
Liuchen yang dihempaskan sedemikian rupa begitu sangat marah, kini terlihat kobaran api yang menyelimuti tubuh Liuchen yang membuat Shio Chen memicingkan matanya.
Shio Chen kemudian melangkahkan kakinya ke arah Liuchen, untuk menghadapi praktisi kuat itu secara langsung. Sementara itu Kaisar Yanlan yang ingin membantu Liuchen untuk menghadapi pemuda bertubuh kekar itu, segera menghentikan langkahnya setelah mendengar sebuah suara yang menahannya.
"Kaisar Yanlan, akulah yang akan menjadi lawan tarungmu," ucap Shio Fang.
Kaisar Yanlan memalingkan tubuhnya ke arah Shio Fang, dan begitu sangat terkejut saat melihat tubuh Shio Fang yang diselubungi cahaya keemasan, hal itu membuat Kaisar Yanlan langsung berkata.
"Serahkan api ribuan tahun yang ada padamu, jika kau tak menyerahkannya maka jangan salahkan kaisar ini jika bertindak di luar batas padamu," ucap kaisar Yanlan dengan wajah di penuhi dengan amarah.
"Kau jangan bermimpi...!!, walaupun kau seorang kaisar aku takkan pernah menyerahkan api ribuan tahun itu kepadamu," ucap Shio Fang.
Kaisar Yanlan menatap tajam kearah Shio Fang kemudian berkata. "Jika itu merupakan keputusanmu maka kau lebih baik mati!!".
Setelah berkata seperti itu, aura kuat seketika itu juga menyeruak dari tubuh kaisar Yanlan, yang membuat tubuh kaisar Yanlan memancarkan aura menakutkan yang sangat menindas.
Kaisar Yanlan kemudian menjejakkan kakinya ke lantai ruangan, dan tiba tiba saja tubuhnya berkedip kemudian muncul di hadapan Shio Fang dengan menghantamkan tinju api agung kerah tubuh Shio Fang.
Tinju kaisar Yanlan yang berselimutkan kobaran api semakin mendekat kearah Shio Fang, namun tiba tiba saja Shio Fang menahan tinju itu dengan telapak tangan kanan nya, sehingga kedua energi kuat saling berbenturan di udara yang membuat ledakan terjadi di tempat itu.
Keduanya sama sama terseret mundur ke belakang akibat energi yang mereka keluarkan berbalik arah. Kaisar Yanlan seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, tinju api agung miliknya yang telah di lepaskan bersama kekuatan ranah semesta bintang 2 yang dimilikinya, dapat dengan mudah di tahan oleh Shio Fang yang hanya memiliki kekuatan masih di ranah semesta lanjutan, yang belum mendapatkan satu bintang pun.
"Amarah seketika itu juga melanda hati kaisar Yanlan, matanya langsung memancarkan kilatan membunuh yang seakan akan ingin menghancurkan tubuh Yanlan sampai hancur berkeping keping.
"Shio Fang ..., aku tak akan membiarkanmu untuk hidup lebih lama lagi karena aku akan segera menghabisimu sampai wajahmu tak bisa di kenali lagi," ucap kaisar Yanlan.
"Kaisar Yanlan..., aku tak menyangka kau begitu licik dan arogan, tapi perkataan arogan mu itu tak akan terdengar lagi karena sebentar lagi aku akan segera melenyapkanmu dari alam ini," jawab Shio Fang tak kalah sengitnya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Shio Fang, murka sang Kaisar semakin menjadi-jadi yang membuatnya seketika itu juga menapakkan tangan kanannya ke lantai ruangan, yang membuat ruangan seketika itu juga seperti hidup dan di bawah kendali kaisar Yanlan.
Shio Fang sangat terkejut akan hal itu, dia merasakan jika ruangan itu dapat menghisap energi yang berada di dalam tubuhnya walaupun telah terpasang perisai pelindung.
Mengetahui hal itu Shio Fang kemudian berbicara kepada Shio Chen melalui kekuatan spiritualnya.
"Shio Chen..., kita takkan mampu menghadapi kaisar dan laki-laki tua yang bertarung denganmu di dalam ruangan ini, karena ruangan ini merupakan artefak pelindung kuat yang sangat sulit dihancurkan. Ada baiknya saat ini kita keluar dari ruangan ini untuk menyusun strategi dalam menghabisi kaisar Yanlan dan orang tua itu," ucap Shio Fang.
"Baik kak.., aku akan mengikuti perkataanmu," ucap Shio Chen.
Shio Fang kemudian mengeluarkan segel dari tangannya, dan tak lama kemudian terbentuklah sebuah gerbang hitam yang mengeluarkan kekuatan hisap yang sangat kuat di tempat itu.
