
Shio Fang secara diam diam telah mengeluarkan aura spritual nya ke seluruh permukaan arena pertarungan, sehingga Shio Fang dapat dengan jelas merasakan setiap gerakan cepat yang di lakukan Yao Lin, dan pada akhirnya pedang luka angin berbenturan langsung dengan pedang yang di miliki Yao Lin, sehingga membuat riak energi berbentuk lingkaran seketika itu terpancar dari efek benturan yang terjadi.
Shio Fang terseret beberapa meter kebelakang dan merasakan tangan kanannya yang memegang pedang luka angin seperti mati rasa, akibat benturan keras kedua senjata.
Shio Fang merasakan jika kekuatan Yao Lin saat ini telah menembus ranah tingkat semesta awal, walaupun tingkat kekuatan Yao Lin masih berada pada tingkat semesta tanpa bintang, akan tetapi hal itu akan membuat Shio Fang sangat kesulitan untuk menghadapinya.
Tiba tiba suara Yao Lin menggema di atas arena pertarungan. "Menarik sekali.., kau telah berhasil menahan serangan pedangku, tapi itu barulah awal pertarungan kita karena pertarungan kita sesungguhnya akan segera di mulai," ucap Yao Lin.
Mendengar perkataan Yao Lin yang seperti meremehkan nya membuat Shio Fang lantas berkata.
"Aku akan memberikan pertunjukan yang lebih menarik lagi, semoga nona Yao Lin bisa merasakan ketertarikan akan hal itu".
"Silahkan nona aku pun tak akan sungkan lagi ke padamu," ucap Shio Fang.
Mendengar perkataan Shio Fang membuat Yao Lin terpancing amarahnya, tiba tiba aura ranah semesta awal mencuat dari tubuhnya yang membuat tubuh Yao Lin berselimutkan aura berwarna ungu.
Aura berwarna ungu berputar sesaat di tubuhnya kemudian membentuk perisai pelindung bagi Yao Lin, yang membuat tubuh Yao Lin saat ini di penuhi dengan energi yang sangat menakutkan.
Semua petinggi Akademi Kunlun begitu sangat terkejut melihat kekuatan Yao Lin, mereka tak menyangka jika wanita muda seperti dia telah memiliki kekuatan yang sangat menakutkan, yaitu kekuatan di tingkat semesta.
"Xuan Yuan..., sepertinya pertarungan di antara mereka akan sangat menarik, tentu saja cucuku akan mempermainkan Shio Fang sesaat lagi," ucap tetua Yao Ling dengan senyum meremehkan.
"Kau tak pernah berubah Yao Ling, selalu meremehkan orang dengan sudut pandang penglihatanmu. Walaupun saat ini cucumu Yao Lin telah berada di tingkat semesta, akan tetapi kemampuannya itu tak akan mudah begitu saja mengalahkan Shio Fang, karena murid utama Akademi Kunlun adalah anak muda paling jenius yang pernah terlahir di wilayah surgawi," jawab Penatua Xuan Yuan membanggakan Shio Fang.
Wajah penatua Yao Ling seketika itu menjadi suram mendengar perkataan penatua Xuan Yuan, akan tetapi setelah melihat Armor pelindung yang menutupi tubuh Shio Fang yang merupakan Armor pelindung di tingkat dewa Emperor yang berada di bawah kekuatan yang dimiliki cucunya, membuat wajah suram tertua Yao Ling seketika itu menghilang berganti senyuman di sudut bibirnya.
"Kau memang hebat dalam berolah kata Xuan Yuan, sehingga membuatku sedikit percaya dengan perkataanmu sehingga pada akhirnya aku mengkhawatirkan cucuku Yao Lin. kau lihat sendiri di sana..., mana mungkin kekuatan Dewa Emperor yang ada di tubuh Shio Fang dapat mengalahkan cucuku yang telah berada di tingkat ranah semesta," ucap tetua Yao Ling sambil menunjuk ke atas arena pertarungan.
Xuan Yuan tetap tersenyum kemudian dia pun berkata. "Tertawa Lah jika itu akan membuatmu senang, akan tetapi tawamu mu itu sebentar lagi akan segera menghilang saat kau akan melihat bagaimana ranah Dewa Emperor dapat menghancurkan kekuatan ranah semesta cucumu.
"Kau jangan membual Xuan Yuan, ayo kita lihat bersama-sama siapa yang akan memenangkan perjanjian pertarungan 5 tahun," ucap tetua Yao Ling dengan kilatan penuh amarah di matanya.
Di arena pertarungan, jual beli serangan terus terjadi, akan tetapi setiap terjadi benturan antara kedua pedang Shio Fang yang selalu dirugikan.
