
3 sosok bayang meloncat dengan cepat dari pohon satu ke pohon yang lainnya, menuju ke arah suara pertempuran besar.
Tetua Ning Yiyi memimpin di depan dan setelah cukup dekat dengan suara pertempuran yang terjadi, tetua Ning Yiyi segera memberikan isyarat untuk menghentikan pergerakan.
Jauh di depan sana tampak seekor naga petir yang saat ini tengah bertempur melawan 7 klan besar, walaupun dikeroyok dengan sedemikian rupa naga petir masih cukup tangguh untuk dikalahkan.
Naga petir tak tergoyahkan saat dirinya benar-benar menjaga jalan masuk menuju ke dalam menara naga, di mana konon katanya menara naga tersimpan banyak harta karun di dalamnya, dan yang menjadi harta karun utama adalah mutiara naga.
Aura Cincin berwarna hitam yang menyelimuti tubuh para praktisi hebat yang tengah bertempur, dapat terlihat nyata oleh ketiga orang yang saat ini mengintai dari atas dahan pohon besar, yang cukup jauh dari tempat itu.
"Tuan muda Shio Fan Yin, aku melihat ada sekitar 10 praktisi yang memiliki kemampuan lingkaran hitam di tubuhnya, dan ini pertanda jika kemampuan yang mereka miliki benar-benar telah dikeluarkan semaksimal mungkin dalam menghadapi naga petir," ucap tetua Ning Yiyi.
"Tetua benar, sepertinya praktisi yang mengeluarkan aura cincin berwarna hitam merupakan seorang pemimpin atau petinggi dari sebuah klan besar yang tengah bertempur, aku rasa ada baiknya kita tetap berada di tempat ini sampai semua praktisi itu dan bahkan naga petir sama-sama kelelahan, dan setelah rasa lelah itu menimpa mereka semua maka hal itu merupakan kesempatan bagi kita untuk dapat menghabisi naga petir, agar aku bisa masuk ke dalam menara naga.
"Apa rencana tuan muda dengan berkata seperti itu?" tanya tetua Ning Yiyi.
"Aku akan membunuh naga petir itu dan setelahnya aku akan masuk ke dalam menara naga seorang diri, karena jika kita bertiga masuk ke dalam sana maka akan banyak resiko yang akan kita dapatkan nanti".
"Tetua Ning Yiyi percayakan mutiara naga padaku karena aku akan mendapatkannya bagi klan Ning. Tetua kembalilah ke dalam rombongan klan Ning untuk berjaga-jaga agar rombongan klan Ning tak diserang oleh klan klan besar yang lainnya, karena belum tentu setelah kita memasuki menara naga kita bertiga akan keluar dengan cepat," ucap Shio Fan Yin.
"Baiklah, aku akan percayakan mutiara naga itu kepada tuan muda," ucap tetua Ning Yiyi.
__ADS_1
Mereka bertiga masih tetap menunggu di atas dahan pohon besar, dan saat ini mereka telah melihat bagaimana para anggota klan besar banyak yang mati akibat keganasan binatang kuno naga petir.
Setelah sehari semalam mereka menunggu di atas dahan pohon besar, pada akhirnya mereka bertiga dapat melihat kekuatan binatang kuno naga petir yang mulai melemah.
Itu terlihat dari tensi serangan sang naga petir yang mulai mengendor, tak seganas serangan serangan yang di lakukan sang naga petir sebelumnya, dalam menghadapi ke 7 klan besar yang menginginkan nyawanya.
Di kubu ke tujuh klan besar, saat ini juga telah mengalami kemerosotan serangan, banyak anggota klan yang memiliki kemampuan biasa biasa saja telah mati saat petarung melawan naga petir.
Di samping itu terlihat telah banyak para praktisi yang memiliki cincin berwarna merah yang menyelimuti tubuhnya, telah mati akibat pertempuran yang terjadi.
Sementara di pihak para praktisi yang memiliki aura kuat cincin berwarna hitam, saat ini tinggal menyisakan dua praktisi yang mampu bertahan, dalam menghadapi serangan ganas binatang kuno naga petir.