Shio Fang kemudian menyambar tubuh Zen yang masih tergeletak di tanah, dan dengan cepat masuk ke dalam gerbang hitam yang disusul oleh Shio Chen di belakangnya, sehingga mereka berdua kini telah menghilang ke dalam pusaran yang berada di dalam gerbang hitam.
Kaisar Yanlan yang ingin mengejar Shio Fang dan teman-temannya untuk masuk ke dalam pusaran gerbang hitam, seketika itu juga ditahan oleh Liuchen.
Mendengar perkataan Sang Guru membuat kaisar Yanlan seketika itu juga menghentikan langkahnya, dan menatap tajam kearah gerbang hitam yang perlahan lahan mulai menghilang.
"Guru..., aku akan mengerahkan pasukan besar untuk mencarinya, karena aku tak akan membiarkan mereka lepas dariku selama mereka masih berada di wilayah cahaya terang," ucap kaisar Yanlan.
"Kau tak usah mengejarnya karena mereka akan datang sendiri untuk mencari kita. Yanlan persiapkan seluruh pasukanmu untuk berjaga jaga dari serangan mendadak yang akan mereka lakukan," ucap Liuchen.
Kaisar Yanlan masih meragukan jika Shio Fang dan teman teman nya akan datang menyerang ke istana api, tapi jika itu benar benar terjadi maka kedatangan mereka semua ke istana, hanya akan mengantarkan nyawa.
Di tempat lain, gerbang hitam muncul di pegunungan yang sangat jauh dari istana, Shio Chen muncul bersama Shio Fang yang masih menggendong tubuh Zen yang tak sadarkan diri.
"Shio Chen jaga tempat ini, karena aku akan memurnikan pil untuk membantu Zen menembus ranah semesta," ucap Shio Fang.
__ADS_1
"Baik kak Shio Fang," ucap Shio Chen kemudian mengeluarkan energi binatang buas dari tubuhnya, agar tak ada satupun binatang Megic yang berani mendekat kearah rombongan Shio Fang, karena energi yang di keluarkan Shio Chen merupakan kekuatan binatang megic kuno legenda surgawi, yang merupakan raja dari seluruh binatang di alam surgawi.
Setelah mengetahui Shio Chen telah melaksanakan perintah yang di berikan kepadanya, Shio Fang lalu menyandarkan tubuh Zen kemudian memasukkan sebuah pil obat kedalam mulutnya.
"Terimakasih Zen, karena kau rela terluka seperti ini karena menyelamatkanku dari kedua praktisi hebat itu. Setelah kau tersadar nanti, maka kau akan pulih seperti sedia kala," gumam Shio Fang kemudian bangkit berdiri dan menjauh dari tubuh Zen.
Shio Fang kemudian mengeluarkan tungku pemurniannya, dan tak lama kemudian aura panas dari api pemurnian segera membakar tungku.
Shio Fang kemudian memasukkan 2 buah tumbuhan obat kedalam tungku pemurniannya hingga beberapa waktu lamanya, setelah dirasa cukup dengan waktu yang telah di tentukannya, Shio Fang kemudian memasukkan sumberdaya yang terakhir yaitu apel api 7 warna kedalam tungku nya, untuk menyempurnakan pil yang akan di buat oleh Shio Fang.
Setelah mengalami petaka petir emas yang menghujam kearah tubuhnya, Shio Fang pada akhirnya berhasil memurnikan pil yang di inginkannya.
Shio Fang kemudian mengibaskan tangannya, dan tak lama kemudian 3 buah pil berwarna emas kini berada di dalam genggaman tangan nya.
Setelah mendapatkan pil itu, Shio kembali memasukkan tungku pemurnian Yin kedalam cincin ruangnya, bersama ketiga Pil berwarna emas yang kini berada di dalam genggaman tangannya, setelah itu Shio Fang menghampiri Zen yang telah tersadar dan tengah bersama Shio Chen.
"Shio Chen, bagaimana keadaan Zen?" tanya Shio Fang.
"Kakak kedua baik baik saja, dengan mengkonsumsi pil dari kak Shio Fang, kini tubuh kakak ke dua telah pulih seperti sediakala," jawab Shio Chen.
"Benar Shio Fang, aku telah pulih seperti sedia kala," timpal Zen.
"Ini berita yang sangat bagus, setelah Zen menembus ranah tingkat semesta awal, kita akan sepenuhnya menyerang istana api, karena mereka telah menyinggung dan akan membunuh kita maka mereka harus menerima balasan dari kita".
"Zen tekan pil ini dan berkultivasilah, pil ini akan membantumu melewati kesengsaraan nirwana dalam menembus ranah tingkat semesta," perintah Shio Fang.
Zen menganggukkan kepalanya, kemudian menerima pil dari Shio Fang dan langsung menelannya. Zen kemudian duduk bersila dan mulai melakukan kultivasi di tempat itu.
__ADS_1
Bersambung.