisaran cahaya naga dan cahaya surgawi saat ini telah melakukan pergerakan".
Pasukan besar itu di pimpin langsung oleh kaisar Liusan dan putra mahkota dari kekaisaran cahaya surgawi," ucap seorang jendral dengan menangkupkan kedua tangannya.
"Rupanya kaisar Liusan telah berhasil memprovokasi putra mahkota Kekaisaran cahaya surgawi untuk menyerang kekaisaranku, jika memang harus terjadi pertempuran maka kekaisaran Jiangma tak akan pernah takut sedikitpun dalam menghadapi nya, karena sudah waktunya bagi kekaisaran jiangma untuk bisa berdiri kokoh tanpa harus mengalami penindasan dari kekaisaran penguasa. Jendral beritahukan kepada seluruh pemimpin pasukan untuk siaga dalam melakukan pertempuran besar," perintah sang kaisar.
"Siap yang mulia!, titah yang mulia akan segera saya laksanakan," ucap sang jendral.
Di tempat lain, baik putri Bilqis maupun putri Cin Cin saat ini telah memakai pakaian perang lengkap, karena mereka berdua akan ikut berperang melawan pasukan gabungan dua kekaisaran besar.
Aliansi gabungan sete besar yang dibentuk oleh ke 5 adik Shio Fang, kali ini tengah mengadakan pertemuan tertutup untuk menghadapi perang yang akan terjadi.
Di dalam pertemuan itu Shio Zen terpilih menjadi ketua membawahi seluruh pasukan aliansi sekte besar yang akan menjadi garda terdepan dari istana Jiang ma.
Segala macam pembahasan telah dibicarakan dalam pertemuan itu, dan pada akhirnya mereka semua bersepakat untuk mempertahankan kekaisaran jiangma sambil menunggu Shio Fang menyelesaikan retreat Kultivasinya.
Semua telah dipersiapkan, Armada tempur kekaisaran Jiangma dari darat maupun udara, saat ini telah mempersiapkan diri dan menunggu datangnya pasukan besar gabungan dua kekaisaran di benteng pertahanan Kekaisaran Jiangma.
Yang di tunggu tunggu pun tiba, tampak debu tebal berterbangan di udara saat pasukan darat itu gabungan kekaisaran besar melintas, dan di langit suara pekikan elang putih raksasa yang merupakan tunggangan pasukan tempur udara kekaisaran cahaya surgawi, terus terdengar sahut-sahutan yang memberikan teror menakutkan bagi pasukan kekaisaran Jiangma.
Tembakan bola api dari angkasa terus menerus menghujani benteng pertahanan kekaisaran Jiangma yang terlindungi oleh segel formasi pelindung, serangan mengerikan itu berasal dari para pasukan yang tergabung dalam aliansi dua kekaisaran besar, hingga pada akhirnya kekaisaran Jiangma melakukan pergerakan udara dengan keluarnya ratusan ribu pasukan terbang yang menunggangi harimau bersayap.
Ratusan ribu pasukan terbang kekaisaran Jiangma telah memenuhi langit, yang membuat kegelapan pun terjadi di bawah sana karena matahari telah terhalang oleh pasukan terbang kekaisaran Jiangma dan pasukan terbang dari gabungan 2 kekaisaran besar yang telah melakukan pertempuran di udara.
Banyak pasukan terbang di kedua belah kubu yang telah mati terjatuh dari langit akibat pertempuran besar yang terjadi, yang membuat suasana di langit kekaisaran Jiangma dipenuhi hujan darah dan hujan para praktisi yang menjadi korban dalam pertempuran besar itu.
Sementara itu pertempuran di darat juga tak kalah mengerikannya dengan pertempuran yang saat ini terjadi di langit kekaisaran Jiang ma. Setelah beberapa waktu telah berlalu saat ini pasukan besar dari aliansi dua kekaisaran telah dapat menerobos gerbang pertama yang membuat banyak pasukan dari kekaisaran Jiang ma yang mati dalam pertempuran itu, namun di kubu lawan juga banyak mengalami kerugian dengan banyaknya pasukannya yang telah mati dalam pertempuran yang terjadi.
