
Shio Fang begitu sangat terkejut dengan tebasan pedang yang secara tiba-tiba dilakukan Jintan di hadapannya, hal itu langsung membuat Shio Fang seketika itu mengeluarkan teknik teleportasi ruang dan waktu untuk menghindari serangan mendadak yang dilakukan Jintan.
Shio Fang dapat lolos dari serangan mematikan yang menuju kearahnya, namun bahaya yang mengancamnya tak sampai di situ karena Dewi cahaya seperti mengetahui setiap gerakan teleportasi yang dilakukannya, sehingga pedang raksasa seperti memiliki kesadaran sendiri terus memburu keberadaan Shio Fang.
Shio Fang yang melihat adanya puluhan pedang raksasa yang mengikuti di belakangnya, seketika itu membalikan tubuhnya dan menebaskan pedangnya sambil berteriak. " Luka angin musim semi".
Angin di tempat itu seketika memadat dan menciptakan sebuah cahaya berbentuk bulan sabit yang langsung menuju ke arah pedang yang menuju ke padanya.
Cahaya pedang luka angin yang membawa riak energi angin seperti tornado, dapat menghempaskan seluruh pedang yang menuju ke arah Shio Fang, sehingga Shio Fang dapat sedikit menarik nafas lega karena serangan pedang dari Dewi Cahaya dapat dipatahkannya.
Jintan kini berada di hadapan bayangan Dewi cahaya, pergerakan jintan dengan menggunakan pedangnya juga di ikuti oleh bayangan Dewi cahaya hingga fluktuasi udara di sekitar tempat itu berubah dengan sangat drastis.
Shio Fang dapat merasakan jika Jintan saat ini akan melakukan serangan mematikan ke arahnya, hingga Shio Fang kemudian menyimpan pedang luka angin yang berada di genggaman tangannya, dan menggantinya dengan kekuatan inti angin misterius yang membuat angin seperti badai kini bergemuruh di dalam arena batu.
Tak berapa lama kemudian, di hadapan Jintan saat ini muncul sebuah pedang besar bercahaya ungu yang memancarkan riak energi menakutkan di sekitar nya, dan tak lama kemudian Jintan maupun Dewi cahaya sama-sama mengibaskan tangannya ke depan sehingga pedang bercahaya ungu itu melesat dengan kecepatan cahaya menuju ke arah Shio Fang.
Shio Fang yang telah mengaktifkan mata dewa yang dimilikinya, dapat melihat pergerakan cepat dari pedang cahaya ungu yang mengarah kepadanya, dan dengan cepat dia pun langsung melemparkan inti angin misterius berbentuk bola berwarna biru yang langsung berbenturan dengan pedang bercahaya ungu di udara.
Ledakan keras terjadi yang menggetarkan arena batu, hingga membuat Shio Fang kembali terseret mundur puluhan meter ke belakang. Shio Fang kembali menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya sambil menatap ke arah depan yang dipenuhi dengan debu tebal yang berterbangan di udara, sehingga menutupi keberadaan jintan dan bayangan Dewi cahaya disana.
Saat ini Shio Fang dapat merasakan sakit di tangan kanannya dan juga merasakan tangan kanannya itu seperti mati rasa akibat benturan energi yang terjadi, hingga membuat Shio Fang menyadari jika pertarungannya dengan Jintan tak semudah seperti yang dibayangkan nya.
__ADS_1
Debu yang menebal di arena batu pun menghilang, dan di sana terlihat bayangan Dewi cahaya tengah memeluk tubuh jintan, sehingga efek ledakan energi yang terjadi tak melukai Jintan.
"Benar benar sangat merepotkan, bayangan Dewi cahaya telah melindungi Jintan seperti perisai sehingga Jintan tak mengalami luka dalam dari efek ledakan energi yang terjadi," batin Shio Fang.
Bayangan Dewi cahaya saat ini telah melepaskan pelukannya dari tubuh jintan, yang membuat Jintan seketika itu langsung melesat dan mengambang di udara.
"Kau telah menanamkan harapan padaku hingga aku menjadi berharap banyak padamu dan berusaha untuk menjadi kuat seperti yang kau inginkan dari ku waktu itu. Shio Fang jika kau harus pergi dari hatiku maka tak akan ada yang bisa memiliki mu karena aku akan membunuhmu di tempat ini setelah itu aku akan bunuh diri di hadapan mu," ucap Jintan kemudian membuat segel di tangan kanannya, dan tak lama kemudian dia pun mengiris telapak tangannya menggunakan pedang dan tetesan-tetesan darah yang mengalir segera di percikkan ke arah segel yang tercipta.
"Tehnik segel darah kutukan, kebangkitan amarah Dewi cahaya," ucap Jintan.
