Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Kematian tragis Li Wang


__ADS_3

Fenomena alam yang berubah drastis tak membuat Shio Fang gentar sedikit pun menghadapi lawan tarungnya.


Pedang pemecah surga kini berada di dalam genggaman tangan Shio Fang, yang membuat tubuh Shio Fang memancarkan aura kuat untuk melindunginya dari Aura melindas yang dilepaskan Li Wang.


Li Wang segera memutar tombaknya, dan tak lama kemudian dia pun menusukkan tombaknya itu ke arah Shio Fang, sehingga naga petir seketika itu keluar dari serangan Li Wang tersebut, dan langsung menuju ke tempat di mana keberadaan Shio Fang berada.


Shio Fang tak tinggal diam, diapun langsung memutar tubuhnya dan menebaskan pedangnya dari atas ke bawah, untuk menghancurkan naga petir yang menuju kearahnya.


Bayangan pedang raksasa langsung menghantam naga petir yang menuju ke arahnya, sehingga naga petir itu pun terbelah menjadi dua dan menghantam di area sisi kiri dan sisi kanan Shio Fang, yang membuat area sekitar tempat keberadaan Shio Fang porak poranda di buatnya.


Li Wang sangat terkejut karena kekuatan terkuatnya dapat dipatahkan dengan mudah oleh Shio Fang, dan bertambah terkejut lagi saat melihat bayangan pedang Shio Fang kini menuju ke arahnya.


Li Wang tak bisa menghindar dari serangan itu karena kecepatannya yang sangat luar biasa, sehingga dia pun mengeluarkan Armor pelindung yang di milikinya dan juga menyalurkan kekuatan dari sisa-sisa tenaganya ke dalam tombak petir miliknya, untuk menahan bayangan pedang raksasa yang menuju ke arahnya.


Serangan bayangan pedang raksasa kini beradu dengan tombak petir yang ada di tangan Li Wang, namun sayang pedang bayangan itu masih terlalu kuat bagi Li Wang, sehingga tombak itu pun patah menjadi dua dan bayangan pedang raksasa itu pun langsung menghantam tubuh Li Wang.


Walaupun Li Wang telah memakai armor pelindung di tubuhnya, ketajaman bayangan pedang yang menuju ke arahnya mampu menembus armor pelindung di tubuhnya, yang membuat tubuh Li Wang terbelah menjadi dua dan mati seketika.


Shio Fang terdiam, dia tak menyangka jika teknik pedang dari kitab kuno pemberian raja Naga Es padanya, bisa sedasyat itu.


Tehnik pedang pembelah langit mampu menghabisi Li Wang yang merupakan praktisi beladiri di ranah dewa saint dengan sekali serangan, dan tentu nya Shio Fang merasa senang dan ingin terus mempelajari teknik pedang yang berada di dalam kitab kuno pemberian dari gurunya itu.


Shio Fang kemudian melesat ke arah Li Wang, dan mengambil cincin ruang yang dimilikinya.

__ADS_1


Shio Fang kemudian mengeluarkan isi di dalam cincin tersebut, dan mendapati banyak batu permata dan koin emas di dalamnya.


Mata Shio Fang tertuju pada sebuah kitab teknik bela diri element petir yang ada di sana, dan melihat sedikit teknik-teknik kuat yang berada di dalam lembar demi lembar kitab tersebut.


Karena Shio Fang merasa jika kita tersebut dapat berguna bagi dirinya di masa depan, dia pun lalu masukkan kitab tersebut ke dalam cincin ruang yang dimilikinya.


Shio Fang melangkah ke arah tombak petir yang telah patah menjadi dua, dan merasakan Aura elemen petir yang sangat kuat dari patahan tombak tersebut.


"Aku rasa aku bisa memperbaikinya dengan teknik jari matahari yang memiliki, Sangat disayangkan jika pusaka sebagus ini disia-siakan berada di tempat ini," batin Shio Fang.


Shio Fang kemudian memasukkan tombak petir itu ke dalam cincin ruangnya, dan tak lama kemudian dia pun melesat pergi meninggalkan mayat Li Wang untuk menuju ke tempat dimana Yasmin berada.


