
Shio Fang memutuskan untuk tak bergabung dengan kelompoknya, dan lebih lebih memilih mengikuti kelompoknya dari kejauhan.
Kini kelompoknya telah tiba di darat dengan selamat, akan tetapi Shio Fang sangat prihatin kepada Yasmin yang terlihat sangat terpukul karena menyangka jika dirinya telah mati.
Di saat teman temannya tengah bersantap binatang buruan yang telah di panggang, Yasmin masih saja melamun dan tak ingin memakan sesuatu untuk mengisi perutnya, walaupun putri Cin Cin telah memberikan makanan padanya.
Melihat hal itu membuat Shio Fang mengkhawatirkan kesehatan Yasmin, dia tak menyangka jika wanita muda itu begitu sangat bersedih setelah dirinya di nyatakan mati.
Shio Fang yang masih tak ingin memperlihatkan dirinya kepada kelompoknya, di kejutkan dengan suara raja Dewa naga es yang berada di simbol dewa yang di milikinya.
"Shio Fang aku merasakan kelahiran kitab kuno Alkemis yang merupakan ilmu pengobatan dan pembuatan pil, aku ingin kau mendapatkannya karena kitab kuno itu sangat berguna bagimu di masa depan," ucap raja naga es.
"Guru di manakah sekarang kitab kuno itu?" tanya Shio Fang.
"Di sisi barat sekitar 50 kilo meter dari tempat ini ada sebuah reruntuhan bangunan masa lalu, kau bisa mencari kitab kuno tersebut disana karena kitab kuno itu terlahir tak memiliki tuan," jawab raja naga es.
"Ternyata gunung Orgy begitu sangat luar biasa dan penuh misteri, tak kusangka gunung Orgi telah melahirkan kembali sebuah benda pusaka kuno yang merupakan kitab Alkemis pembuatan pil obat," batin Shio Fang.
Shio Fang yang ingin segera pergi menuju ke reruntuhan di sisi barat, seketika itu menghentikan langkahnya karena dia merasa jika keselamatan Yasmin merupakan tanggung jawabnya, karena Yasmin telah bersamanya dari sekte kabut surgawi.
"Aku tak mungkin meninggalkan Yasmin di sini, aku telah bersamanya datang ke gunung orgy, paling tidak aku dapat mengantarkannya kembali ke sekte kabut surgawi dengan selamat," batin Shio Fang.
Dengan pemikirannya itu Shio Fang berkeinginan untuk mengajak Yasmin ikut bersamanya berpetualang, mencari barang barang berkualitas di dalam Gunung Orgy.
Malam hari pun tiba, Shio Fang mengendap endap diatas dahan pohon, dan dengan mengeluarkan suara memakai perantara angin lembut ke tempat di mana Yasmin berada, membuat Yasmin akhirnya mendengar perkataan Shio Fang.
"Aku masih hidup dan aku ingin berpetualang di gunung ini, jika kau ingin berpetualang denganku maka datanglah menemuiku," ucap Shio Fang sambil menunjukkan tempat keberadaannya.
Yasmin yang mendengarkan hal itu tentu saja sangat senang, diapun pada akhirnya datang menemui Shio Fang.
"Kemana saja kau..., kau telah membuatku sangat bersedih karena aku mengira kau telah mati di makan belut putih raksasa itu," ucap Yasmin dengan bercucuran air mata sambil memukul mukul dada bidang Shio Fang.
Shio Fang langsung memeluk Yasmin untuk menenangkannya, kemudian Shio Fang berkata.
"Sudahlah..., aku sekarang masuk hidup, saatnya kita bersenang senang di gunung ini untuk mencari semua benda berharga di dalamnya," ucap Shio Fang.
Yasmin terdiam dan menghapus air matanya, diapun mengangguk mengiyakan perkataan Shio Fang.
Dengan menggunakan kekuatan mata Dewa yang dimilikinya, Shio Fang melesat cepat menembus malam dengan Yasmin yang mengikutinya dari belakang.
Pagi hari Shio Fang akhirnya sampai kesebuah reruntuhan bangunan yang ingin di tujunya, namun sangat di sayangkan reruntuhan itu di penuhi dengan kawanan kera besar yang meninggalinya.
