Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Pertemuan besar 1


__ADS_3

Sementara itu Qing rua, Shio Zen, kelima istri Shio Fang dan seluruh Jenderal serta dua pangeran bersama tetua Wang Chu dan tetua Mandalika, telah melesat cepat ke arah depan yang diikuti pasukan darat dari dua kekaisaran besar di belakangnya, kini telah merengsek maju kedepan.


Ratusan ribu anak panah yang bagaikan hujan yang tertuju kepada pasukan 2 kekaisaran besar, sama sekali tak bisa menembus pertahanan dari dua kekaisaran besar, karena sebenarnya seluruh pasukan besar itu saat ini telah terlindungi oleh formasi segel yang diciptakan oleh ke-5 istri Shio Fang.


Hingga pada akhirnya pasukan darat dari kekaisaran cahaya surgawi kini telah saling bertemu dengan pasukan besar dari 2 kekaisaran, hingga pertempuran besar pada akhirnya terjadi.


Shio Fang saat ini tengah berhadapan dengan penatua Xuan Yuan, kepala sekolah Senyu, dua penatua dari menara surga, dan beberapa praktisi hebat lainnya seperti guru Girona, guru Ema dan guru Gobin di udara di udara.


Shio Fang segera menangkupkan kedua tangannya dan membungkukkan badan memberi hormat setelah melihat para petinggi dari Akademi Kunlun berada di hadapannya, semua itu dilakukan oleh Shio Fang dalam wujud penghormatan terhadap para guru yang dahulu pernah membentuk dirinya dari lemah menjadi praktisi hebat seperti sekarang ini.


"Ada baiknya para guru segera menyingkir dari tempat ini, karena hari ini aku telah memutuskan untuk menaklukkan kekaisaran cahaya surgawi, dan jika para guru tak memberikanku jalan maka aku terpaksa harus menurunkan tangan, dan tak akan mengingat bagaimana hubungan kita di masa lalu karena saat ini merupakan saat pertempuran besar terjadi antara dua Kaisaran," ucap Shio Fang.


"Shio Fang kami merupakan masyarakat yang tinggal di wilayah kekaisaran yang berada di akademi Kunlun, dan sudah kewajiban bagi kami untuk ikut dalam membela kekaisaran dari setiap penyerangan yang datang, termasuk penyerangan yang kau lakukan kepada istana kekaisaran cahaya surga saat ini".


Shio Fang kami semua sangat bangga melihatmu telah menjadi besar seperti ini, dan kami sangat berharap kau bersungguh-sungguh dalam menghadapi kami semua karena kami pun akan bersungguh-sungguh dalam menghadapi mu," jawab penatua Xuan Yuan.


"Baiklah jika begitu, di dalam pertempuran kita saat ini aku telah memutuskan hubungan, dan aku akan bersungguh-sungguh dalam melakukan pertempuran dengan para guru yang dahulu pernah membimbingku," jawab Shio Fang.


Shio Fang kemudian berutut di hadapan para petinggi dari Akademi Kunlun, sesaat kemudian dia pun bersujud sebanyak tiga kali dan setelah itu Shio Fang segera mengeluarkan kekuatan dari ranah semesta abadi untuk segera melakukan pertempuran dengan para praktisi terkuat dari Akademi Kunlun.


Guru Ema yang telah menganggap Shio Fang seperti putranya sendiri, pada akhirnya meneteskan air mata melihat jika saat ini dia harus melenyapkan Shio Fang dalam sebuah pertempuran, namun kenyataan yang ada guru Ema tak bisa melakukan apa-apa mengingat saat ini dirinya diperlukan untuk membela negerinya sendiri.

__ADS_1


Shio Fang sebenarnya aku tak ingin melakukan pertarungan denganmu, tapi apalah daya saat ini kau adalah pemimpin penyerangan ke istana kekaisaran cahaya surgawi, dan tentu saja dengan memuliakanmu maka peperangan ini akan berakhir dan tak banyak jiwa. Walaupun saat ini kau telah memutuskan hubungan, namun di hatiku kau masih seorang pemuda tanggung yang dahulu pernah ku latih teknik bela diri dan telah kuanggap sebagai putraku sendiri, sehingga aku takkan pernah bisa memutuskan hubungan itu denganmu, walaupun nanti kami semua akan mati di tanganmu atau kau yang mati di tangan kami, kau tetap menjadi seorang Putra di hatiku," batin guru Ema yang terus mengeluarkan air mata.


Shio Fang dapat melihat kesedihan pada diri guru Ema yang telah dianggap sebagai ibu keduanya, hingga tak terasa air mata Shio Fang juga menetes di pipinya mengingat kebaikan guru Ema di masa lalu.


"Aku menaruh hormat sebesar-besarnya kepadamu guru Ema dan guru guru lainnya, maafkan Aku karena terpaksa harus menurunkan tangan kepada kalian semua, karena di dalam pertempuran ini aku terpaksa akan melenyapkan kalian semua untuk dapat menaklukkan kekaisaran cahaya Surgawi, sekali lagi maafkan aku," batin Shio Fang.


Sementara di tempat lain, Shio Chen dalam wujud gorila bersayap emas, Shio Ju dalam wujud ular piton salju raksasa, dan Shio Yan dalam wujud naga hitam raksasa, saat ini telah menghadapi 3 Jenderal dari istana kekaisaran cahaya surgawi yang telah melewati 5 kali kesengsaraan Nirwana, yang membuat pertempuran itu sangat berimbang.


