
Putri Yanran tak bisa berkata apa apa saat wajahnya sangat dekat dengan wajah Shio Fang, hatinya begitu sangat berbunga bunga saat berada di gendongan pemuda yang akhir akhir ini telah memberi warna di hatinya.
Walaupun putri Yanran sangat malu dengan perlakuan Shio Fang padanya, akan tetapi hatinya suka yang membuat sang putri membiarkan Shio Fang membawanya pergi di dalam gendongannya.
Shio Fang terus mengikuti jejak spiritual miliknya yang berada di tubuh Zen, Sesampainya di tempat Zen berada, Shio Fang sangat terkejut melihat tubuh Zen kurus kering dengan aura kehidupannya yang semakin menipis, akibat lilitan ranting pohon yang terus menghisap energi dan aura hidupnya. Semua yang di lihat oleh Shio Fang tentu saja membuatnya marah.
Shio Fang segera meletakkan putri Yanran agar berpijak di tanah, kemudian Shio Fang melesat kearah pohon raksasa yang telah menangkap Zen.
Dengan kekuatan spritual yang di milikinya, Shio Fang dapat mengetahui pergerakan cepat ranting ranting pohon raksasa yang mencoba menangkapnya.
Dengan berkelit kesana dan kemari, Shio Fang dengan perlahan dapat mendekati pohon raksasa di mana Zen berada, namun keanehan terjadi pohon itu seperti mempunyai kecerdasannya sendiri, hingga ranting ranting dari dahan pohon tiba-tiba terpecah-pecah membentuk ranting baru yang berlomba-lomba ingin menangkap tubuh Shio Fang.
Pedang luka angin segera di keluarkan oleh Shio Fang, dan melakukan beberapa kali tebasan untuk menghancurkan ranting-ranting yang menyelimuti pohon, akan tetapi ranting-ranting pohon yang terputus akibat tebasan pedagang luka angin, kembali tumbuh yang menyebabkan ranting-ranting itu semakin bertambah banyak dan mempersulit Shio Fang untuk dapat membebaskan Zen.
"Aku tak bisa menghancurkan ranting-ranting pohon ini dengan menggunakan pedang luka angin walaupun aku mampu untuk menebas putus ranting-ranting tersebut, akan tetapi ranting-ranting itu malah semakin banyak tumbuh yang membuat ku semakin sangat kesulitan untuk dapat membebaskan Zen," batin Shio Fang.
Sesaat Shio Fang memikirkan cara untuk dapat naik ke atas puncak pohon tanpa harus menghadapi ranting-ranting dari pohon raksasa yang ada di hadapannya, karena pemikiran Shio Fang saat ini adalah untuk mengambil sumber energi dari pohon raksasa. Pada akhirnya senyuman tersungging dari bibir Shio Fang saat mengetahui cara efektif untuk dapat menuju kepuncak pohon raksasa itu.
__ADS_1
Shio Fang segera mengeluarkan Avatar tubuhnya kemudian menyalurkan energi murni yang sangat besar di avatar tersebut, hingga semua ranting bergerak seperti melihat sesuatu yang sangat disukai dan ingin segera menangkapnya. Energi besar yang ada di tubuh avatar Shio Fang merupakan makanan yang sangat disukai oleh pohon tersebut, hingga membuat semua ranting pohon kini tertuju ke arah Avatar tubuh Shio Fang.
Avatar Shio Fang kemudian menyerang pohon tersebut dengan ganas yang membuat seluruh ranting pohon berpusat padanya. Shio Fang yang melihat hal itu langsung melesat ke arah lain, dan dengan cepat naik ke atas puncak pohon dan mendapati sebuah gelembung tembus pandang sebesar bola kaki, yang terdapat sebuah pohon yang menyerupai pohon raksasa yang baru saja dihadapinya, pohon itu merupakan roh jiwa pohon raksasa penyerap energi jiwa kehidupan.
