Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Kekalahan Shio Zen


__ADS_3

"Leluhur..., trimakasih karena telah mengunjungi ku," ucap Shio Zen.


"Ha..ha..ha..., kau memang garis keturunanku yang termulia yang membuatku dapat merasakan jika klan air hitam di masa depan akan berjaya kembali di tanganmu. Zen saat ini kau telah terluka parah dan hampir dibilang seluruh dantian dan tulang di dalam tubuhmu telah rusak akibat pertarunganmu dengan pemilik tubuh transformasi api surgawi, tapi aku tak akan membiarkan keturunanku satu-satunya akan ikut musnah bersama kehancuran mu.


"Setelah kau pulih kembali walaupun tanpa dantian di tubuhmu, maka kau jangan bersedih hati karena leluhurmu ini takkan membiarkan kau menjadi sampah di masa depan".


"Datanglah kepadaku melalui saudara pertamamu, karena saat ini dia merupakan satu-satunya pemilik tubuh nirwana dan telah memiliki kekuatan spritual tingkat Kaisar pelahap kekosongan, yang dapat membawamu untuk menemuiku".


"Aku akan meninggalkan jejak spiritualku di tubuhmu agar saudara pertamamu itu bisa mengetahui keberadaanku, dan setelah kau dapat menemuiku maka saat itu aku akan menyerahkan semua warisan dariku yang merupakan kekuatan besar dari seluruh kekuatan yang pernah kumiliki semasa masih hidup".


"Zen..., aku tak bisa terlalu lama menahanmu di sini karena jiwaku akan hancur dan memudar akibat terlalu lama menahan benturan aura kuat pelindung arena batu, karena telah membawa jiwamu ke tempatku ini, maka dengarkanlah baik baik pesan yang telah kuberikan ke padamu, " ucap leluhur kuno klan air hitam.


"Baik leluhur," ucap Shio Zen.


Setelah berkata seperti itu, Jiwa Shio Zen seketika itu juga terlempar kembali ke tubuh kasarnya dan pada akhirnya dia pun tersadar di atas arena batu dengan luka parah yang di deritanya.


Walaupun dengan luka parah yang dialaminya, Shio Zen berusaha kembali bangkit berdiri walaupun dengan keadaan sempoyongan.


Putri Yanran yang melihat hal itu kembali melakukan serangan susulan yang sangat kejam, karena putri Yanran akan membuat salah satu orang yang telah membunuh ayahnya, akan dipastikan tubuhnya menjadi lumpuh karena dantian yang dimilikinya akan dihancurkan.


"Yanlan....!! dia sudah tak berdaya tapi mengapa kau masih saja menyerangnya..!!" teriak Shio Fang yang langsung melesat menuju ke arena pertarungan.

__ADS_1


Namun belum sempat Shio Fang melesat ke arena pertarungan tiba-tiba saja Shio Chen mendorong tubuhnya hingga terhempas ke lantai podium para peserta kompetisi, dan suara Shio Chen seketika itu menggema di udara.


"Kak Shio Fang biar aku yang membantu kak Shio Zen, karena aku tak ingin kau di diskualifikasi dari kompetisi ini karena melakukan pelanggaran ikut campur dalam pertarungan yang terjadi," ucap Shio Chen dengan melesat cepat masuk ke dalam arena batu.


Namun sayang keinginan Shio Chen yang akan menyelamat kan Shio Zen menjadi sia-sia karena terhalang oleh pelindung arena batu yang sangat kuat, sehingga membuat tubuhnya terpental karena daya dorong yang sangat kuat dari pelindung arena batu.


Sementara itu Shio Zen yang sudah tak perdaya hanya pasrah saat sebuah telapak tangan dari putri Yanran bersarang telak dibawa pusar nya, yang membuat pusat energi di tubuh Shio Zen seketika itu hancur saat itu juga.


Shio Zen yang telah mendapatkan serangan kuat dari putri Yanran, seketika itu ambruk ke lantai arena dan tak sadarkan diri.


Guru Gobin segera membuka pelindung arena batu dan melesat ke dalamnya.


Guru Gobin saat ini berusaha menekan semua amarah di hatinya, karena mengetahui jika Shio Zen yang merupakan murid Akademi Kunlun telah mengalami kerusakan Dantian di tangan putri Yanran, akan tetapi Guru Gobin yang merupakan guru besar di akademi Kunlun tak bisa berbuat apa apa mengingat jika dirinya saat ini merupakan bagian dari panitia penyelenggara kompetisi, yang harus tetap bersikap netral walaupun hal itu benar benar membuat dirinya menekan amarah yang bergemuruh di dalam hatinya.


