
Shio Fan Yin sangat terkejut setelah berada di depan menara dia melihat sesosok wanita yang sangat dikenalinya, dia tak lain adalah Ning'er.
Tak ingin hal buruk terjadi pada Ning'er, Shio Fan Yin segera menyambar tubuhnya dan membawanya pergi bersamanya.
"Adik kecil apa yang telah kau lakukan, bukankah aku telah nyuruh tetua Ning Yiyi untuk membawamu kembali ke dalam rombongan klan," ucap Shio Fan Yin.
"Maafkan aku kak, karena aku ingin berpetualang bersamamu membuatku telah menotok tetua Ning Yiyi, hingga dia tak bisa melarang ku untuk menunggumu di depan gerbang menara setelah naga petir mati di tanganmu," ucap Ning'er.
Shio Fan Yin hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat dan menggelengkan kepalanya mengetahui tindakan nekat yang dilakukan Ning'er, namun Shio Fan Yin tak bisa berbuat apa-apa mengingat saat ini Ning'er telah bersamanya.
Shio Fan Yin pada akhirnya berkata. "Kau boleh ikut berpetualang denganku di dalam menara naga ini, namun kau harus ingat Aku tak ingin kau memperlihatkan kecerobohanmu saat bersamaku, karena hal itu akan membuat masalah besar yang akan terjadi bagi kita berdua," ucap Shio Fan Yin.
"Aku pasti akan mengingat semua pesanmu kakak Shio Fan Yin," jawab Ning'er dengan mantap.
Mereka berdua pada akhirnya masuk ke kedalaman menara, hingga pada akhirnya mereka berdua berhenti pada sebuah ruangan yang cukup besar dengan patung kepala naga raksasa yang saat ini berada di hadapan mereka berdua.
Shio Fan Yin mengamati patung raksasa yang ada di hadapannya, hingga pada akhirnya Shio Fan Yin menemukan sesuatu yang ganjil di sekitar kepala naga raksasa.
"Ning'er kita harus berhati hati karena aku bisa merasakan jika di sekitar kepala naga terdapat, terdapat formasi yang sangat mengerikan. Jika kita tak berhati hati dan bertindak secara ceroboh maka bisa di katakan kita akan berakhir di dalam formasi naga itu," ucap Shio Fan Yin.
"Lantas apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Ning'er.
"Ada baiknya kita beristirahat sejenak di tempat ini, sambil aku memikirkan cara bagaimana melewati formasi naga ini," jawab Shio Fan Yin.
Belum sempat Shio Fan Yin memikirkan cara menghancurkan formasi segel naga yang ada di hadapannya, tiba tiba dirinya di kejutkan dengan aura kuat yang berada jauh di belakangnya, aura kuat itu berasal dari dua orang praktisi cincin aura hitam yang saat ini dengan cepat menuju kearah tempat keberadaannya.
Shio Fan Yin segera menarik Ning'er untuk segera mengikutinya, hingga pada akhirnya Shio Fan Yin menemukan sebuah celah yang dapat menyembunyikan mereka berdua, walaupun celah itu sangatlah sempit yang hanya bisa di masuki oleh mereka berdua.
Tubuh Shio Fan Yin dan tubuh Ning'er kini saling berdempetan satu dengan yang lainnya, keadaan ruangan sempit itu tak bisa membuat mereka berdua leluasa bergerak, namun Ning'er seperti menikmati kebersamaan dengan Shio Fan Yin dengan cara seperti itu, semua terlihat dari senyumannya yang selalu menghiasi wajah Ning'er.
"Kak Shio Fan Yin, aku begitu sangat bahagia bisa sedekat ini denganmu, jika kau bisa melihat hatiku kau akan mendapati berjuta-juta namamu terukir di sana karena aku sangat mencintaimu," batin Ning'er dengan wajah bersemu merah.
Tiba tiba Shio Fan Yin berkata yang membuat Ning'er tersadar dari lamunannya.
"Adik kecil senyumanmu itu mesum sekali, dan aku tak ingin kau berandai-andai dengan kedekatan kita seperti ini," ucap Shio Fan Yin dengan melototi Ning'er.
"Kak Shio Fan Yin aku tersenyum karena kita sedekat ini yang membuat jantungku berdegup dengan kencang, bukankah itu lebih baik dari pada aku cemberut dengan keadaan kita yang seperti ini. Kak Shio Fan..., mengapa kita harus bersembunyi seperti ini, bukankah kekuatanmu sangatlah hebat hingga bisa membunuh binatang kuno naga petir, jika hanya menghadapi mereka semua bukankah hal itu sangatlah mudah untuk kau lakukan," ucap Ning'er.
