Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Binatang Megic tingkat kaisar


__ADS_3

Shio Fang dan Zen telah masuk kedalam ruangan kamar yang telah di persiapkan pihak istana kepada mereka berdua, tak hanya itu mereka berdua juga mendapatkan baju ganti yang merupakan baju kebesaran para petinggi istana. Semua itu dilakukan pihak istana untuk menunjukkan empati dari persahabatan kedua kekaisaran yang kini telah terjalin.


Di dalam ruangan kamar itu, mereka berdua tengah melakukan pembicaraan serius mengenai langkah apa yang akan mereka berdua lakukan selanjutnya, untuk dapat pergi ke reruntuhan makam para dewa.


"Kita tak bisa berlama lama berada di istana ini, dan sebaiknya kita memikirkan cara agar dapat menuju ke barat daya tempat di mana pintu masuk kedalam reruntuhan makam para dewa berada," ucap Zen.


"Hari ini sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu, kita tak usah keluar kamar karena aku yakin pihak istana pasti masih belum percaya sepenuhnya pada kita, dan menempatkan mata mata yang khusus untuk memantau aktifitas kita selama disini".


"Zen..., besok pagi kita menghadap kaisar untuk meminta ijin berburu di hutan, tepatnya kearah barat daya. Jika kaisar memberikan ijin maka kita akan langsung menuju ke tempat keberadaan gerbang reruntuhan dan tak perduli lagi dengan kekaisaran ini, yang terpenting kita talah mendapatkan apa yang kita tuju," ucap Shio Fang.


Zen menganggukkan kepalanya menyetujui pendapat Shio Fang. Mereka berdua akhirnya beristirahat malam itu, dan keesokan paginya lewat pelayan istana, kaisar mengundang mereka berdua untuk sarapan pagi bersama.


Di sebuah kesempatan, Shio Fang mengutarakan keinginannya untuk berburu di hutan barat daya kekaisaran cahaya terang, akan tetapi kaisar tak mengijinkan mereka berburu di wilayah barat daya, karena di sana terdapat naga hitam yang menghuni pegunungan lahar api, selain mempunyai kekuatan yang sangat hebat, naga hitam itu terkenal sangat ganas yang akan menghabisi siapa saja yang mencoba memasuki wilayah kekuasaannya.


"Hutan di sebelah selatan sangat aman dan merupakan tempat yang sangat baik untuk berburu bagi kalian berdua, kebetulan putriku Yanran sangat suka berburu dia bisa memandu kalian berdua jika ingin berburu di hutan itu," ucap kaisar Yanlan ( kaisar api).


"Terimakasih yang mulia, jika begitu kami akan berburu di hutan sebelah selatan kekaisaran ini," ucap Shio Fang.


Shio Fang dan Zen pada akhirnya merubah strategi untuk dapat menuju ke pegunungan lahar api tempat keberadaan gerbang masuk kedalam reruntuhan makam para dewa. Mereka berdua akan mengikuti berburu di wiyah selatan istana, kemudian diam diam keluar dari rombongan dan berbelok arah menuju ke barat daya.


Putri Yanran dengan 10 prajurit di tingkat dewa saint telah menunggu Shio Fang dan Zen.


Zen begitu sangat terkesima melihat kecantikan putri istana api, yang baginya kecantikan sang putri begitu sangat luar biasa sehingga timbul rasa suka di hati Zen kepada sang putri.


Namun Zen pada akhirnya menghilangkan kekagumannya itu saat melihat sifat sang putri yang terkesan dingin dan sulit untuk diajak berbicara, sehingga membuat Zen merasa akan sangat sulit baginya untuk mendekati putri Yanran.


Shio Fang yang melihat sikap dingin sang putri, membuatnya ikut bersikap dingin padanya, karena keberadaan sang putri tak begitu berarti di matanya.


Keinginan Shio Fang cuma satu yaitu melepaskan diri dari rombongan dan berbelok arah menuju ke gunung lahar api tempat keberadaan naga hitam.


Rombongan itupun pada akhirnya berangkat menuju hutan di bagian selatan istana, mereka menargetkan mencari binatang Megic tingkat raja untuk diambil inti jiwanya, karena di hutan sebelah selatan istana tak pernah sedikitpun di temui binatang Megic tingkat kaisar.

__ADS_1


"Kalian berdua harus mengikuti komando dariku, karena keselamatan kalian merupakan tanggung jawabku," ucap sang putri dengan berkata tanpa melihat sedikitpun kearah Zen dan Shio Fang.


Zen dan Shio Fang sama sekali tak menanggapi perkataan putri Yanran, melihat sikapnya yang dingin membuat kedua pemuda itu terlihat acuh tak acuh dengan perkataannya.


Telah dua hari mereka semua berada di dalam hutan, akan tetapi belum juga menemukan binatang buruan yang mereka cari, hingga pada akhirnya aura binatang megic tingkat kaisar tiba tiba mencuat di udara dan dirasakan langsung oleh kekuatan spiritual Shio Fang.


"Binatang Megic tingkat kaisar," ucap Shio Fang yang mengejutkan rombongan itu.


"Kau jangan mengada ada dan menakuti rombongan ini, selama ini tak pernah ada binatang Megic tingkat kaisar yang berkeliaran di hutan selatan istana," ucap putri Yanran dengan mendengus kesal.


"Aku dapat merasakan aura binatang megic itu, jika kau tak mempercayainya maka jangan salahkan aku jika terjadi masalah pada kelompok ini jika tetap melanjutkan perjalanan kearah depan," jawab Shio Fang.


