
Di istana Phoenix, telah terjadi kehebohan yang luar biasa saat mengetahui pangeran Shio Fan Yin dan pangeran Go Yuan tak ada di istana.
Semua petinggi istana saat ini dalam keadaan kepanikan besar, mengingat pangeran Shio Fan Yin yang merupakan anak kesayangan dari Kaisar Shio Fang dan Ratu Yinzi saat ini telah menghilang dari istana.
Kabar hilangnya pangeran Shio Fan Yin saat ini juga telah sampai ketelinga Shio Zen, Shio Ruo dan Shio Yan, beserta dua murid Shio Fang, Qing yu dan Lin Hua Hua, yang membuat kerabat dekat Shio Fang itu kini menjadi resah, biar bagaimanapun hilangnya pangeran Shio Fan Yin juga merupakan tanggung jawab mereka semua disaat Ayah dan Ibunya melakukan retret kultivasi di alam jiwa.
Utusan segera disebar ke seluruh penjuru wilayah surgawi, untuk ikut membantu dalam menemukan keberadaan pangeran Shio Fan Yin dan pangeran Go Yuan.
Berita itupun saat ini telah sampai ke istana cahaya api dengan kedatangan utusan dari istana phoenix, yang meminta agar istana cahaya api dapat membantu mencari kedua pangeran yang menghilang dari istana phoenix.
Kaisar api tak bisa berkata apa apa mengenai hilangnya kedua pangeran, walaupun sang Kaisar tau jika kedua pangeran saat ini berada di dalam makam para dewa di hutan terlarang milik istana Cahaya api.
Kaisar api tak ingin jika dirinya mengabarkan berita yang sebenarnya mengenai kedua pangeran, kekaisarannya akan mendapatkan masalah besar dari istana phoenix yang tentu saja akan membuat istananya merugi, semua itu akibat Kaisar api tak memberitahu kedatangan kedua Pangeran ke istananya untuk melakukan perburuan ke makam para dewa yang terkenal angker dan misterius.
Kaisar api begitu sangat gelisah mengetahui dalam 2 bulan terakhir kedua pangeran belum muncul dalam perburuannya di makam kuno, yang membuat sang Kaisar mengumpulkan seluruh prajurit terkuatnya untuk memasuki wilayah hutan larangan, dalam menjemput kedua pangeran apapun yang terjadi.
Saat pertemuan para petinggi istana cahaya api dalam mendiskusikan masalah kedua pangeran yang saat ini berada di makam para Dewa, tiba-tiba saja seorang perwira prajurit memasuki ruang pertemuan dan mengabarkan jika kedua pangeran telah keluar dari dalam hutan larangan, dan tentu saja hal itu membuat Kaisar api merasa senang dan mengakhiri pertemuan para petinggi istananya secepat, demi untuk menyambut kedua pangeran yang telah kembali dari perburuannya di makam kuno.
"Kedua pangeran, Aku ingin kalian secepatnya kembali ke istana phoenix, karena saat ini seluruh petinggi dan orang-orang terdekat dengan Kaisar Shio Fang telah mencemaskan kalian berdua," ucap kaisar api.
"Yang mulia, izinkanlah kami untuk beristirahat satu malam di kekaisaran ini, karena kami berdua telah sangat lelah dan juga kelaparan. Kami berdua meminta maaf sebesar-besarnya karena telah merepotkan istana cahaya api dengan keberadaan kami di sini," ucap Go Yuan.
"Baiklah pangeran, kalian berdua bisa beristirahat selama semalam di istanaku, dan aku ingin setelah pagi-pagi sekali kalian telah berangkat ke istana Phoenix, karena aku dan putriku akan mengantar kalian berdua ke sana untuk menjelaskan masalah yang terjadi agar di kemudian hari kekaisaranku tak mendapatkan masalah dengan istana Phoenix," ucap kaisar api.
Setelah membersihkan diri dan mendapatkan pakaian yang bersih yang layak bagi seorang pangeran, Shio Fan Yin dan Go Yuan segera menghadiri undangan perjamuan Kaisar api.
__ADS_1
Di perjamuan itu telah dihadiri keluarga kekaisaran yaitu Kaisar api Xiu long, permaisuri Sian Tin, putri Xiu Ling dan putri Xiu Cie.
Kedua Putri kekaisaran cahaya api yang memang memiliki paras menawan, sengaja dihadirkan dalam perjamuan makan itu agar kedua pangeran dapat melihat kecantikan kedua Putri, dan tentu saja hal itu bertujuan agar kedua pangeran dapat menaruh hati kepada Putri dari Kaisar api.
Kaisar api kemudian memperkenalkan kedua putrinya kepada kedua pangeran, dan tentu saja kehadiran ke-2 Putri memberikan rasa tak nyaman kepada pangeran Shio Fan Yin dan pangeran Go Yuan, mengingat permaisuri dan Kaisar api seperti ingin ingin menjodohkan kedua putrinya dengan kedua pangeran.
Setelah perjamuan makan itu selesai, permaisuri meminta kepada kedua putrinya untuk mengajak kedua pangeran berjalan-jalan di istana, kedua pangeran tak bisa menolak permintaan kedua Putri hingga pada akhirnya mereka pun berjalan-jalan di sekitar istana.
