Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Kesal


__ADS_3

Pagi hari udara sejuk masuk ke dalam kamar penginapan melewati jendela yang semalam masih terbuka.


Linyosi merasakan tubuhnya kedinginan sehingga membuat nya perlahan-lahan membuka mata.


Sesaat pandangannya menatap ke arah langit-langit ruangan itu, dan betapa terkejutnya dia saat merasa jika ruangan kamar itu bukanlah kamar pribadi miliknya.


Linyosi kemudian menatap tubuhnya sendiri dan betapa terkejutnya dia, saat merasakan jika tak ada sehelai benangpun yang saat ini melekat di tubuhnya, seluruh pakaian yang sebelumnya melekat kini telah berserakan di lantai ruangan itu.


"Apa yang terjadi pada diriku, jangan jangan dia....!!" pekik Linyosi dalam hati.


Linyosi seketika itu juga melirik ke arah lengan kirinya dimana biasanya tanda merah sebesar biji kacang melekat di sana. Kali ini tubuh Linyosi bergetar sangat hebat karena dirinya sama sekali tidak melihat tanda sebesar biji kacang hijau itu, yang menandakan jika dirinya saat ini sudah kehilangan kesucian.


Linyosi kemudian mengedarkan pandangannya sekeliling dan mendapati Shio Fang yang saat ini tengah berkultivasi di sudut ruangan.


Dengan amarah yang meluap luap, Linyosi kemudian menyambar seluruh pakaiannya yang berserakan di lantai ruangan dan memakainya, setelah aku itu Linyosi segera menghunus pedangnya dan menancapkan pedang itu ke arah Shio Fang.


Shio Fang yang dapat merasakan angin deras yang menuju ke arahnya segera melompat dan bergulingan tanah, kemudian diapun berkata. "Apa yang kau lakukan..., mengapa kau tiba-tiba saja menyerangku?" tanya Shio Fang yang pura-pura tak tahu dengan masalah yang ada.


"Jabingan...!!! kau telah menodai ku dan untuk itu kau harus mati di tanganku," jawab Linyosi sambil mengayunkan pedangnya dan terus memburu keberadaan Shio Fang dengan tebasan dan tusukan pedang yang sangat mematikan.


"Tunggu nona..., bukankah sebelumnya kita telah melakukan kesepakatan?, ingat aku telah mengadakan kesepakatan dengan kartu berwarna emas akan dirimu, dan aku cukup membayar mahal akan dirimu dengan membayar 5 juta untuk dirimu, dan menurut kesepakatan yang sebelumnya telah dilakukan aku berhak melakukan apapun atas dirimu tapi mengapa kau malah ingin membunuhku?" tanya Shio Fang.


Shio Fang tertawa di dalam hati karena dia benar-benar telah membuat Linyosi murka, dengan percaya jika dirinya telah menodai wanita dari suku rubah ekor 9 itu.


"Aku tak peduli dengan kesepakatan itu, hari ini kau harus mati di tanganku," pekik Linyosi kemudian kembali menyerang ke arah Shio Fang.


Serangan pedang yang dilakukan oleh Linyosi ke tempat vital di tubuh Shio Fang, yang membuat Shio Fang harus melesat keluar dari jendela agar kamar yang ditempatinya berada tak hancur oleh amukan wanita muda itu.


Dan para akhirnya Shio Fang harus menghentikan langkahnya di tempat yang sunyi, karena saat ini dirinya telah dihadang oleh beberapa praktisi dengan tubuh besar dan kekar, Shio Fang dapat mengetahui jika salah satu pemuda itu adalah Mo Cunlai.


"Akhirnya kita bertemu lagi anak muda, dan hari ini aku akan mengulitimu hidup hidup setelah kau meniduri wanita yang kucintai," ucap Mo Cunlai.


Belum sempat Shio Fang menjawab perkataan dari Mo Cunlai, tiba tiba saja Linyosi muncul di belakangnya sambil memegang pedang.


Mo Cunlai begitu sangat terkejut saat melihat Linyosi memegang pedang dan menatap kearah Shio Fang dengan amarah yang meluap, sehingga Mo Cunlai pada akhirnya berkata.


"Apa yang telah terjadi hingga kau semarah itu kepadanya?" tanya Mo Cunlai sambil menatap kearah Linyosi dengan tatapan menyelidik.


"Ini bukan urusanmu, aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri," jawab Linyosi dengan ketus.