Kehadiran 6 praktisi hebat yang merupakan jenderal dari kekaisaran cahaya Surgawi yang telah menembus 5 kesengsaraan nirwana, begitu sangat sulit di atasi walaupun saat ini mereka tengah bertempur melawan kelima Adik Shio Fang, yang membuat pasukan aliansi sekte besar pada akhirnya dapat dikalahkan.
Shio Zen segera menyuruh adik-adiknya untuk mundur dan bergabung bersama pasukan yang ada di gerbang utama, karena saat ini gerbang pertama tak bisa lagi dipertahankan.
Setelah mendapatkan perintah dari Shio Zen, pada akhirnya pasukan aliansi sekte besar mundur untuk bergabung dengan pasukan dari gerbang utama yang dipimpin langsung oleh kaisar Zeng yu, pangeran Zeng long, pangeran Zeng Zhu, putri Zeng Bilqis dan putri Cin Cin.
Putra mahkota Liu Han begitu sangat senang setelah mengetahui jika pasukannya mampu menghancurkan gerbang pertama dari kekaisaran Jiangma, yang berarti mereka hanya akan menembus satu lagi gerbang utama dan akan langsung tiba di istana Jiangma.
Tiba tiba putra mahkota di kejutkan dengan penampakan sosok di sisinya yang datang secara tiba-tiba, melihat siapa sosok yang datang itu putra mahkota seketika itu juga menangkupkan kedua tangannya sambil berkata.
"Guru Suta," ucap putra mahkota yang sangat terkejut karena Sang Guru telah berada di sisinya.
__ADS_1
"Ayahmu Kaisar Liu Meng Tian menyuruhku untuk datang mendampingimu dalam pertempuran besar yang kau lakukan hari ini karena kaisar begitu sangat khawatir terhadapmu. Praktisi hebat di kekaisaran Jiangma bukanlah praktisi yang dapat dipandang sebelah mata, karena di sana terdapat seorang praktisi hebat yang telah melewati 7 kesengsaraan Nirwana yang setara dengan kekuatanku saat ini, dialah Tetua Wang Chu.
"Terimakasih karena guru telah datang ketempat ini, dengan kehadiran guru aku pasti akan mudah menaklukan Kekaisaran Jiangma," ucap putra mahkota.
"Pangeran.., aku sendiri yang akan menghadapi Tetua Wang Chu, jika dirinya telah melakukan pergerakan menghadapi pasukan kita," ucap guru Suta.
"Terimakasih guru atas semua bantuanmu," jawab putra mahkota.
Sementara itu pasukan gabungan dua Kekaisaran besar telah memaksa masuk kedalam gerbang utama benteng pertahanan Kekaisaran Jiangma.
6 jendral dari kekaisaran cahaya surgawi telah memimpin di depan para pasukan yang bergerak untuk menghancurkan gerbang utama, yang membuat beberapa praktisi hebat dari para jendral utama Kekaisaran jiangma, datang untuk menghadapinya secara langsung seperti yang dilakukan putri Cin Cin dan putri Bilqis, yang saat ini tengah melawan seorang jenderal hebat yang yang telah menembus 5 kesengsaraan nirwana.
Pertarungan mereka begitu sangat sengit sehingga belum terlihat siapa di antara dua kubu yang akan merasakan kekalahan.
Namun lambat laun pertarungan itu mulai memperlihatkan Siapa yang lebih unggul, dan ternyata Sang Jenderal yang telah melewati 5 kesengsaraan Nirwana dapat memukul mundur kedua Putri yang mencoba untuk melawannya.
Tiba tiba Hawa dingin yang sangat mengerikan keluar dari dalam tubuh putri Cin Cin yang membuat seluruh area di tempat itu membeku, yang mengakibatkan banyak pasukan dari gabungan dua kekaisaran menjadi patung es karena sebenarnya aura dingin itu menyebar di permukaan tanah, setelah putri Cin Cin mengaktifkan tubuh bulan dingin yang di miliki nya.