Putri Xiu Ling yang telah jatuh hati kepada Shio Fan Yin karena ketampanannya, sengaja memisahkan diri dari putri Xiu Cie dan Go Yuan untuk berjalan-jalan di sekitar kolam ikan kesayangan Kaisar api.
Sebenarnya putri Xiu Cie begitu kesal dengan sang kakak yang telah terlebih dahulu memilih pangeran Shio Fan Yin untuk bersamanya malam itu, karena sebenarnya putri Xiu Cie juga memiliki perasaan suka terhadap pangeran Shio Fan Yin dari para pangeran Go Yuan.
Karena sang kakak telah lebih dahulu membawa pergi pangeran Shio Fan Yin, membuat Putri Xiu Cie tak memiliki pilihan lain selain bersama pangeran Go Yuan.
Malam itu putri Xiu Ling benar-benar ditaklukan oleh Shio Fan Yin dengan tutur kata yang baik sehingga Sang Putri begitu nyaman bersamanya, diam diam sang putri harus mengakui jika dirinya telah jatuh cinta kepada pangeran Shio Fan Yin yang baginya begitu sangat sempurna sebagai seorang pemuda.
Shio Fan Yin yang hanya ingin berteman dengan Sang Putri mengingat kaisar api telah banyak membantunya untuk memasuki hutan larangan, ditanggapi dengan lain oleh putri Xiu Ling, hingga pada akhirnya Shio Fan Yin menjadi kelabakan sendiri setelah mendengar pertanyaan dari Sang Putri.
"Pangeran Shio Fan Yin, maukah pangeran menikah dengan ku?" tanya sang putri.
Mendengar perkataan Putri Xiu Ling seketika itu juga membuat pangeran Shio Fan Yin terbatuk-batuk, sang pangeran tak menyangka jika dia akan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Putri Xiu Ling.
"Putri Xiu Ling, aku belum memikirkan untuk hidup berupa tangga dengan seorang wanita, karena saat ini aku masih memikirkan bagaimana cara untuk meningkatkan kekuatanku agar dapat menjadi seorang praktisi pilih tanding di alam surgawi," ucap Shio Fan Yin menolak dengan halus sang putri.
"Aku akan menunggumu asalkan kau mau berjanji untuk datang menikahi ku di suatu hari nanti," ucap putri Xiu Ling.
__ADS_1
"Aku tak ingin berjanji karena aku takut mengingkarinya, putri..., ada baiknya kita mempererat hubungan dengan saling mengangkat saudara, dan aku berjanji akan menjadikanmu sebagai saudariku," ucap pangeran Shio Fan Yin yang tentu saja perkataannya itu membuat hati Putri Xiu Ling sangat kecewa.
"Apakah di matamu aku terlihat tak secantik seperti wanita yang ada di dalam angan angan mu, pangeran jika kau menikahi ku maka aku akan menjadi wanita yang sangat patuh kepadamu, yang akan selalu berada di sisimu baik suka maupun duka," ucap putri Xiu Ling penuh harap.
Shio Fan Yin hanya bisa tersenyum mendengar perkataan putri Xiu Ling, dan dengan lembut Shio Fan Yin berkata.
"Malam semakin larut dan angin pun telah berhembus semakin dingin, ada baiknya kita segera beristirahat karena besok merupakan perjalanan panjang untuk menuju ke istana phoenix," ucap Shio Fang mengalihkan pembicaraan.
Putri Xiu Ling dapat merasakan jika perkataan Shio Fan Yin merupakan penolakan halus kepada dirinya, hingga putri Xiu Ling hanya bisa tersenyum dengan dipaksakan.
"Baiklah, sampai jumpa besok pagi saat keberangkatan kita ke istana phoenix," jawab putri Xiu Ling kemudian pergi meninggalkan Shio Fan Yin di tempat itu.
Sementara di tempat lain, Xio Cie juga telah merasa kesal kepada pangeran Go Yuan, sikapnya yang dingin membuat putri Xiu Cie seperti menghadapi sosok manusia es, yang hanya bisa menganggukan dan menggelengkan kepala saat itu aja oleh putri Xiu Cie.
Mengetahui jika dirinya terlihat bodoh di hadapan pangeran Go Yuan, putri Xiu Cie memilih untuk pergi dari hadapan pangeran Go Yuan.
Pangeran Go Yuan begitu sangat terkejut saat membuka kamar, karena di sana Go Yuan telah melihat Shio Fan Yin tengah melakukan kultivasi.
"Sejak kapan Shio Fan Yin mendapatkan dantiannya hingga dia mampu berkultivasi seperti ini?" batin Go Yuan.
Go Yuan memilih untuk tak membangunkan Shio Fan Yin dari kultivasinya, dan memilih untuk merebahkan dirinya di pembaringan.
"Sepertinya adikku telah mendapatkan keberuntungan di dalam makam para dewa, seperti halnya diriku yang mendapatkan sebuah teknik yang sangat menakutkan dari seorang jenderal dewa perang lagit," batin Go Yuan dengan tersenyum bahagia karena sang adik saat ini telah dapat berkultivasi seperti layaknya para praktisi di alam Surgawi.
Bersambung
__ADS_1