Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Putri Cin Cin pergi


__ADS_3

Malam Hari Shio Fang dan adik-adiknya tiba di akademi Kunlun, keadaan di akademi benar-benar tenang tak ada kegiatan apapun selain beberapa anggota senior akademi yang bertugas mengamankan akademi dengan melakukan penjagaan di beberapa tempat.


Di paviliun pheonix salju, Dewi Lilia bertemu Shio Fang dan berkata " Kak Shio Fang saat ini Putri Cin Cin tak ingin di ganggu, ada baiknya kau menemuinya esok hari, biarkan dia tenang terlebih dahulu," ucap nya.


"Baiklah, aku akan menemuinya esok hari saat ini pergilah untuk beristirahat karena aku pun akan beristirahat," ucap Shio Fang kemudian pergi meninggalkan Dewi Lilia.


Dewi Lila merasa harapannya untuk bersama Shio Fang semakin tipis, karena beberapa putri dari kekaisaran besar telah memperebutkannya dan ini merupakan suatu hal yang tak dapat bisa di gapainya. Dewi Lilia kemudian berjalan ke arah taman yang ada di paviliun itu dan menumpahkan kesedihannya dengan menangis di sana.


Tiba tiba suara pemuda yang cukup dikenalnya berkata. "Untuk apa kau harus menangis, perjalanan hidupmu masih panjang dan sepanjang perjalanan hidupmu itu Kau pasti akan menemukan seseorang yang bisa menjadi sandaran hatimu. Sebagai teman aku hanya menyarankan agar kau tak menaruh harapan besar bagi seseorang yang tak bisa Kau gapai karena itu akan menyakitimu," ucap Shio Zen.


Dewi Lilia kemudian menatap ke arah Shio Zen, tak lama kemudian dia pun menghapus air matanya dan berkata. "Itu bukan urusanmu, Jika hatiku telah memilih maka tak ada yang dapat menghalanginya. Walau pun aku tak dapat menggapai apa yang kuinginkan namun jika aku melihatnya bahagia dengan orang lain aku pun akan ikut bahagia," ucap Dewi Lilia kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


"Dasar wanita keras kepala, kau takkan bisa meraih kak Shio Fang di hatimu karena kak Shio Fang telah memilih putri Bilqis sebagai kekasihnya, jika kau menyangka melihat kak Shio Fang bahagia dengan wanita lain akan membuatmu bahagia, itu omong kosong belaka, malah hal itu akan semakin membuatmu merana," ucap Shio Zen tertawa kecil kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Di tempat lain Shio Fang mengajak kedua muridnya yaitu Qing Yu dan Lin Hua Hua untuk berlatih bersama, karena tak ingin ada yang mengganggunya maka Shio Fang mengajak kedua muridnya itu pergi ke alam jiwa pemberian dari leluhur Zen Wu, untuk berlatih di sana.


"Aku ingin kalian berdua berlatih di tempat ini agar dapat menembus ranah tingkat semesta, dan Setelah kalian berdua mendapatkan kekuatan di ranah tingkat semesta, Aku ingin kalian berdua pergi ke daratan tengah untuk menjadi pelindung menara giok yang merupakan menara pil yang telah kubuat".


"Besarkan menara giok sebagai fraksi teratas di daratan tengah, dan di sana kalian berdua bisa membangun fraksi kalian sendiri namun tetap di bawah naungan menara giok, karena ketua umum menara Giok adalah diriku," ucap Shio Fang.


"Baik guru, perintah yang kau berikan kepada kami berdua akan kami laksanakan," ucap Qing Yu.


"Qing Yu mendekatlah kepadaku," ucap Shio Fang tiba tiba.


Qing Yu segera mendekat ke arah Shio Fang, dan tak lama kemudian Shio Fang menjentikkan jari tangannya dan cahaya hitam sebesar kelereng langsung menembus dahi Qing Yu, yang membuat pemuda itu langsung mendapatkan banyak teknik beladiri yang ada di kepalanya saat ini.

__ADS_1


"Itu merupakan tehnik angin petir hitam misterius yang telah disempurnakan olehku menjadi kekuatan yang sangat menakutkan, jadikan kekuatan itu sebagai kekuatan Pamungkas mu karena daya pemusnahannya begitu sangat luar biasa, yang melebihi berkali-kali lipat pemusnahan yang dapat dilakukan inti angin misterius," ucap Shio Fang.


"Trimakasih guru, aku akan mempelajari kekuatan yang telah kau berikan padaku, dan aku berjanji aku takkan mengecewakan mu," ucap Qing Yu.


