
Dua kereta kuda yang dikawal beberapa anggota berkuda dari menara giok, saat ini tengah menuju ke istana cahaya ilahi.
Satu kereta kuda di tempati oleh kelompok Shio Fang, sementara satu kereta lagi ditempati oleh Dewi Xiayi dan beberapa praktisi terkuat yang dimiliki menara giok.
Sengaja Dewi Xiayi membawa beberapa praktisi kuat yang di miliki menara giok, karena pemimpin menara giok telah memprediksi jika akan ada kekacauan di saat acara pernikahan putri Cin Cin terjadi, dan sang Dewi tak ingin jika akan terjadi hal buruk yang akan menimpa ketua agung dari menara giok sehingga dia membawa beberapa partisi kuat untuk menjaga ketua agung.
Pada akhirnya rombongan dari menara giok tiba di istana, dan di sana telah ramai di penuhi oleh para undangan yang terdiri dari sekte dan klan klan besar yang ada di wilayah kekaisaran cahaya ilahi.
Rombongan Shio Fang langsung di sambut dengan baik oleh para panitia istana, dan di persilahkan untuk mengikuti acara pernikahan putri Cin Cin.
"Para tamu undangan yang ada sebenarnya merasa heran bagaimana bisa menara giok begitu banyak membawa orang, dan orang-orang yang dibawanya memiliki kemampuan hebat semua itu terlihat dari Aura yang keluar dari tubuh mereka".
Namun hal itu tak mereka permasalahkan mengingat status dari Dewi Xiayi yang merupakan ketua besar menara Giok, yang memang harus diberi pengawalan ketat oleh para anggotanya.
Diatas pelaminan tampak pangeran Hunshen tengah duduk berdua dengan putri Cin Cin, terlihat pangeran Hunshen begitu sangat bahagia karena dapat mempersunting wanita yang selama ini menjadi pujaan hatinya, senyumnya selalu saja muncul saat melihat ke arah para tamu undangan yang datang, sementara perbedaan jelas terlihat di wajah putri Cin Cin, di hari pernikahannya itu putri Cin Cin seperti tak bahagia dengan pernikahannya.
Shio Fang ikut prihatin dengan keadaan putri Cin Cin karena semua yang terjadi merupakan kesalahannya, jika saat itu dirinya menepati janji untuk datang ke istana Cahaya ilahi, tentu saja pernikahan ini tak akan pernah terjadi.
Shio Fang ingin melangkahkan kakinya menuju ke pelaminan, namun leluhur Yanlao segera menahannya.
"Shio Fang biarkan saja dulu acara ini berlangsung sampai pada saat acara puncak yaitu penghormatan kepada leluhur dan kaisar Cin Yang, maka saat itu kau bisa datang untuk menggagalkan pernikahan itu karena puncak dari terjadinya pernikahan yang sah adalah penghormatan bagi para leluhur," ucap leluhur Yanlao.
__ADS_1
Shio Fang mengiyakan perkataan dari leluhur Yanlao, karena dia memang akan memberi pelajaran kepada pangeran Hunshen setelah perkataan kasarnya sewaktu di istana raja dewa obat, walaupun resikonya akan sangat fatal baginya.
Pangeran Hunshen begitu sangat senang atas pernikahannya, karena memang pernikahan ini telah lama di nantinya, selain dapat memiliki wanita cantik putri satu satunya kaisar Cin Yang yang merupakan penguasa di kekaisaran cahaya illahi, pangeran Hunshen pasti akan mendapatkan banyak keuntungan dari pernikahan nya dengan Putri Cin Cin.
Pangeran Hunshen tak perduli jika saat ini putri Cin Cin telah memiliki anak perempuan yang berusia 5 tahun, keberadaan itu tak membuat pangeran Hunshen menjadi minder karena sebenarnya pernikahan itu hanyalah sebagai alat untuk mendapatkan kedudukan di istana kekaisaran cahaya ilahi.
