
1 Minggu telah berlalu keadaan kota kekaisaran cahaya naga mulai membaik, rumor mengenai penyusup yang masuk ke dalam kekaisaran kota perlahan-lahan mulai menghilang.
Shio Fang dan ketiga adiknya kini mulai melakukan penyamaran kembali, dan ketika adiknya juga telah dapat menyamar seperti layaknya Shio Fang, karena selama mereka menunggu satu minggu itu Shio Fang setelah mengajarkan teknik penyamaran kepada mereka bertiga.
Setelah mereka semua melakukan penyamaran dengan wajah yang asing satu dengan yang lainnya, tawa mereka tak lepas keluar dari mulut mereka mengingat wajah yang terlihat begitu sangat asing tak seperti wajah-wajah yang mereka lihat sebelumnya.
"Hari ini kita akan mencari markas aliansi hitam, ingat kita harus tetap waspada karena aliansi hitam pasti masih sangat berhati-hati kepada kita," ucap Shio Fang.
"Kami pasti akan selalu berhati-hati seperti yang kak Shio Fang inginkan. Kak Shio Fang, sepertinya kita harus berpencar untuk mencari markas aliansi hitam di kota ini, dengan kemampuan kita yang telah menginjak kekuatan semesta, tak akan banyak praktisi kuat di kota kekaisaran ini yang ingin berurusan dengan kita," ucap Shio Ju.
"Benar kak Shio Fang.., aku rasa sebaiknya kita berpencar untuk mempersingkat waktu pencarian aliansi hitam, dan jika kita menemukannya maka kami akan mengabarkannya kepada kak Shio Fang," timpal Shio Zen.
"Baiklah jika begitu, ambillah batu kristal ini masing-masing, dengan adanya batu kristal ini di tangan kalian, maka kita akan bisa saling berhubungan, karena di dalam batu kristal ini terdapat kekuatan spiritual ku di dalamnya," ucap Shio Fang.
Mereka bertiga menganggukkan kepala kemudian mengambil masing-masing batu kristal hitam yang berada di tangan Shio Fang, kemudian menyimpannya.
"Karena sudah tak ada lagi yang perlu kita bahas maka mari kita mulai melakukan pencarian," ucap Shio Fang.
Kembali ketiganya menganggukkan kepala mendengar perkataan dari Shio Fang, dan pada akhirnya mereka melesat pergi berpencar keempat arah yang berbeda.
Shio Fang kemudian mencari tempat tersembunyi agar dapat mengeluarkan kekuatan spiritual yang dimilikinya, untuk melacak tempat praktisi aliansi hitam yang sebelumnya telah terpasang jejak spiritual Shio Fang di tubuhnya.
"Ternyata markas aliansi hitam dipenuhi dengan pelindung yang sangat kuat, sehingga aku tak dapat menembus keberadaan praktisi tersebut dari jauh. Jika saja praktisi itu diluar markas aliansi hitam maka aku pasti akan mengetahui keberadaannya," batin Shio Fang.
Shio Fang kembali berjalan menuju kota, saat ini tujuannya adalah beberapa bangunan besar yang berdiri megah di tengah tengah kota, namun selama beberapa waktu berlalu untuk mencari markas aliansi hitam yang diinginkannya, Shio Fang masih tak dapat menemukan markas aliansi hitam itu.
Sepertinya markas aliansi hitam tak berada di tengah kota lebih baik sekarang aku mencarinya ke pinggir kota, siapa tahu markas aliansi hitam berada di sana," batin Shio Fang.
Setelah memutuskan untuk mencari ke pinggiran kota, pada akhirnya Shio Fang malesat pergi menjauhi kota yang dipenuhi dengan keramaian, hingga pada akhirnya dia menemukan reruntuhan sebuah bangunan yang menyisakan kejayaan bangunan itu di masa lalu.
Entah mengapa Shio Fang merasakan jantungnya berdetak saat menyusuri bangunan tersebut, dan tiba tiba saja cahaya putih cerah keluar dari dalam reruntuhan bangunan yang berada di tempat itu.
Shio Fang saat ini melihat sebuah sosok jiwa yang tengah berdiri di hadapannya, dan sosok jiwa itu memakai jubah dengan simbol naga salju di dada kirinya.