"Aku tak bisa terus berbenturan dengan serangan pedangnya, karena hal itu sangat menyakitkanku," gumam Shio Fang yang merasakan tangannya semakin dirugikan saat berbenturan dengan pedang Yao Lin.
Melihat Shio Fang mulai terkena dampak serangan benturan pedang nya, Yao Lin semakin meningkatkan kecepatan serangnya yang membuat Shio Fang semakin keteteran dibuatnya.
Yao Lin kemudian mengambang di udara dan berkata.
"9 pedang penghancur tulang," ucap Yao Lin
__ADS_1
Tiba tiba udah di sekitar tempat itu membeku, dan tak lama kemudian tercipta 9 pedang es di sekitar Yao Lin.
Dengan sekali dorongan tangannya ke depan maka 9 pedang es dengan aura penghancur yang sangat kuat, seketika itu juga melesat cepat kearah Shio Fang.
Mengetahui bahaya akan menderanya jika salah satu pedang itu menancap di tubuhnya, membuat Shio Fang segera memutar tubuhnya hingga tercipta angin tornado kecil dan tak lama kemudian Shio Fang menghempaskan pedangnya ke depan sambil berteriak. "Luka angin musim semi"
Selarik sinar berbentuk bulan sabit langsung menyambut datangnya 9 pedang yang dilesakkan Yao Lin, sehingga kembali benturan keras terjadi yang menyebabkan riak energi menyebar di udara.
Shio Fang terseret beberapa meter ke belakang, sehingga jejak seretan kakinya yang masuk beberapa inci ke dalam permukaan Arena, terlihat jelas di sana.
Shio Fang kemudian menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya, dan menatap tajam ke arah Yao Lin yang dengan bangga tersenyum ke arahnya.
"Sudah cukup Kau menindasku seperti ini, kini giliranku yang akan menyerangmu," ucap Shio Fang.
"Biar seberapa kuat kau melawanku, tetap saja kau akan kalah dariku," jawab Yao Lin.
"Kita lihat saja siapa yang akan tumbang di arena ini," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian menghempaskan pedangnya ke atas Arena, kemudian mengeluarkan kekuatan terkuat nya untuk membentuk inti es lotus surga dan inti angin misterius di kedua telapak tangannya.
Setelah kedua kekuatan elemen yang berbeda muncul di masing-masing tangannya, Shio Fang segera menggabungkan kedua kekuatan itu sehingga terbentuklah bunga teratai dengan petir emas yang menghiasinya.
"Yao Lin..., Aku ingin melihat apakah kau mampu untuk menahan teratai petaka surga ku ini," ucap Shio Fang yang tentu saja membuat wajah Yao Lin menjadi suram.
"Kekuatan teratai di tangan Shio Fang mengandung aura pemusnah di dalamnya, dan belum tentu aku sendiri dapat menghadapinya saat bertukar serangan dengan teratai itu," batin tetua Yao Lin dengan kecemasan di wajahnya.
"Sudah kukatakan kepadamu jika pemuda yang menjadi lawan tarung cucumu bukanlah pemuda yang biasa-biasa saja, Walaupun dia hanya memiliki kemampuan di bawah kekuatan cucu mu akan tetapi teknik dan kekuatan spiritualnya mampu membuat praktisi ranah semesta seperti cucu mu akan kesulitan menghadapinya," ucap penatua Xuan Yuan.
Tetua Yao Ling hanya dapat terdiam karena saat ini dia begitu sangat mencemaskan cucunya dari kekuatan teratai pemusnah yang ada di tangan Shio Fang.
"Lin'er bertahanlah aku yakin kau mampu untuk menahan serangan itu," gumam tetua Yao Lin sambil meremas tinjunya sendiri.
Sementara itu Yao Lin yang melihat adanya kekuatan pemusnah dari bunga teratai berwarna biru keemasan yang ada di tangan Shio Fang, segera menyatukan kedua tangannya membentuk lingkaran segel sehingga aura yang berada di tubuhnya semakin meningkat.
Tak lama kemudian dari dalam lingkaran segel yang terbentuk, muncul sebuah patung Dewi es dengan menggenggam sebuah pedang es besar di tangannya.
Shio Fang dapat merasakan energi yang sangat besar terpancar dari pedang es raksasa yang berada di tangan patung Dewi es, yang mampu menciptakan rasa dingin menusuk tulang di tubuhnya.
Tiba tiba Shio Fang merasakan gejolak yang sangat kuat pada benih jiwa teratai salju yang berada di dalam tubuhnya, yang membuat Shio Fang merasa heran karena selama ini benih jiwa terasa salju tak pernah menunjukkan gejolak sebesar itu.
Suara raja Naga Es tiba-tiba menggema di telinga Shio Fang.
