
Keadaan telah membaik, putri Cin Cin dan Dewi Lilia saat ini tengah berada di akademi Kunlun tepatnya di paviliun pheonix salju.
Dua orang utusan dari kekaisaran cahaya surga datang menemui kepala sekolah akademi untuk meminta putri Cin Cin untuk menghadiri undangan perjamuan pangeran Liu Han.
"Aku tak mempunyai hak untuk mengiyakan permintaan pangeran Liu Han, ada baiknya anda berdua bertemu langsung dengan putri Cin Cin untuk menyampaikan undangan pangeran Liu Han padanya," ucap kepala sekolah Senyu.
Kedua utusan pangeran Liu Han langsung mengiyakan perkataan kepala sekolah Senyu, dan tak lama kemudian kedua utusan pangeran Liu Han diantar oleh seorang murid senior menuju ke paviliun pheonix salju berada.
Di paviliun pheonix salju kedua utusan itu bertemu langsung dengan putri Cin Cin.
"Hormat kami putri," ucap kedua utusan itu secara bersamaan setelah mengetahui jika wanita cantik yang berada di hadapannya merupakan putri dari kekaisaran cahaya ilahi.
"Katakan padaku apa tujuan kalian berdua datang menemuiku?" tanya putri Cin Cin.
"Kami berdua adalah utusan dari pangeran Liu Han, kami berdua sengaja datang menemui tuan putri untuk meminta tuan putri menghadiri perjamuan makan pangeran Liu Han, dan kuharap tuan putri mau menerima undangan pangeran kami semua itu untuk membina persahabatan diantara 2 kekaisaran besar yang berada di alam surgawi," ucap salah satu utusan pangeran Liu Han.
Putri Cin Cin sesaat terdiam dan tengah memikirkan sesuatu hal, dan tak lama kemudian putri Cin Cin pun berkata. "Aku akan menerima undangan itu asalkan aku di ijinkan membawa beberapa teman di dalam perjamuan itu," ucapnya.
Sesaat kedua utusan itu saling berpandangan satu dengan yang lainnya, kemudian salah satu utusan berkata. "Jika tuan putri ingin ingin membawa beberapa teman dalam perjamuan itu, maka kami tak mempermasalahkannya," ucapnya.
"Tuan putri, sore nanti ada beberapa kereta kuda yang akan menjemput tuan putri, sekiranya tuan putri telah mempersiapkan diri," timpal utusan yang lainnya.
"Baiklah.., aku akan mempersiapkan diri," jawab putri Cin Cin.
__ADS_1
Setelah menemui putri Cin Cin kedua utusan itu kini kembali ke istana cahaya surga.
"Putri Cin Cin menarik napas dalam dalam, dia tau jika Shio Fang tak ada di paviliun pheonix salju karena tengah ada urusan dengan kelompok Han, dan tentu saja Shio Fang tak mungkin bisa menemaninya ke istana cahaya surga.
"Kak Shio Fang aku akan pergi ke istana cahaya surga sore nanti, dan jika kau menyusulku pergi ke istana cahaya surga, maka pembuktian diriku tentang mu sebagai orang yang tepat menjadi pendampingku akan terbukti hari itu," batin putri Cin Cin.
Sementara di tempat lain Shio Fang bersama dengan Shio Chen tengah berada di tempat kelompok Han, ketua kelompok Han yang bernama Han jin mempersilahkan Shio Fang untuk duduk di dalam ruang pertemuan kelompok Han.
"Ada apa kau datang ketempat kelompok Han?" tanya Han jin dengan wajah yang mengisyaratkan tak suka dengan kehadiran Shio Fang dan Shio Chen ketempatnya.
"Sebelumnya aku turut berduka atas kematian ketua Han Huo dari klan Han, Sebenarnya aku ingin menemui ketua Han Huo untuk menitipkan sesuatu padanya, karena ketua Han Huo telah tiada dan pewaris ketua klan Han adalah dirimu maka aku akan memberikan titipan terakhir dari leluhur Han Zhe kepadamu," ucap Shio Fang.
"Leluhur Han Zhe katamu?, Shio Fang aku tak ingin kau mengada ada ada dengan perkataan mu, leluhur Han Zhe merupakan pendiri pertama klan Han, dan dia telah mati ribuan tahun yang lalu. Shio Fang ku ingatkan padamu jika kau datang ketempat ini hanya untuk memberikan penghinaan pada kelompokku dengan omong kosong mu itu, maka aku mempersilahkan kau untuk pergi dari tempat ini," ucap Han Jin dengan penekanan di perkataannya.