"Akhirnya kau sampai juga di reruntuhan klan naga salju, aku telah menunggu kehadiranmu cukup lama di tempat ini," ucap sosok laki-laki tua paruh baya yang saat ini berada di hadapan Shio Fang.
Melihat jiwa laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya menunjukkan sikap bersahabat, Shio Fang kemudian menangkupkan kedua tangannya dan berkata.
"Sebenarnya aku tengah berhadapan dengan siapa, dan mengapa anda menungguku di tempat ini, apakah kita sebelumnya pernah bertemu?" tanya Shio Fang.
"Namaku Wonglisun, aku merupakan leluhur pendiri klan naga salju yang telah musnah oleh kekejaman aliansi hitam di masa lalu, kau adalah penerus klan satu-satunya yang tersisa yang masih mengalirkan darah pendiri klan naga salju di masa lalu".
Shio Fang..., Aku ingin kau kembali mendirikan Clan naga salju karena kau mampu untuk melakukan hal itu, aku ingin kau mencari anggota klan yang masih tersisa karena waktu pemusnahan klan naga salju beberapa anggota penting klan telah mengambil tugas di luar sehingga mereka semua tak ikut musnah, di samping itu ada beberapa klan cabang yang tak ikut musnah yang berada di wilayah kekaisaran cahaya naga, yang mungkin saat ini Clan cabang tersebut telah berubah nama untuk menghindari pemusnahan yang dilakukan oleh aliansi hitam". Ucap leluhur klan naga salju.
Shio Fang kemudian menggelengkan kepalanya dan berkata. "Saat ini aku tak bisa menghidupkan klan naga salju, mengingat aku memiliki tugas besar untuk menghidupkan kembali pasukan jendral perang nirwana yang tertidur dalam menghadapi para iblis dari alam bawah, jika leluhur memberikan sedikit waktu maka di masa depan aku pasti akan membangkitkan Clan naga salju kembali," jawab Shio Fang.
__ADS_1
"Ha...ha..ha.., aku tak menyangka jika kau adalah orang yang terpilih itu, jika Klan naga salju masih berdiri pasti mereka semua akan bangga dengan prestasimu yang telah menjadi manusia terpilih oleh para dewa nirwana. Aku akan mendukung apapun yang menjadi keputusanmu dan aku akan memberikan warisan ku saat ini juga kepadamu, karena kau berhak menerimanya sebelum aku menghilang untuk selamanya dari alam surgawi," ucap Leluhur klan naga salju.
Setelah berkata seperti itu, laki-laki paruh baya yang ada di hadapan Shio Fang kemudian menjentikkan jarinya, dan tiba-tiba saja sebuah cahaya putih sebesar kelereng dengan Aura yang sangat megah dan tirani, melesat menuju ke dalam dahi Shio Fang hingga membuat Shio Fang merasakan energi murni yang meluap di dalam dan tiangnya setelah cahaya itu benar-benar masuk ke dalam tubuhnya.
"Shio Fang..., di sisi Timur reruntuhan bangunan ini terdapat sebuah tempat yang tersegel, di sana terdapat barang-barang yang merupakan hasil kejayaan klan naga salju di masa lalu, dan kau bisa menggunakan barang-barang itu untuk keperluan mu dan juga untuk mendirikan Clan naga salju di masa depan".
"Shio Fang.., aku tak bisa berlama-lama untuk menemanimu karena jiwaku sudah tak bisa bertahan lagi, aku hanya berharap kepadamu jika di masa depan klan naga salju yang pernah berjaya di alam Surgawi dapat bangkit kembali," ucap leluhur Wonglisun.
Tak lama setelah berkata seperti itu tubuh leluhur Wonglisun perlahan-lahan memudar, dan pada akhirnya benar benar menghilang dari pandangan mata Shio Fang.
Shio Fang kemudian menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan penghormatan yang terakhir kepada leluhurnya, kemudian Shio Fang berkata.
"Terimakasih atas warisan yang telah kau berikan kepadaku, dan aku berjanji kepadamu di masa depan aku pasti akan menghidupkan kembali kejayaan klan naga salju melebihi kejayaan yang pernah dimiliki klan naga salju sebelumnya," ucapnya.