Shio Fang mundur beberapa meter ke belakang saat melihat fluktuasi udara yang begitu sangat menakutkan di tempat itu, di dalam hati Shio Fang dapat merasakan jika teknik kutukan yang dilakukan oleh Jintan merupakan sebuah teknik pemusnahan yang juga dapat merugikan bagi penggunanya, karena kekuatan teknik itu mengandung pemanggilan jiwa seorang Dewi kehancuran dari nirwana.
Wanita tua itupun lalu bergumam. "Apa yang telah terjadi, mengapa dia senekat itu menggunakan teknik terlarang dalam sebuah pertarungan yang hanya bersifat kompetisi, aku rasa muridku itu telah memiliki permusuhan dengan Shio Fang sebelumnya, dan di dalam arena batu ini akan dipakai oleh mereka berdua sebagai ajang pembuktian," batin wanita tua itu dengan keseriusan menatap ke arah arena pertarungan.
Di arena pertarungan, bayangan Dewi cahaya perlahan-lahan mulai memadat dan menunjukkan tubuh yang nyata, dan saat Sang Dewi cahaya membuka matanya maka kekejaman pun terlihat dari kilatan mata Sang Dewi saat menatap tajam ke arah Shio Fang.
Tubuh jintan perlahan-lahan memudar hingga membentuk sebuah cahaya ungu yang menyilaukan, cahaya ungu itupun langsung masuk ke dalam tubuh Dewi cahaya dan menyatu di dalamnya.
Shio Fang yang menyadari jika Jintan telah mengeluarkan kekuatan terkuatnya, seketika itu langsung mengeluarkan inti es Lotus surga dan inti angin misterius secara bersamaan, dan menggabungkan kedua kekuatan besar itu menjadi satu di hadapannya.
Perlahan lahan penggabungan itu membentuk sebuah teratai yang memiliki daya penghancur yang sangat besar di dalamnya, hingga membuat arena batu berguncang begitu dahsyat sehingga di Tribun penonton pun merasakan jejak getaran itu.
__ADS_1
"Aku harap kau tak menyesalinya karena telah membuatku sampai ke titik ini, dan aku tak akan ingin ditekan lagi olehmu karena aku pasti akan memenangkan pertarungan ini," ucap Shio Fang kemudian melepaskan teratai pemusnah petaka surga ke arah Dewi cahaya.
Sementara itu riak energi yang sangat besar tiba-tiba muncul di sisi Dewi cahaya, dan tak berapa lama kemudian 7 pilar energi pun tercipta dan langsung menembak ke arah datangnya teratai pemusnah petaka surga yang dilepaskan oleh Shio Fang.
"Duar...!"
Kali ini ledakan energi pun tercipta yang berkali-kali lipat besarnya dari ledakan-ledakan yang sebelumnya, hingga membuat beberapa retakan besar di arena batu dan juga beberapa retakan disegel pelindung arena batu, sehingga membuat beberapa bias energi keluar dari dalam retakan itu yang membuat para penonton yang menyaksikan pertarungan itu harus menerima efek dari bias energi, yang sebagian besar penonton kini pingsan dan terluka dalam.
Panitia penyelenggara kompetisi segera melesat cepat untuk kembali menutup segel yang telah retak, karena keadaan ini dapat membuat para penonton akan kehilangan nyawa jika tak segera ditangani.
"Daya ledak ini begitu sangat luar biasa, jika aku berada di dalam arena batu pasti aku akan dalam masalah besar," batin penatua Xuan Yuan yang terus menatap tajam ke dalam arena batu yang dipenuhi dengan debu tebal yang menutup pandangan mata.
Shio Fang yang telah terbungkus dengan tubuh nirwana yang dimilikinya, sama sekali tak terkena efek benturan yang terjadi. Setelah melihat debu tebal mulai menghilang, tubuh nirwana yang menyelimuti tubuhnya juga telah menghilang karena Shio Fang tak ingin ada yang mengetahui jika dirinya merupakan pemilik tubuh nirwana.
Debu tebal seketika itu menghilang, dan tampak sosok wanita tengah tergeletak di tanah dengan cadar dan topeng yang selama ini menutupi wajahnya telah terlepas, hingga Shio Fang dapat mengetahui dengan pasti wajah yang selama ini tertutup oleh cadar dan topeng yang menyembunyikan wajah lawan tarungnya.
Shio Fang begitu sangat terkejut saat melihat wajah wanita yang menjadi lawan tarungnya, wajah wanita yang begitu sangat akrab dan dikenalinya yang membuat Shio Fang begitu sangat Shock melihat hal itu.
Bersambung
Siapakah Jintan? Jika sobat pembaca dapat menebaknya maka 3 episode akan meluncur besok malam, coba tebak di kolom komentar.
__ADS_1