__ADS_1
"Fang'er..., benih jiwa teratai salju yang berada di dalam tubuhmu bereaksi tak biasa, yang memungkinkan benih jiwa itu menginginkan serangan Padang es yang akan diarahkan kepadamu," ucapnya.
"Apa yang harus kulakukan guru?" tanya Shio Fang.
"Kau telah dewasa dan dapat memikirkan sendiri langkah apa yang akan kau lakukan, aku tak menginginkan jika di masa depan kau selalu tergantung kepadaku untuk menyelesaikan masalahmu, ingat Fang'er jika kau mengerahkan kekuatan pemusnah teratai petaka surga kepada wanita itu, maka kau akan menciptakan permusuhan antara klan Yao dan akademi Kunlun di masa depan, karena serangan mu itu padanya akan membuat wanita itu binasa," jawab raja naga es yang perlahan-lahan suaranya menghilang di telinga Shio Fang.
Shio Fang mencerna perkataan raja naga es, dan tak lama kemudian dia pun menyunggingkan senyuman.
"Anggap saja aku akan berjudi kali ini, jika aku gagal maka aku akan dirugikan, dan jika aku menang maka aku akan sangat diuntungkan," gumam Shio Fang.
Shio Fang kemudian mengibaskan tangannya sehingga bunga teratai malapetaka surga seketika itu sirna, yang menyisakan riak energi penghancur yang bertebaran di udara.
Setelah teratai malapetaka surga menghilang, Shio Fang kemudian menciptakan segel dari kekuatan spiritual tingkat kaisar pelahap kekosongan, hingga tercipta Avatar raksasa setinggi 50 meter yang menjadi tameng bagi Shio Fang.
Tetua Yao Ling dan seluruh petinggi Akademi Kunlun sangat terkejut melihat Avatar tubuh Shio Fang, karena yang mampu menciptakan Avatar tubuh seperti aslinya merupakan seorang praktisi beladiri yang telah menembus kekuatan spiritual tingkat Kaisar pelahap kekosongan.
"Kau memang di luar dugaan Shio Fang, aku sama sekali tak menyangka jika tingkat kekuatan spiritualmu sudah setinggi ini," batin tetua Yao Ling dengan wajah yang semakin terlihat suram.
Sementara itu Yao Lin yang melihat Avatar tubuh Shio Fang sebagai tameng, seketika itu menyunggingkan senyuman kemenangan karena di yakin jika dirinya akan memenangkan pertarungan itu.
Yao Lin kemudian menghantamkan pedangnya ke depan, sehingga patung Dewi es seketika itu juga melemparkan pedang di tangannya ke arah Avatar yang menyerupai tubuh Shio Fang.
Pedang itu dengan telak menembus tubuh Avatar Shio Fang, hingga tubuh Shio Fang seketika itu juga bergetar hebat.
Senyum di wajah Yao Lin semakin terlihat jelas saat pedang patung Dewi es yang mengandung kekuatan penghancur menancap di dada Avatar Shio Fang.
"Saat ini Kau pasti telah terluka dalam yang sangat parah Shio Fang," gumam Yao Lin dengan keceriaan di wajahnya.
Namun tiba tiba keceriaan di wajah Yao Lin seketika itu sirna dan menjadi kepanikan yang sangat luar biasa, saat merasakan energi elemen es dari patung Dewi es yang di milikinya kini terisap masuk kedalam tubuh Avatar Shio Fang.
"Celaka..., jika ini terus berlanjut maka kekuatan Dewi es dalam tubuhku akan menghilang untuk selamanya," ucap Yao Lin.
Yao Lin kemudian mengeluarkan sisa sisa tenaga yang di milikinya untuk menyerang langsung kearah Shio Fang, akan tetapi tubuhnya saat ini tak dapat di gerakan yang membuat wajah Yao Lin semakin suram.
Saat Yao Lin melihat ke bawah Arena pertandingan yang di pijaknya, maka terlihat segel yang telah mengunci tubuhnya berada di sana.
"Sejak kapan Shio Fang memasang segel yang tak pernah kulihat dia menciptakannya, celaka.., jika terus begini aku akan berakhir dengan kekalahan," ucap Yao Lin dengan berusaha membebaskan diri dari segel yang membelenggu tubuhnya.
Tiba tiba Suara Shio Fang menggema di udara. "Kau telah kalah" ucap nya.
Setelah berkata seperti itu, kekuatan spiritual Kaisar pelahap kekosongan dari Avatar Shio Fang semakin kuat menyerap energi es dari patung Dewi es, yang membuat patung itu perlahan-lahan memudar dan hilang tanpa bekas.
__ADS_1
Hilangnya patung Dewi es membuat tubuh Yao Lin ambruk ketanah dan tak sadarkan diri.
Bersambung