Shio Fang terus melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan kehadiran kawanan kera itu, namun seekor kera dengan bekas luka yang banyak terdapat di tubuhnya, seketika itu menghadang langkah Shio Fang dengan tatapan penuh amarah kepadanya.
"Sepertinya kera ini merupakan salah satu pemimpin kawanan kera, jika aku menyerangnya maka kawanan kera besar pasti akan ikut menyerang kita," ucap Shio Fang.
"Jika kera itu menyerang ada baiknya kita menghabisi nya, karena kita tak mempunyai cara lain untuk masuk ke dalam reruntuhan bangunan ini secara leluasa," jawab Yasmin.
Shio Fang menganggukkan kepalanya kemudian mengeluarkan pedang energi dari aura es yang di padatkan olehnya, kemudian diapun berkata kepada kera yang menghadang langkahnya.
Walaupun kau tak mengerti perkataanku tapi aku ingin mengatakan jika aku ingin mencari sesuatu di dalam reruntuhan ini, dan aku ingin kau tak mempersulitku dengan menghalangi jalanku," ucap Shio Fang.
Mendengar perkataan Shio Fang, kera itu langsung menunjuk ke arah Yasmin sambil menatap liar kearah wanita muda itu.
"Sepertinya kera itu menyukaimu, cek ..cek ..cek..., tak kusangka binatang pun menyukai akan kecantikanmu," ucap Shio Fang sambil mengedipkan matanya kearah Yasmin.
"Cukup Shio Fang.., aku tak suka candaan mu ini," jawab Yasmin.
__ADS_1
Yasmin yang kesal, langsung mengeluarkan pedangnya dan melesat cepat menyerang kearah kera besar yang ada di hadapannya.
Shio Fang sungguh menyesali telah menggoda Yasmin, sehingga Yasmin nekat menyerang kearah kera besar untuk melampiaskan kekesalannya, dan tentunya apa yang telah di lakukan Yasmin memicu kera kera besar lainnya untuk menyerang kearah mereka berdua.
Pada akhirnya perkelahian antara binatang dan manusia pun terjadi, satu persatu korban di pihak kera besar mulai berjatuhan, yang menimbulkan aroma anyir darah menyeruak ke udara.
Tiba tiba angin di tempat itu bertiup sangat kencang, yang membuat pepohonan bergoyang dengan kencang.
Semua kera segera mundur, dan tak lama kemudian teriakan teriakan keluar dari mulut para kera besar seperti mengeluk elukan sesuatu yang mereka agungkan.
Shio Fang dan Yasmin seketika itu juga menjadi siaga, karena perubahan alam membuat mereka yakin jika ada binatang buas kuat yang akan datang ketempat itu.
Shio Fang begitu sangat terkejut saat melihat seekor kera dengan bulu berwarna emas, yang tiba tiba saja muncul di hadapan Yasmin dan Shio Fang.
"Binatang Megic tingkat kaisar" ucap Shio Fang.
Mendengar perkataan Shio Fang membuat Yasmin seketika itu merasa takut, diapun lalu menarik tangan Shio Fang untuk segera pergi meninggalkan tempat itu, akan tetapi Shio Fang segera menahannya karena percuma untuk melarikan diri dari binatang magic tingkat kaisar, yang pastinya binatang Megic itu mampu mengejar dapat mengejar kemanapun mereka pergi.
"Berani sekali kau membuat kekacauan di tempatku ini dengan membunuh banyak kawanan keraku," ucap kera emas dengan tatapan menindas kearah Shio Fang.
"Kera emas..., aku tak bermaksud melakukan kekacauan dengan membunuh kawanan kera ini, semua itu terjadi karena para kawanan kera ini yang memulai masalah," jawab Shio Fang dengan tetap tenang.
"Ha..ha..ha..., anak muda siapapun yang memasuki wilayah kekuasaanku harus tunduk padaku, dan karena kau telah melakukan kekacauan maka ada baiknya kau ku binasakan," ucap kera emas.
Tiba tiba kera besar yang penuh luka di tubuhnya mendatangi kera emas, dan dia mengeluarkan kata kata yang tak di mengerti oleh Shio Fang.
