
Putri Yanran yang akan pergi mengejar Shio Fang, seketika itu di tahan oleh Zen.
"Aku yang menyuruh Shio Fang untuk meninggalkan kita berdua disini, karena ada yang ingin ku bicarakan dengan mu," ucap Zen dengan ketenangannya.
Zen saat ini telah mengubur dalam dalam perasaan cintanya terhadap sang putri, karena di dalam pemikirannya akan sangat percuma jika dirinya harus mengejar cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan.
Sementara itu putri Yanran yang masih merasa kesal terhadap Zen karena telah meninggalkannya waktu itu, segera mendengus kesal dan menatap Zen dengan tajam.
"Apa yang ingin kau bicarakan," ucap putri Yanran.
"Aku minta maaf atas semua yang telah terjadi diantara kita, dan aku sangat menyesalinya," ucap Zen dengan keseriusan di perkataannya.
Putri Yanran yang tadinya sangat kesal, kini luluh atas permintaan maaf Zen, tak lama kemudian diapun berkata. "Sudahlah Zen aku telah memaafkanmu, ada baiknya kita sekarang menyusul Shio Fang," ucap sang putri.
Mendengar perkataan putri Yanran, Zen akhirnya menganggukkan kepalanya dan memimpin di depan untuk menyusul Shio Fang.
Shio Fang berdiri di lautan lahar api yang ada di hadapannya, dari jauh Shio Fang dapat melihat pohon Apel api 7 warna yang di kelilingi lautan lahar api.
"Apel api 7 warna dapat membantu seseorang meningkatkan kekuatan kultivasinya dengan cepat setelah dimurnikan dengan dua bahan lainnya".
"Sebelum aku menembus ranah semesta, Aku begitu sangat membutuhkan apel api 7 warna untuk menembus penghalang menuju ke ranah tingkat semesta, tapi saat ini aku tak membutuhkannya namun Zen dan putri Yanran sangat membutuhkan sumber daya itu untuk menembus ranah tingkat dewa Emperor," batin Shio Fang.
Saat ini Shio Fang berpikir dua kali untuk mendapatkan apel tersebut, karena dia dapat merasakan gejolak binatang Magic yang saat ini berada di sekitar pohon apel api 7 warna.
Shio Fang menarik napasnya dalam-dalam kemudian berkata. "Aku akan membantu kedua sahabatku itu untuk menembus ranah dewa emperor.., ya ..., aku harus mendapatkan apel api 7 warna itu," ucap Shio Fang kemudian melesat cepat di permukaan lahar api untuk menuju ke tempat di mana pohon apel api 7 warna berada.
Sebelum Shio Fang berada dekat dengan pohon apel api 7 warna, tiba tiba saja permukaan lahar api berkejolak dengan hebat sehingga satu sosok mahluk muncul dari dalam lahar api, sosok itu merupakan ular raksasa berkepala 7 yang memancarkan Aura panas yang sangat kuat di dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Ular piton lahar api tingkat kaisar," batin Shio Fang.
Ular piton lahar api menatap tajam ke arah Shio Fang, tak lama kemudian ular piton itu melakukan pergerakan untuk menyerang ke arah Shio Fang.
Shio Fang yang merasakan kekuatan besar di tubuh binatang megic tingkat kaisar yang menjadi lawan tarungnya, segera ingin mencoba kekuatan barunya dari hasil pemurnian pohon penyerap jiwa kehidupan dengan gerbang hitam.
Shio Fang kemudian memasang segel di tangannya dan tak lama kemudian sebuah gerbang hitam terbentuk dengan pusaran hitam di dalamnya.
Pusaran hitam yang sangat kuat membuat tubuh ular piton lahar api berkepala 7 terisap oleh kekuatan daya tarik yang sangat kuat dari dalam gerbang hitam yang semakin membentuk pusaran hitam menakutkan.
Tak hayal lagi, dengan kekuatan yang dimiliki Shio Fang saat ini, kekuatan daya hisap yang terkandung di dalam gerbang hitam miliknya juga semakin bertambah kuat, yang dengan mudah dapat menarik tubuh ular piton lahar api berkepala 7 masuk ke dalam gerbang pusaran hitam.
Walaupun ular piton lara api berkepala 7 mencoba berontak dengan sekuat tenaganya, tetap saja perlawanannya itu tak ada gunanya kepada daya tarik hisap yang sangat kuat dari gerbang hitam, hingga ular piton lahar api itu harus pasrah dengan keadaannya yaitu menghilang ke dalam pusaran hitam.
"Gerbang hitam milikku semakin kuat dan tentu saja itu sangat menguntungkan bagiku. Aku akan memurnikan kekuatan dari ular piton lahar api berkepala 7 yang berada di ruang hampa gerbang hitam, untuk menjadikan pemurnian itu sebuah pil yang akan membantu praktisi ahli berelemen api dalam meningkatkan kekuatannya," batin Shio Fang.