Tetua Wang Chu saat ini telah kembali bertemu dengan tetua Suta yang merupakan guru dari putra mahkota, kedua praktisi hebat itu sama-sama mengeluarkan kekuatan semesta 7 kali melewati kesengsaraan nirwana dari dalam tubuhnya.


"Wang Chu kita bertemu kembali dan hari ini kita akan melihat siapa yang masih berdiri kokoh di tempat ini, seandainya waktu itu putra mahkota tak menarik pasukannya kembali ke istana Cahaya Surgawi, Kau pasti telah Aku binasakan," ucap tetua Suta.


Tiba tiba seorang wanita muncul di sisi tetua Wang Chu dengan Aura kekuatan yang tak kalah menakutkannya dengan kekuatan yang keluar dari dalam tubuh tetua Wang Chu, wanita itu sebenarnya adalah Mandalika yang telah memiliki kekuatan di ranah semesta 7 kali melewati kesengsaraan Nirwana.


Tetua Suta sangat terkejut melihat penampakan wanita yang tak terlihat muda lagi, dan yang mengejutkannya ternyata wanita itu juga memiliki kemampuan yang tak kalah kuatnya dengan kemampuan yang dimilikinya saat ini.


"Mandalika..., tak kusangka aku menemukanmu di tempat ini setelah puluhan tahun kita tak bertemu. Aku telah mengira kau telah mati di dasar lobang hitam setelah kau membunuh Pangeran kedua dan mendapatkan hukuman dijebloskan ke dalam lobang hitam".


"Tak kusangka kau yang telah lama menjadi selir Pangeran kedua saat ini telah berhubungan kembali dengan Wang Chu, dan sampah seperti mu pada akhirnya kembali jatuh ke dalam pelukan Wang Chu yang telah kau khianati, bagiku wanita sepertimu sebenarnya adalah kotoran yang tak berguna, hanya orang-orang bodoh yang mau menerimamu kembali di sisinya setelah penghianatan yang telah kau lakukan," ucap tetua Suta yang sengaja memprovokasi tetua Mandalika.


Mandalika sangat tersulut emosinya saat tetua Suta mengungkit masa lalu dan mencampuri urusan pribadinya, hal itu membuat tetua Mandalika seketika itu juga mencabut pedangnya dan ingin langsung menyerang ke arah tetua Suta.

__ADS_1


"Sayang..., kau tak usah turun tangan langsung untuk menghadapinya, biarkan suamimu ini yang akan merobek mulut kotornya itu karena aku tak ingin tanganmu dicemari oleh darahnya yang kotor itu," ucap Wang Chu kemudian melangkahkan kakinya maju ke depan.


Tiba tiba seorang wanita tua juga datang di dekat tetua Suta, kemudian wanita itu pun berkata.


"Sepertinya kau saat ini memerlukan bantuanku untuk menghadapi dua orang dari kekaisaran Jiangma ini," ucapnya.


Tetua Suta memalingkan kepalanya melihat ke arah wanita yang ada di dekatnya, sambil tersenyum dia pun berkata. "Adik seperguruan Yikzi, aku memang memerlukan bantuanmu untuk menghadapi keduanya, dan aku sangat berterima kasih akan hal itu," ucap tetua Suta.


"Kau jangan sungkan kepadaku karena sudah selayaknya adik seperguruan mu ini datang untuk membantumu di saat sulit seperti ini, aku akan menghadapi Mandalika dan kau akan menghadapi Wang Chu," jawab tetua Yikzi.


Tetua Suta kemudian menganggukkan kepalanya dan saat ini tetua Suta menatap tajam ke arah tetua Wang Chu yang telah siap untuk melakukan pertarungan, sementara di sisi lain tetua Yikzi telah mengeluarkan kekuatan di ranah semesta yang telah melewati 7 kali kesengsaraan Nirwana dari dalam tubuhnya, dan kekuatan mengerikan itu saat ini telah ditujukan ke arah Mandalika, yang membuat Mandalika hanya dapat tersenyum melihatnya, karena tetua mandalika akan melakukan pertarungan dengan wanita yang merupakan adik seperguruan dari tetua Suta, untuk membalaskan penghinaan yang dilakukan tetua suta kepada dirinya.


Sedetik kemudian pertarungan hebat pun terjadi di antara ke empat praktisi yang telah menembus 7 kali kesengsaraan Nirwana, yang membuat fluktuasi udara di sekitar tempat itu menjadi sangat terdistorsi.


Sementara di sisi lain, kaisar Liu Meng Tian, putra mahkota Liu Han, saat ini tengah berhadapan langsung dengan Shio Zen dan Shio Ruo, sementara kelima istri Shio Fang saat ini tengah menghadapi dua orang Jenderal yang telah melewati 5 kesengsaraan Nirwana.


Pertarungan dua Jenderal dengan ke-5 Putri berlangsung dengan sangat sengit, putri Cin Cin dan putri Bilqis tak ragu lagi mengeluarkan kekuatan terhebatnya untuk menghancurkan dua jenderal dari kekaisaran cahaya surgawi.


Tubuh bulan dingin seketika itu juga meluap dari tubuh Putri cincin, sementara Aura mengerikan dari tulang selaksa langit juga telah keluar secara besar-besaran dari tubuh Putri Bilqis, semua yang di lakukan kedua putri sebenarnya untuk menghabisi kedua jenderal, mengingat jika kedua Jenderal merupakan praktisi hebat yang telah melewati lima kesengsaraan Nirwana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2