
Shio Fang menatap Putri giok dari kejauhan dan samar-samar dia merasakan jika dirinya pernah bertemu dengan wanita bercadar ungu itu sebelumnya, namun Shio Fang saat ini tak dapat mengenali secara pasti siapa wanita muda itu, dan dia pun tak ingin ceroboh menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengenali putri giok, karena pemindaian yang dilakukannya dengan menggunakan kekuatan spiritual pasti akan diketahui oleh Putri giok, karena saat ini wanita bercadar biru itu telah menembus kekuatan ranah semesta yang selangkah lagi akan menembus ranah semesta abadi.
"Aku pasti akan mengetahui siapa dia setelah aku bertemu dengannya secara langsung," batin Shio Fang.
Setelah Shio Fang melihat kelompok besar itu mulai memasuki wilayah kawasan istana Raja Dewa obat, Shio Fang kemudian menyuruh rombongannya untuk bergerak memasuki wilayah tersebut.
Di dalam perjalanan itu Shio Fang dapat merasakan masih ada beberapa angin surgawi di sekitar tempat itu, walaupun tak seganas badai surga namun angin surgawi cukup mampu membuat seorang praktisi di ranah semesta kesulitan untuk menghadapinya.
Shio Fang dan kelompoknya terus berjalan mengikuti informasi peta yang ada di dalam pikirannya, hingga pada akhirnya secara tak terduga terduga Shio Fang bertemu dengan klan Wu yang merupakan suku penguasa terkuat di daratan surgawi.
Pemimpin klan Wu merupakan seorang pemuda yang telah menembus kekuatan selangkah lagi menjadi abadi, seketika itu menghadang langkah Shio Fang.
Pemuda itu tertawa terbahak-bahak karena dia dapat merasakan dengan kekuatan spiritualnya, jika peta menuju istana Raja Dewa obat ada pada Shio Fang dan pemuda itu menginginkan peta tersebut.
"Aku tak menyangka jika aku akan bertemu dengan seorang anak muda yang memiliki peta menuju istana Raja Dewa obat, kau...!! serahkan peta tersebut jika tidak jangan salahkan aku jika seluruh praktisi yang ada di dalam kelompokmu aku musnahkan," ucap pemuda yang bernama Wu Zu, yang juga merupakan jenius sekaligus putra dari pemimpin suku jiwa.
Shio Fang berpikir sesaat untuk melihat keberuntungan kelompoknya dalam menghadapi para praktisi dari suku jiwa, namun untuk saat ini Shio Fang harus mengurungkan niatnya untuk melakukan pertarungan dengan kelompok suku jiwa, selain kalah jumlah di dalam kelompok suku jiwa masih terdapat tiga orang praktisi yang telah menembus ranah semesta bintang 7 sempurna.
__ADS_1
"Jika aku harus bertarung dengannya maka kemenangan akan sangat sulit ditentukan, leluhur Yanlao masih bisa menghadapi pemuda itu, aku sendiri masih bisa menghadapi salah satu praktisi di ranah semesta bintang 7 sempurna, dan ketiga adikku masih sanggup menghadapi dua praktisi berkekuatan ranah semesta bintang 7 sempurna, namun aku mengkhawatirkan keberadaan paman Canglong dan Linyosi karena di dalam kelompok ini mereka berdua lah yang terlemah, dan tentu saja hal itu akan membahayakan nyawa mereka berdua".
"Aku akan menyerahkan peta itu kepadanya, lagi pula peta itu sudah tak mempunyai arti apa-apa padaku dan jika aku berikan kepadanya maka dengan mudah aku menghancurkan peta itu," batin Shio Fang.
Setelah berfikir seperti itu, Shio Fang kemudian berkata. "Jika kalian menginginkan peta yang ada di tanganku maka aku akan memberikannya, asalkan seluruh kelompokku dapat aman dari kalian semua," ucap nya.
"Tentu saja aku akan melepaskan kelompokmu," ucap Wu Zu dengan singkat.
