
Selesai makan dan membayar makanan, kelompok Shio Fang pada akhirnya kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju ke Akademi Kunlun.
Namun baru beberapa langkah mereka berjalan tiba-tiba saja udara di sekitar tempat itu berfluktuasi yang menyebabkan kehampaan seketika itu terjadi di sekitar kelompok Shio Fang berada.
Shio Fang menyadari jika ada praktisi ahli kuat yang membuat keadaan menjadi seperti itu, sehingga Shio Fang langsung menghentakkan kakinya ke tanah yang membuat kehampaan udara di sekitarnya pecah dan keadaan menjadi normal kembali.
Di udara tampak seorang laki-laki dengan menyilangkan tangannya di dada, tengah menatap tajam ke arah kelompok Shio Fang.
"Kalian merupakan pendatang di kota ini tapi mengapa kalian begitu tega membunuh putraku, apakah kalian menyadari apa yang telah kalian lakukan itu telah menyinggung seorang praktisi yang telah lama mengasingkan diri dari dunia persilatan," ucap laki laki paruh baya yang bernama Wudao.
"Putramu bertindak arogan dan berani menyinggung kelompok ku, Aku tak perduli siapapun di belakang putramu walaupun mereka merupakan praktisi hebat di masa lalu, jika para praktisi hebat itu juga berani menyinggung kelompok ku maka kami semua akan memusnahkannya," ancam Shio Fang.
"Cukup bernyali juga kau anak muda, Aku ingin melihat seberapa kuat dirimu hingga dapat berkata seperti itu di hadapanku," ucap Wudao.
Setelah berkata seperti itu tiba-tiba matahari yang tadinya menyinari dengan cerah, kini tertutup awan hitam yang membuat kegelapan seketika itu juga menerpa kota Linggan.
Petir menyambar gambar di langit seperti ikut mengamuk karena kemarahan sosok laki laki tua yang masih berdiri di langit.
"Sepertinya laki-laki tua itu memang seorang praktisi kuat di masa lalu, terbukti dengan fenomena gejolak alam yang sangat menakutkan seperti ini," ucap Zen.
"Kau benar kita harus waspada, karena kita tak bisa mengetahui seberapa kuat laki-laki tua itu dan kekuatan apa yang akan menjadi andalannya dalam menyerang kita," ucap Shio Fang.
"Kakak pertama, kakak kedua, ijinkan aku untuk menghadapinya," ucap Shio Chen tiba tiba.
__ADS_1
Shio Fang menganggukkan kepalanya karena dia tau kekuatan yang di miliki Shio chen, tak lama kemudian Shio Fang berkata. "Berhati hatilah...!''.
Shio Chen sesaat tersenyum kearah Shio Fang sambil menganggukkan kepalanya, dan setelah itu dia pun menatap kearah laki laki tua yang berdiri di langit. Tak lama kemudian aura panas yang sangat kuat keluar dari tubuh Shio Chen dengan pusaran api hitam yang sangat mengerikan yang menyelimuti tubuhnya.
Palu raksasa tiba-tiba muncul di dalam genggaman Shio Chen, dan tak lama kemudian Shio Chen melesat cepat ke angkasa sambil menghantamkan palu apinya kearah Wudao.
Melihat serangan kuat yang mengarah padanya, membuat Wudao tersenyum dingin dan menghantamkan pedangnya untuk menangkis serangan palu raksasa yang mengarah padanya.
Kedua senjata saling beradu di udara yang menimbulkan cahaya terang akibat percikan bunga api diantara kegelapan yang terjadi. Serangan Shio Chen tak sampai di situ, dia kemudian memberikan serangan susulan yang berkali-kali lebih kuat dari serangan sebelumnya saat melihat serangannya dapat di tangkis oleh Wudao, sehingga membuat kesuraman seketika itu terpancar di wajah Wudao.
"Pemuda ini sangat kuat bagaikan mesin pembunuh yang tak pernah takut menghadapi pertarungan, dan kekuatannya pun tak bisa diremehkan karena mampu membuat tanganku merasakan kesakitan akibat berbenturan dengan nya".
"Baiklah..., aku akan melihat bagaimana kau mampu untuk menahan seranganku kali ini," gumam Wudao.
Wudao kemudian mengaktifkan segel di tangannya dan tak lama kemudian dia pun berteriak dengan keras. "Petir pemenjara surgawi".
