
Xin Xin tertegun sejenak mendengar perkataan dari Shio Fan Yin sebelum dia pergi menuju ke perbukitan di belakang istana, namun rasa penasaran di hati Xin Xin akan status Shio Fan Yin yang memiliki kekuatan teknik terkuat dari bangsa peri, membuatnya sangat penasaran dan pada akhirnya dia pun pergi menuju ke perbukitan belakang istana malam itu juga untuk menemui Shio Fan Yin.
Xin Xin saat ini telah berhadapan dengan Shio Fan Yin, dan di saat itu Xin Xin kemudian menanyakan mengenai kekuatan teratai 9 surga kepada Shio Fan Yin.
"Dari mana kau mendapatkan kekuatan teratai emas yang saat ini kau miliki, sementara kau sendiri bukanlah seseorang yang memiliki garis keturunan bangsawan para peri?" tanya Xin Xin.
"Siapa bilang aku bukanlah keturunan bangsawan peri, aku yakin kau pernah bertemu dengan ibuku Dewi Yinzi bukan?, dari sanalah darah bangsawan peri ada di tubuhku," jawab Shio Fan Yin.
Xin Xin begitu sangat terkejut mendengar jawaban dari pertanyaannya kepada Shio Fan Yin, wanita cantik itu tak menyangka jika Shio Fan Yin yang dikenalnya merupakan seorang pangeran dari istana phoenix yang agung, namun Xin Xin tak langsung percaya pada Shio Fan Yin diapun lalu berkata.
"Apa buktinya kau adalah seorang pangeran?" tanyanya.
"Apakah dengan kulitku yang bersih serta rupaku yang tampan seperti ini tak mencerminkan diriku sebagai seorang pangeran?, baiklah...., Agar kau tak berpikiran yang aneh aneh padaku maka kau boleh melihat token ini," jawab Shio Fan Yin sambil melemparkan token emasnya kepada Xin Xin, token emas yang merupakan identitas diri Shio Fan Yin sebagai seorang pangeran.
Xin Xin menangkap token emas itu dan melihat keasliannya. "Ternyata Shio Fan Yin merupakan seorang pangeran," desis Xin Xin.
Xin Xin kemudian menangkupkan kedua tangannya sambil memberi hormat.
"Maafkan aku pangeran, aku selama ini tak mengetahui jika dirimu sebenarnya adalah seorang pangeran istana Phoenix yang agung," ucap Xin Xin.
"Kau tak usah sungkan seperti itu, statusku sebagai seorang pangeran hanyalah karena aku terlahir dari keturunan kaisar Phoenix, dan aku tak ingin adanya status itu kau akan sungkan padaku".
__ADS_1
"Aku lebih menyukai sifatmu yang cuek, ketus dan bahkan tak perduli dengan orang orang yang ada di sekitarmu termasuk tak perduli dengan keberadaan ku. Saat ini lebih baik kita saling memberi dukungan tentang teknik pelatihan yang selama ini kita latih, karena mulai hari ini kau telah kuanggap sebagai temanku," ucap Shio Fan Yin dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Wajah Xin Xin memerah saat mendengar perkataan dari Shio Fan Yin, yang secara terang terangan telah berkata jujur mengatakan sifat buruknya selama ini.
Xin Xin berusaha tak larut dalam permainan kata kata Shio Fan Yin, yang membuatnya berkata.
"Baiklah jika kau ingin menganggap ku sebagai teman mu, maka hari ini izinkan lah aku untuk melihat bagaimana kekuatan tehnik teratai 9 surgamu," jawab Xin Xin.
Shio Fan Yin kemudian menganggukan kepalanya dan sedetik kemudian dia pun seketika itu juga mengeluarkan kekuatan tehnik teratai 9 surga, yang didapatkannya saat membangkitkan kekuatan teratai salju yang menjadi pusat energinya saat ini dengan bantuan gurunya.
Xin Xin hanya bisa menarik napas dalam dalam saat melihat kekuatan teratai 9 surga yang di miliki Shio Fan Yin, yang begitu hebat dan menakutkan.
