
Shio Fang melirik kearah jam pasir, yang semakin lama pasir itu semakin berkurang.
"Aku terpaksa menggunakan teknik api pemurnian di dalam gulungan pemberian guru, untuk dapat mengejar waktu yang tersisa, mudah mudahan tungku ini mampu untuk menahan gejolak energi panas yang tercipta," batin Shio Fang.
Shio Fang kemudian mengerahkan energi tubuh nya, sehingga tercipta aura panas yang membentuk kobaran api putih yang meluap, hingga membakar tungku pemurnian yang ada di hadapannya.
Dengan menyeimbangkan kobaran api di dalam tungku pemurnian, Shio Fang kemudian mulai membuat pil esensi luka yang merupakan pil umum di kalangan praktisi Alkemis, karena Shio Fang merasa dengan membuat pil itu maka waktu yang tersisa akan dapat terkejar.
Satu persatu para peserta mulai berhasil melakukan pemurnian pil, begitupun dengan Xia yi.
Merela lalu membawa pil tersebut kehadapan panitia yang di pimpin oleh tetua Gu he untuk melihat dan memeriksa kemurnian pil yang mereka buat.
Saat ini hanya Shio Fang yang masih tersisa dalam melakukan pemurnian pil, dan waktu pun semakin menipis hingga membuat kegelisahan mulai menghantui Shio Fang
"Biar bagaimanpun pil ini harus kubuat, agar aku dapat memenangkan hadiah utama dari turnamen ini," batin Shio Fang.
Shio Fang segera mengeluarkan tehnik jari matahari untuk melapisi tungku pemurnian dengan energi tubuhnya agar tungku pemurnian dapat menahan kekuatan panas yang lebih besar lagi. Setelah dirasa cukup Shio Fang kemudian meningkatkan panas pada tungku pemurnian hingga beberapa waktu berlalu.
Setelah jam pasir tinggal beberapa detik akan habis, tiba tiba saja tungku pemurnian Shio Fang mengeluarkan asap hitam pekat.
"Boom..!!
Dentuman kecil terdengar yang membuat asap hitam langsung memenuhi ruangan itu.
Di saat asap hitam mulai menghilang, tampak tungku pemurnian Shio Fang telah hancur dan rata dengan meja.
"Shio Fang kau telah gagal dalam memurnikan pil, maka pergilah kau dari ruangan ini karena ruangan ini hanya di peruntukkan bagi orang orang yang berbakat dalam membuat dan memurnikan pil," ucap ketua Gu he.
Shio Fang mengibaskan debu yang melengket di bajunya, kemudian melangkah ke arah tungku pemurniannya yang telah hancur, dan memasukkan 2 pil yang telah gosong kesebuah wadah kemudian membawanya ke pada tetua Gu he.
__ADS_1
"Aku ingin anda memeriksa pil yang ku murnikan ini, dan ku harap anda mau memeriksanya," ucap Shio Fang.
"Ha..ha..ha.., untuk apa lagi kami harus memeriksa pil yang kau murnikan itu, sementara kami dari panitia penyelenggara telah melihat secara langsung jika pil yang kau buat telah rusak," ucap tetua Gu he.
Shio Fang yang sangat di remehkan segera mengeluarkan pil dari wadahnya, dan dengan menyalurkan energi murninya kepada pil tersebut maka kedua pil gosong itu seketika retak, dan retakannya itu menjadi kerak hitam yang mengelupas dari bentuk pil aslinya.
Kini pil gosong itu telah berubah menjadi dua pil berwarna putih cerah dengan mengeluarkan aroma wangi dari dalamnya.
"Apakah pil ini masih belum layak untuk anda periksa?" tanya Shio Fang dengan memperlihatkan ke dua pil yang merupakan pil level 5 dengan tingkat kemurnian 100 persen.
Semua panitia penyelenggara sangat terkejut dengan perubahan pil di tangan Shio Fang, yang tentunya pil itu dapat memenangkan turnamen Alkemis mengingat kelima peserta hanya dapat memurnikan pil dengan level 4, dan tingkat kemurnian yang rata rata masih jauh di atas standar.
Tiba tiba saja tetua Guan hadir di tempat itu, kemudian sang tetua pun berkata.
"Kau memang sanggup memurnikan bahan bahan di atas meja menjadi pil yang berkualitas, akan tetapi waktu yang kau pakai untuk membuat pil tersebut telah habis sebelum pil itu jadi, sehingga kau harus di diskualifikasi akan hal itu," ucapnya.
