Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Mengalahkan serigala lahar api


__ADS_3

Shio Fang yang berada di dalam mulut serigala lahar api, membuat sang serigala begitu senang mengingat Shio Fang telah meremehkannya sehingga tawa sang serigala menggema di dalam hutan lebat itu. Sang serigala dapat merasakan manisnya darah Shio Fang yang melegakan tenggorokannya. Akan tetapi tawa sang serigala seketika itu hilang saat mendengar suara di belakangnya.


"Sudah kukatakan padamu jika kau belum mampu untuk mengalahkanku," ucap suara itu.


Sang serigala yang mengetahui suara itu merupakan suara pemuda yang tadi meremehkannya menjadi sangat terkejut, apalagi tubuh pemuda yang berada di mulutnya secara perlahan lahan menghilang dan darah yang merasuk ke dalam tenggorokannya pun menghilang, yang membuat sang serigala semakin marah karena merasa telah dipermainkan oleh sang pemuda dengan teknik Avatar spiritual yang dimilikinya.


"Aku terlalu meremehkan pemuda ini, ternyata tingkat spiritual nya begitu sangat hebat dan memiliki Avatar tubuh yang menyerupai aslinya," batin yang serigala dengan seluruh bulu di tubuhnya kini menegang yang memperlihatkan Aura kuat di sana.


Sang serigala lahar api kemudian membalikkan tubuhnya, dan kembali dia dikejutkan dengan suara lantang pemuda yang menjadi lawan tarungnya.


"Kekuatan gerbang hitam, tehnik penjara hitam," ucap Shio Fang.


Gerbang hitam setinggi 50 meter terbentuk dengan kekuatan daya isap yang sangat luar biasa, membuat Serigala lahar api langsung terisap menuju ke dalam pusaran hitam yang menarik tubuhnya ke dalam gerbang hitam yang terbentuk. Serigala lahar api mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya, sehingga tubuhnya mengeluarkan kobaran api yang teramat panas, akan tetapi walaupun telah mengeluarkan kemampuan terkuatnya, tetap saja tubuhnya semakin terisap ke dalam pusaran hitam yang berada pada gerbang besar itu.


Lambat laun kekuatan sang serigala mulai melemah hingga pada akhirnya tubuhnya terhisap ke dalam pusaran hitam dan menghilang seketika itu juga.


Shio Fang tersenyum kemudian melenyapkan gerbang hitam yang merupakan teknik dari mustika ruang kehampaan yang telah dimurnikannya.


"Sungguh sangat luar biasa, gerbang hitam ini mampu menghisap binatang magic tingkat Kaisar, yang memiliki kekuatan bintang 3 yang setara dengan para praktisi ahli di tingkat semesta bintang 3," batin Shio Fang.


Shio Fang kemudian menarik tubuh Zen ke arahnya dan menghancurkan gelembung pelindung di tubuhnya. Setelah Zen keluar dari dalam gelembung yang selama ini mengurungnya, tiba tiba "Plak..!!" Sebuah tamparan keras menghantam pipi Shio Fang.


"Apa kau sudah gila dengan mengurungku di dalam gelembung itu, dan membiarkanmu bertarung sampai mati sendirian melawan serigala lahar api!!. "Shio Fang ..., apa yang kau lakukan tadi membuatku percaya jika kau telah mati di mangsa serigala lara api!!" teriak Zen dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.


Shio Fang yang mendapatkan tamparan keras dari Zen sama sekali tak marah, diapun membuka tangannya kearah Zen.

__ADS_1


Dengan cepat Zen berlari memeluk Shio Fang sehingga tangisnya pecah di bahu pemuda itu.


"Maafkan aku Shio Fang Karena aku telah menamparmu, aku sangat takut jika harus melihatmu mati di hadapanku. Shio Fang saat ini aku tak memiliki keluarga, klan ku sudah musnah dan kau merupakan satu satunya orang yang sangat dekat denganku yang telah ku anggap sebagai sahabat dan kakakku sendiri. Aku ingin di masa depan kau jangan membuatku terkurung lagi karena aku tak akan membiarkan siapapun yang akan melukaimu walaupun aku harus kehilangan nyawa akan hal itu. Shio Fang aku pasti akan menjadi kuat sehingga aku dapat bertarung bersamamu di masa depan," ucap Zen dengan gejolak di hatinya.


"Aku tahu kau menyayangiku sebagai seorang sahabat dan saudara, Aku melakukan hal itu karena pertarungan yang terjadi akan membahayakan nyawamu kapan saja jika kau berada di dalam pertarungan itu, dan untuk itu aku meminta maaf," ucap Shio Fang menenangkan Zen.


Zen sangat mengerti mengapa Shio Fang mengurungnya dalam sebuah gelembung, karen semua yang dilakukannya semata-mata untuk menyelamatkannya dari ganas nya serigala lahar api yang tengah mengamuk. Zen kemudian menghapus air matanya dan berusaha untuk terlihat tangguh di hadapan Shio Fang.


"Shio Fang, sudah saatnya kita pergi meninggalkan tempat ini dan menuju ke barat daya tempat keberadaan gunung lahar api, aku sudah tak tahan untuk meningkatkan kekuatanku di sana," ucap Zen.


