Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Kekaisaran cahaya terang / istana api


__ADS_3

Shio Fang membuka matanya, setelah 3 bulan lamanya melakukan kultivasi di dalam gua yang dijaga Zen selama ini.


Zen begitu sangat senang melihat Shio Fang telah selesai melakukan kultivasi pemulihan diri, yang membuatnya langsung menghampiri Shio Fang sambil berkata.


"Bagaimana keadaan mu sekarang?, aku sangat mengkhawatirkan mu karena telah 3 bulan lamanya kau melakukan kultivasi," ucap Zen.


"Kau tak usa khwatir, aku telah pulih seperti sedia kala dan aku berterima kasih atas semua yang telah kau lakukan padaku," jawab Shio Fang.


Zen menganggukkan kepalanya, kemudian mereka berdua merencanakan untuk melanjutkan perjalanan mencari harta Karun, dan tak lagi pergi ke reruntuhan klan air Hitam, semua itu karena waktu satu tahun perjalanan kini telah terpotong 3 bulan, sehingga waktu yang mereka berdua miliki semakin sempit sebelum kembali ke akademi Kunlun.


Mereka terus menerobos rimbunnya hutan hingga pagi menjelang. "Shio Fang..., aku sangat lelah, lebih baik kita beristirahat terlebih dahulu di tempat ini kebetulan hari telah pagi," ucap Zen.


Shio Fang menganggukkan kepalanya kemudian berhenti berlari. Zen kemudian mengeluarkan tiga ekor ayam hutan yang ditangkapnya selama perjalanan. Ayam hutan itu di tangkap saat tertidur di dahan pohon yang di laluinya.


Shio Fang mulai membuat api dengan ranting ranting kering yang banyak berserakan di dalam hutan itu, sementara Zen pergi mencari sungai kecil untuk membersihkan ayam dan mencari air untuk di minum.


Setelah menikmati ayam panggang sebagi menu sarapan, mereka berdua kembali terlibat percakapan serius. "Shio Fang..., menurut peta, pintu gerbang yang menuju ke reruntuhan kuburan para dewa terletak di area kekuasaan kekaisaran cahaya terang, walaupun kita memiliki peta sebagai alat menemukan pintu gerbang ke reruntuhan kuburan para dewa, akan tetapi saat ini kita terkendala masalah dengan adannya aturan dari kekaisaran yang tak memperbolehkan orang lain masuk ke dalam kota kekaisaran, selama orang itu tak miliki lencana pengenal penduduk kekaisaran," ucap Zen.


Mendengar perkataan Zen, Shio Fang terdiam memikirkan cara bagaimana dia dapat memasuki kekaisaran cahaya terang, tanpa membuat masalah di sana.


"Zen..., kita akan ke wilayah kekaisaran cahaya terang sebagai utusan dari pangeran Cin Sha dari kekaisaran cahaya ilahi, aku masih memiliki 2 pil berkualitas untuk kuberikan kepada kaisar disana agar kita dapat di terima dengan baik di kekaisaran cahaya terang," ucap Zen.


"Apa maksudmu dengan perkataanmu ini?" tanya Zen.


"Kita seakan akan menjadi utusan dari kekaisaran cahaya ilahi sebagai utusan persahabatan, yang mana kekaisaran cahaya ilahi menginginkan menjalin persahabatan dengan kekaisaran cahaya terang, hanya dengan melakukan hal ini kita dapat masuk kedalam kekaisaran cahaya terang dengan aman," jawab Shio Fang.


"Shio Fang bukankah masalah ini akan sangat berbahaya bagi kita berdua jika sampai kaisar di sana mengetahui kebohongan kita. Shio Fang aku tak bisa membayangkan bagaimana hal buruk akan terjadi pada kita berdua jika sampai hal itu terjadi," ucap Zen dengan menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kau tak usah mengkhawatirkannya, serahkan semuanya kepadaku," ucap Shio Fang.


Zen menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian dia berkata. "Shio Fang Aku memiliki beberapa inti siluman yang telah kudapatkan dari pertarungan itu, kurasa sebagian inti siluman dapat kita berikan kepada kekaisaran cahaya terang untuk lebih meyakinkan lagi, biar bagaimanapun sebuah inti siluman begitu sangat sulit didapatkan di dalam alam Surgawi," ucap Zen.


"Kau benar, agar lebih meyakinkan kita berdua sebagai utusan dari kekaisaran cahaya ilahi, mungkin kita akan memberikan beberapa inti siluman yang ada padamu itu," ucap Shio Fang.


Mendengar persetujuan Shio Fang, Zen kemudian mengeluarkan 10 inti siluman berwarna ungu dari dalam cincin ruangnya, dan memberikan inti siluman itu kepada Shio Fang.


