Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Jintan adalah Yasmin


__ADS_3

"Yasmin..!?"


Shio Fang seperti tak percaya dengan penglihatannya, Yasmin yang merupakan Putri ketua sekte kabut surgawi yang dikenalnya sewaktu perjalanan ke gunung orgy dalam mencari senjata bagi putri Cin Cin dan pangeran Cin Sha, entah mengapa kini telah berubah menjadi wanita yang sangat kejam dan menakutkan sehingga membuat Shio Fang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi padanya.


Shio Fang segera melesat ke arah Yasmin yang tergeletak di arena batu untuk memastikan keadaannya baik-baik saja, namun keadaan Yasmin saat ini tengah terluka dalam yang sangat parah hingga membuat Shio Fang begitu sangat miris melihatnya.


"Apa yang telah kau lakukan, Kau seperti menganggapku musuh bebuyutan yang telah lama mendarah daging di hatimu, karena semua serangan yang kau tunjukkan padaku sangat mematikan sampai-sampai kau menggunakan teknik larangan dari sekte cahaya kemurnian suci, hanya untuk melukaiku. Yasmin mengapa kau lakukan itu padaku?" tanya Shio Fang.


Yasmin tak menjawab perkataan Shio Fang, wajahnya segera dipalingkan ke arah lain agar tak melihat tatapan mata Shio Fang yang tertuju ke arahnya, hanya tetesan air mata yang terus membasahi wajahnya yang saat ini terlihat sangat pucat.


Melihat Yasmin tak menanggapi perkataannya, Shio Fang hanya terdiam dan tangannya segera meraih pergelangan tangan kanan Yasmin, kemudian memeriksa keadaan tubuhnya dengan menggunakan kekuatan spiritual pelahap kekosongan.


"Celaka beberapa titik fital di dalam meridiannya saat ini telah terluka sangat parah, dan hal ini dapat membuat Yasmin menjadi lumpuh karena tak mampu untuk menyalurkan energi murni dari dalam dantiannya".


"Jika luka dalam yang di deritanya tak benar-benar mendapatkan penanganan yang serius dari para ahli di bidang alkemis, maka Yasmin akan sulit untuk berkultivasi kembali," batin Shio Fang.


Shio Fang sedikit merasa kegembiraan di hatinya karena Dantian Yasmin tak sampai terluka, jika sampai terluka seperti halnya Shio Zen maka tak ada harapan bagi Yasmin untuk dapat berdiri sebagai seorang praktisi ahli beladiri di alam Surgawi.


Tiba tiba Guru Gobin dan ketua Quin Zhu datang bersama para Alkemis dari kekaisaran cahaya surga ketempat itu, yang ingin membawa Yasmin segera kembali pengobatan istana untuk mendapatkan pertolongan.

__ADS_1


Shio Fang kemudian berkata. "Aku pasti akan datang kepadamu untuk menyembuhkan merindian mu yang terluka, agar kau dapat pulih seperti sedia kala," ucap Shio Fang setelah melihat Yasmin di bawa oleh anggota Alkemis dari balai pengobatan istana cahaya surga.


Yasmin menatap ke arah Shio Fang dengan tatapan yang sulit diartikan, dan terlihat air matanya semakin deras membasahi wajahnya yang bersih dan mulus.


Shio Fang menarik nafas dalam-dalam saat melihat Yasmin telah hilang dari pandangan matanya, dan tiba-tiba Shio Fang dikejutkan dengan sebuah tangan yang menepuk pundaknya dengan lembut.


Shio Fang menoleh dan melihat guru Gobin telah berada di dekatnya.


"Shio Fang kau harus lebih berhati-hati kepada perasaan wanita, hati mereka sangat peka dengan kebaikan yang telah kau berikan yang dapat membuat hati mereka diwarnai oleh rasa cinta darimu. Dalam hal ini kau harus berlaku tegas agar kejadian hari ini tak terulang lagi di masa depan".