Shio Fan Yin hanya bisa tersenyum getir mendengar perkataan dari Ning'er, sedetik kemudian diapun berkata.
"Kau pura pura tak tau apa sengaja tak mengetahui mengapa aku tak melakukan tindakan pada mereka semua, saat ini kau bersamaku dan tentu saja keselamatanmu adalah tanggung jawabku, jika kau tak ada bersamaku tentu saja aku tak akan pernah berlari menghindari mereka seperti pengecut".
"Saat ini jika aku melakukan pertarungan dengan mereka, tentu saja semua praktisi kuat akan mengincar mu untuk di jadikan sandra dalam mencari kelemahanku, dan jika kau tertangkap bukankah hal itu akan membuatku harus menyerahkan diri karena ancaman yang akan mereka lakukan pada dirimu, jika sampai aku tak menyerahkan diri maka hal itu akan menjadi bumerang padaku dan dirimu, itulah sebabnya aku tak ingin bertarung dengan mereka untuk kebaikan kita berdua," ucap Shio Fan Yin.
Ning'er terdiam mendengar perkataan Shio Fan Yin, dengan menatap wajah tampan pemuda yang ada di hadapannya, Ning'er kemudian berkata.
"Maafkan aku, karena dengan keberadaanku bersamamu aku telah menjadi bebanmu," ucap Ning'er kemudian menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Sudahlah...., semua ini telah terjadi, ada baiknya saat ini kita berdua saling bekerjasama untuk menembus formasi segel naga, agar kita bisa melanjutkan perjalanan kelantai menara berikutnya, untuk mencari mutiara naga di lantai yang ke-7," ucap Shio Fan Yin.
Ning'er menganggukkan kepalanya, tak lama kemudian keceriaan kembali terpancar di wajahnya yang cantik.
Saat ini 2 sosok pemilik kekuatan lingkaran aura hitam telah tiba di tempat itu, dan ada 10 praktisi lingkaran aura merah yang bersamanya.
Melihat formasi segel naga yang ada di hadapannya, seorang praktisi lingkaran aura hitam yang bernama Ye Xinkung kemudian berkata.
"Pemuda itu belum sampai ke tempat ini karena formasi segel naga belum hancur, dan kurasa pemuda itu masih berada di sekitar tempat ini maka ada baiknya kita mencarinya untuk mendapatkan inti jiwa naga petir yang saat ini berada padanya," ucap ucap tetua Ye Xinkung.
"Saudara Ye Xinkung kau benar sekali, ada baiknya kita membagi kelompok menjadi dua bagian, biarkan aku yang akan mencari pemuda itu dan kau pergi untuk hancurkan formasi segel naga, agar kita semua bisa menuju ke lantai berikutnya," ucap Tetua Ye Wangking.
"Baiklah jika begitu, aku akan menghancurkan formasi segel itu karena sebelum aku datang ke menara naga, aku telah berlatih untuk menghancurkan formasi segel yang berada di dalam menara ini," ucap tetua Ye Xinkung.
Pada akhirnya tetua Ye Wangking membawa seluruh anggota klannya untuk mencari keberadaan Shio Fan Yin, sementara tetua Ye Xinkung mulai melakukan teknik rahasia penghancuran formasi segel naga yang ada di hadapannya.
Shio Fan Yin yang sebelumnya telah menutup celah yang ditempatinya berada dengan kekuatan penyamaran yang dimilikinya, agar keberadaannya tak dapat dideteksi oleh para praktisi hebat di luar sana, membuat Shio Fan Yin dapat bernafas dengan lega karena salah satu praktisi dari aura lingkaran hitam telah pergi meninggalkan tempat itu.
Shio Fang Yin dapat menyaksikan bagaimana tetua Ye Xinkung saat ini benar-benar telah menghancurkan segel formasi naga, mengetahui hal itu Shio Fan Yin kemudian menyuruh Ning'er tetap berada di dalam celah persembunyian, sementara dirinya akan menghadapi tetua Ye Xinkung untuk mendapatkan jalan menuju ke lantai Menara berikutnya.
Setelah Ning'er menganggukkan kepalanya, dengan cepat Shio Fan Yin melesat keluar dari dalam celah, dan menyerang ke arah tetua Ye Xinkung dengan serangan tombak Kaisar kekacauan yang dimilikinya.
