Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Kesepakatan dengan ratu Calista


__ADS_3

Ke esokan harinya Yinzi mengunjungi Shio Fang kepenjara istana, karena ratu Calista telah berkata jujur Jika dia telah memenjarakan Shio Fang.


Semua pemuda yang berada di dalam penjara begitu takjub dengan kecantikan wanita muda yang mengunjungi penjara. "Siapa kah wanita ini, dia begitu anggun dan mempesona, baru kali ini aku melihat wanita secantik dia," batin putra mahkota.


Tak lama kemudian wanita muda itu menatap ke arah Shio Fang yang begitu cuek melihat kehadirannya di dalam penjara.


"Shio Fang Aku ingin berbicara dengan mu," ucap wanita muda itu.


Mendengar hal itu, Shio Fang segera berjalan mendekati jeruji penjara, dan tak lama kemudian dia pun berkata.


"Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?, apakah kau ingin meminta kitab kuno surgawi itu dariku?" tanya Shio Fang.


Yinzi terdiam, dia tak menyangka jika Shio Fang mengetahui apa tujuannya datang ke penjara untuk menemui nya.


Melihat diamnya wanita muda itu, Shio Fang lantas kembali berkata.


"Jika kau meminta kitab kuno surgawi itu dariku, maka sama halnya kau akan membunuhku karena aku dan kitab kuno itu telah melakukan ikatan kontrak darah. Yinzi aku tak menyangka kau akan begitu tega padaku orang yang sangat mencintaimu, aku begitu banyak berharap akan selalu bersamamu di masa depan, dan jika kau ingin mengambil nyawaku hari ini maka ambillah agar semua hutang budiku kepadamu terbalaskan, karena dahulu kau pernah menyelamatkan dan mengajarkanku tehnik beladiri," ucap Shio Fang kemudian menghancurkan segel pelindung penjara dengan teknik jari matahari yang dimilikinya, sehingga Shio Fang dapat keluar dari penjara itu dan kini berhadapan langsung dengan Yinzi.


"Shio Fang aku...''


Hanya itu kata yang keluar dari mulut wanita muda itu, Yinzi saat ini berada di antara dua pilihan yang sangat sulit baginya, di satu sisi dia harus membangun kembali ras elf dengan menghidupkan kembali pohon Siglus dan tentunya akan membuat Shio Fang dalam bahaya kematian, di sisi lainnya jika dia memilih Shio Fang maka ras para elf akan selamanya terpuruk dan tak bisa berjaya lagi.


Di saat kebimbangan itu melanda hati dan pikiran Yinzi, tiba tiba saja ratu Calista datang dan berkata.


"Buat apa kau menjadi bimbang seperti itu, lebih baik kau memikirkan ras kita dari pada memikirkan seorang manusia yang lemah dan tak berguna seperti dia..!!" ucap sang ratu.


Tak lama kemudian ratu Calista langsung menyerang ke arah Shio Fang dengan kekuatan elf yang di milikinya.


Melihat hal itu Shio Fang langsung menyambut serangan ratu Calista dengan menggunakan kekuatan inti es lotus surga.


Kekuatan ranah tingkatan yang tak seimbang itu membuat Shio Fang tak bisa berbuat banyak, karena kekuatan yang dimiliki ratu Calista begitu sangat luar biasa hebat, sehingga membuat Shio Fang terhempas keras menghantam dinding ruangan, yang membuat dinding ruangan itu hancur tertimpa tubuh Shio Fang.


Melihat hal itu Yinzi segera mengeluarkan sayap emasnya, sehingga membuat ratu Calista menghentikan serangan susulan kearah Shio Fang.


"Aku tak ingin Shio Fang mati karena aku mencintainya, jika ratu ingin membunuhnya maka langkahi dulu mayatku," ucap Yinzi dengan amarah di wajahnya.


Ratu Calista benar-benar tak menyangka jika Yinzi telah mencintai seorang manusia, sehingga membuat dirinya merasa jika harapan bagi putranya untuk berdampingan dengan Yinzi semakin sulit.


"Aku tak ingin bertarung denganmu karena hanya kau satu-satunya ras elf bersayap emas yang masih hidup, aku hanya ingin kau segera mengambil kitab kuno surgawi dari Shio Fang, untuk menghidupkan kembali pohon siglus yang hampir mati," jawab ratu Calista.


Mendengar jawaban ratu Calista membuat amarah Yinzi mereda, paling tidak Yinzi telah dapat membuat Shio Fang tetap hidup dari serangan ratu Calista.


Di tempat lain Shio Fang yang tengah terluka akibat beradu kekuatan dengan ratu Calista, seketika itu mendengar suara raja naga es.


"Shio Fang aku sengaja tak membantumu, begitupun dengan benih jiwa teratai salju dan raja piton salju, semua itu agar keselamatanmu dan juga keselamatan kelompok mu dapat terjaga".