Wu Zu sebenarnya juga tak menginginkan pertarungan dengan kelompok Shio Fang, mengingat di dalam kelompok itu terdapat seorang praktisi yang juga telah menembus ranah selangkah lagi menjadi abadi, di samping itu juga terdapat tiga praktisi di ranah semesta bintang 6 sempurna, Seorang praktisi diranah semesta bintang 5 sempurna, seorang praktisi diranah semesta bintan 4 sempurna, dan seorang praktisi yang telah menembus ranah semesta bintang 7 awal.
Setelah mendengar perkataan dari pemuda itu, Shio Fang kemudian menyerahkan peta menuju ke istana Raja Dewa obat yang ada di tangannya, setelah itu Shio Fang kemudian mengajak kelompoknya untuk meninggalkan tempat itu walaupun di dalam hati para praktisi yang ada di dalam kelompok Shio Fang begitu sangat protes, karena Shio Fang memberikan peta yang ada di tangannya dengan sangat mudah dan tanpa mempertimbangkan pemberian peta itu kepada kepada mereka semua.
Namun perlahan-lahan praktisi yang berada di dalam kelompok Shio Fang dapat mengerti dengan keadaan yang ada, karena mereka semua yakin jika Shio Fang memiliki rencana lain mengenai peta itu.
"Kau tak usah memikirkan mengapa Shio Fang memberikan peta itu kepada pemimpin klompok suku jiwa, karena Shio Fang merupakan pemuda yang penuh dengan kehati-hatian dalam langkah," ucap paman Canglong terhadap Linyosi yang masih tak terima dengan penyerahan peta itu terhadap pemimpin suku jiwa.
"Semoga saja Paman tak salah mengartikan mengenai Shio Fang," ucap Linyosi dengan wajah yang terlihat sangat kesal.
__ADS_1
Kelompok Shio Fang terus berjalan menuju ke istana raja dewa obat, tampak terlihat di sepanjang perjalanan mayat mayat para praktisi yang telah terlebih dahulu berjalan masuk ke wilayah istana raja obat, bergelimpangan akibat terkena angin surgawi karena tersesat dan tak menemukan jalan menuju ke istana Raja Dewa obat.
Setelah Shio Fang merasa jauh dari kelompok suku jiwa, Shio Fang kemudian mengaktifkan segel yang berada di peta yang ada di tangan Wu Zu, yang membuat peta itu seketika hancur menjadi debu.
"Kurang ajar pemuda itu sengaja ingin mempermainkanku dengan menghancurkan peta ini dari kejauhan," ucap Wu Zu dengan penekanan di perkataannya.
Tampak terlihat pemimpin dari kelompok suku jiwa itu sangat murka karena Shio Fang telah mengingkari kesepakatan yang telah dibuat.
Seorang pemuda segera menghampiri Wu Zu kemudian dia berkata. "Adik..., kau tak usah mengkhawatirkan mengenai peta itu karena saat ini aku telah memasang jejak spiritual di tubuh wanita yang terlemah di dalam kelompok pemuda itu, dan kelompok kita bisa mengikuti mereka dari kejauhan," ucapnya.
Wu Zu kemudian tertawa kecil dan tak lama kemudian dia pun berkata. "Kakak Wu Han kau memang bisa diandalkan di saat-saat ganting seperti ini, aku sudah tak sabar untuk mendapatkan kelompok itu di istana raja dewa obat dan menghancurkannya," jawab Wu Zu.
"Kau pasti dapat membalaskan penghinaan yang telah diberikan kelompok itu kepadamu saat berada di istana Raja Dewa obat, dan aku sangat yakin jika di istana raja dewa obat merupakan tempat penguburan bagi kelompok pemuda itu," ucap Wu Han.
Setelah berkata seperti itu kedua pemuda yang berasal dari suku jiwa kemudian tertawa terbahak-bahak, membayangkan bagaimana teror menakutkan yang akan mereka berikan kepada kelompok dari Shio Fang.
Bersambung
__ADS_1