Setelah mengatakan sesuatu hal kepada kera emas, kera besar itu pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Aku ingin kau menyerahkan wanita itu padaku, karena aku menginginkannya menjadi wanitaku," ucap kera emas.
Mendengar perkataan binatang tingkat kaisar yang berada di hadapannya, tentu saja membuat Yasmin semakin ketakutan, dia membayangkan jika sampai kera itu menyanderanya dan menidurinya kapanpun dia mau, membuat Yasmin seketika itu juga memeluk lengan Shio Fang dan berkata. "Shio Fang aku takut," ucapnya.
Yasmin mencoba berontak, akan tetapi aura kuat yang keluar dari tubuh kera emas membuatnya melemah dan tak berdaya.
"Shio Fang tolong aku," rintih Yasmin memohon.
Melihat kera emas dengan lancang membawa Yasmin darinya, membuat Shio Fang murka.
Mata dewa diaktifkannya, sementara pedang pemecah surga pun kini berada di tangan kananya, aura kekuatan tersembunyi dari kitab kuno pemberian dari gurunya pun seketika itu menyeruak yang membuat suasana alam sangat mencekam di tempat itu.
Shio Fang saat ini benar benar siap bertarung habis habisan dengan kera emas yang membawa Yasmin darinya.
"Aku ingin menantang mu bertarung secara kesatria, jika kau mampu mengalahkanku maka wanita yang ada padamu akan menjadi milikmu," ucap Shio Fang.
Perkataan Shio Fang yang menantangnya bertarung di wilayah kekuasaannya, tentu saja memicu amarah kera emas.
Kera emas langsung melemparkan Yasmin kearah kera yang penuh luka di tubuhnya, dan dengan sigap membawa Yasmin menjauh dari tempat itu, karena kera itu sedari awal telah menyukai Yasmin.
Melihat kera besar membawa Yasmin, Shio Fang segera melesat untuk mengejar akan tetapi kera emas telah lebih dahulu menghadang langkahnya.
"Kau tak akan kemana mana karena aku akan bertarung denganmu..!!, biarkan kera besar itu memuaskan hasratnya kepada wanitamu itu," ucap kera emas dengan tawanya.
Shio Fang benar benar tak kuasa lagi membendung amarahnya, dan dia berjanji akan menghancurkan semua kera yang berada di dalam reruntuhan ini jika sampai hal buruk menimpa Yasmin.
Dengan pedang pemecah salju yang berada ditangannya, Shio Fang bergerak sangat cepat dan langsung mengayunkan pedangnya kearah kera emas.
Kera emas begitu sangat terkejut merasakan kekuatan pedang yang berada di tangan Shio Fang, pedang itu mampu memecahkan aura pelindung di tubuhnya saat pedang itu bergerak kearahnya.
__ADS_1
"Pedang di tangan pemuda itu begitu sangat hebat, jika sampai pedang itu mengenai tubuhku maka aku pasti akan binasa," batin kera emas yang terus menghindari serangan cepat Shio Fang.
Kera emas segera mengeluarkan tongkat emas yang menjadi senjata andalannya, diapun kemudian membalas serangan serangan cepat yang di lakukan Shio Fang, sehingga benturan kedua senjata berkali kali terdengar di udara.
Walaupun Shio Fang memiliki berbagai macam tehnik kuat di dalam kitab kuno pemberian dari gurunya, tetap saja Shio Fang tak mampu membendung kekuatan tingkat kaisar sang kera emas, sehingga Shio Fang sedikit demi sedikit mulai terdesak.
Dalam pertarungan sengit itu tiba, tiba tiba suara raja naga es menggema di simbol dewa yang di miliki Shio Fang.
"Kau tak akan dapat mengalahkannya karena tingkat kekuatanmu yang masih rendah, walaupun kau telah menyerangnya dengan kekuatan dari kitab kuno pemberianku, dengan kekuatanmu yang serendah itu membuat tehnik di dalam kitab kuno itu tak efektif untuk mengalahkannya," ucap raja naga es.
"Apa yang harus kulakukan guru?" tanya Shio Fang.