__ADS_1


Mo Cunlai yang mendengar jawaban dari Linyosi yang seperti mengabaikannya, seketika itu berkelebat cepat dan tahu-tahu dirinya telah menarik baju di lengan kiri Linyosi hingga sobek.


Mo Cunlai saat ini dapat melihat tanda merah yang ada di lengan kiri Linyosi telah menghilang, dan hal itu langsung membuat Mo Cunlai geram karena wanita yang dicintai telah kehilangan keperawanannya di tangan Shio Fang.


Linyosi yang diperlakukan kurang ajar oleh Mo Cunlai seketika itu langsung menyerangnya, hingga pertarungan di antara mereka pun terjadi.


Mo Cunlai yang diserang oleh Linyosi segera berteriak. "Aku hanya ingin memastikan jika dirimu masih suci, namun sangat di sayangkan kau telah memberikan kesucianmu itu kepada pemuda yang baru kau kenal, dan aku yakin jika pemuda itu mendapatkannya dengan cara licik sehingga menimbulkan amarah di dirimu".


"Linyosi Walaupun kau tak Suci lagi tapi aku masih menginginkan dirimu, aku mohon padamu agar kau mengizinkanku untuk menangkapnya, dan setelah itu kau bebas untuk melakukan apapun pada dirinya," ucap Mo Cunlai.


Linyosi akhirnya menghentikan serangannya, dan dia pun lantas berkata.


"Baiklah..., Aku ingin kau menangkapnya untukku dan setelah itu aku akan memberikan banyak koin emas padamu," ucap Linyosi.


Mo Cunlai pada akhirnya merasa senang mendengar perkataan dari Linyosi, paling tidak dia akan melukai Shio Fang dengan cara mematahkan ataupun menebas salah satu anggota tubuhnya, semua itu dilakukan oleh Mo Cunlai untuk melampiaskan kekesalannya karena Shio Fang telah berani merebut kesucian Linyosi wanita yang dicintainya.


Pada akhirnya Mo Cunlai menyerang ke arah Shio Fang yang diikuti oleh seluruh praktisi hebat yang bersamanya.


Shio Fang dapat melihat tingkat kekuatan praktisi yang menyerangnya masih berada jauh dari tingkat kekuatan yang di milikinya, sedetik kemudian Shio Fang pada akhirnya menghilang dari tempat itu dengan menggunakan kekuatan teleportasi yang dimilikinya.


Menghilangnya Shio Fang membuat seluruh praktis yang menyerang yang sangat terkejut, karena Shio Fang menghilang tanpa sedikit pun meninggalkan jejak yang dapat mereka semua ketahui keberadaannya.


Shio Fang bagaikan hantu yang tak dapat diprediksi keberadaannya telah melakukan pembantaian kepada mereka yang menyerangnya, dan dalam penyerangannya itu Shio Fang menggunakan kekuatan inti angin petir hitam misterius, yang digabungkan dengan ranah semesta bintang 6 sempurna yang dimilikinya, hingga membuat para praktisi itu hanya dapat menerima kematiannya.


Mo Cunlai begitu sangat terkejut melihat kawan-kawannya telah tumbang ke tanah dengan tubuh hangus terbakar, rasa ketakutan seketika itu menyelimuti tubuhnya karena dia sama sekali tak menyangka jika pemuda yang menjadi lawan tarungnya, merupakan sosok praktisi yang memiliki kemampuan di atas tingkat kekuatannya, sehingga Mo Cunlai dengan cepat melesat pergi untuk melarikan diri.


Shio Fang yang melihat jika Mo Cunlai telah melarikan diri dari tempat itu, segera melepaskan kekuatan inti es lotus surga untuk dapat mengejar Mo Cunlai.


Bunga teratai yang mengeluarkan aura dingin yang sangat menindas seketika itu juga melesat kearah Mo Cunlai, dan alhasil tubuh Mo Cunlai seketika itu juga hancur menjadi serpihan-serpihan es saat bunga teratai inti es lotus surga mengharamkan tubuhnya.


Shio Fang dengan cepat menjejakkan kaki kanannya ke tanah, hingga membuat gelombang kejut yang sangat megah menyeruak ke udara dan menghancurkan roh jiwa dari seluruh praktisi yang telah mati di tempat itu.


Linyosi begitu sangat terkejut melihat apa yang telah terjadi, dia tak menyangka jika Shio Fang memiliki kemampuan yang sangat hebat, karena dapat menghabisi praktis yang rata rata telah berada di ranah semesta bintang 4 kurang dari 10 menit.