Shio Fang mulai melakukan meditasi tempat itu untuk menyerap energi murni yang merupakan warisan dari leluhur klan naga salju.
Aura megah dan sangat tirani terpancar dari tubuh Shio Fang, saat energi murni telah dapat diserapnya hingga lautan dantian yang ada di dalam tubuh Shio Fang meluas hingga tak terhingga batasnya.
Ledakan dua kali di dalam dantian Shio Fang, membuatnya dapat menembus ranah tingkat semesta bintang 4 sempurna dilakukannya, dan pada akhirnya Shio Fang membuka matanya dan merasakan jika tubuhnya saat ini berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.
Shio Fang kemudian mencoba kekuatan yang baru di dapatkannya itu, sehingga puluhan naga salju kini berputar mengelilingi tubuhnya yang membuat daerah tempat itu hancur dan rata dengan tanah.
"Kekuatan ini begitu sangat menakjubkan apalagi telah ku satukan dengan tubuh nirwana yang kumiliki, aku bisa merasakan jika seorang praktisi ranah semesta bintang 6 terkena serangan ini, maka di pastikan dia akan mengalami kerugian yang sangat besar".
"Aku bisa merasakan kekuatan yang baru kudapatkan ini dapat melebihi kekuatan teratai pemusnah, dari penggabungan inti es Lotus surga dan inti angin petir hitam misterius yang kumiliki, dan bahkan kekuatan ini mampu untuk menyaingi pedang pemecah surga yang menjadi andalanku selama ini".
Shio Fang kemudian menuju ke sisi timur reruntuhan bangunan, dan di sana dia dapat melihat sebuah segel yang sangat kuat dan dijaga seekor naga salju yang memancarkan aura tirani dari dalam tubuhnya.
Naga itu merupakan binatang legenda surgawi kuno yang sangat kuat, yang kekuatannya melebihi kekuatan raja gorila naga bersayap kelelawar yang pernah ditemuinya saat mencari reruntuhan makam para dewa di gunung lahar api.
Shio sedikit bergidik ngeri melihat naga raksasa itu yang telah berdiri dan menatap tajam ke arahnya. Hembusan dingin dari nafas Sang Naga benar-benar membuat area sekitar tempat itu membeku, sampai-sampai tanah yang dipijak oleh Shio Fang kini berubah menjadi es.
Tiba tiba suara Sang Naga berbicara kepada Shio Fang. Berani sekali kau masuk ke wilayah kekuasaanku manusia, segeralah kau pergi dari tempat ini atau tubuhmu akan ku rubah menjadi serpihan-serpihan es yang akan menemani para praktisi yang mencoba untuk memaksa masuk ke dalam rumah harta yang ku jaga ini," ucapnya.
Shio Fang yang mengetahui jika binatang legenda surgawi yang ada di hadapannya dapat membuatnya kerepotan jika harus bertarung dengannya, dengan cepat menangkupkan kedua tangannya memberi hormat kepada Sang Naga kemudian berkata.
"Aku telah menerima warisan dari leluhurku untuk masuk ke dalam rumah harta klan naga salju, sekiranya naga salju dapat memberikanku jalan untuk dapat memasukinya," ucap Shio Fang.
"Warisan katamu? tak akan ada satupun dari keturunan sahabatku Wonglisun yang masih hidup sampai saat ini, karena mereka semua telah musnah. Aku tak ingin kau mengaku sebagai keturunan sahabatku Wonglisun, karena aku tak akan membiarkan mu untuk memasuki rumah harta dan bahkan aku bisa menghancurkan kapanpun juga, Jika kau terus mengatakan sebagai garis keturunan terakhir dari sahabatku Wonglisun," ucap naga salju.
Shio Fang berpikir keras agar dapat meyakinkan naga raksasa yang berada di hadapannya, dan pada akhirnya Shio Fang menemukan ide untuk dapat meyakinkan Sang Naga.