Shio Fang menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan zen. Sebelum mereka berdua melangkahkan kakinya lebih jauh meninggalkan tempat itu, tiba-tiba saja sebuah rintihan terdengar dari semak belukar yang berada tak jauh dari mereka berdua, Suara rintihan itu berasal dari mulut seorang wanita yang sangat familiar sekali suaranya.


Shio Fang dan Zen saling berpandangan kemudian berkata secara bersamaan. "Putri Yanran" ucap mereka berdua.


Shio Fang dan Zen segera berlari ke arah semak belukar yang ada di tempat itu, dan mendapati Putri Yanran tengah terluka parah akibat pertarungan yang terjadi dengan serigala lahar api.


"Ini sangat berbahaya, jika putri Yanran tak mendapatkan penawar racun itu maka dalam beberapa jam ke depan dia akan mati," ucap Shio Fang.


"Apa yang harus kita lakukan Shio Fang, walaupun sang putri terlihat dingin selama perjalanan bersamanya, namun dia tak pernah menyusahkan kita bahkan semena-mena kepada kita, ada baiknya kita memberikan pertolongan kepadanya dengan membawa Sang Putri kembali ke istana api," ucap Zen.


"Zen..., perburuan di hutan ini adalah permintaan dari kita, jika kita membawa Putri Yanran dengan keadaan terluka parah seperti ini maka Kaisar Api akan murka dan menangkap kita berdua karena cuma kita berdua yang lolos dari kematian, kita berdua pasti akan dipenjara karena hal itu dan aku tak ingin tujuan kita menuju ke reruntuhan makam para dewa terhenti dengan adanya masalah terlukanya Sang Putri," ucap Shio Fang.


"Lantas apa yang akan kita lakukan saat ini, tak mungkin Sang Putri dibiarkan terluka parah dan meninggalkannya sendiri di tempat ini," ucap Zen.


"Aku tahu apa yang harus kulakukan, Aku ingin kau menjagaku di saat aku bermeditasi di tempat ini," ucap Shio Fang.

__ADS_1


Zen mengganggukan kepalanya mengiyakan perkataan dari Shio Fang, dan tak lama kemudian Shio Fang mulai bermeditasi di tempat itu.


Dengan menggunakan kekuatan spiritual Kaisar pelahap kekosongan yang dimilikinya, Shio Fang menembus dimensi gerbang hitam.


Di dalam gerbang hitam, tampak seekor serigala lahar api tengah terpenjara di dalam jeruji besi hitam yang kokoh, yang membuat sang serigala tak mampu berbuat apa-apa karena penjara itu dapat menyegel kekuatan yang dimiliki sang serigala.


"Anak muda lepaskan aku, jika kau memang seorang ksatria maka bertarunglah kembali denganku sampai ada salah satu diantara kita yang mati," ucap sang serigala.


"Sudah aku katakan kepadamu jika aku menginginkan kau menjadi salah satu pelindungku di masa depan, jika kau tak ingin terpenjara selamanya di dalam tempat ini maka kau harus mematuhi seluruh perintahku," ucap Shio Fang.


"Mematuhi semua perintahmu? itu takkan pernah terjadi Raja ini takkan pernah tunduk di kaki seorang manusia seperti ini," ucap serigala lahar api dengan pendiriannya yang kuat.


"Jika itu merupakan keinginanmu maka aku terpaksa harus mengakhiri hidupmu di tempat ini, agar seluruh kekuatan yang kau miliki akan menjadi milikku dengan mendapatkan mustika yang berada di tubuhmu," ucap Shio Fang kemudian membalikkan tubuh melangkahkan kakinya menuju keluar gerbang hitam.


Perlahan lahan serigala lahar api dapat merasakan tubuhnya mulai mengikis oleh satu kekuatan besar yang ada di sekitarnya, sehingga rasa sakit yang teramat sangat dirasakannya saat perlahan-lahan daging di tubuhnya mulai terkoyak dan menghilang di depan matanya.


"Bagaimana bisa tubuhku dapat terkoyak seperti ini sementara tubuhku dilapisi perisai yang sangat kuat dari bulu bulu kuat yang kumiliki, celaka..!!, jika ini terus terjadi maka aku dipastikan akan mati di tempat ini," pekik sang serigala lahar api.


Apa yang terlihat di depan matanya membuat serigala lahar api mulai merasa ketakutan. Rasa sombong dan kekerasan hatinya yang ditunjukkannya mulai menghilang yang membuat wajahnya semakin suram.


"Anak muda..., aku ralat perkataanku tadi, Aku tak ingin mati di ruang kehampaan ini karena aku masih ingin hidup lebih lama lagi di alam Surgawi, Aku mohon padamu untuk membebaskanku dan aku berjanji akan menjadi pelindung setia bagimu," ucap sang serigala memelas diri.


Shio Fang menghentikan langkahnya dan tersenyum mendengar perkataan sang serigala, biar bagaimanapun kekuatan sang serigala begitu sangat menakutkan, yang akan sangat berguna dan menguntungkan dirinya jika sang serigala dapat menjadi salah satu pengikutnya.


Bersambung.

__ADS_1


Sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi teman-teman semua dengan menulis lebih baik lagi, author hanya meminta dukungan dari teman-teman semua, dengan meninggalkan jejak like, komen, vote dan rate bintang 5, agar autor semakin bersemangat dalam menulis. Trimakasih 🙏.


__ADS_2