Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Keterpurukan Zen.


__ADS_3

Keheningan di tribun penonton tiba tiba saja terjadi, tatapan mereka semua sangat tertegun dengan kekuatan hebat yang di keluarkan putri Yanran di atas arena pertarungan, semua penonton kali ini menyadari jika kondisi Shio Zen saat ini kurang diuntungkan dengan adanya tubuh istimewa transformasi tubuh api surgawi yang dimiliki putri Yanran.


Di tribun para peserta, kegelisahan seketika itu melanda hati Shio Fang saat melihat Putri Yanran memiliki tubuh transformasi api surgawi yang merupakan salah satu tubuh istimewa dari 7 tubuh istimewa terkuat di alam surgawi, yang tentunya keadaan ini membuat Shio Fang merasakan bahaya besar yang akan menimpa Shio Zen jika dia terus melanjutkan pertarungan itu.


7 tubuh istimewa di alam surgawi.


1) Tubuh tulang selaksa langit


2) Tubuh petir langit


3) Tubuh racun menyedihkan


4) Tubuh bulan dingin


5) Tubuh transformasi api surgawi


6) Tubuh pasir hidup


7) Tubuh cahaya kehidupan


Tubuh istimewa yang lainnya yang merupakan tubuh dengan kekuatan Dewa dan Dewi di nirwana yaitu.


1) Tubuh Nirwana


2) Tubuh Teratai salju

__ADS_1


3) Tubuh Pheonix surgawi


Ketiga tubuh ini sangatlah sulit untuk di aktifkan, dan jika seorang praktisi dapat menguasai dan mengaktifkannya, maka dia akan menjadi seorang praktisi yang dapat merajai tahta kekuatan terkuat di semua alam.


*****


Di atas podium utama, 14 praktisi kuat di daratan surgawi begitu sangat takjub melihat pertarungan yang terjadi diantara kedua petarung. Terlihat seorang laki-laki tua yang tengah duduk bersama 13 praktisi kuat lainnya, terus mengawasi dan menatap ke arena pertarungan dengan tatapan dingin yang penuh misteri.


Dia merupakan leluhur Yanlao yang merupakan seorang praktisi agung dari kekaisaran cahaya terang, dan saat ini dia telah keluar dari pertapaannya dikarenakan kaisar Yanlan yang merupakan cucu kebanggaannya telah di bunuh oleh kelompok Shio Fang.


Leluhur Yanlao di masa lalu merupakan pelindung istana api sekaligus kaisar besar di zamannya, saat ini dia muncul kepermukaan untuk melatih putri Yanran dalam membangkitkan tubuh transformasi api surgawi yang di milikinya, agar sang putri dapat menjadi seorang praktisi pilih tanding sepertihalnya dirinya di masa lalu, semua itu bertujuan agar putri Yanran bersama sama dengan leluhur Yanlao dapat membalaskan kematian kaisar Yanlan kepada kelompok Shio Fang.


Dengan adanya tubuh transformasi api surgawi, membuat putri Yanran menjelma menjadi sosok praktisi muda yang sangat menakutkan, karena dalam waktu singkat sang putri mampu sejajar dengan para praktisi kuat yang berada di alam surgawi, hal itu membuat ke 13 praktisi kuat yang yang berada di podium utama, mulai mewaspadai kekuatan yang dimiliki putri Yanran sebagai salah ancaman bagi praktisi muda jenius yang mereka miliki.


Diatas arena pertarungan, Shio Zen yang melihat penjara air hitamnya telah di hancurkan putri Yanran, seketika itu juga membuat wajah Shio Zen menjadi suram. Saat ini Shio Zen dapat merasakan jika perbedaan kekuatan antara dirinya dan Putri Yanran telah sangat jauh berbeda bagaikan langit dan bumi, yang membuat Shio Zen bergumam dalam hati.


Di tempat lain, putri Yanran yang saat ini telah sampai ke titik puncak amarahnya karena Shio Zen telah memberikan perlawanan yang begitu gigih ke padanya, langsung menyerang kearah Shio Zen dengan kekuatan tubuh transformasi api surgawi.