"Jika kau merupakan sahabat dari leluhurku, maka darahku ini bisa sebagai bukti jika aku merupakan keturunan generasi terakhir pendiri klan naga salju," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian menyayat tangannya dengan belati yang dikeluarkan dari dalam cincin ruangnya, kemudian mengibaskan tangan yang tersayat belati, maka darah segar seketika itu juga menyebar di udara.
__ADS_1
Naga salju dapat mencium aroma darah itu seperti darah yang mengalir di tubuh sahabat, sehingga Sang Naga kini sangat yakin jika anak muda yang ada di hadapannya merupakan keturunan generasi terakhir Wonglisun.
Naga salju itu kemudian menghilangkan Aura tirani yang keluar dari dalam tubuhnya, dan tak lama dia pun menundukkan kepalanya seakan-akan mengiyakan jika saat ini pemuda yang ada di hadapannya merupakan keturunan terakhir pendiri klan naga salju.
"Maafkan atas ketidaktahuanku ini sehingga aku kurang sopan kepada anda penerus klan naga salju. Jika kau ingin masuk ke dalam rumah harta maka aku akan mempersilahkannya," ucap naga salju.
"Trimakasih karena anda telah mengizinkanku untuk memasuki rumah harta, namun sebelum aku masuk ke dalam rumah harta, aku ingin mengetahui secara pasti mengapa Clan naga salju bisa lenyap, dan apa hubunganmu dengan leluhurku Wonglisun?" tanya Shio Fang.
"Aku dahulunya merupakan naga salju yang terbuang dari nirwana yang tak diakui oleh para dewa, semua itu karena kedua orang tuaku merupakan ras Dewa yang terbuang akibat kesalahannya di masa lalu".
"Setelah orang tuaku mati oleh hukuman yang dilakukan para dewa, aku jatuh ke alam surgawi sebagai bayi naga yang tak memiliki kemampuan apa-apa, hingga pada akhirnya sahabatku Wonglisun menemukanku dan merawat ku hingga aku besar dan terjadi ikatan persahabatan dengannya".
"Leluhurmu merupakan praktisi terkuat di masa lalu, dan ambisinya ingin menjaga seluruh alam dari ke ankara murkaan dengan kekuatan yang dimilikinya. Namun sayang keinginannya itu harus berakhir Setelah dia bertarung melawan Kaisar iblis dari alam bawah, dan pada saat itu aku pun ikut membantunya untuk bertarung hingga pada akhirnya sahabatku mati dan seluruh kemampuan yang dimilikinya semasa masih hidup telah dimusnahkan oleh kaisar iblis, hingga yang tersisa hanya sedikit energi murni yang mampu membuat jiwanya bertahan di tengah tengah dimensi antara alam Surgawi dan alam cahaya Yuan.
"Aku yang memiliki kemampuan pada akhirnya membantu sahabat ku Wonglisun untuk keluar dari dimensi di antara kedua alam dan juga dari ganasnya Kaisar iblis, namun sayang setelah aku datang ke tempat ini Clan naga salju telah hancur oleh kelompok yang disebut aliansi hitam".
Dengan jiwa besarnya sahabatku Wonglisun tak memperbolehkan aku untuk membalas kehancuran klan naga salju, karena hal itu takkan bisa membalikan klan naga salju yang telah dihancurkan oleh aliansi hitam, yang pastinya jika Aku menggunakan kekuatanku untuk menghancurkan aliansi hitam maka raja-raja iblis yang berada di alam surgawi pasti akan mencariku, dan tentunya hal itu akan membuat kerugian besar bagiku, dan sahabatku tak menginginkan hal itu terjadi padaku".
"Wonglisun sahabatku berharap suatu hari nanti masih ada keturunannya yang masih hidup walaupun keyakinannya itu keberhasilannya hanya satu persen saja, dan saat aku melihatmu untuk pertama kalinya aku merasa jika kau melakukan kebohongan besar, namun darah yang keluar dari dalam tubuh membuktikan jika kau memang merupakan keturunan terakhir darinya, Anak muda di dalam rumah harta banyak terdapat berbagai macam harta dan benda pusaka serta teknik beladiri dari klan naga salju, kau bisa menggunakan apapun di dalam rumah harta sesuka hatimu karena itu merupakan takdir warisan dari leluhurmu".