Mendengar perkataan Qing Yu, Shio Fang hanya bisa menganggukan kepalanya. Shio Fang kemudian melirik ke arah Lin Hua Hua dan tak lama kemudian dia pun berkata. "Lin Hua Hua mendekatlah padaku," ucap Shio Fang.


Tanpa ragu Lin Hua Hua segera mendekat ke arah Shio Fang, dan tak lama kemudian Shio Fang kembali menjadikan jari tangan kanannya dan cahaya emas sebesar kelereng seketika itu masuk melalui dahi Lin Hua Hua.


Sekali lagi Lin Hua Hua dapat merasakan berbagai macam teknik beladiri yang kini berada di dalam kepalanya, dan kekuatan tubuhnya pun saat ini telah semakin meningkat dengan sangat pesat seiring masuknya cahaya emas pemberian dari Shio Fang kedalam kepalanya.


Shio Fang saat itu berkata. " Itu merupakan teknik angin petir emas dan aku ingin kau mempelajarinya dengan bersungguh-sungguh, tehnik itu sangatlah kuat yang sebanding dengan kekuatan tehnik angin petir hitam yang ada pada Qing Yu".


"Gunakan teknik itu sebagai kekuatan Pamungkas mu untuk menghadapi lawan yang sulit diatasi saat pertarungan mu, Lin Hua Hua Aku berharap besar kau mampu menguasai teknik itu dengan sebaik-baiknya," ucap Shio Fang.


"Baik guru, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mempelajari teknik itu," jawab Lin Hua Hua dengan kemantapan hatinya.


Shio Fang kemudian melemparkan satu buah guci kecil yang merupakan wadah dari pil esensi ke arah Qing Yu, dan dan juga melemparkan guci yang lainnya ke arah Lin Hua Hua sambil berkata.


Terimalah pil ini, dengan pil dariku ini kalian berdua bisa menembus ranah tingkat Semesta.


Kedua murid Shio Fang segera menangkap guci pemberian dari gurunya, dan tak lama mereka berdua pun menangkupkan kedua tangannya dan berucap. "Trimakasih Guru," ucapnya.


Tak lama Shio Fang kembali berkata. "Qing Yu, Lin Hua Hua, Aku tak ingin kalian berdua menggabungkan kedua kekuatan petir yang ada pada kalian, karena efek yang akan terjadi akan menghancurkan dantian yang kalian miliki".


"Setelah kalian menguasai kekuatan angin petir itu, maka tunggulah saat kita bertemu kembali maka aku akan mengajarkan cara untuk menggabungkan kedua kekuatan itu," ucap Shio Fang.

__ADS_1


"Baik guru..!!" ucap mereka berdua serempak.


Shio Fang kemudian membentuk portal teleportasi yang berguna untuk keluar dari dalam alam jiwa, dan tak lama Shio Fang pun berkata. "Setelah kalian dapat menguasai teknik yang kuberikan dan menembus ranah semesta, masuklah ke dalam portal ini maka kalian berdua akan kembali ke alam Surgawi".


"Saat ini aku tak bisa menemani kalian untuk berlatih, dan ku harap kalian mampu untuk berlatih dengan kemampuan kalian sendiri," ucap Shio Fang.


"Baik guru, kami berdua akan berlatih dengan kemampuan kami sendiri," ucap mereka berdua secara bersamaan.


Setelah mendengar perkataan dari kedua muridnya, Shio Fang pada akhirnya meninggalkan alam jiwa.


*****


Pagi hari di akademi Kunlun, Shio Fang masih melakukan kultivasi di dalam kamarnya.


Dewi Lilia tiba tiba saja mengetuk pintu kamar Shio Fang dengan tergesa-gesa yang membuat Shio Fang pada akhirnya menghentikan kultivasi yang tengah dilakukan nya.


Shio Fang kemudian membuka pintu kamarnya dan tampak terlihat wajah Dewi Lilia saat ini di penuhi dengan rasa kekhawatiran.


"Tenanglah..., apa yang terjadi?" tanya Shio Fang.


"Putri Cin Cin pergi dari paviliun tadi malam, dan dia meninggalkan tulisan ini di kamarnya," jawab Dewi Lilia.


Shio Fang kemudian membaca surat pemberian dari Dewi Lilia, dan tak lama dia pun bergumam.


"Dasar merepotkan, apakah dia pikir dengan berjalan di tengah malam seorang diri dengan penampilannya seperti itu tak akan mengundang bahaya?, putri Cin Cin seandainya kau bukan adik dari saudara angkat ku mana mungkin aku mau untuk mengurusi mu," ucap Shio Fang dengan penuh kekesalan di kilatan matanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2