Di pinggir sungai yang berair jernih, Yasmin tergeletak di sebuah batu besar dengan ular piton salju sepanjang 1 meter yang berada di sisinya.


"Bagaiman keadaan Yasmin?" tanya Shio Fang kepada raja piton salju sahabatnya.


"Keadaannya baik-baik saja, aku telah menyalurkan energi murni ku kepadanya, dan saat ini luka dalam yang ada di tubuhnya berangsur-angsur pulih, Kau hanya tinggal menunggunya sadar," jawab ular piton salju.


"Terimakasih atas semua bantuanmu sahabatku," ucap Shio Fang dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Kau tak usah sungkan seperti itu kepadaku, selama ini aku tak mempunyai teman maupun sahabat dan baru kali ini aku merasakan bagaimana pentingnya seorang sahabat dalam sebuah kehidupan. Shio Fang jika kau masih memerlukan bantuanku suatu saat nanti kau jangan sungkan untuk memanggil ku, karena aku merasa senang jika membantu sahabat sepertimu," ucap raja piton salju.


"Aku pasti akan membutuhkan bantuanmu di dalam perjalananku, terima kasih kau selalu ada untukku," jawab Shio Fang.

__ADS_1


Ular piton salju kemudian menganggukkan kepalanya, dan tak lama kemudian dia pun menghilang dari hadapan Shio Fang, dan masuk kembali ke alam dantiannya.


Malam pun mulai tiba, untuk menghilangkan rasa dingin akibat udara malam, Shio Fang mencari kayu kering yang banyak terdapat di pinggir sungai, untuk membuat api unggun agar dapat menghangatkan tubuh mereka berdua.


Malam semakin larut, Shio Fang segera memasang segel pelindung di tempat itu agar para binatang buas tak bisa masuk dan memangsa mereka berdua, setelah itu Shio Fang duduk di dekat Yasmin sambil menyandarkan tubuhnya di batu besar.


Di saat Shio Fang tertidur lelap, Yasmin tersadaran dari pingsannya, nyala api yang membesar membuat keadaan di tempat itu terang benderang, dan wanita muda itu dapat melihat jelas seorang pemuda tengah terlelap sambil menyadarkan tubuhnya di batu besar.


"Ternyata Shio Fang yang telah menjagaku selama aku tak sadarkan diri, dan bagaimana bisa kami berdua selamat dari Li Wang dan binatang Megic itu?, Siapa sebenarnya pemuda ini dan dari mana asalnya?, karena firasatku mengatakan jika pemuda ini bukanlah pemuda sembarangan, melainkan pemuda yang memiliki kemampuan hebat," batin Yasmin yang mulai sedikit demi sedikit mengetahui jika Shio Fang merupakan praktisi kuat di alam Surgawi.


Karena merasa gerah dengan keringat kering yang melekat di tubuhnya, Yasmin memutuskan untuk menceburkan diri ke dalam air sungai yang mengalir jernih, untuk sekedar membersihkan dirinya.


Shio Fang tersadar karena merasakan adanya pergerakan di dalam air sungai, diapun membuka matanya.


Shio Fang begitu sangat terkejut melihat seorang wanita muda tengah mandi di sana, dan cahaya bulan yang terang dapat memperlihatkan bagaimana lekak lekuk tubuh wanita itu, sehingga membuat Shio Fang hanya dapat menelan ludahnya sendiri.


Shio Fang kini berusaha memenangkan gejolak di hatinya, biar bagaimanapun dia merupakan pemuda normal yang akan bereaksi juga melihat pemandangan indah seperti yang ada di hadapannya.


Hingga esok pagi pun tiba. Shio Fang yang pada akhirnya bisa tertidur, kini membuka matanya dan melihat sesosok wanita muda yang tengah memanggang ikan.


"Kau sudah bangun?, kebetulan aku telah memanggang beberapa ikan buat kita sarapan," ucap Yasmin.


Shio Fang menganggukkan kepalanya, kemudian berdiri dan menuju ke air sungai untuk membasuh mukanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2