Han jin dan seluruh kelompoknya yang berada di dalam ruangan pertemuan menjadi sulit bernapas dan menggerakkan tubuhnya, semua itu akibat aura yang menindas yang dilepaskan oleh Shio Chen.
Shio Fang yang melihat hal itu segera menepuk pundak Shio Chen agar segera menghilangkan aura menindas yang di lepaskan nya.
Mengetahui arti isyarat yang dilakukan Shio Fang kepadanya membuat Shio Chen segera menarik kembali aura kuat yang di lepaskan nya, sehingga Han jin dan kelompoknya dapat bergerak dan bernapas dengan normal kembali.
"Maafkan atas prilaku adikku Shio Chen kepadamu, tak lepas dari kau percaya ataupun tak percaya padaku, di saat ini aku hanya akan memberikan titipan dari leluhur Han Zhe padamu," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian mengeluarkan sebuah kotak giok dari Cin Cin ruangnya dan menaruhnya diatas meja.
__ADS_1
"Ini adalah titipan dari leluhur Han Zhe, dan kuharap kau mau untuk menerimanya," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian mengeluarkan sebuah guci kecil yang berisikan pil obat keatas meja kembali dari dalam cincin ruangnya., kemudian shio Fang berkata. "Ini adalah pil esensi tingkat tinggi, jika kau mengkonsumsinya maka kau akan dapat melewati rintangan menembus ranah semesta. Aku memberikan pil ini sebagai hadiah pertemanan kita," ucap Shio Fang.
Setelah berkata seperti itu Shio Fang mengajak Shio Chen untuk meninggalkan ruangan itu. Han jin hanya dapat melihat kepergian Shio Fang dan Shio Chen pergi meninggalkan tempat itu sampai hilang di balik pintu.
Han jin kemudian meraih kotak giok dan guci giok yang berada diatas meja, kemudian diapun menatap kedua benda itu sambil bergumam. "Apakah kotak giok ini benar benar pemberian dari leluhur Han Zhe padaku sepenerus ketua klan Han? Dan apakah pil di dalam guci ini benar benar merupakan pil esensi tingkat tinggi yang mampu membuatku menembus ranah tingkat semesta? Shio Fang jika benar kedua benda ini seperti yang kau katakan, maka klan Han di masa depan akan sangat berhutang budi padamu dan kupastikan jika kau akan menjadi temanku," gumam Han jin.
Sementara itu di dalam perjalanannya tampak Shio Chen masih menggerutu dengan kesal dan diapun mengeluarkan unek unek di dalam hatinya dengan berkata kepada Shio Fang. "Untuk apa kak Shio Fang memberikan esensi pil tingkat tinggi itu padanya, bukan kah Han jin sama sekali tak memperlihatkan etikat baiknya pada kita," ucapnya.
Shio Fang menghentikan langkahnya kemudian menoleh kearah Shio Chen sambil berkata. "Banyak hal yang harus kita lakukan untuk membalas kebaikan seseorang, leluhur Han Zhe pernah memberikanku kekuatannya dan juga esensi darah yang telah kumurnikan untuk menembus ranah tingkat Semesta, saat itu leluhur Han Zhe pernah mengatakan jika klan Han telah mengalami kemerosotan dalam berbagai espek, Sesemua itu karena klan Han telah menjadi lemah setelah kepergiannya, dan jika Han jin yang merupakan pewaris kursi ketua klan Han berikutnya bisa menembus ranah semesta di usia muda dengan pil esensi itu, bukankah hal itu dapat memberikan peluang bagi klan Han untuk bersaing kembali menjadi yang terkuat di alam surgawi".
"Shio Chen.., satu kebaikan akan membuat Han jin akan berubah di masa depan saat bertemu dengan kita kembali," ucap Shio Fang.
Shio Chen mengangguk anggukkan kepalanya mengerti akan penjelasan yang di katakan Shio Fang padanya, kekesalan di dalam hatinya saat ini perlahan lahan telah memudar.
Tak lama kemudian Shio Fang menepuk pundak Shio Chen sambil berkata. "Kita lupakan klan Han, ada baiknya sekarang kau menemani ku ketempat penatua Xuan Yuan di menara surga, karena ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengannya," ucap Shio Fang.
"Baik kak, aku akan menemanimu kesana," jawab Shio Chen.
Pada akhirnya mereka berdua berjalan beriringan menuju ke menara surga untuk menemui penatua Xuan Yuan.
Bersambung
__ADS_1