"Anak muda..., Aku berharap sebagai sahabat dari leluhurmu agar suatu hari nanti kau dapat membangkitkan kembali klan naga salju, karena hal itu yang telah membuat jiwa sahabat Wonglisun bertahan untuk menunggu pewaris yang akan mendapatkan warisannya untuk dapat membangun kembali Clan naga salju, walaupun dia harus menunggu hingga ribuan tahun lamanya, Anak muda Clan naga salju hancur karena sebuah keserakahan, dan hanya kau yang mampu untuk membalaskan apa yang telah dilakukan aliansi hitam kepada klanmu," ucap naga salju.
"Paman naga apa yang akan kau lakukan setelah aku mendapatkan warisan rumah harta yang Kau jaga selama ini?" tanya Shio Fang.
Naga salju terdiam sesaat, dia tak dapat berkata apa-apa karena memang tujuan hidupnya selama ini hanya untuk menjaga warisan harta yang ditinggalkan klan naga salju, semua itu untuk membalas kebaikan sahabatnya Wonglisun kepada dirinya di masa lalu.
Melihat diam nya sang naga, membuat Shio Fang kemudian berkata. "Paman naga bagaimana jika kau ikut denganku karena tujuan hidupku untuk menjaga keseimbangan alam, dan tentunya di masa depan aku akan bertarung melawan Kaisar iblis dari alam bawah, karena hanya Kaisar iblis yang menjadi halangan besar bagi seluruh alam untuk mendapatkan kedamaiannya," ucap Shio Fang.
Naga salju menatap tajam ke arah Shio Fang dia melihat jiwa dan semangat sahabatnya berada di tubuh anak muda itu, matanya seketika itu mengeluarkan kilatan membunuh yang membuat area di tempat itu hancur lebur akibat Aura es yang keluar dari tubuh Sang Naga.
"Kaisar iblis ya..., aku memang memiliki dendam dengannya karena dirinya yang telah membuat sahabat mati. Anak muda karena kau merupakan keturunan dari sahabat ku maka aku akan ikut denganmu tapi tanpa wujud yang seperti ini. Ijinkan aku untuk berada di salah satu senjata pusakamu agar aku mendapat tinggal di dalamnya, namun senjata itu haruslah memiliki kriteria sebagai senjata yang memiliki kualitas tingkat tinggi agar aku dapat menyatu dengannya," ucap naga salju.
Shio Fang dapat bernapas dengan lega karena naga salju yang berada di hadapannya akan ikut bersamanya, dan tentunya hal itu merupakan suatu keberuntungan bagi Shio Fang mengingat kekuatan besar yang dimiliki Sang Naga merupakan kekuatan yang akan sangat sulit mencari tandingannya.
Shio Fang kemudian mengeluarkan pedang pemecah surga dari dalam tubuhnya, pedang itu mengeluarkan aura dingin yang sangat Agung dan tirani, dan tentu saja keberadaan pedang pemecah surga di tangan Shio Fang membuat naga salju kenudian berkata.
"Pedang yang berada di tanganmu memang merupakan pedang berkualitas tinggi, dan aku bisa tinggal di dalam sana," ucap nya.
Naga salju tiba-tiba saja berubah menjadi asap putih, dan asap putih itu langsung menuju ke arah pedang pemecah surga, hingga pada akhirnya naga salju menyatu dengan pedang yang berada di genggaman tangan Shio Fang.
Setelah naga salju menyatu dengan pedang pemecah surga, tak lama kemudian suara naga salju menggema dari dalam pedang yang berada di dalam genggaman tangan Shio Fang.
"Kau bisa melakukan percakapan denganku dengan menyalurkan energi spiritual mu ke dalam pedang pemecah salju, jika suatu hari nanti kau mengalami kesulitan," ucap naga salju.
"Baik paman naga, aku pasti akan menghubungimu jika aku mengalami kesulitan di dalam perjalananku," jawab Shio Fang.
__ADS_1
Setelah tak ada lagi suara naga salju dari dalam pedang pemecah surga, Shio Fang kemudian menyimpan kembali pedang yang berada di genggaman tangannya itu kedalam dantiannya.
Bersambung.