Ledakan terjadi di mana mana saat ribuan patung es hancur menjadi serpihan serpihan es, yang membuat pasukan dua Kekaisaran besar banyak kehilangan pasukan tempurnya.
Putri Cin Cin yang telah mengeluarkan kekuatan tubuh bulan dingin secara besar besaran, kini menyerang kearah jendral pasukan Kekaisaran cahaya surgawi yang menjadi lawan tarungnya, yang membuat tumbuhan merambat seketika itu keluar dari dalam tanah dan dengan cepat membungkus tubuh Sang Jenderal.
Tumbuhan merambat yang terbuat dari es membuat Sang Jenderal saat ini sama sekali tak bisa bergerak, hanya dapat melihat di sekitarnya bagaimana tumbuhan merambat itu semakin banyak dan semakin membungkus tubuhnya hingga hilang dari pandangan mata.
"Boom..!!"
Ledakan keras terjadi saat tinju Putri Bilqis menghantam gumpalan besar tumbuhan merambat yang terbentuk seperti bola, hingga tumbuhan merambat itu benar-benar dihancurkan menjadi serbuk es, karena Putri Bilqis telah mengeluarkan tinju tulang selaksa langit yang dimilikinya hingga batas maksimal.
Jendral yang sebelumnya terkurung di dalam belenggu tumbuhan merambat, pada akhirnya harus terhempas ketanah dan memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya, yang menandakan jika saat ini Jenderal itu telah mengalami luka dalam yang sangat serius.
Retakan demi retakan terjadi di baju perang sang Jendral, yang membuatnya seakan tak percaya jika ada seorang praktisi muda yang memiliki kemampuan dapat menghancurkan baju perang yang digunakannya, karena sebenarnya baju perang itu hanya dapat dihancurkan oleh seorang praktisi yang telah melewati 4 kesengsaraan Nirwana ke atas.
Putri Bilqis yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan membunuh salah seorang jenderal terkuat yang dimiliki pasukan besar kekaisaran cahaya surgawi, segera menghantamkan tinju selaksa langitnya dari jarak jauh hingga gumpalan cahaya berbentuk tinju raksasa ketika itu juga menuju ke arah Sang Jenderal.
Tiba tiba saja terjadi fluktuasi udara saat tangan raksasa tiba-tiba saja muncul dan menghancurkan tinju dari Putri Bilqis, yang sebenarnya tangan raksasa itu berasal dari kekuatan yang telah melampaui 7 kesengsaraan Nirwana.
Putri Bilqis pada akhirnya memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya setelah tinjunya itu benar-benar telah dihancurkan, yang membuat sang putri terpental ke belakang dengan keras.
Putri Cin Cin segera menangkap tubuh Putri Bilqis, dan langsung memeriksa keadaannya.
"Kau sudah tak bisa bertempur lagi, aku akan membawamu ke istana agar segera mendapatkan perawatan karena lukamu saat ini benar-benar parah," ucap putri Cin Cin.
__ADS_1
Putri Bilqis yang sudah tak berdaya pada akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya. Melihat hal itu Putri Cin Cin segera menggendong Putri Bilqis untuk membawanya pergi dari tempat itu, akan tetapi sebuah tangan raksasa kembali menuju ke arah keduanya yang membuat Putri Cin Cin segera mengeluarkan kekuatan tubuh bulan dinginnya secara penuh, hingga membentuk raksasa patunh Dewi es dalam menghalau serangan menakutkan itu.
Tangan raksasa saat ini telah saling berbenturan dengan pedang dari patung Dewi es, yang membuat ledakan memekakkan telinga terjadi saat patung Dewi es benar-benar telah dihancurkan oleh serangan menakutkan dari tangan raksasa.
Hancurnya membuat Putri Cin Cin seketika itu juga memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, hingga pada akhirnya ke 2 Putri ambruk ketar dengan tubuh yang telah tak berdaya.
