
Pagi hari pun tiba..., Shio Fang, Zen dan putri Yanran telah berkumpul bersama untuk membahas mengenai cara memasuki alam reruntuhan makam para dewa, yang dijaga binatang Megic tingkat legenda surgawi.
"Zen..., sewaktu kalian beristirahat melakukan kultivasi malam tadi, aku telah menerobos naik ke atas puncak pegunungan ini dan telah mengetahui keberadaan pintu masuk alam reruntuhan makam para dewa, namun sangat disayangkan gerbang itu dijaga oleh binatang Megic tingkat legenda Surgawi yang berwujud gorila naga bersayap kelelawar," ucap Shio Fang.
"Apa...? Gorila..!?, Shio Fang bukankah penguasa pegunungan lahar api merupakan seekor naga hitam, dan berita itu telah turun temurun menjadi pembicaraan dari generasi ke generasi di ke kaisaran cahaya terang, tapi mengapa kau berkata jika penguasa pegunungan lahar api ini adalah seekor gorila naga bersayap kelelawar??" tanya Putri Yanran.
Sebenarnya Shio Fang tak ingin membahas masalah itu karena tak ada gunanya, karena masih banyak hal yang harus dibahas mengenai memasuki gerbang alam reruntuhan makam para dewa, namun agar putri Yanran tak penasaran dan bertanya-tanya pada akhirnya Shio Fang pun berkata.
"Apakah sebelumnya ada praktisi ahli dari kekaisaran cahaya terang yang pernah melihat binatang legenda itu dengan matanya sendiri, dan menginformasikan apa yang dilihatnya kepada kekaisaran cahaya terang?" tanya Shio Fang.
Terlihat putri Yanran menggelengkan kepalanya, karena apa yang didengarnya merupakan mitos yang telah diturunkan dari turun temurun.
"Putri aku telah melihat binatang legenda itu, dan binatang itu merupakan gorila naga bersayap kelelawar, yang memiliki kekuatan puncak tertinggi dari semua binatang Magic yang ada di alam surgawi ini, dan bisa dikatakan jika kekuatannya telah menyamai dengan tingkat kekuatan semesta bintang 7 tanpa batas," ucap Shio Fang.
Mendengar penjelasan Shio Fang, membuat keduanya begitu sangat ketakutan karena kekuatan yang dimiliki binatang legenda surgawi dapat menghancurkan mereka semua dengan sekali jentikan tangan.
"Saat ini Aku ingin kau memikirkan kembali apakah kau ingin ikut bersama kami menuju keruntuhan makam para dewa, atau kembali pulang ke istana api sebelum kau melangkah jauh bersama kami Putri," ucap Shio Fang.
"Kau tak usah memikirkan aku, jika takdir menginginkan aku mati di sini maka aku tak bisa menghindarinya. Shio Fang aku akan ikut bersama kalian berdua untuk masuk ke reruntuhan makam para dewa, karena hal itu merupakan pengalaman baru yang sangat luar biasa bagiku," jawab putri Yanran.
"Jika kau telah memutuskan hal itu maka aku akan memberikan tugas kepada kalian berdua," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam cincin ruangnya, kemudian melukis area tempat keberadaan gerbang menuju alam reruntuhan makam para dewa yang semalam di lihatnya.
__ADS_1
"Kalian berdua akan menyusup melewati jalan ini setelah aku menghadapi binatang Magic itu, ingat Setelah kalian berdua memasuki pintu gerbang itu maka tunggulah aku, karena aku takut akan terjadi hal buruk jika kalian berdua mencoba memasuki reruntuhan makam para dewa tanpa keberadaanku di sana, karena aku khawatir akan banyak bahaya yang datang menerpa kalian berdua jika kalian berdua ceroboh untuk memasuki reruntuhan makam para dewa semakin dalam," ucap Shio Fang.
"Aku tak bisa membiarkanmu bertarung sendiri, paling tidak aku akan membantu untuk menghadapi gorila naga bersayap kelelawar itu," ucap Zen.
"Zen.., aku telah memutuskan hal ini dan aku ingin kau mengikuti keinginanku kali dan tanpa adanya pemberontakan dari mu," ucap Shio Fang.
Zen..., tak bisa berbuat apa apa saat melihat keseriusan di wajah Shio Fang, karena baru kali ini Shio Fang begitu serius padanya.
"Baiklah Shio Fang aku akan mengikuti perkataanmu kali ini, tapi ingat aku tak menginginkan hal buruk terjadi padamu dan berjanjilah kau akan masuk ke dalam gerbang reruntuhan makam para dewa secepatnya, karena kami berdua akan menunggumu sampai kau menemui kami berdua," jawab Zen.