Xin Xin dapat merasakan kekuatan Shio Fan Yin dapat melampoi kekuatan Teratai surgawi miliknya, yang membuat Xin Xin merasa jika tak ada harapan lagi baginya untuk dapat menjuarai kompetisi yang tengah berlangsung.
Pertemanan antara Shio Fan Yin dan Xin Xin berjalan dengan baik.
Shio Fan Yin banyak memberi perhatian kepada Xin Xin, yang membuat hati wanita cantik yang sedingin es itu perlahan lahan mulai mencair.
Xin Xin mulai merasa gelisah jika dalam sehari Shio Fan Yin tak datang menemuinya, dan begitu sangat gembira saat melihat Shio Fan Yin datang menemuinya, hal itu tentu saja membuat Xin Xin merasa heran pada dirinya sendiri.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi padaku, mengapa aku sangat berharap Shio Fan Yin selalu ada di dekatku, celaka apakah aku telah jatuh cinta padanya?" batin Xin Xin dengan wajah memerah menahan rasa malu di hatinya.
__ADS_1
*****
Babak semifinal kompetisi akan segera berlangsung, namun sebelum babak semifinal itu benar benar di laksanakan, panitia penyelenggara kompetisi memutuskan untuk meliburkan keempat peserta selama 3 hari untuk beristirahat, dalam memulihkan diri akibat pertarungan pertarungan yang sebelumnya mereka lakukan.
4 peserta yang akan mengikuti pertarungan semi final itu adalah Shio Fan Yin yang akan menghadapi Xin Xin, putri Cin Ling akan menghadapi praktisi muda lainnya yaitu Go Yuan yang merupakan anak angkat Shio Fang.
Di dalam kamarnya, Shio Fan Yin sengaja tak keluar kamar untuk menemui Xin Xin.
"Beberapa hari ini aku telah mengejar-ngejar mu untuk menjadi kekasihku, namun sudah tiba waktunya kaulah yang akan mengejar-ngejar aku. Xin Xin maafkan aku karena kau harus terlibat dalam upaya balas dendamku terhadap ayahmu yang telah menghancurkan rumah tangga kedua orang tuaku, karena aku takkan pernah berhenti untuk menghancurkan hubungan antara kau dan ayahmu seperti apa yang telah Ayah mu lakukan kepada kedua orang tua ku," batin Shio Fan Yin.
Sementara itu Xin Xin begitu sangat gelisah mengetahui Shio Fan Yin sama sekali tak pernah menemuinya. "Apa yang telah terjadi, mengapa dia tak pernah menemuiku," batinnya.
Xin Xin memutuskan untuk pergi ke perbukitan istana untuk mencari Shio Fan Yin di sana, karena perbukitan itu merupakan tempat yang paling sering dikunjungi oleh Shio Fan Yin.
Namun setelah lelah mencari, Xin Xin tak jua menemukan Shio Fan Yin yang membuatnya hanya bisa duduk di pinggiran anak sungai yang berair jernih, untuk menenangkan kegelisahan yang ada di dalam hatinya.
"Aku tak mungkin mencarinya ke dalam istana, tentunya aku akan merasa malu kepada semua orang yang pastinya akan menilai ku sebagai wanita yang tak punya rasa malu, hingga harus mencari dan mengejar-ngejar seorang pemuda seperti pangeran Shio Fan Yin," batin Xin Xin.
Xin Xin menghembuskan nafasnya dengan keras saat dirinya merasakan benar-benar telah merindukan Shio Fan Yin, pemuda yang belakangan ini telah memberi warna di hatinya.
"Celaka...., mengapa aku bisa terlalu bodoh seperti ini dengan mengharapkan seseorang seperti Shio Fan Yin".
__ADS_1
"Ah..., aku harus segera tersadar dari kebodohanku ini karena tak mungkin bagiku untuk bisa bersamanya, Dia adalah seorang pangeran sementara aku bukanlah siapa-siapa," batin Xin Xin dengan memejamkan matanya.
Bersambung