Sementara itu putri Yanran yang mendengar perkataan Guru Gobin, dengan segera menimpalinya.


"Apa yang aku lakukan tak melanggar aturan kompetisi karena aku tak membunuh pemuda ini, dan di saat seranganku yang terakhir dia pun tak mengatakan tanda-tanda ingin menyerah kepadaku," ucap putri Yanran dengan sikap acuh tak acuh.


Guru Gobin hanya dapat menghela nafas dalam dalam mendengar jawaban putri Yanran, saat ini di dalam pikirannya guru Gobin begitu sangat mengkhwatirkan keadaan Shio Zen, karena biar bagaimana pun seorang praktisi yang telah kehilangan kultivasinya sama saja dia telah mati.


"Putri Yanran benar benar sangat kejam, apa yang telah di lakukannya kepada Shio Zen sama halnya dengan menyuruh Shio Zen mati secara perlahan. Sebenarnya permasalahan apa yang telah terjadi sehingga putri Yanran begitu tega terhadap Shio Zen," batin guru Gobin.

__ADS_1


Di tempat lain, Shio Fang saat ini telah mengangkat tubuh Shio Zen yang tak sadarkan diri dengan kesuraman di wajahnya, Shio Fang benar-benar telah merasakan kesakitan yang mendalam atas apa yang telah menimpa saudaranya itu.


Shio Fang masih bisa mengendalikan dirinya dengan tak menyerang Putri Yanran, karena dia masih memikirkan akademi Kunlun yang telah mempercayakan dirinya untuk dapat memenangkan kompetisi Akbar itu.


"Yanran kau telah memicu api kebencian di hatiku kepadamu, dan tunggulah saat kita bertemu nanti di arena pertarungan saat itu aku akan membalas apa yang telah kau lakukan kepada saudaraku," ucap Shio Fang kemudian melangkah pergi meninggalkan arena batu.


"Shio Fang..., kau tak bisa melakukan apa-apa padaku karena kau merupakan target ku berikutnya," teriak putri Yanran dengan amarah yang memuncak di dalam hatinya, karena Shio Fang merupakan orang yang telah membunuh ayahnya.


Shio Fang tetap meninggalkan arena pertarungan sambil membawa tubuh Shio Zen, tanpa menghiraukan teriakan putri Yanran.


Sementara itu putri Bilqis yang mendengar teriakan dari Putri Yanran pada akhirnya mengetahui siapa pemuda yang telah dicarinya selama ini, pemuda tampan yang telah membawa tubuh Shio Zen pergi dari atas arena pertarungan.


"Ini bukanlah hal terbaik jika aku menemui kak Shio Fang saat ini karena suasana hatinya tengah dalam keadaan tak baik, ada baiknya aku membiarkan kak Shio Fang menenangkan hatinya terlebih dahulu sebelum aku menemuinya," batin putri Bilqis sambil menatap tubuh Shio Fang yang berjalan meninggalkan arena batu.


Di sisi lain, Shio Chen yang telah mengganggu jalannya pertarungan pada akhirnya tertangkap oleh para praktisi kuat yang merupakan panitia keamanan kompetisi, dan saat ini telah di jebloskan ke penjara dan akan dibebaskan kembali setelah kompetisi berakhir.


Setelah pertarungan yang terjadi yang dipenuhi dengan pra dan kontra akibat tindakan Putri Yanran yang telah menghancurkan Dantian Shio Zen, pada akhirnya panitia penyelenggara kompetisi memutuskan memenangkan putri Yanran untuk melanjutkan ke babak berikutnya, karena Putri Yanran tak melakukan tindakan yang melanggar aturan kompetisi yang telah dikeluarkan oleh panitia penyelenggara pertandingan sebelumnya.


Setelah pertandingan antara Shio Zen dan putri Yanran selesai, kini giliran putri Bilqis yang akan masuk kedalam arena batu untuk melakukan pertandingannya menghadapi praktisi muda dari klan Gu yang bernama Gu Ma, dan kini kedua praktisi muda itu pada akhirnya saling berhadapan di atas Arena batu untuk melakukan pertarungan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2