Total ada tujuh petir raksasa yang siap meluncur menghatam ke arah Shio Chen, sementara itu Shio Chen yang melihat adanya bahaya yang akan menimpanya, segera melempar palunya kelangit dan seketika itu juga membentuk tameng pelindung bagi Shio Chen.
Ketujuh petir raksasa pada akhirnya meluncur menghantam tameng pelindung yang di buat Shio Chen, namun kekuatan petir itu tak mampu untuk menghancurkan tameng palu api yang kuat yang mampu meredam keganasan petir pemenjara surgawi.
Wudao yang melihat serangannya dapat digagalkan oleh kekuatan tameng pelindung Shio Chen membuatnya sangat terkejut, dia tak menyangka jika kekuatan petir pemenjara Surgawi yang tak pernah gagal di gunakannya, pada akhirnya dia harus menyadari jika kekuatan petir pemenjara surgawi yang sangat diandalkannya harus dipatahkan oleh seorang anak muda yang saat ini menjadi lawan tarungnya.
Shio Chen kembali menarik palu api hitamnya setelah tak ada serangan susulan dari Wudao, dan sekarang dirinya siap bertarung lagi dengan Wudao walaupun saat ini ada beberapa bekas luka sobekan dalam di tubuhnya, akibat menahan ganasnya petir pemenjara surgawi yang di lepaskan Wudao.
__ADS_1
Tiba tiba saja Shio Chen mengeluarkan aura yang sangat kuat di tubuhnya, sehingga pusaran api hitam tiba-tiba saja berkobar dan membungkus seluruh tubuh Shio Chen.
"Kini giliranku".
"Tranformasi gorila naga bersayap kelelawar," teriak Shio Chen kemudian diapun melompat tinggi kelangit dan menghantamkan palu besarnya ke arah Wudao. Tiba tiba saja bayangan raksasa gorila naga bersayap kelelawar yang memegang palu raksasa berada di belakang Shio Chen, dan bayangan gorila itu ikut menghantamkan palu yang ada di genggaman tangannya.
Wudao segera menahan serangan palu raksasa itu dengan pedangnya yang dialiri kekuatan terkuat yang dimilikinya, hingga ledakan pun terjadi akibat benturan energi besar.
"Duar..!!"
Pedang di tangan Wudao patah menjadi dua bagian sementara tubuhnya terhempas ke tanah dengan keras. Sesaat Wudao memuntahkan seteguk darah dari mulutnya yang menandakan saat ini dirinya tengah terluka dalam.
Shio Chen yang berada di langit kemudian berkata. "Minta maaflah kepada kakak ku Shio Fang, agar aku tak membunuhmu," ucap Shio Chen dengan keseriusan di perkataannya.
Wudao yang mendengar hal itu kemudian berkata. "Jangan bermimpi..., pantang bagiku untuk meminta maaf bagi orang orang yang telah membunuh putraku. Saat ini kau telah melukaiku tapi ini baru permulaan, aku akan memperlihatkan kepada kalian semua bagaimana aku akan dengan kejam membunuh kalian semua," ucap Wudao dengan senyum di wajahnya.
Wudao kemudian melayang keudara, dan dari keningnya terlihat simbol aneh yang sangat misterius, simbol aneh itu seketika memancarkan aura yang sangat menindas.
Tiba tiba saja muncul sebuah tengkorak raksasa dari seekor binatang kuno kuat di masa lalu, mata tengkorak itu berwarna merah dengan kengerian aura yang keluar dari kepala tengkorak itu. Saat ini tengkorak itu berputar sesaat mengelilingi tubuh Wudao, dan pada akhirnya tengkorak binatang zaman kuno itu melesat cepat kearah Shio Chen.
Melihat hal itu Shio Fang sangat terkejut karena tengkorak itu memiliki kekuatan pelahap yang sangat kuat, seperti kekuatan pelahap yang di miliki gerbang hitam miliknya.
Dengan cepat Shio Fang segera melesat kearah Shio Chen dan mendorongnya untuk menjauh dari tengkorak itu, namun sayang setelah menyelamatkan Shio Chen dari tengkorak pelahap, tubuh Shio Fang tak dapat menghindari daya hisap dari mulut tengkorak raksasa itu, hingga tubuh Shio Fang pada akhirnya masuk kedalam mulut tengkorak yang memiliki daya hisap menakutkan.
__ADS_1
"Kak Shio Fang....!!" teriak mereka berempat dengan keterkejutan yang sangat luar biasa terpancar di wajah mereka bertiga.
Bersambung