
Di dalam perjalanannya ke suku rubah, Linyosi bertemu dengan ratu rubah dan di saat itu ratu berubah berkata.
"Aku ingin kau menghibur adikmu Linzi, karena saat ini dia sangat bersedih setelah sepeninggalan Shio Fang, sedari pagi dia juga belum makan dan mungkin kehadiran mu di sisinya sedikit bisa menghilangkan kesedihan di dalam hatinya," ucapnya.
Linyosi kemudian menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan dari ratu rubah, setelah menangkupkan kedua tangan memberi hormat, Linyosi segera berlalu dari tempat itu menuju ke tempat kediaman Putri Linyosi.
Linyosi pada akhirnya tiba di depan pintu kamar Putri Linzi, namun setelah mengetuk beberapa kali tak ada jawaban dari dalam kamar, pada akhirnya Linyosi memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Putri Linzi.
Di dalam kamar, putri Linzi yang mengetahui keberadaan Linyosi segera berlari untuk memeluknya, dan dia pun seketika itu juga menumpahkan rasa kesedihan di hatinya dengan dengan berkata.
"Kak Linyosi mengapa dia meninggalkanku saat aku telah terlanjur sayang dan cinta kepadanya, apakah aku kurang cantik baginya sehingga dia menolakku di hadapan Ibu ratu," ucap putri Linzi dalam isaknya.
Linyosi begitu sangat tersentak mendengar perkataan dari adik sepupunya itu, biar bagaimanapun rasa iba kini menjalar di hatinya karena selama ini Linyosi tahu jika putri Linzi merupakan wanita yang tegar, yang mampu menghadapi masalah sebesar apapun dengan ketegaran hatinya, namun dia tak menyangka hanya dengan keberadaan seorang pemuda membuat hatinya menjadi rapuh, dan menyiksa dirinya sendiri dengan mengurung diri tanpa mau makan dan minum.
"Aku merupakan orang yang bersalah dalam hal ini, dengan keegoanku menghalang halangi putri Linzi untuk bersama Shio Fang, karena sebenarnya Shio Fang juga mencintai putri Linzi," batin Linyosi.
Dengan menarik nafas dalam dalam Linyosi kemudian berkata.
"Sebelum Shio Fang pergi aku menemukan gulungan dari tulisan tangannya diatas meja kamarnya, aku juga telah mencari Shio Fang dengan maksud akan membawanya kembali ke dalam suku rubah, namun sampai sore aku mencari aku belum juga menemukan keberadaannya," ucap Linyosi kemudian menyerahkan gulungan tulisan tangan dari Shio Fang.
Putri Linzi kemudian menghentikan tangisnya dan meraih gulungan tulisan tangan dari Shio Fang yang berada di tangan Linyosi, kemudian mulai membacanya.
__ADS_1
"Putri Linzi..., setelah kau membaca tulisanku mungkin aku telah jauh meninggalkan suku rubah, Aku hanya bisa berucap terima kasih atas semua kebaikan dirimu selama aku berada di dalam suku rubah".
"Kau merupakan wanita sempurna yang tak pantas bagi seorang pemuda yang telah memiliki dua istri sepertiku, aku hanya berharap aku dapat kembali bisa memiliki kekuatan yang telah hilang dariku, agar aku dapat membalas semua kebaikan di masa depan".
"Maafkan karena aku telah menolak dirimu di hadapan ratu rubah, semua itu aku lakukan agar kau dapat memilih pemuda yang layak bagi dirimu bukanlah orang yang memiliki dua istri sepertiku".
"Maafkan aku karena selama bersamamu aku tak pernah jujur mengenai statusku, karena sebenarnya aku tak ingin menyakiti hatimu setelah kau mengetahui diriku telah mempunyai dua istri, dan jika kau mempertanyakan perasaanku kepadamu maka aku bisa mengatakan jika aku juga telah mencintaimu".
"Putri Aku pamit, semoga di masa depan kita dapat bertemu lagi dalam ikatan persaudaraan, sekali lagi aku ucapkan terima kasih atas semua ketulusan hatimu dalam merawat dan memberikanku semangat hidup".
Air mata putri Linzi kembali mengalir setelah membaca tulisan tangan dari Shio Fang, dia tak menyangka jika hanya masalah seperti itu Shio Fang harus meninggalkannya.
