
Shio Fang sementara waktu tinggal beberapa saat di suku rubah setelah dirinya dapat pulih seperti sedia kala.
Di suatu malam saat berdua di dalam kamar, putri Linzi bercerita jika dahulu klan rubah ekor 9 merupakan salah satu suku penguasa terkuat yang tak mudah disinggung, namun setelah danau Dewi rubah yang biasa dipakai untuk berkultivasi turun temurun tak dapat lagi digunakan, hal itu membuat penurunan kualitas dari para praktisi yang tinggal di suku rubah.
Mendengar perkataan dari istrinya hal itu membuat Shio Fang merasa heran, bagai mana bisa Danau Dewi rubah yang terbentuk dari seluruh energi para leluhur suku rubah di masa lalu, tak bisa lagi di gunakan untuk meningkatkan kekuatan anggota suku rubah, yang membuat Shio Fang pada akhirnya bertanya.
"Apakah telah ada yang menyelidiki penyebab danau itu sehingga tak bisa lagi digunakan?" tanya Shio Fang.
Beberapa penatua dan ratu rubah sebelumnya yang merupakan ibu dari ratu rubah saat ini, yang telah melewati 3 kesengsaraan Nirwana selangkah lagi menjadi Abadi telah menyelidiki danau itu, namun sampai detik ini para penatua dan ratu rubah tak pernah kembali sehingga ibu ku melarang semua anggota suku rubah untuk meningkatkan kekuatan di danau Dewi rubah sampai saat ini.
Shio Fang merasa ada yang tak beres dengan danau itu, dia pun ingin menyelidikinya sendiri mengapa bisa Danau Dewi rubah tak lagi bisa digunakan.
Setelah putri Linzi tertidur pulas, Shio Fang pada akhirnya keluar dari dalam kamar menuju ke tempat danau Dewi rubah berada.
Danau itu saat ini telah terpasang segel pelindung yang sangat kuat, agar anggota dari suku rubah tak bisa berlatih di sana. Dengan menggunakan teknik jari matahari misterius yang dimilikinya, pada akhirnya Shio Fang dapat membuat celah untuk masuk ke dalam danau.
Setelah masuk ke dalam danau, Shio Fang dapat merasakan jika di dasar danau terdapat Aura iblis yang sangat kuat, karena kekuatan spiritual kehampaan suci yang dimilikinya dapat merasakan hal itu.
__ADS_1
"Rupanya ada iblis yang bersemayam di dasar danau, aku sama sekali tak menyangka jika para iblis juga telah merambah masuk ke dalam suku rubah di masa lalu, dan menguasai Danau Dewi rubah untuk mendapatkan kekuatan dari energi murni yang terkandung di dalamnya," batin Shio Fang.
Dengan cepat Shio Fang masuk ke dalam danau dan berenang menuju kedasar danau.
Shio Fang dapat merasakan jika energi murni Dewi rubah yang berada di dalam danau ini, telah terserap oleh sebuah kekuatan gelap, dan kekuatan itu merupakan kekuatan iblis yang sengaja meningkatkan kekuatannya dengan menyerap energi Dewi rubah di dalam danau.
"Aku merasakan kekuatan raja iblis peringkat tinggi telah berada di tempat ini cukup lama, dan aku merasakan jika kekuatan itu telah melewati tiga kesengsaraan Nirwana. Dengan kemampuanku saat ini aku pasti akan dapat menghancurkan raja iblis itu, walaupun saat ini aku baru melewati dua kesengsaraan Nirwana," batin Shio Fang.
Tiba tiba aura gelap telah mengurung keberadaan Shio Fang, dan Shio Fang tau jika saat ini dia berada di dalam lingkaran energi iblis yang sangat mengerikan.
Dua sosok Ibis tiba-tiba saja muncul dengan tertawa terbahak bahak, sedetik kemudian salah seorang iblis kemudian berkata.
"Ini merupakan kesialan bagi kalian berdua karena bertemu denganku, sebenarnya aku menginginkan kaisar iblis yang ada di tempat ini, namun melihat keberadaan kalian berdua maka aku berkeinginan untuk membinasakan kalian, agar ketentraman di alam surgawi tetap terjaga.
Setelah berkata seperti itu Shio Fang melepaskan Aura kuat dari dalam tubuhnya, hingga membuat lingkaran iblis yang mengurungnya perlahan-lahan mengalami keretakan, dan hal itu membuat kedua iblis yang memiliki kekuatan di ranah selangkah lagi menjadi Abadi, dan telah melewati tiga kali kesengsaraan Nirwana segera memasang kewaspadaannya, mereka berdua merasa jika pemuda yang ada di hadapannya tak membual dengan perkataannya karena memang pemuda itu memiliki kemampuan.
Shio Fang dengan menggunakan kecepatan kekuatan teleportasi miliknya menyerang kedua iblis tersebut. Kedua iblis yang juga memiliki kemampuan dapat menghindari dan menangis semua serangan dari Shio Fang dengan sangat mudah.
__ADS_1
Shio Fang kemudian melemparkan tangannya ke depan, sehingga tiga mayat hidup Kaisar petir seketika itu telah berdiri di hadapannya.
"Ku perintahkan pada kalian bertiga untuk menghabisi salah seorang dari raja iblis itu, biar aku yang akan menghadapi salah satu dari raja iblis yang lainnya," perintah Shio Fang kepada ketiga mayat hidup Kaisar petir miliknya.
Mendapatkan perintah dari Shio Fang, ketiga mayat hidup Kaisar petir segera melesat maju ke depan dengan mengayunkan tongkat sabit miliknya ke arah salah satu dari raja iblis.
Shio Fang yang melihat mayat hidup Kaisar petir miliknya telah menyerang salah satu dari raja iblis, dia pun segera mengeluarkan pedang pemecah surga dan langsung menyerang ke salah satu raja iblis yang lainnya, hingga pertarungan pun terjadi di dasar danau.
Di permukaan tampak para anggota suku rubah yang menjaga danau, begitu sangat terkejut saat melihat di permukaan Danau airnya telah menimbulkan riak energi yang sangat menakutkan dari dalamnya, hal itu membuat para anggota suku rubah yang melihat semua itu segera berlari untuk melaporkan kejadian yang mereka lihat kepada Ratu rubah.
Ratu rubah begitu sangat terkejut mendapatkan laporan dari anggota suku rubah yang menjaga Danau, dengan cepat dia pun mengumpulkan para penatua dan tetua suku rubah, untuk segera menuju ke danau Dewi rubah.
Linyosi yang saat ini telah diangkat menjadi salah seorang tetua kedisiplinan, segera berlari menuju ke kamar putri Linzi untuk memberitahukan kejadian di danau Dewi rubah kepadanya, karena Linyosi tau jika Shio Fang saat ini telah berada di dasar danau setelah salah satu anggota suku rubah memberitahukan jika mereka melihat Shio Fang menuju ke danau Dewi rubah.
Linyosi segera membangunkan putri Linzi sambil berkata.
"Putri cepat pakai pakaianmu, kita harus segera pergi ke danau Dewi rubah, karena di sana suamimu telah mengalami hal buruk di dasar danau," ucap nya saat melihat putri Linzi tanpa mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Linyosi, putri Linzi segera meraih pakaian nya yang berserakan di lantai ruangan dan memakainya, kemudian putri Linzi menyusul Linyosi yang telah melesat pergi menuju ke danau dewi rubah.
Bersambung