Shio Fang menerima 10 inti siluman, dan memasukkan ke 10 inti siluman itu ke dalam kotak kayu yang dikeluarkannya dari dalam cincin ruangnya, kemudian memasukkan kotak kayu yang berisi ke sepuluh inti siluman itu kembali ke dalam cincin ruangnya.


Setelah kesepakan di antara keduanya tercapai, Shio Fang maupun Zen pada akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ke tempat keberadaan gerbang reruntuhan kuburan para dewa dengan petunjuk peta yang berada di tangan Zen.


1 Minggu perjalanan melewati gunung, perbukitan dan lembah, pada akhirnya mereka sampai di area kekuasaan kekaisaran cahaya terang.


Banyak terdapat benteng benteng kokoh di perbatasan, yang membuat Zen maupun Shio Fang tak ingin menerobos perbatasan demi untuk menjalankan misinya dengan tanpa melibatkan masalah.


Shio Fang dan Zen langsung dibawa menuju ke tempat komandan prajurit perbatasan berada.


"Apa yang akan kalian berdua lakukan di wilayah kekuasaan cahaya terang?" tanya seorang komandan perbatasan sambil menatap tajam ke arah Shio Fang dan Zen secara bergantian.


"Komandan kami berdua merupakan utusan dari kekaisaran cahaya ilahi yang bertempat di daratan tengah, kami sengaja datang di kekaisaran cahaya terang untuk menjalin persahabatan," ucap Shio Fang sambil memperlihatkan sebuah lencana emas putra mahkota kekaisaran Cahaya ilahi.


Komandan itu kemudian menerima lencana emas itu dan meneliti keasliannya.


"Lencana ini asli, aku merasakan kekuatan besar yang merupakan lambang dari kekaisaran Cahaya ilahi di dalamnya, jika demikian halnya kedua utusan ini memang merupakan tamu kekaisaran dan aku wajib membawa mereka untuk menemui Kaisar api," batin sang komandan kemudian memberikan kembali lencana emas itu kepada Shio Fang.


"Aku akan membawa kalian berdua menemui kaisar api hari ini juga, maka bersiaplah," ucap sang komandan.

__ADS_1


Shio Fang dan Zen menganggukkan kepalanya, menyetujui perkataan sang komandan.


Sang komandan kemudian menyuruh salah satu anak buahnya untuk membawa Zen dan Shio Fang menuju ke istana, untuk menemui Kaisar api di sana.


Tak lama kemudian seekor elang raksasa tiba di lapangan luas, salah seorang anak buah kepercayaan komandan melesat ke arah punggung raksasa, untuk menunggu kedatangan Zen dan Shio Fang diatas punggung elang raksasa yang ditungganginya.


"Naiklah ke punggung elang raksasa itu, dia akan membawamu ke istana api," ucap sang komandan.


"Trimaksih komandan," ucap Shio Fang sambil menangkupkan kedua tangannya.


Setelah berkata seperti itu, Shio Fang dan Zen melesat ke atas punggung elang raksasa dan tak lama kemudian elang raksasa itu pun mengudara menuju ke kota api.


Elang raksasa tiba di istana, Shio Fang dan Zen di sambut dengan baik oleh para petinggi istana karena mereka semua telah mengetahui keberadaan dua utusan dari kekaisaran cahaya ilahi.


Di dalam sebuah ruangan besar pertemuan yang dihadiri para petinggi istana, di sana Shio Fang berjalan menuju ke arah kaisar api dan memberikan dua buah guci kecil yang berisi masing masing pil obat berkualitas tinggi, dan sebuah kotak kayu yang berisi 10 inti siluman kepada sang Kaisar.


Penasehat istana datang menerima hadiah itu dan memeriksa, penasehat istana begitu sangat terkejut saat mengetahui jika semua hadiah itu merupakan benda-benda berharga yang sangat sulit didapatkan.


Sang penasehat istana kemudian berjalan ke arah sang Kaisar dan membisikkan sesuatu di telinganya,


setelah itu sang Kaisar kemudian berkata.


"Aku menerima persahabatan dari kekaisaran Cahaya ilahi, katakan kepada pangeranmu jika aku sangat berterima kasih atas hadiah besar yang diberikan kepada kekaisaran cahaya terang. Kalian bisa tinggal sementara di kekaisaran ini untuk melihat-lihat keadaan kota api, sebelum kepulangan kalian kembali ke istana Cahaya ilahi," ucap sang kaisar.


"Terimakasih yang mulia," ucap Shio Fang sambil menangkupkan kedua tangannya yang diikuti Zen di belakangnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2