"Kau jangan mengada ada tetua Guan, pemurnian yang kulakukan telah selesai sebelum batas waktu habis, dan kurasa aku masih berhak untuk mendapatkan hak ku dalam turnamen ini," jawab Shio Fang.
Melihat Shio Fang di perlakukan secara tak adil, pangeran Cin Sha segera bertindak.
"Tetua ...!!, seharusnya kau sebagai ketua panitia turnamen harus berlaku adil bukan sebaliknya. Dengan memakai kekuasaanmu sebagai ketua panitia turnamen, kau berlaku curang dan menindas Fang Shio. Tetua seharusnya kau bisa memilah mana turnamen dan mana masalah pribadimu dengan Fang Shio bukan melibatkan masalah pribadimu itu kedalam turnamen ini," ucap pangeran Cin Sha.
Tetua Guan melirik kearah pangeran Cin Sha sambil mengibaskan tangannya, sehingga gelombang angin kuat langsung menuju kearah pangeran Cin Sha.
Pangeran Cin Sha yang melihat serangan itu, segera mengeluarkan kekuatannya untuk menghalau serangan itu, akan tetapi kekuatan ranah tingkat Dewa saint tak mampu di bendung olehnya, sehingga sang pangeran terpental dan menabrak dinding ruangan itu dengan keras.
Pangeran Cin Sha ambruk ketanah sambil mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya.
"Kau tak layak berbicara lancang disini, karena kau hanyalah penonton!!" ucap tetua Guan dengan penekanan di perkataannya.
__ADS_1
Tetua Guan sengaja melakukan serangan mematikan kepada pangeran Cin Sha, untuk melepaskan kekesalannya kepada Shio Fang yang dia tau jika pemuda yang diserangnya merupakan teman dekat Shio Fang.
Xia yi yang melihat hal itu segera melesat cepat menyongsong sang pangeran untuk memeriksa keadaannya, dan diapun langsung menyalurkan energi murninya kepada pangeran Cin Sha.
Shio Fang tak mampu lagi menahan amarahnya, saat itu juga dia langsung mengeluarkan inti es lotus surga, sehingga sebuah bunga teratai yang mengeluarkan aura menindas seketika itu mengambang di tangan kanan Shio Fang.
Seluruh panitia pertandingan sangat terkejut melihat hal itu, merekapun lantas menggabungkan kekuatan untuk menghalau serangan dari Shio Fang.
Bola energi dan inti es lotus surga saling bertabrakan di udara, hingga membuat bangunan aula Alkemis yang megah ambruk seketika itu juga.
Xia yi berhasil membawa pangeran Cin Sha keluar dari reruntuhan aula, begitupun para peserta turnamen alkemis mereka dengan cepat melesat meninggalkan bangunan aula yang roboh.
Sementara itu Shio Fang yang di topang kitab kuno pengobatan surgawi dan benih jiwa teratai salju, sama sekali tak terluka akibat benturan yang terjadi.
Di sisi lain para panitia pertandingan harus merasakan kerasnya serangan Shio Fang, sehingga membuat para tetua yang tergabung dalam panitia turnamen Alkemis, harus terhempas di tanah dengan kondisi tubuh terluka dalam.
"Siapa sebenarnya pemuda ini, kekuatan yang di milikinya begitu sangat hebat, walaupun dia masih berada di ranah surga puncak," batin tetua Guan.
Shio Fang kembali mengeluarkan inti es lotus surga untuk yang kedua kalinya, dan ingin menghabisi seluruh panitia turnamen pertandingan saat itu juga.
Namun keinginan Shio Fang seketika itu tertahan karena penatua Fong Sha dan ketua Fong ji Ang telah berada di hadapannya.
"Tahan Shio Fang.., kau jangan bertindak terlalu jauh seperti ini, jika kau membunuh seluruh tetua yang ada maka kelangsungan guild Alkemis lambat laun akan menghilang dari kota langit surgawi," ucap penatua Fong Sha.
"Mereka semua yang menginginkan hal ini dengan melukai Sha Cin, aku tak akan diam saja melihat saudaraku tersakiti," jawab Shio Fang.
"Shio Fang.., aku yang akan bertanggung jawab dengan kesembuhan Sha Cin, dan atas semua masalah yang terjadi aku mohon maaf," ucap penatua Fong Sha.
Shio Fang akhirnya luluh dengan perkataan penatua Fong Sha, dan pada akhirnya semua tetua dapat terselamatkan dari kematian.
__ADS_1
Bersambung
Trimakasih atas pengertian para pembaca semua, semoga Alloh membalasnya, amin.🙏