Tetua Ye Xinkung yang mengetahui adanya serangan mendadak ke arahnya, seketika itu juga langsung bersalto di udara demi untuk menghindari setiap serangan tombak yang menuju ke arah tubuhnya.
Namun sayang tingkat kehebatan tehnik tombak kekacauan yang dimiliki Shio Fan Yin yang begitu mengerikan, telah berhasil melukai bahu tetua Ye Xinkung hingga membuatnya harus memegangi bahunya dan memberikan beberapa kali totokan di sana, agar darah tak semakin deras keluar dari dalam luka yang menganga itu.
"Tombak Kaisar kekacauan milikku ini akan membuatmu segera menemui ajal, karena tombak kaisar kekacauan ku ini belum pernah mengampuni seorang praktisi yang terluka olehnya, dan itu termasuk dirimu maka bersiaplah untuk menemui kematian mu," ucap Shio Fan Yin.
"Anak muda tunggu..!!, Aku ingin membuat kesepakatan denganmu bagaimana jika kau mengampuniku, maka aku akan membantu mu untuk membuka semua formasi naga sampai ke lantai yang ke-7, di mana mutiara naga tersimpan di sana," ucap tetua Ye Xinkung.
"Penawaranmu sangat bagus, namun sayang perkataanmu itu telah meremehkanku seperti aku tak bisa membuka formasi segel naga di lantai berikutnya. Aku tak akan pernah membuat kesepakatan denganmu karena aku tak membutuhkan bantuan darimu," jawab Shio Fan Yin.
"Tuan...., sekiranya kau memiliki saran agar aku tetap dibiarkan hidup dan rasa sakit di tubuhku ini secepatnya bisa menghilang," ucap tetua Ye Xinkung dengan terus menahan rasa sakit di dalam tubuhnya.
"Baiklah, aku akan membiarkanmu tetap hidup asalkan kau mau membunuh semua praktis yang bersamamu, termasuk salah satu praktisi yang memiliki Aura lingkaran hitam di tubuhnya. Aku akan memberikan waktu pada mu selama 20 menit untukmu memikirkannya, karena sebenarnya ada 30 menit waktu yang tersisa bagimu untuk tetap hidup, namun setelah 30 menit waktu berlalu maka tubuhmu akan meledak menjadi ketiadaan".
"Saat ini kau telah melewati 10 menit waktu berharga dan menyisakan 20 menit lagi, Jika kau tak segera memutuskannya maka kau akan mati," ucap Shio Fan Yin dengan keseriusan wajahnya.
"Aku akan melakukannya, aku akan membunuh seluruh kelompok klan Ye yang berada di sini, tuan bantu aku untuk dapat lepas dari kekacauan energi yang semakin lama semakin menyiksaku," pinta tetua Ye Xinkung.
"Baiklah, Aku akan memberikanmu ampunan asalkan kau dapat melakukan apa yang telah kita sepakati," jawab Shio Fan Yin.
Shio Fan Yin segera mengarahkan tombaknya ke arah tetua Ye Xinkung, dan sedetik kemudian cahaya keemasan segera menerpa tubuh sang tetua hingga kekacauan yang berada di dalam tubuhnya seketika itu menghilang.
Shio Fan Yin kemudian berkata. "Aku telah meredakan kekuatan energi yang berada di dalam tubuhmu, namun aku tak serta merta untuk menghilangkan semua kekuatan besar dari energi kekacauan itu, karena aku tahu kau dapat saja menghianatiku".
"Saat ini energi kekacauan tombak kaisar kekacauan telah berada di dalam dantian mu, dan sewaktu-waktu bisa ku ledakan dengan mudah hingga kau takkan pernah bisa menjadi seorang praktisi bela diri, setelah dantian mu benar-benar hancur karena kau menghianatiku," ucap Shio Fan Yin.
__ADS_1
Shio Fan Yin kemudian memanggil Ning'er, dan wanita itu segera menghampiri Shio Fan Yin.
"Ayo kita pergi menuju ke lantai berikutnya," ucap Shio Fan Yin.
"Kak Shio Fan Yin, bagaimana dengan laki-laki tua ini?" tanya Ning'er.
"Dia telah melakukan kesepakatan dengan ku, Jika dia tak melakukan kesepakatan itu maka dia akan mengalami keterpurukan di sepanjang hidupnya," jawab Shio Fan Yin.