Shio Fang kemudian meraih 3 buah apel api 7 warna, dan dengan cepat meninggalkan area lahar api untuk kembali ke daratan.
Shio Fang yang merasakan jika apa yang baru saja menimpanya merupakan ilusi, dengan cepat membuka tangannya untuk mengetahui keberadaan apel api tujuh warna yang telah didapatkannya.
"Kejadian ini adalah nyata, karena apel api tujuh warna yang telah kudapatkan masih utuh padaku," ucap Shio Fang.
Tak lama kemudian Zen dan putri Yanran tiba di sisi Shio Fang, dengan keberadaan ke dua sahabatnya itu Shio Fang langsung mengajak mereka berdua untuk menuju ke kedalaman makam para dewa, hingga pada akhirnya dari kejauhan mereka bertiga dapat melihat sebuah cahaya emas dari bangunan besar yang berada jauh di hadapan mereka bertiga.
"Bangunan apakah itu, aku dapat merasakan jika Aura yang terpancar dari dalam bangunan besar itu dapat membuat tubuhku bergetar hebat seperti ini," ucap Zen.
Shio Fang yang juga penasaran dengan bangunan tersebut, langsung menggunakan mata dewanya sehingga pupil matanya seketika itu juga berubah menjadi ungu, yang dapat melihat jelas tulisan yang berada di depan bangunan besar itu.
__ADS_1
"Makam Dewa Agung".
"Aku rasa bangunan itu merupakan makam seorang dewa besar dari nirwana, yang menurut buku yang kubaca sewaktu aku berada di kekaisaran Jiangma, Dewa Agung mati setelah terkena panah raja iblis yang membokongnya, saat dewa agung bertarung habis habisan dengan ratusan Jenderal Ibis kuat di masa lalu, dan pada saat itu Dewa Agung yang merupakan Jenderal besar nirwana dapat menghabisi ratusan Jenderal iblis saat itu," ucap Shio Fang.
"Jika begitu ..., aku sangat yakin akan banyak harta karun yang kita akan temukan di makam Dewa Agung, dan ada baiknya kita segera menuju ke sana," ucap Zen.
"Tunggu Zen..., kita harus memperhitungkan untuk menuju makam itu, karena aku sangat yakin jika makam itu bukanlah makam yang biasa," ucap Shio Fang.
Zen tak menggubris perkataan Shio Fang, Zen begitu sangat senang setelah mengetahui bangunan besar yang ditujunya merupakan makam Dewa Agung, yang tentunya memiliki banyak harta karun di sana.
Karena Zen tak menggubris perkataannya hal itu membuat Shio Fang dan putri Yanran langsung mengikutinya dari belakang.
Namun langkah mereka bertiga seketika itu berhenti saat merasakan Aura kuat di sekitar tempat itu, tampak oleh mereka pasukan besar yang sangat kuat tengah mengurung mereka dalam sebuah lingkaran.
"Apa...?, mengapa pasukan besar ini bisa berada di tempat ini, dan mereka semua merupakan mayat hidup" ucap Shio Fang dalam hati.
Tiba tiba saja suara menggelegar menggema dari atas kuda, tampak seorang komandan prajurit dengan bersenjata lengkap tengah berteriak kepada mereka bertiga.
"Lancang....!!, berani sekali kalian memasuki tempat ini tanpa seizin Dewa agung!!. Karena kalian telah bersalah maka kalian harus menjadi penunggu makan ini bersama kami semua yang berada di sini," ucap komandan prajurit itu.
Tiba tiba saja tubuh ketiganya tak dapat digerakkan semua itu akibat daya gravitasi yang sangat kuat yang menimpa mereka bertiga. Tak lama kemudian sebuah jaring raksasa seketika itu turun dari langit yang membuat ketiganya terperangkap di dalam jaring raksasa itu.
"Ini sangat buruk, Jika seperti ini maka kami bertiga benar-benar bisa menjadi penunggu di makam ini sebagai mayat hidup seperti halnya mereka semua yang berada di sini," batin Shio Fang.
Zen, dan putri Yanran sangat gelisah berada di dalam jaring raksasa yang membungkus tubuh mereka, tampak terlihat wajah mereka berdua pun sangat pucat mengetahui jika mereka berdua akan dijadikan mayat hidup menunggu makam para dewa.
Shio Fang kemudian berpikir untuk mencari cara bagaimana mereka bertiga dapat terbebas dari belenggu jaring yang membungkus tubuh mereka bertiga, hingga Shio Fang pun berteriak keras dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya.
__ADS_1
"Aku adalah anak yang terpilih....!!, dan aku ingin mendapatkan takdirku di sini....!!, jika memang takdirku itu ada maka datanglah kepadaku!!," teriak Shio Fang dengan lantang.
Bersambung