Terlihat di langit guru Suta telah berdiri menatap ke arah kedua Putri dengan tatapan membunuh, sedetik kemudian guru Suta kembali mengibaskan tangannya hingga tangan raksasa saat ini langsung menuju ke arah ke dua Putri.
Di saat ke matian akan datang menerpa kedua Putri, tiba-tiba saja angin badai benar-benar menahan serangan tangan raksasa yang membuat tangan raksasa itu menghilang dengan sendirinya.
"Suta..., akulah yang akan menjadi lawan mu karena tak pantas bagimu untuk menurunkan tangan kepada Junior yang lebih muda dalam sebuah pertarungan," ucap sebuah suara yang tiba-tiba saja menggema di tempat itu.
"Wang Chu pada akhirnya kau muncul juga, aku telah menunggu hari ini di mana Aku akan kembali berhadapan denganmu setelah saat itu kau dapat mengalahkanku dalam sebuah pertarungan, Saat ini aku tak selemah dulu dan kupastikan aku akan dapat mengalahkan mu," jawab guru Suta.
Setelah melakukan perbincangan sesaat, sedetik kemudian kedua praktisi top di masa lalu yang telah menghilang dari dunia kultivasi beberapa saat lamanya, kini telah saling berhadapan untuk melakukan pertarungan.
Dan pada akhirnya pertarungan di antara keduanya pun terjadi, yang bener-bener mengguncangkan Area di sekitar tempat itu.
Sementara itu putri Cin Cin yang masih tersadar dengan luka dalam parah yang dideritanya, berusaha menggapai Putri Bilqis yang saat ini benar-benar di ujung kematian setelah serangan susulan dari guru Suta yang membuat Putri Cin Cin terluka parah.
"Adik bertahan lah, akan membawamu ke istana agar kau dapat terselamatkan," ucap putri Cin Cin yang mencoba kembali menggendong Putri Bilqis.
Namun sayang keadaan nya yang tak mampu untuk menopang tubuhnya sendiri, membuat Putri Cin Cin kembali terjatuh ke tanah.
"Kak Shio Fang...., jika kami berdua harus mati maka balaskan lah dendam kematian kami berdua," ucap putri Cin Cin di dalam ke putus asaannya.
Di saat keterpurukannya itu tiba-tiba saja sebuah bayangan hitam membawa kedua Putri pergi dari tempat itu, sosok bayangan hitam itu tak lain adalah Dewi Giok.
Dewi giok datang ke wilayah surgawi setelah menara pil dihancurkan oleh suku penguasa, Dewi giok meninggalkan daratan Surgawi untuk menyelamatkan diri saat itu.
Setelah mengetahui keberadaan Shio Fang di kekaisaran Jiang ma, Dewi giok pada akhirnya pergi ke kota kekaisaran dan menetap di sana, karena dia telah mengetahui jika akan terjadi peperangan diantara gabungan dua kekaisaran besar dengan kekaisaran Jiang ma.
Putri Cin Cin samar samar dapat mengetahui sosok yang telah membawanya pergi, dan betapa terkejutnya Putri Cin Cin saat mengetahui jika yang membawanya pergi adalah putri Giok yang merupakan wanita yang dahulunya pernah dekat dengan Shio Fang di masa lalu.
Putri Cin Cin hanya bisa terdiam saat mengetahui hal itu, di dalam pikirannya saat ini sangat berterima kasih karena Dewi giok telah membawanya pergi dari area pertempuran.
Dewi giok sengaja tak membawa kedua Putri ke istana Jiang ma, karena di istana saat ini mengalami kekacauan setelah gempuran besar-besaran dari gabungan dua kekaisaran besar.
Dewi giok membawa kedua Putri menjauh dengan masuk ke dalam hutan yang sangat lebat, yang jauh dari pertempuran yang terjadi.
Setelah merasa aman, Dewi giok kemudian memberikan pil obat ke dalam mulut masing-masing Putri, setelah itu dia pun menyalurkan energi murninya agar dapat meringankan luka dalam yang diderita oleh kedua Putri.
__ADS_1
Bersambung