"Tetua, naga petir itu telah terlihat kelelahan begitupun juga dengan para praktisi yang bertarung dengannya juga telah kelelahan".
Tetua Ning Yiyi menganggukan kepalanya dan berkata.
"Berhati hatilah, walaupun mereka semua terlihat sangat lelah dan kehabisan energi tubuh, namun sebenarnya mereka semua masih memiliki sedikit kekuatan untuk dapat bertarung," jawab tetua Ning Yiyi.
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan tetua, dan setelah aku dapat membunuh naga petir itu, maka aku ingin tetua segera membawa Ning'er kembali ke dalam rombongan klan Ning," seru Shio Fan Yin.
Setelah berkata seperti itu, Shio Fan Yin segera melompat dari atas dahan pohon besar dan meluncur deras ke bawah, hingga sedetik kemudian sepasang sayap kelelawar berwarna ungu, seketika itu juga mengepak dan membawa tubuh Shio Fan Yin untuk segera menuju ketempat naga raksasa berada.
__ADS_1
Kecepatan terbang Shio Fan Yin begitu sangat menakjubkan, yang membuat pergerakannya hanya terlihat bayang-bayang saja.
Naga petir yang melihat hal itu segera melakukan pergerakan hingga hujan petir saat ini telah menuju ke arah Shio Fan Yin.
Dengan sepasang sayap kelelawar yang dimilikinya, Shio Fan Yin menerobos hujan petir yang ada di hadapannya hingga dirinya semakin dekat dengan naga petir.
Setelah dekat dengan naga petir, Shio Fan Yin kemudian mengeluarkan tombak kaisar kekacauan. Tombak emas itu kemudian mengeluarkan aura yang sangat berani dan menakutkan, yang langsung di tebaskan dengan keras ke arah leher Sang naga, yang membuat cahaya berbentuk bulan besar seketika itu juga menghantam leher Sang Naga.
Tampak sebuah sayatan kecil terlihat melingkari leher Sang Naga, saat serangan itu benar benar menimpa leher sang naga.
Tampak petir yang tadinya terlihat sangat kacau di langit, kini telah berubah menjadi tenang saat kepala naga petir terlepas dari tubuhnya dan menimpa permukaan tanah di bawahnya.
Semua praktisi hebat dari 7 klan berbeda, hanya bisa membelalakkan mata melihat naga petir yang sangat tangguh, kini telah mati di tangan seorang anak muda dengan sayap di punggungnya.
Mereka semua bertanya tanya siapa pemuda itu sebenarnya, yang mereka tau hanya ras peri dan ras kelelawar surga yang memiliki sayap di punggungnya, namun perbedaan sayap itu terlihat nyata di mana ras peri memiliki sayap seperti sayap burung, sementara sayap kelelawar surga memiliki sayap kelelawar berwarna hitam kelam bagi seluruh anggotanya, dan berwarna merah bagi seluruh pemimpinnya, yang membuat mereka semua harus memutar akal untuk mengetahui identitas pemuda yang telah membunuh naga petir.
Shio Fan Yin tak menggubris tatapan tajam yang menuju ke arahnya, saat ini Shio Fan Yin hanya berpikir untuk mendapatkan inti jiwa naga petir, dalam membangkitkan kembali naga phoenix di masa depan.
Shio Fan Yin kemudian mengarahkan tangan kanannya kedada sang naga petir, dan pada akhirnya sebuah inti jiwa yang berselimutkan cahaya putih menyilaukan mata, kini telah berada di tangannya yang membuat Shio Fan Yin kembali mengepakkan sayapnya dan terbang memasuki gerbang menara naga.
Seluruh praktisi dari ke 7 klan besar tersadar dari rasa takjub yang mereka alami terhadap pemuda yang telah berhasil membunuh naga petir, dan segera berlomba-lomba untuk mengambil bagian-bagian tubuh dari naga petir yang berharga.
__ADS_1
Sementara itu 2 praktisi cincin aura hitam, saat ini telah melesat masuk kedalam gerbang menara untukmu mengejar Shio Fan Yin, dalam mendapatkan inti jiwa naga petir yang mereka berdua juga inginkan, yang kini berada di tangan Shio Fan Yin.
Bersambung