"Aku akan meminjamkan kekuatan besarku untuk mengalahkannya, dan tentunya akan ada efek dari kekuatan yang ku pinjamkan itu kepadamu, jika kekuatanku itu telah menghilang maka kau akan merasakan sangat kedinginan, dan seluruh kekuatan yang kau miliki pun akan menghilang untuk sementara waktu selama rasa dingin itu masih menguasai tubuhmu, semua itu karena tingkat kekuatanmu yang belum mampu untuk menerima kekuatan es dariku" ucap raja naga es.
"Guru.., aku sanggup untuk menerima rasa dingin itu, selama aku dapat membunuhnya," jawab Shio Fang memantapkan hatinya.
"Baiklah Shio Fang, maka bersiaplah menerima kekuatan dariku," ucap raja naga es.
Kera emas yang menyerang Shio Fang kini menghentikan serangannya saat melihat cahaya putih keluar dari mata Shio Fang, dan aura tubuhnya seketika itu berubah drastis menjadi sangat kuat.
"Bagaimana mungkin dia dapat menjadi sekuat itu?, aku harus segera membinasakannya sebelum dia membinasakan ku," batin kera emas.
Kera emas segera mengayunkan tongkatnya kearah Shio Fang, sehingga tongkat itu berubah menjadi besar dengan permukaannya yang di penuhi lahar api.
Shio Fang yang telah mendapatkan kekuatan dari raja naga es, langsung menahan serangan itu dengan pedangnya yang membuat benturan kedua senjata pun terjadi.
Kera emas terpental dan tongkat di tangannya pun terlepas akibat benturan yang terjadi. Kera emas tak menyangka jika pemuda yang menjadi lawan tarungnya memiliki kekuatan binatang legenda surgawi, sehingga membuatnya terluka parah.
Sebelum kera emas itu dapat menguasai keadaan dirinya kembali, tiba tiba saja Shio Fang telah melesat cepat kearahnya dan menebaskan pedang pemecah surga tepat ke leher kera emas.
Kepala kera emas menggelinding di tanah, dan tak lama kemudian kepala dan tubuh kera emas telah berubah menjadi serpihan serpihan es, yang menyisakan batu inti jiwa berwarna emas dari kehancuran yang tercipta.
Seluruh kawanan kera besar yang melihat kematian pemimpinnya, segera melarikan diri masuk kedalam lebatnya hutan tanpa terkecuali, sehingga kesunyian pun melanda tempat itu.
Shio Fang segera meraih batu inti jiwa binatang tingkat kaisar yang ada di hadapannya, dan memasukan inti jiwa kera emas itu bersama tongkat emas milik kera emas ke dalam cincin ruangnya.
Sementara itu di tempat lain, kera besar yang membawa Yasmin pergi, seketika itu menghentikan larinya saat merasakan adanya pedang yang menusuk tubuhnya.
Kera besar tak menyangka sama sekali jika wanita muda itu dapat melukainya.
Flash back
Yasmin begitu sangat lemah dan tak bisa melakukan apa apa, saat kera besar menggendong tubuhnya pergi meninggalkan reruntuhan bangunan.
Namun dalam perjalanan kera besar, Yasmin dapat memulihkan diri dari aura kuat sang kera emas yang tak lagi menindasnya, dan setelah Yasmin mendapatkan kekuatannya kembali diapun langsung menusuk tubuh kera besar dengan pedang yang di keluarkan dari dalam cincin ruangnya.
*****
Kera besar ambruk ketanah dengan tubuh yang bersimbah darah, Yasmin begitu sangat puas dapat membunuh kera besar yang ingin menodainya.
Setelah membunuh kera besar, Yasmin kini di hadapkan dengan keadaan hutan yang lebat yang di tempatinya berada.
Saat memulihkan diri di dalam gendongan kera besar, membuat Yasmin tak memperhatikan arah kembali ke reruntuhan bangunan, sehingga Yasmin kebingungan untuk kembali ketempat Shio Fang berada.
Dengan keyakinan hatinya, akhirnya Yasmin memutuskan untuk mencari Shio Fang dengan memilih jalan yang diyakininya.
Bersambung
__ADS_1
Bantu dukungannya dong...