Pada akhirnya penghormatan kepada keluarga dan parah leluhur akan segera digelar, kedua mempelai kini menghadap Kaisar dan seluruh anggota keluarga untuk mendapatkan Restu.
Setelah mendapatkan restu dari keluarga kini mereka akan menghadap ke sebuah altar yang telah disediakan, yang mana altar itu di artikan sebagai tempat para leluhur berdiam.
"Penghormatan pada langit dan bumi," ucap panitia penyelenggara acara pernikahan dengan penekanan di perkataannya.
Tampak air mata telah menetes di pipinya karena sebentar lagi dirinya akan menjadi istri yang sah bagi pangeran Hunshen, pemuda yang tak pernah dicintainya.
Baru saja putri Cin Cin akan melakukan penghormatan bagi para leluhur tiba-tiba saja suara yang begitu akrab di telinga nya berkumandang di tempat itu.
"Apakah kau benar-benar akan menikah hari ini tanpa kau mendapatkan izin dariku," ucap suara itu.
Putri Cin Cin yang sadar akan suara Itu segera memalingkan wajahnya, dan di sana dia dapat melihat sosok pemuda yang sangat dicintainya yang telah memberikannya seorang putri yang sangat cantik, berdiri dengan menatap tajam ke arah nya.
"Kak Shio Fang...!!" ucap putri Cin Cin dengan rasa keterkejutannya yang tinggi.
__ADS_1
Putri Cin Cin sebenarnya ingin berlari memeluk Shio Fang untuk melepaskan semua kerinduan dan penderitaannya saat ini, namun hal itu diurungkannya karena mengingat jika dirinya pernah ditolak oleh Shio Fang waktu berada di istana Raja Dewa obat, dan sang putri tak ingin penolakan itu terulang kedua kalinya yang pastinya akan membuat hatinya semakin sakit.
Mengingat hal itu putri Cin Cin hanya bisa terdiam tanpa bisa berucap sepatah kata pun juga, lidahnya saat ini benar-benar telah terasa kelu untuk berkata-kata.
"Cin Cin apakah kau masih ingin berdiri di situ dan memilih dia dengan tak berlari untuk memeluk ku?, aku telah mengetahui semua yang terjadi dan untuk itu maafkanlah aku," ucap Shio Fang.
Tanpa pikir panjang putri Cin Cin berlari kearah Shio Fang dan langsung memeluknya di bawah tatapan tajam para tamu undangan yang ada di tempat itu. Tangis putri Cin Cin yang sedari tadi ditahan nya, pada akhirnya pecah di dada bidang Shio Fang.
Dengan lembut Shio Fang membalas pelukan Putri Cin Cin berusaha menenangkannya.
Apa yang terjadi saat ini membuat seluruh tamu undangan merasa heran, mengapa Putri Cin Cin bisa memeluk orang lain di saat hari pernikahannya terjadi.
Pangeran Hunshen saat ini sudah tak lagi bisa mengendalikan amarahnya, namun pangeran Hunshen tak bisa melakukan penyerangan kepada Shio Fang, semua itu karena sang pangeran masih menghormati keberadaan Kaisar Cin Yang dan pangeran Cin Sha yang ada di tempat itu, sehingga pangeran Hunzen pada akhirnya berkata.
"Yang mulia kaisar Cin Yang, apakah kau hanya bisa berdiam diri melihat kejadian ini, pemuda itu telah berani memeluk calon istriku di depan para tamu undangan, bukankah hal ini sama saja dengan mencoreng aib di wajah keluarga besar kekaisaran kekaisaran cahaya ilahi," ucap pangeran Hunshen memprovokasi kaisar Cin Yang.
Wajah kaisar Cin Yang saat ini benar-benar merah menahan amarah, dia pun melirik ke arah putra mahkota sambil berkata.
"Aku ingin kau menyelesaikan masalah ini, dan aku ingin kau segera menangkap para pengacau yang telah merusak hari pernikahan adikmu," ucapnya.
Bersambung
__ADS_1