"Saat ini kau berada di istana para elf dan di sini terdapat banyak praktisi beladiri kuat, seperti hal nya seorang pelindung istana yang merupakan praktisi kuat di masa lalu".


"Walaupun kau bisa mengalahkan ratu Calista dengan bantuanku, akan tetapi kau belum tentu dapat mengalahkan praktisi pelindung para elf dari masa lalu itu".


"Aku ingin kau melakukan perundingan dengan ratu Calista, agar kau diberikan kesempatan untuk menghidupkan kembali pohon Siglus yang merupakan pusat kekuatan para elf".


"Saat ini kitab kuno surgawi telah menyatu di dalam tubuhmu, tentunya kau akan dapat menghidupkan kembali pohon Siglus tanpa harus memutuskan ikatan kontak darah antara kau dan kitab kuno surgawi itu".

__ADS_1


"Shio Fang..., dalam hal ini aku akan membantumu untuk menggunakan kekuatan yang ada di dalam kitab kuno itu, untuk menghidupkan kembali pohon Siglus," ucap raja naga es.


"Terimakasih atas semua yang telah kau lakukan untukku guru, aku akan mengikuti semua saran darimu," jawab Shio Fang.


Shio Fang kemudian bangkit berdiri saat Yinzi datang kepadanya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Yinzi yang sangat mengkhawatirkan keadaan Shio Fang.


Shio Fang tak menggubris perkataan Yinzi, dia malah berteriak kearah ratu Calista.


"Ratu aku ingin mengadakan kesepakatan denganmu," teriak Shio Fang.


Ratu Calista yang melangkah pergi dari tempat itu akhirnya menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya ke arah Shio Fang.


"Kesepakatan? Ha..ha...ha.., kesepakatan apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?" tanya ratu Calista seperti meremehkan Shio Fang.


"Aku akan menghidupkan kembali pohon Siglus asalkan kau melakukan dua syarat dariku," jawab Shio Fang.


"Dua syarat...?, Shio Fang aku tak akan main main dengan perkataan mu yang ingin menghidupkan pohon Siglus, jika kau berbohong maka aku sendiri yang akan menghabisimu walaupun putri Yinzi berada di belakang mu!".


"Katakan apa syarat darimu," ucap ratu Calista.


"Ratu.., aku menginginkan seluruh kelompok yang dipenjara ini dibebaskan, biarkan mereka kembali pulang ketempat mereka masing masing," ucap Shio Fang.


"Baik, aku akan membebaskan mereka semua dan membiarkan mereka pulang ke rumah masing-masing, katakan apa syarat yang kedua darimu?" tanya sang ratu.


"Aku ingin ratu membebaskan ku setelah aku berhasil menghidupkan pohon Siglus kembali, agar aku dapat kembali pulang ke alam surgawi," jawab Shio Fang.


"Aku akan menghidupkan kembali pohon Siglus, dan sekarang ijinkan aku untuk menemui kelompokku terlebih dahulu," ucap Shio Fang.


Ratu Calista tak menjawab perkataan Shio Fang, sang ratu malah melangkahkan kakinya ke arah Yinzi dan menggandeng tangan wanita muda itu untuk meninggalkan ruangan itu.


Stelah kepergian ratu dan Yinzi, pemimpin prajurit penjaga penjara segera membuka jeruji penjara, agar dapat memberikan kesempatan pada Shio Fang untuk bertemu anggota kelompoknya.


Di hadapan putra mahkota Shio Fang lantas berkata. "Pangeran aku tak bisa menemanimu lagi karena aku akan tinggal di istana ini untuk sementara waktu, dan kuharap pangeran bisa pulang kembali ke istana cahaya ilahi. Pangeran .., aku telah menemukan apa yang Pangeran cari di Gunung ini," ucap Shio Fang.


Shio Fang kemudian mengibaskan tangannya, dan tak lama kemudian tombak pembunuh naga telah berada di genggaman tangannya.


Shio Fang lantas memberikan tombak itu kepada putra mahkota yang masih terpesona dengan tombak yang di berikan Shio Fang padanya.


Shio Fang kemudian mengibaskan tangannya kembali, maka busur panah ilahi kini telah berada di tangannya. Shio Fang kemudian memberikan busur panah surgawi itu kepada Putri Cin Cin, dan Sang Putri begitu sangat senang menerima pemberian dari Shio Fang.


"Shio Fang aku dan adikku sangat berterima kasih kepadamu, karena kau telah memberikan kedua benda pusaka yang kami cari ini".


"Shio Fang di masa depan aku pasti akan membalas kebaikanmu ini," ucap putra mahkota sambil memberikan sebuah lencana emas kepada Shio Fang.


"Apa ini pangeran?" tanya Shio Fang.


"Ini merupakan lencana emas milikku, dan siapapun yang melihat lencana ini di wilayah daratan tengah, mereka pasti akan menghormatimu," jawab putra mahkota.


