
Kelompok suku rubah ekor 9 saat ini telah dipimpin oleh Shio Fang untuk berburu harta karun di istana Raja Dewa obat, semua itu bukan tanpa alasan karena sebenarnya kelompok suku 9 begitu menghormati Shio Fang yang telah memberikannya mutiara kristal rubah, dan penghormatan itu terus berlangsung dengan menjadikan Shio Fang sebagai ketua dari kelompok rubah ekor 9 yang akan berburu harta karun di jam istana raja dewa obat.
Sebenarnya suku rubah merupakan suku yang sulit menerima kehadiran orang lain apalagi itu seorang laki-laki, karena di suku rubah sendiri seluruh anggotanya merupakan seorang wanita, namun pengecualian terhadap Shio Fang yang mereka percayai sebagai seorang pahlawan yang telah membantu mendapatkan kembali mutiara kristal berubah yang telah hilang.
Di dalam perjalanan itu tiba tiba Shio Fang mengangkat tangannya ke atas yang mengisyaratkan bahwa seluruh kelompok suku rubah harus segera berhenti berjalan.
"Mengapa kau berhenti?" tanya Linyosi.
"Aku merasakan di depan sana terdapat sebuah aura yang berasal dari tumbuhan Quanyi," ucap Shio Fang.
"Apa ??, pohon misterius Quanyi?" tanya Linyosi dengan keseriusan di wajahnya, sementara putri Linzi dan seluruh anggota dari kelompok suku rubah ekor 9, ikut terkejut mendengar adanya pohon Quanyi di dalam istana raja dewa obat.
"Tuan muda Shio Fang..., bagaimana bisa pohon misterius yang sangat langka dan sulit dicari keberadaannya bisa berada di dalam istana ini, tuan muda jika kita bisa mendapatkan pohon Quanyi itu maka hal itu akan memberikan keuntungan besar bagi kelompok kita," ucap putri Linzi.
"Kita tak semudah itu mendapatkan pohon misterius Quanyi, karena pohon itu sendiri memiliki benteng perlindungan yang menyelimuti pohon tersebut, apalagi saat ini di hadapan kita tengah ada dua kubu yang saat ini telah bertikai untuk memperebutkan pohon Quanyi," ucap Shio Fang.
"Sepertinya memang akan sulit bagi kita untuk mendapatkannya mengingat pohon tersebut saat ini tengah di perebutkan oleh dua kubu, ada baiknya kita tak usah melanjutkan perjalanan menuju ke sana semua itu karena akan membahayakan kelompok suku rubahku," ucap putri Linzi.
"Aku akan tetap pergi ke sana untuk mendapatkan pohon itu, jika kau ingin membawa suku rubah mu untuk pergi, maka pergilah agar kelompok suku rubah mu dapat terhindar dari bahaya," ucap Shio Fang kemudian lanjutkan perjalanan nya pergi menuju ke tempat sumber suara pertarungan di antara dua kubu.
"Kakak Linyosi apa yang harus kita lakukan saat ini, apakah kita akan terus mengikuti Shio Fang sementara bahaya di depan sana akan merugikan kelompok kita?" tanya putri Linzi.
__ADS_1
"Saudari Linzi kau belum mengetahui siapa Shio Fang sebenarnya, dia adalah pemuda yang memiliki kemampuan yang tak pernah kita duga, ada baiknya kita menyusul dirinya," jawab Linyosi.
Putri Linzi sesaat terdiam untuk mempertimbangkan sesuatunya, karena pada dasarnya saat ini pikiran dari putrinya Linzi tengah tertuju ke dalam kelompoknya, biar bagaimanapun keselamatan seluruh kelompoknya adalah tanggung jawab nya sebagai pemimpin yang dipercayai untuk membawa anggota suku rubah ke istana raja di obat.
Setelah berfikir beberapa saat lamanya, pada akhirnya putri Linzi mengiyakan untuk mengikuti Shio Fang kembali.
Sementara itu suku naga saat ini tengah bertarung melawan suku Phoenix surgawi untuk memperebutkan pohon Quanyi, tampak pemimpin suku naga Shi Xuan tengah menghadapi seorang wanita yang memakai tudung dengan cadar yang menutupi wajahnya, sehingga wajahnya begitu sangat tersembunyi.
Pertarungan yang terjadi diantara dua kelompok telah menimbulkan banyak korban jiwa di kedua belah pihak, sementara pertarungan antara wanita bertudung dan Shi Xuan masih berimbang.