"Shio Fang..., Jika seorang wanita telah tersakiti maka dia akan berubah 180 derajat menjadi seseorang yang sangat menakutkan, kebencian di dalam hatinya akan terus berada di hatinya sampai dia melampiaskan kebencian itu dengan melakukan hal yang tak masuk akal, aku ingatkan padamu, jika kau ingin bermain api maka pasti akan terbakar, jika kau menanamkan harapan di hati para wanita yang terpesona akan dirimu, maka di masa depan kau harus bersiap untuk mendapatkan kebencian jika harapan mereka tak terbalaskan," ucap guru Gobin.


"Bagus.., sekarang beristirahatlah karena babak final dalam kompetisi ini akan dilakukan esok hari," ucap Guru Gobin.


Shio Fang segera menganggukan kepalanya dan tak lama kemudian dia pun pergi meninggalkan arena batu untuk mencari keberadaan putri Bilqis dan Marilyn.


Setelah semua penonton telah membubarkan diri karena guru Gobin telah mengumumkan jika pertarungan kompetisi hari telah berakhir dan akan dilanjutkan esok hari, hal itu membuat arena batu dan sekitarnya kini kembali sunyi.


Shio Fang menghentikan langkahnya setelah melihat dua orang wanita tengah berada di hadapannya, dia adalah Marilyn dan putri Bilqis, dan hati kecilnya berkata jika kedua wanita itu sebelum nya telah saling berbicara dari hati ke hati mengenai dirinya, dan tentu saja Shio Fang akan menerima apapun keputusan dari mereka berdua.

__ADS_1


Shio Fang sesaat menatap mereka keduanya kemudian berjalan dengan tenang ke arah mereka.


"Aku akan memutuskan semua hari ini, dan jika yang terburuk aku harus kehilangan mereka berdua maka aku harus menerimanya," batin Shio Fang.


Shio Fang telah berdiri di hadapan kedua wanita cantik yang menampakkan wajah penuh amarah, hal itu membuat Shio Fang hanya bisa terdiam dan terpaku membisu.


"Kak Shio Fang kita telah dijodohkan sedari kecil oleh kedua orang tua kita, dan aku selalu berharap jika pemuda itu dapat menjaga hatinya setelah jauh dariku, dan tak ku sangka selama ini kau telah menduakan aku dan itu merupakan sesuatu hal yang sangat menyakiti hatiku," ucap putri Bilqis.


"Kau terlalu kejam, dengan segala pesonamu kau telah menjebak kami berdua dalam ikatan asmara yang sangat menyedihkan, harapanku untuk hidup bersamamu kini telah pupus dan kami berdua telah bersepakat untuk mengakhiri hubungan ini," ucap Marilyn dengan kemarahan di wajah nya.


Shio Fang kemudian menatap kedua wanita itu dalam dalam sambil berkata. "Aku tak bisa berharap banyak untuk memperbaiki hubungan ini karena kalian berdua telah memutuskannya, aku harap setelah kejadian ini tak ada permusuhan di antara kita karena awalnya kita telah berhubungan baik, dan perpisahan ini juga baik-baik".


"Putri..., Marilyn..., setelah kita jalan terpisah tanpa adanya hubungan suatu ikatan, jagalah diri kalian baik baik," ucap Shio Fang.


Setelah berkata seperti itu, Shio Fang kemudian membalikkan tubuhnya untuk melangkah pergi dari hadapan kedua wanita yang kini memasang wajah bersedih.


Di dalam hati kedua wanita itu begitu sangat menyesali tindakan yang telah mereka berdua lakukan, karena mereka berdua mengambil keputusan dalam posisi hati yang di penuhi amarah hingga tak memikirkan hubungan baik yang telah mereka bina dengan Shio Fang.


Namun untuk menarik kata-kata yang telah terucap itu sudah tak mungkin, rasa malu tentu akan membuat mereka berdua tak mampu berdiri di hadapan Shio Fang, hingga keduanya memutuskan kembali ke kediaman masing masing.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2