"Binatang Megic ini telah berada di tingkat kaisar bintang 3 seperti halnya kekuatan raja piton salju, dan sebanding dengan para praktisi ahli di ranah semesta bintang 3, kurasa jika benar benar rombongan ini tak mengikuti perkataanku maka rombongan ini pasti akan binasa," batin Shio Fang.


Shio Fang kemudian mengarahkan pandangannya kearah Zen sambil berkat. "Zen berhati hatilah dan jangan terlalu jauh dariku, saat ini kita akan bertemu dengan binatang Megic tingkat kaisar dan tentunya hal itu akan membahayakan rombongan ini," ucap Zen.


"Shio Fang bagaimana mungkin kau bisa mengatakan jika rombongan ini akan bertemu binatang Megic tingkat kaisar jika terus berjalan kearah depan, sementara aku tak merasakan keberadaannya," ucap Zen.


Zen tau jika Shio Fang tak berbohong padanya, yang membuat Zen segera memasang kewaspadaan tingkat tinggi akan serangan mendadak dari binatang Megic itu.


Tiba tiba salah satu pemimpin para prajurit berteriak lantang, yang menyebabkan kepanikan diantara praktisi yang berada di dalam rombongan.


"Berpencar ..!!" teriaknya.


Tampak di hadapan mereka seekor binatang megic tingkat kaisar tengah menghadang di depan, dengan aura panas yang sangat kuat dari tubuhnya.


Tak lama kemudian binatang Megic itu pun menyerang, yang membuat 5 praktisi ahli tingkat dewa saint seketika itu tumbang di tempat dengan sekali serangan.


Kelima prajurit itu langsung tak bernyawa dengan tubuh yang hangus terbakar. Melihat keganasan binatang Megic itu, Shio Fang seketika itu menapakkan tangannya kearah Zen, hingga tubuh Zen terbungkus gelembung dan melayang pergi meninggalkan tempat itu.


"Apa yang kau lakukan Shio Fang ..., aku akan bertarung bersamamu..!!" teriak Zen yang berusaha menghancurkan pelindung yang menyelimuti tubuhnya.

__ADS_1


Akan tetapi pelindung itu sama sekali tak dapat di hancurkannya, hingga Zen hanya bisa pasrah dan menyaksikan pertarungan itu dari jarak jauh.


Putri Yanran yang tengah bertarung, harus terhempas ketanah dengan keras akibat sabetan ekor sang serigala, sementara Shio Fang terseret beberapa meter kebelakang akibat menahan terjangan serigala lahar api yang menuju kearahnya.


Tampak pelindung es di tubuh Shio Fang meleleh akibat panas yang sangat kuat dari tubuh sang serigala. Kelima prajurit di tingkat dewa saint segera membentuk formasi untuk menyerang kearah serigala raksasa di hadapannya.


Pedang emas yang tercipta dari penggabungan kekuatan kelimanya, langsung melesat cepat kearah serigala lahar api. Bukannya serigala lahar api menghindari serangan itu, sang serigala malah menerjang kearah kelima prajurit pilihan yang di tugaskan untuk melindungi sang putri.


Sejengkal lagi pedang emas itu menembus tubuh serigala lahar api, tiba tiba saja pedang emas itu meleleh dan hancur karena tak bisa menahan aura panas yang sangat tinggi di tubuh sang serigala.


Akibat serangan gabungan mereka gagal, kelima prajurit itu harus menanggung resiko amukan sang serigala, hingga tubuh mereka semua terhempas dan hancur menjadi debu.


Shio Fang yang menyaksikan hal itu hanya bisa tertegun, dia tak menyangka jika kelima prajurit ranah dewa saint dapat di hancurkan dengan sekali serangan kuat yang di lancarkan serigala lahar api.


"Serigala...!!, kau sangat tangguh, akan tetapi kau masih belum cukup kuat untuk mengalahkanku. Karena kemampuanmu yang sangat mengagumkan itu, aku akan menjadikanmu salah satu pelindung bagiku," ucap Shio Fang dengan ketenangannya.


"Kurang ajar ..!!, sebentar lagi kau akan mati di tanganku tapi kau masih bermulut besar, maka aku akan segera menghabisimu agar mulutmu yang kotor itu bungkam untuk selamanya!!," hardik sang serigala.


Serigala lahar api melesat kearah Shio Fang dengan cepat, yang membuat pergerakannya menyisakan bayang bayang.


Mata dewa diaktifkan oleh Shio Fang, dan mempersiapkan tehnik pedang luka angin membelah kesunyian kearah serigala lahar api.


Shio Fang yang melihat sang serigala telah berada dekat dengannya, langsung menghantamkan pedang luka angin ke kepala sang serigala.


Shio Fang sangat terkejut, pedang luka angin terlepas dari genggaman tangannya dan terpental tinggi keudara saat menghantam kepala sang serigala, hingga membuat Shio Fang kehilangan keseimbangannya.


Melihat Shio Fang kehilangan keseimbangannya, membuat mulut sang serigala terbuka dan langsung memangsanya. Darah segar seketika itu memenuhi mulut sang serigala, saat tubuh Shio Fang tertancap gigi gigi runcing yang berada di mulut sang serigala.


"Shio Fang....!!"


Teriak Zen seakan tak percaya jika sahabatnya itu akan berakhir dengan tragis di mangsa seekor serigala lahar api.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2