Mengetahui hal itu Linyosi berubah pikiran untuk melakukan tindakan pada Shio Fang, karena dia yakin jika hal yang sama akan terjadi pada dirinya seperti apa yang dialami oleh para praktisi yang telah mati di tangan Shio Fang.


Linyosi kemudian berjalan pergi untuk meninggalkan tempat itu, namun sebuah cengkraman tangan telah terlebih dahulu menggenggam tangannya, hingga membuat Linyosi terpaksa menghentikan langkahnya.


"Kau masih punya waktu 6 hari untuk menemaniku, dan jika kau mengingkari kesepakan setelah aku mendapatkan kartu emas ini maka harus menanggung akibatnya," ucap Shio Fang dingin.

__ADS_1


Linyosi yang muli ketakutan kepada Shio Fang kemudian berkata.


"Apa yang kau inginkan dariku?".


"Aku menginginkan orang yang dapat ku percaya di tempat ini dan pilihan ku jatuh pada mu," jawab Shio Fang.


"Apa maksudmu?" tanya Linyosi kembali.


"Di sini merupakan surga bagi para pencuri dan penjahat kelas kakap, yang merupakan buronan baik Kekaisaran maupun suku penguasa, aku ingin meminta bantuanmu untuk mencari tau mengenai informasi istana raja dewa obat," jawab Shio Fang.


Sesaat Linyosi terdiam, hatinya masih tak terima jika Shio Fang telah merenggut kesuciannya sehingga Linyosi ingin menjebak Shio Fang untuk bertarung melawan Canglong.


"Aku tak memiliki informasi seperti yang kau inginkan, namun aku tau pada siapa kita harus bertanya mengenai informasi tentang istana Raja Dewa obat yang kau inginkan," ucap Linyosi.


Shio Fang menyipitkan matanya karena dia bisa merasakan jika ada rencana buruk yang akan dilakukan Linyosi padanya, dan untuk itu Shio Fang kemudian berkata.


"Aku ingin kau saja yang pergi mencari informasi itu, dan aku akan menunggu berita yang baik dari pencarianmu itu," ucap Shio Fang.


Linyosi mendengus kesal di dalam hati karena pemuda yang saat ini berada dekatnya tak ingin pergi bersamanya menemui Canglong, namun Linyosi bukanlah wanita yang mudah menyerah, dia pun menyusun rencana baru untuk dapat terbebas dari Shio Fang.


"Baiklah ..., aku akan pergi mencarikan informasi itu, dan kau boleh menungguku di dalam kamar," ucap Linyosi.


Tanpa menunggu jawaban dari Shio Fang, Linyosi kemudian melangkahkan kaki untuk meninggalkan tempat itu dengan cara terburu-buru, namun baru beberapa langkah dia berjalan tiba tiba saja Shio Fang telah berada di dekatnya dan melakukan totokan hingga Linyosi sama sekali tak bisa bergerak.


"Aku bukanlah pemuda bodoh yang dapat kau tipu, dengan penguasaan mu pada wilayah Tengah ini kau bisa saja menghilang dan kembali dari tugas yang kuberikan padamu, untuk itu aku akan memberikan pil ini dan jika kau tak mendapatkan penawarnya dalam 6 hari maka kau akan segera mati," ucap Shio Fang.


Setelah berkata seperti itu, Shio Fang kemudian memasukkan pil berwarna hitam ke dalam mulut Linyosi, dan dengan sekali hentakan tangannya di belakang tubuh Linyosi maka pil itu segera masuk ke dalam tubuh wanita cantik itu.


Setelah pil pemberiannya masuk ke dalam tubuh linyosi, Shio Fang kemudian melepaskan totokannya sambil berkata.


"Sekarang pergilah, dan ingat pesanku jika kau tak datang menemuiku dalam 6 hari maka bisa kupastikan tubuh dan roh jiwamu akan hancur oleh racun pemberianku".


Linyosi yang mendengar perkataan Shio Fang hanya bisa menatap tajam penuh amarah kepada nya, namun Linyosi tak bisa berbuat banyak yang bisa dilakukannya saat ini hanyalah menggerutu di dalam hati.


"Shio Fang Aku akan membalasmu, karena sebentar lagi kau akan berurusan dengan Canglong, dan kupastikan setelah kematian mu maka aku akan mendapatkan penawar racun bagi tubuhku ini," batin Linyosi.


Setelah puas menggerutu di dalam hati, Linyosi kemudian pergi dari tempat itu menuju tempat kediaman Canglong berada


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2