Shio Fang menganggukan kepalanya, kemudian memberikan dua buah batu giok kepada Zen dan putri Yanran, kedua batu giok itu merupakan hasil pemurnian dari kekuatan spritual yang digabungkan dengan teknik jari matahari yang dimilikinya, untuk menembus segel penghalang yang berada di depan pintu masuk ke alam reruntuhan makam para dewa.
Setelah keduanya menerima batu giok pemberian dari Shio Fang, maka hari itu juga mereka berdua menuju ke puncak gunung lahar api.
Setelah itu Shio Fang kemudian berkata. Kalian berdua tetaplah disini, setelah mendengar suara pertarungan maka berangkatlah kalian mengikuti peta yang telah kubuat, untuk dapat menuju ke gerbang alam reruntuhan makam para dewa dan memasukinya.
Mendengar perkataan Shio Fang, Zen dengan berat hati melepaskan Shio Fang pergi. "Berhati hatilah Shio Fang, kami berdua akan menunggumu di dalam alam reruntuhan makam para dewa," ucap Zen.
Shio Fan menganggukan kepalanya, kemudian mengeluarkan kekuatan spiritual yang dimilikinya untuk melindungi tubuh Zen dan putri Yanran, agar tak dapat diketahui oleh gorila naga bersayap kelelawar mengenai keberadaan mereka berdua.
Setelah itu Shio Fang melesat pergi kearah tempat keberadaan gorila naga bersayap kelelawar.
Tak di sangka oleh Shio Fang, ternyata sang gorila telah menunggu kedatangannya.
__ADS_1
"Akhirnya kau datang juga aku telah menunggu kedatanganmu. Anak muda, dengan kemampuanmu saat ini kau begitu berani untuk datang ke tempatku menggunakan Avatar tubuhmu, dan yang kau lakukan itu telah meremehkanku maka hari ini adalah hari di mana aku akan menghabisi mu, hingga tubuhmu akan menjadi makananku," ucap gorila naga bersayap kelelawar.
"Walaupun kita memiliki kemampuan bagaikan langit dan bumi, tapi hari ini aku akan menunjukkan kepadamu bagaimana aku akan menguliti tubuhmu dan menjadikan kulitmu sebagai pakaianku, untuk menghangatkan tubuhku dari udara dingin di malam hari," ucap Shio Fang tak kalah sengitnya.
Sengaja Shio Fang memprovokasi gorilla naga bersayap kelelawar, untuk membuat binatang Megic tingkat legenda surgawi itu tersulut emosinya dan tak fokus lagi dengan keadaan sekitar, agar kedua sahabatnya dapat menerobos masuk ke dalam gerbang alam reruntuhan makam para dewa tanpa gangguan dari gorila naga bersayap kelelawar.
Mendengar perkataan Shio Fang yang begitu sangat meremehkannya sebagai binatang terkuat di alam surgawi, membuatnya langsung menyerang ke arah Shio Fang.
Tubuh gorila naga bersayap kelelawar berkedip dan tahu-tahu telah berada di hadapan Shio Fang sambil menghantamkan tinju nya yang memiliki kekuatan penghancur yang sangat hebat ke arah Shio Fang.
Shio Fang tak bisa berbuat apa-apa merasakan kecepatan dari gorila naga bersayap kelelawar yang begitu sangat menakutkan, diapun hanya bisa pasrah saat tinju itu akan menghantam tubuhnya.
Namun belum sempat tinju itu mengenai tubuh Shio Fang, tiba-tiba saja Aura dingin membentuk perisai yang menghalangi tinju kuat yang akan menghantam tubuh Shio Fang.
"Duar ...".
Ledakan terjadi yang membuat perisai pelindung es hancur berkeping-keping terhantam tinju gorila naga bersayap kelelawar.
Sang gorila begitu sangat terkejut saat merasakan kekuatan di ranah legenda surgawi berada di tempat itu, dan dia tahu jika ada binatang Magic setingkat dirinya telah membantu pemuda yang menjadi buruannya.
Kabut seketika itu menguap dan menyebar di udara, saat sesosok naga Es keluar dari dalam simbol Dewa di tubuh Shio Fang.
Kini raja naga es tengah berhadapan langsung dengan gorila naga bersayap kelelawar, yang menciptakan Aura menindas yang sangat kuat menyebar di tempat itu, sehingga membuat Shio Fang begitu sangat sulit untuk bernafas merasakan efek kekuatan binatang Magic tingkat legenda Surgawi yang sangat hebat.
__ADS_1
Bersambung