Segel telah terbentuk di hadapan putri Yanran yang mengambang di udara, tak lama kemudian diapun berteriak dengan lantang. "Pemusnahan jiwa api surgawi".


Dari dalam segel yang terbentuk, ribuan tengkorak yang berselimutkan api biru seketika itu keluar dari dalam segel dan melesat cepat kearah Shio Zen dari segala arah, yang membuat aura panas ketika itu meluap dari dalam Arena pertarungan.


Shio Fang yang berada di atas podium para peserta seketika itu menggertakkan giginya, dan pegangan kursi yang yang berada di dalam genggaman tangannya hancur menjadi debu, saat menahan amarah di dadanya melihat apa yang dilakukan putri Yanran kepada Shio Zen.


"Yanran..., berani sekali kau menggunakan kekuatan tubuh transformasi api surgawi kepada Shio Zen...., apakah saat ini kau benar benar akan membunuhnya..!?, Yanran aku yakinkan padamu jika sampai kau kelewat batas hingga membuat Shio Zen benar benar celaka, maka aku akan datang dan menuntut balas," gumam Shio Fang dengan kilatan amarah yang meluap di matanya.

__ADS_1


Di arena pertarungan, Shio Zen dapat melihat banyak sekali tengkorak berselimutkan api biru yang menuju kearahnya, melihat hal itu dengan segera Shio Zen mengeluarkan aura kuat dari seluruh kekuatan yang dimilikinya kemudian memutar tubuhnya dan menebaskan pedangnya kearah ribuan tengkorak api biru.


"Gelombang Tsunami besar," teriak Shio Zen.


Gelombang air besar seketika itu muncul dan meluap ke arah tengkorak api biru yang menuju ke arah Shio Zen, hingga kedua kekuatan besar itu saling bertemu yang menciptakan banyak riak energi kehancuran di dalamnya.


Gelombang air yang sangat besar itu langsung menyapu bersih tengkorak api biru, namun yang terjadi hanya sebagian saja dari tengkorak api biru yang mampu di lenyapkan oleh serangan Shio Zen, dan sisanya masih terus menuju kearah Shio Zen dengan ganas.


Shio Zen dapat merasakan bahaya akan terjadi pada dirinya jika tengkorak api biru sampai mengenai tubuhnya, membuat Shio Zen seketika itu melepaskan pedangnya dan menahan serangan tengkorak api biru dengan kekuatan fisiknya.


"Duar...Duar...Duar...!!"


Ledakan pun terjadi yang membuat Shio Zen terhempas jauh ke belakang dengan tubuh yang menghantam arena batu dengan keras.


Shio Zen dapat merasakan seluruh tulang-tulang di tubuhnya telah patah di berbagai tempat, bahkan bagian-bagian dalam tubuhnya pun telah banyak yang rusak hingga pada akhirnya Shio Zen memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Shio Zen yang tengah terpuruk sayup-sayup dapat mendengar perkataan dari Shio Fang untuk segera menyerah, karena hanya hal itu yang dapat membuatnya bisa selamat dari kematian yang akan di berikan putri Yanran kepadanya.


Shio Zen yang berusaha menggerakkan mulutnya untuk berkata "menyerah" tak lagi bisa berkata apa apa karena luka dalam yang di deritanya saat ini telah membuatnya tak berdaya. Tiba-tiba di dalam kelompok keterpurukannya itu pandangannya menjadi gelap dan jiwanya telah melayang jauh dan kini telah berada di sebuah air terjun.


"Apakah aku telah mati," batin Shio Zen dengan raut kesedihan di wajah nya.


"Ha..ha..ha.., kau belumlah mati karena aku yang telah memanggil jiwamu mu untuk dapat menemuiku," ucapkan laki-laki tua misterius yang tiba-tiba saja telah muncul di hadapan Shio Zen.


Shio Zen kemudian menangkupkan kedua tangannya untuk memberi hormat kepada laki-laki tua itu, karena Shio Zen tau jika laki laki tua itu merupakan leluhur klan air hitam miliknya yang telah lama musnah, mengingat semasa kecil sketsa wajah laki-laki tua itu banyak terpampang di bagian-bagian utama bangunan klan air hitam miliknya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2