"Trimakasih atas pemberianmu ini pangeran," ucap Shio Fang.


Di sisi lain, Liuren yang melihat hal itu menjadi iri, karena Shio Fang dapat memiliki lencana emas putra mahkota, dimana lencana emas itu memiliki kekuatan besar di wilayah daratan tengah, yang membuat sang pemilik lencana emas akan sangat dihormati sama halnya dengan melihat putra mahkota.

__ADS_1


"Shio Fang Kau telah membuat putra mahkota begitu senang terhadapmu, aku tak akan membiarkanmu untuk dapat keluar dari daratan tengah setelah aku dapat kembali ke sekte awan Surgawi," batin Liuren.


Liuren terus menyimak pembicaraan antara Shio dengan putra mahkota, walaupun hatinya begitu sangat kesal.


Setelah memberikan dua pusaka kepada putra mahkota dan putri Cin Cin, Shio Fang pada akhirnya dapat berbicara berdua dengan Yasmin.


"Aku ingin kau menjadi kuat setelah pertemuan kita kembali, Yasmin aku menginginkan kau setangguh saat kita pertama kali bertemu, wanita yang penuh keberanian dan tak rapuh seperti yang kulihat darimu saat ini," ucap Shio Fang.


Mendengar perkataan itu, Yasmin segera menghapus air matanya, dan langsung berkata. "Aku bukanlah orang lemah seperti yang kau katakan , suatu saat nanti aku pasti akan dapat melampaui dirimu," ucapnya.


Shio Fang kemudian mengeluarkan batu inti jiwa kera emas, dan memberikan benda langka itu kepada Yasmin.


"Seraplah kekuatan di dalam batu inti jiwa kera emas ini untuk meningkatkan kekuatanmu," ucap Shio Fang.


Tak lama kemudian Shio Fang kembali mengibaskan tangannya, maka munculah pedang giok yang merupakan artefak langit kuat di tangan kanannya.


"Ini adalah pedang giok yang merupakan artefak langit kuat, aku memberikan pedang ini padamu agar kau semakin giat berlatih," ucap Shio Fang.


"Trimakasih"


Hanya itu kata yang keluar dari mulut Yasmin, wanita muda itu berusaha terlihat tegar di hadapan Shio Fang walaupun dirinya tak kuasa menahan sesak di dadanya, karena harus berpisah dengan pemuda yang telah memberi warna di hatinya.


"Aku akan berlatih menjadi kuat hingga aku menembus batasan ku, dan aku berjanji akan mencarimu kembali," batin Yasmin.


Tiba tiba pemimpin prajurit penjaga penjara seketika itu mengeluarkan suara. "Shio Fang sudah cukup kau berbincang dengan anggota kelompokmu, karena saat ini ratu Calista telah menunggu di tempat pohon Siglus berada," ucapnya.


Mendengar hal itu Shio Fang kembali melangkahkan kakinya ke arah putra mahkota, dan berkata. "Aku titip Yasmin pangeran, aku ingin dia selamat sampai ke sekte kabut surgawi," ucap Shio Fang.


"Kau jangan mengkhawatirkan hal itu, karena aku sendiri yang akan mengawalnya menuju ke sekte kabut Surgawi," jawab putra mahkota.


"Trimakasih pangeran," ucap Shio Fang.


Tak lama kemudian, 3 elf yang merupakan praktisi kuat di istana Athena segera membentuk sebuah portal, di mana portal itu akan mengeluarkan kelompok putra mahkota dari gunung Orgy.


"Masuklah kedalam portal ini, maka kalian semua akan keluar dengan selamat dari gunung Orgy," ucap salah satu praktisi kuat di tempat itu.


Mendengar hal itu, putra mahkota langsung memasuki portal yang diikuti seluruh anggota di dalam kelompoknya.


Setelah portal menghilang, Shio Fang dapat bernafas dengan lega karena semua anggota di dalam kelompok itu dapat kembali pulang ke tempat mereka masing-masing.


Shio Fang kemudian mengikuti seorang elf, yang akan membawanya ketempat dimana pohon Siglus berada.


Sesampainya di tempat pohon Siglus berada, Shio dapat menyaksikan banyak para elf yang memiliki kekuatan besar di tubuhnya telah berkumpul di tempat itu.


Dengan ketenangannya Shio Fang berjalan menuju ke arah ratu Calista berada.


"Shio Fang sesuai kesepakatan kita, aku ingin kau menghidupkan kembali pohon Siglus karena salah satu dari persyaratan mu telah ku penuhi, yaitu membebaskan semua teman-temanmu," ucap ratu Calista.


"Ratu tak usah khawatir, aku akan menghidupkan kembali pohon Siglus," jawab Shio Fang.


Setelah berkata seperti itu, Shio Fang langsung menuju ke arah pohon raksasa yang hampir mati.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2