"Aku tak pernah mempermasalahkan jika kau telah memiliki dua istri, karena sebenarnya seorang ksatria sejati dapat memiliki banyak istri selama dia mampu untuk berbagi, dan aku tahu kau mampu untuk berlaku adil kepada semua istrimu," batin Putri Linzi.
Di hadapan ratu rubah putri Linzi pada akhirnya memperlihatkan tulisan tangan dari Shio Fang, dan Sang Putri menginginkan jika Shio Fang kembali ke suku rubah karena hanya ratu rubah yang mampu untuk mendeteksi keberadaan Shio Fang.
Ratu rubah yang tak ingin putrinya berlarut larut dalam kesedihan, pada akhirnya menyetujui untuk mencari Shio Fang.
Sore itu Ratu rubah dan beberapa anggota sukunya telah menelusuri hutan, dengan kemampuan kekuatan spiritual yang telah menembus tingkat kaisar pelahap kekosongan, ratu rubah pada akhirnya mengetahui keberadaan Shio Fang yang saat ini berada di dasar lubang.
Tanpa pikir panjang putri Linzi males aku masuk ke dalam lubang, dan mendapati Shio Fang yang telah tak sadarkan diri dengan luka luka dan beberapa tulang yang patah akibat terjatuh ke dalam lubang yang dalam.
__ADS_1
Ratu rubah hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tak menyangka jika putrinya telah mencintai seorang pemuda yang telah memiliki 2 istri, namun ratu rubah tak mempermasalahkan hal itu karena dirinya semasa muda juga mencintai seorang praktisi yang telah mempunyai istri, namun kebahagiaan itu sirna setelah suaminya mati saat melakukan pertarungan dengan salah seorang praktisi dari suku jiwa.
Pada akhirnya Shio Fang dapat dibawa pulang kembali ke suku rubah, dan di rawat di aula pengobatan suku rubah.
Putri Linzi dengan setia berada di sisi Shio Fang hingga esok harinya Shio Fang terbangun dari pingsannya.
Putri Linzi yang masih berada di kamar pengobatan begitu sangat senang melihat Shio Fang telah sadarkan diri, dan diapun langsung memeluk pemuda yang dicintai itu sambil berkata.
"Aku tak ingin kau pergi dari suku rubah dengan keadaan yang seperti ini, Aku begitu sangat mengkhawatirkan mu dengan kondisi dirimu yang tak memiliki kekuatan untuk dapat bertahan hidup di dalam hutan".
"Kak Shio Fang aku telah membaca semua tulisan yang kau tinggalkan sebelum kau pergi meninggalkan suku rubah, dan aku tak mempermasalahkan jika kau telah memiliki 2 istri bahkan 10 sekalipun, yang terpenting bagiku kau selalu menyayangiku dan dapat berlaku adil bagi ke semua istri istrimu".
"Kak Shio Fang Aku ingin kau segera menikahi ku agar kita bisa melakukan teknik terlarang pengobatan suku rubah agar kau dapat pulih seperti sedia kala," ucap putri Linzi dengan perasaan malu di dalam hatinya, semua itu terlihat dari wajah sang putri yang mulai memerah.
Shio Fang hanya bisa menganggukkan kepalanya karena keadaannya saat ini tak memungkinkan bagi dirinya untuk mengelak lagi dari kenyataan yang ada, apa lagi saat ini Shio Fang ingin membalas semua perlakuan dua suku penguasa yang telah melukainya, dan hanya bantuan dari suku rubah yang akan membuat kekuatannya dapat pulih seperti sedia kala.
Melihat Shio Fang menyetujui pernikahan itu tentu saja membuat hati Putri Linzi sangat bahagia, karena dia akan menikah dengan pemuda yang sangat di cintainya.
Hari pernikahan pun tiba, semua anggota suku rubah termasuk Ratu rubah bersukacita atas pernikahan itu, Linyosi hanya bisa memandangi kedua insan yang tengah memberi penghormatan bagi para leluhur dengan hati yang luluh lantak, biar bagaimanapun Linyosi telah mencintai Shio Fang namun kenyataan yang ada bukan dirinya yang berada di atas pelaminan itu, melainkan putri Linzi yang merupakan saudari perempuannya.
Linyosi berusaha tegar dan mengikhlaskan jika pemuda yang dicintainya pada akhirnya akan dimiliki oleh adik sepupunya, setetes air mata saat ini membasahi pipinya yang menandakan sebuah rasa sakit akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga di dalam hatinya.
__ADS_1
Bersambung