"Ini merupakan harta karun yang sangat baik bagi penggabungan kekuatan pelahap gerbang hitam. Dengan adanya kekuatan pohon penyerap energi jiwa kehidupan ini, aku akan dapat memurnikan apapun yang masuk ke dalam gerbang hitam untuk menjadi kekuatan bagiku, ini sungguh suatu keberuntungan jika aku bisa memurnikan jiwa pohon ini," pikir Shio Fang.
Dengan menggunakan kekuatan Kaisar pelahap kekosongan, seketika itu juga Shio Fang meraih jiwa pohon penyerap energi. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Shio Fang menyadarkan seluruh ranting pohon, hingga membuat seluruh ranting pohon saat ini menuju ke arah nya.
Shio Fang telah berhasil mengeluarkan jiwa pohon penyerap energi kehidupan dari dalam pohon raksasa, seketika itu juga membuat seluruh ranting pohon yang akan menyerangnya berhenti, dan tak lama kemudian pohon itu tiba tiba saja mengering sehingga perlahan ranting pohon jatuh berguguran di tanah, dan tak lama kemudian pohon itu pun tumbang karena jiwa pohon raksasa telah dapatkah oleh Shio Fang.
Zen tergeletak ditanah tak berdaya karena seluruh energi serta aura kehidupannya telah terserap sebelumnya oleh pohon raksasa, membuat Putri Yanran sampai sangat ketakutan melihat wajah dan bentuk tubuh zen yang begitu sangat menakutkan di matanya.
Dengan perlahan tubuh Zen mulai memerah saat pil penguat energi dapat dicerna oleh tubuhnya. Daging ditubuh Zen mulai terbentuk kembali dengan adanya energi murni yang masuk ke dalam tubuh Zen lewat energi murni yang disalurkan Shio Fang padanya.
Zen tersadar dan membuka matanya, dia ingin berbicara akan tetapi Shio Fang segera mencegahnya. "Aku ingin kau segera melakukan kultivasi untuk membentuk tubuhmu kembali, jika kau berlama-lama maka tubuh yang sekarang Kau dapatkan akan menjadi tubuh yang akan kau gunakan," ucap Shio Fang.
Zen yang melihat tubuhnya sangat kurus tentu saja langsung mengikuti perkataan Shio Fang untuk berkultivasi di tempat itu, karena dia tak ingin tubuhnya sekarang akan dipakainya jika dia tak segera melakukan kultivasi.
__ADS_1
"Putri..., aku ingin kau menjaga kami berdua, karena aku pun akan melakukan kultivasi," ucap Shio Fang.
"Baik .., aku akan menjaga kalian berdua di sini," jawab sang putri
Mendengar jawaban sang putri, Shio Fang langsung duduk bersila melakukan kultivasi dalam memurnikan roh pohon penyerap jiwa kehidupan yang telah didapatkannya.
3 hari tiga malam Shio Fang melakukan kultivasi di tempat itu, dan pada Akhirnya Shio Fang dapat memurnikan jiwa pohon menyerap energi dan berhasil menggabungkannya dengan gerbang hitam yang di milikinya, yang tentu saja membuat Shio Fang dapat memurnikan apapun yang masuk ke dalam gerbang hitam, untuk menjadi energi bagi peningkatan kekuatannya.
Shio Fang kemudian berdiri dari duduk bersilanya, dan tersenyum saat melihat Zen dalam kondisi pulih seperti sedia kala.
Tak lama berselang Zen pun membuka matanya, dan diapun tersenyum melihat Shio Fang telah berdiri di hadapannya.
"Zen..., kau terlalu ceroboh, kau tak mendengarkan apa yang ku katakan, seandainya aku terlambat untuk menolongmu mungkin kau saat ini telah mati," ucap Shio Fang dengan kekesalannya.
"Aku tau aku bersalah, dan untuk itu aku meminta maaf," jawab Zen.
"Shio Fang dapatkah kau meninggalkan aku dan putri Yanran sebentar saja, karena ada yang ingin ku bicarakan dengannya," punya Zen.
__ADS_1
Shio Fang kemudian menganggukkan kepalanya dan tak lama kemudian diapun melesat pergi meninggalkan tempat itu, dengan tatapan heran putri Yanran.
Besambung