Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Pertarungan di arena pertandingan


__ADS_3

Tubuh Lee Donghae seketika itu memancarkan cahaya yang menyilaukan mata, cahaya yang di timbulkannya itu begitu sangat panas hingga Shio Fang merasakan tubuhnya seperti dipanggang diatas bara api, yang membuatnya langsung menggunakan energi elemen es di seluruh tubuhnya, agar dapat meredam aura panas yang terpancar dari tubuh Lee Donghae.


Di dalam alam batin Shio Fang, raja naga es berbicara kepadanya.


"Kekuatan lawan tarungmu merupakan kekuatan matahari yang langka, dan saat ini kekuatan itu telah hampir sempurna di kuasainya".


"Jika kau masih saja tak menggunakan kekuatan inti es lotus surga dalam menghadapinya, maka jangan salahkan aku jika sampai tubuhmu hancur hingga menjadi debu," ucapnya.


Shio Fang yang mendapatkan bisikan sang guru lewat alam batinnya, segera mengeluarkan kekuatan terkuat yang dimilikinya yaitu inti es lotus surga.


Arena pertandingan kini mencekam, Aura panas yang tadinya menyelimuti arena pertandingan, kini berubah menjadi dingin karena adanya Aura kuat dari elemen es yang keluar dari tubuh Shio Fang.


Entah dari mana datangnya, butiran salju muncul diatas arena pertandingan, dan secara perlahan butiran salju itu menyelimuti permukaan Arena pertandingan.


Seluruh guru pembimbing di atas podium utama mulai merasakan kegelisahan, saat melihat fenomena perubahan alam yang sangat mencekam.


Tubuh Lee Donghae semakin memancarkan cahaya terang, dan kini tangan kanan Lee Donghae berubah menjadi keemasan yang menyilaukan mata, Lee Donghae telah mengeluarkan kekuatan terkuatnya yaitu tinju matahari, yang telah dilatih olehnya selama belasan tahun lamanya, sehingga bisa dikatakan kekuatan itu telah menyatu dengan dirinya.


Di sisi lain, Shio Fang tak mau kalah di telapak tangan kanannya saat ini telah mengembang sebuah bunga teratai es, yang mengeluarkan aura yang sangat menindas.


Shio Fang seketika itu juga mengibaskan tangannya ke depan dan berkata. "Lotus surga aku serahkan kepadamu martabat dan derajat kelompok pheonix salju...".


Setelah berkata seperti itu, teratai es semakin membesar dan memancarkan aura kuat di dalamnya, teratai itu dengan cepat langsung menuju ke arah Lee Donghae.


Di tempat lain Lee Donghae yang melihat serangan kuat dari Shio Fang yang sebelumnya pernah dirasakannya saat berbenturan energi di depan menara surga, dengan cepat menyatukan seluruh kekuatan yang dimilikinya ke tangan kanannya, kemudian dia pun melompat ke udara dan menghantamkan tinjunya ke arah teratai es yang menuju ke padanya.


"Duar...!"

__ADS_1


Dua unsur elemen yang berbeda saling beradu di udara, yang menimbulkan bias energi yang menyebar ke segala arah.


Para penonton yang menyaksikan pertarungan itu langsung mengeluarkan perisai energi dari tubuh mereka masing-masing, untuk menahan bias energi kuat yang bertebaran di udara, hingga energi itu tak mampu melukai mereka semua.


Tubuh Lee Donghae terhempas jauh ke belakang dan terpelanting keras di tanah, saat ini tubuh Lee Donghae keluar dari dalam Arena pertandingan dengan keadaan tak sadarkan diri.


Di sisi lainnya tubuh Shio Fang terseret beberapa meter ke belakang, dan dari dalam tumbuhnya mengeluarkan perisai angin yang mampu menahan ledakan energi yang terjadi, sehingga luka dalam yang dideritanya tak seberapa parah, hanya tubuhnya yang mulai kehabisan energi.


Para guru pembimbing segera melesat ke arah Lee Donghae dan langsung melakukan penyaluran energi murni agar nyawa Lee Donghae dapat terselamatkan.


"Seluruh tubuhnya tetap membeku walaupun kita telah menyalurkan energi murni kepadanya, jika sedikit saja adanya hentakan di tubuhnya maka tubuhnya akan hancur berkeping keping," ucap salah seorang guru pembimbing.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, aku merupakan Alkemis di akademi ini tapi aku baru melihat kejadian langka seperti ini, dan aku tak tau cara mengatasinya," ucap guru yang lainnya.


"Mungkin Shio Fang dapat mengatasi tubuh Lee Donghae yang membeku ini, jika tidak maka tak ada cara lain bagi kita untuk menyembuhkannya, kecuali memanggil penatua agung untuk menyembuhkannya," jawab guru yang merupakan penjaga menara surga tingkat dasar.