Di dalam pertarungan itu tiba tiba Shi Xuan melepaskan pedangnya kemudian berkata. "Tehnik jiwa kehancuran jiwa," ucap Shi Xuan.
"Tehnik ilusi ini begitu sangat kuat, aku seperti tak memiliki tenaga karena jiwaku merasakan tekanan yang sangat hebat dari teknik ilusi yang dikeluarkannya, aku harus bisa segera keluar dari tekanan ini jika tidak maka aku akan dapat dikalahkan olehnya," batin wanita itu.
Wanita bertudung saat ini menapakkan kedua tangannya ke lantai ruangan, dan seketika itu juga Aura dingin keluar dari dalam tubuhnya seperti membentengi diri wanita itu dari kekuatan ilusi jiwa yang dilakukan oleh Shi Xuan.
Setelah beberapa saat lamanya berselimutkan Aura dingin yang sangat kuat, tiba-tiba dari dalam tubuh wanita bertudung keluar seekor burung Phoenix yang seketika itu juga mengepakkan sayapnya, hingga ilusi jiwa yang ada di sekitar tempat itu hancur oleh hembusan angin salju yang keluar dari kepakan sayap burung Phoenix.
Semua praktisi dari kedua kubu yang ada di tempat itu segera menghentikan pertarungannya dan saat ini mereka berpusat kepada dua sosok yang tengah bertarung, Shio Fang yang sedari tadi menyaksikan pertarungan itu tiba-tiba terperangah kaget saat melihat teknik yang dikeluarkan oleh wanita bertudung.
Bayangan masa lalunya tentang sosok wanita yang cantik yang selalu membelanya di setiap hukuman yang dikenakan pada dirinya saat berada di Akademi murid luar, seketika itu juga terbersit dari dalam ingatannya.
__ADS_1
"Marilyn...." ucap Shio Fang lirih.
Shio Fang tak kuasa menahan rasa kerinduannya kepada Marilyn, wanita yang dahulunya pernah sangat dekat di dalam hatinya, walaupun pertemuan terakhir dengan wanita cantik itu begitu kurang baik, namun perasaan yang dulunya terkubur rapat kini kembali terbuka untuk wanita bernama Marilyn.
Di pertarungan yang terjadi, burung Phoenix salju yang terbang di sekitar marilyn seketika itu juga berputar secara aneh dan sedetik kemudian melesat cepat ke arah Shi Xuan, dan saat burung Phoenix itu akan menghantam tubuh Shi Xuan tiba tiba saja sebuah bola raksasa terlihat menuju ke arah burung Phoenix salju, sedetik kemudian burung Phoenix salju saling bertabrakan dengan sebuah bola api yang mengeluarkan aura sangat menindas dari dalamnya, bola api itu diluncurkan oleh seorang pemuda yang keluar dari dalam kelompoknya dan membantu Shi Xuan, pemuda itu sebenarnya adalah kakak sepupu dari Shi Xuan yang bernama Shi Zhan.
Kekuatan Shi Zhan yang telah menembus kekuatan di ranah semesta bintang 7 sempurna, membuat benturan yang terjadi harus dimenangkan oleh Shi Zhan karena marilyn sendiri baru baru memiliki kekuatan diranah semesta bintang 7 menengah, dan tentu saja perbedaan tingkat kekuatan yang sangat signifikan itu harus membuat marilyn terseret berapa meter ke belakang kemudian memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya.
Shio Fang yang melihat hal itu menjadi sangat geram dia pun kemudian melesat cepat menuju ke arah marilyn dan segera memberikan sebuah pil obat padanya.
Tubuh marilyn bergetar sangat hebat saat melihat pemuda yang begitu sangat dikenalnya telah berdiri di hadapannya, dengan memberikannya sebuah pil obat.
"Marilyn beristirahatlah biar aku yang akan melanjutkan pertarungan ini," ucap Shio Fang kemudian membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah dua orang pemuda dari suku jiwa.
Shi Xuan dan Shi Zhan hanya bisa tertawa terbahak-bahak saat melihat kehadiran Shio Fang di tempat itu.
Mereka berdua begitu sangat meremehkan Shio Fang hingga membuat Shi Xuan berkata.
"Sebelumnya kau telah berbuat masalah terhadap ku, dan hari ini merupakan hari dimana pembalasan ku untuk melenyapkanmu," ucapnya.
Bersambung
__ADS_1