Shio Fan Yin kemudian mengibas kan tangan nya, maka seekor kelelawar berwarna merah seketika itu juga muncul dan mengudara.
"Kelelawar itu akan mengawasi semua tindakanmu dan jika kau tak melakukan seperti apa yang telah kita sepakati, maka jangan salahkan aku jika kau nantinya akan menjadi sampah di dalam klan mu karena tak memiliki kemampuan apa-apa setelah dantianmu hancur," ucap Shio Fan Yin.
Setelah berkata seperti itu, Shio Fan Yin kemudian meraih tangan Ning'er dan membawanya pergi menuju ke kepala naga raksasa, karena jalan menuju ke lantai menara selanjutnya berada di dalam mulut patung naga raksasa yang menganga.
Tetua Ye Xinkung hanya bisa menahan amarah melihat kejadian itu, bagaimana bisa dirinya yang memiliki syarat pengalaman di dunia persilatan, dapat diperdaya dan dijadikan pesuruh bagi seorang anak muda yang masih terbilang berusia 20 tahunan.
Namun saat ini dirinya tidak bisa berbuat banyak mengingat di dalam dantiannya telah terdapat energi kekacauan yang sangat mengerikan, kekuatan energi yang dapat menghancurkan dantiannya kapan saja.
"Shio Fan Yin..., Aku akan mengingat hari ini karena aku akan mencarimu di masa depan sebagai musuhku. Untuk saat ini aku akan mengalah namun aku mengalah bukannya kalah darimu, Aku mengalah karena aku akan meningkatkan kekuatanku untuk dapat membunuh mu di masa depan," ucap tetua Ye Xinkung.
Setelah kepergian Shio Fan Yin menuju ke lantai Menara yang kedua, kelompok klan Ye yang tadinya pergi mencari Shio Fan Yin pada akhirnya tiba di depan tetua Ye Xinkung.
"Saudara Ye Xinkung sepertinya pemuda itu sudah pergi meninggalkan tempat ini, karena aku tak bisa merasakan sama sekali Aura keberadaannya," ucap tetua Ye Wangking.
"Aku rasa kita tak usah mengurusnya lagi, lebih baik saat ini kita melanjutkan perjalanan menuju ke lantai yang kedua Karena aku telah membuka jalan menuju ke sana," ucap tetua Ye Xinkung.
Tetua Ye Xinkung kemudian memberikan jalan bagi tetua Ye Wangking untuk memimpin jalan menuju ke lantai yang kedua menara naga.
Tetua Ye Wangking yang sama sekali tak curiga kepada ye segera memimpin jalan di depan, dan tiba-tiba saja.
"Clep...!!"
Sebuah tusukan belati seketika itu juga menembus tubuh tetua Ye Wangking dari belakang, yang membuat tetua Ye Wangking seketika itu juga ambruk ketanah dan mati seketika.
Ke 10 praktisi dari klan Ye begitu sangat terkejut melihat tindakan tetua Ye Xinkung yang membunuh tetua Ye Wangking di depan mata mereka, namun keterkejutan itu tak sampai lama di dalam pikiran mereka semua, karena tetua Ye Xinkung saat ini telah melakukan pergerakan cepat untuk membunuh seluruh anggota klannya.
Dalam sekejap mata, tetua Ye Xinkung telah mampu membinasakan seluruh anggota klannya tanpa tersisa, yang membuatnya seketika itu berdiri terpaku dengan apa yang telah dilakukannya.
Tetua Ye Xinkung kemudian melihat mayat anggota klannya yang masih berserakan di tanah, setelah itu dia pun melihat ke arah kelelawar merah yang saat ini perlahan lahan telah memudar hingga pada akhirnya menghilang.
Tetua Ye Xinkung kemudian merasakan energi kekacauan yang ada di dalam dantiannya, setelah itu dia pun berkata.
"Anak muda itu masih saja berlaku licik padaku, setelah aku membunuh semua anggota kelan ku energi kekacauan yang berada di dalam dantianku masih saja melekat di sana".
"Ada baiknya aku pergi menemui ketua klan agar dapat membantuku menghilangkan energi kekacauan yang berada di dalam Dantianku, setelah itu aku akan meningkatkan kekuatan untuk dapat mencari pemuda itu kembali dalam membalas dendam," ucap tetua Ye Xinkung.
Tetua Ye Xinkung kemudian melesat pergi dari tempat itu, untuk kembali pulang menuju ke Clan Ye.
__ADS_1
Bersambung