"Kita tak bisa memanggil penatua agung datang ke tempat ini hanya karena lee Donghae yang membeku, jika kita memanggil penatua agung untuk datang ke sini maka kita akan menghambat sang penatua menjadi Abadi, aku rasa kita lebih baik mencobanya dulu untuk kembali menyalurkan energi murni kepadanya, dan Aku akan mencoba menanyakan kepada Shio Fang siapa tahu dirinya dapat menghilangkan kebekuan di tubuh Lee Donghae.


"Shio Fang Aku minta kau segera menghilangkan kebekuan di tubuh Lee Donghae, jika tidak maka kematian yang akan dialaminya," ucap Guru pembimbing yang menemuinya.


Shio Fang tanpa bicara sedikitpun langsung berjalan menuju ke arah Lee Donghae.


Para guru pembimbing yang tengah menyalurkan energi murni ke arah Lee Donghae, segera menghentikan penyaluran energi itu, saat melihat di tangan Shio Fang telah mengeluarkan teratai es seperti yang digunakan saat bertarung melawan Lee Donghae.


Tak lama kemudian teratai es itu melayang di udara dan mengambang persis di atas tubuh Lee Donghae yang tergeletak di tanah.


Sesaat kemudian teratai es itu mengeluarkan butiran-butiran salju dan langsung menutupi tubuh Lee Donghae

__ADS_1


Shio Fang yang mengeluarkan kekuatan ekstra dari sisa-sisa energi yang dimilikinya dalam menciptakan teratai es penyembuh bagi Lee Donghae, merasakan jika seluruh energi yang berada di tubuhnya sudah tak tersisa lagi hingga membuatnya sangat terpuruk.


Di tempat lain tubuh Lee Donghae mulai memerah yang menandakan adanya kehidupan kembali di tubuhnya.


Melihat hal itu para guru pembimbing merasa jika masa kritis bagi Lee Donghae telah terlewatkan.


Setelah teratai es itu menghilang, maka saat itu juga tubuh Shio Fang ambruk ke tanah karena tak lagi cukup energi untuk menopang tubuhnya.


Shio Fang hanya bisa mantap langit biru di angkasa, dan berusaha mengatur nafasnya kembali.


Para anggota Alkemis dari balai pengobatan akademi langsung mengerumuninya, dan memberikan pertolongan pertama dengan memberikan sebuah Pill obat ke dalam mulut Shio Fang.


Setelah itu Para Alkemis membawa Shio Fang menuju ke balai pengobatan, untuk segera mendapatkan perawatan lebih lanjut.


Sementara itu, Lee Donghae mulai tersadar merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit, seperti habis dihajar oleh ratusan orang.


Kembali para guru pembimbing menyalurkan energi murni kepadanya, karena keadaan Lee Donghae masih belum stabil dan energi yang berada di tubuhnya pun sangat kacau yang bisa saja memicu ledakan energi di dalam dantiannya, yang tentunya hal itu akan membuat Lee Donghae dalam bahaya.


Setelah beberapa saat lamanya akhirnya keadaan Lee Donghae mulai membaik, dan dia pun dibawa ke Balai pengobatan Akademi untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.


Seluruh penonton yang menyaksikan pertarungan itu begitu takjub kepada Shio Fang, Walaupun dia merupakan murid baru di akademi murid dalam, tapi jiwa ksatria nya mampu memberikan perbedaan kepada seluruh praktisi yang menuntut ilmu di Akademi murid dalam, dimana Shio Fang malah membahayakan dirinya untuk menyelamatkan musuhnya, yang sebelumnya telah mencelakai seluruh anggota kelompoknya.


"Jika aku menjadi Shio Fang, aku takkan pernah mau untuk membantu Lee Donghae, aku akan membiarkan dia mati sehingga tak ada lagi pengacau yang sangat keji seperti dia," ucap seorang murid yang dahulu pernah terlibat masalah dengan Lee Donghae.


"Kau salah sobat, apa yang akan dirasakan Lee Donghae setelah kesembuhannya merupakan sebuah tamparan yang tak akan dilupakannya seumur hidup, jika memang dia merupakan kesatria maka dia akan lebih baik memilih mati daripada ditolong oleh orang yang begitu sangat dibencinya, dan juga orang yang menjadi lawan tarungnya saat ini".


"Kau lihat..., tak sedikit para murid yang menyaksikan pertarungan ini, mereka semua pasti menertawakan Lee Donghae dengan segala ke rombongannya selama ini, sehingga setelah kesembuhannya maka dia akan menanggung malu yang begitu luar biasa," timpal murid yang lainnya.

__ADS_1


Perdebatan di antara para murid yang menonton pertarungan itu terus berlanjut, tak henti-hentinya para murid membicarakan mengenai hasil pertarungan yang terjadi sampai mereka semua membubarkan diri.


Bersambung


__ADS_2