
Shio Fang menyerahkan keamanan istana Jiangma kepada saudara saudaranya, termasuk keselamatan ibu, ayah dan kedua istrinya setelah Shio Fang memasuki retret kultivasi penyempurnaan batu kristal Semesta.
Shio Fang kemudian masuk ke alam jiwa dan di sana dia pun mengeluarkan gerbang hitam.
Setelah gerbang berdiri kokoh di hadapannya, Shio Fang kemudian melesat masuk kedalamnya dan menemukan kedua praktisi dari klan naga, yang saat ini telah terpenjara di dalam jeruji hitam.
Kedua praktisi itu masih tetap angkuh kepada Shio Fang, walaupun yang sebenarnya mereka berdua saat ini telah mengalami kepahitan yang dirasakannya, karena terkurung di dalam penjara hitam yang sama sekali tak memberikan kesempatan pada mereka untuk berinteraksi di dunia luar, namun mereka berdua tetap pada pendirian untuk tak memberikan batu kristal semesta yang diinginkan oleh Shio Fang yang membuat Shio Fang tak memperdulikan keberadaan mereka di dalam gerbang hitam.
Shio Fang acuh tak acuh kepada mereka berdua karena bagi Shio Fang mereka berdua sudah tak ada arti apa-apanya lagi dimatanya, karena sebenarnya batu kristal semesta yang ada pada mereka berdua akan muncul dengan sendirinya ke tika 6 batu kristal semesta telah disatukan.
Shio Fang duduk bersila di hadapan kedua praktisi dari suku naga, sedetik kemudian satu persatu batu kristal semesta mulai keluar dari dalam tubuh Shio Fang.
Batu kristal semesta memancarkan cahaya terang hingga kegelapan di dalam gerbang hitam kini berubah menjadi terang benderang.
Shio Fang kemudian memasang segel di keenam batu kristal semesta dengan darahnya, yang membuat keenam batu kristal semesta bergetar dengan sangat hebat, dan tiba-tiba saja teriakan terdengar dari ketua suku naga saat batu kristal semesta yang terakhir dengan secara paksa keluar dari dalam tubuhnya.
Batu kristal semesta yang terakhir sesaat melayang di udara dan pada akhirnya batu kristal semesta itu perlahan-lahan menyatu dengan keenam batu kristal yang lainnya.
Ketua dan tetua suku naga sangat terkejut melihat hal itu, biar bagaimanapun batu kristal semesta yang terakhir yang ada padanya, merupakan alat bagi mereka berdua untuk membentengi diri agar tak dibunuh oleh Shio Fang.
Saat ini mereka berdua hanya bisa pasrah saat melihat batu kristal semesta yang ada padanya, bukan lagi menjadi milik mereka.
__ADS_1
Setelah ketujuh batu kristal semesta bergabung menjadi satu, membuat cahaya berwarna putih cerah seketika itu juga menyebar ke seluruh tempat itu, dan energi batu kristal semesta yang sangat megah dan tirani pada akhirnya berkumpul menjadi satu dan mulai terserap masuk kedalam tubuh Shio Fang, yang membuat energi tak terbatas seketika itu juga hadir di tubuh Shio Fang.
Shio Fang pada akhirnya merasakan 2 kekuatan misterius yang kini berada di dalam tubuhnya, kekuatan itu berasal dari batu kristal semesta milik para pendeta suci yang sedari kecil telah berada di dalam tubuh Shio Fang, dan kekuatan misterius yang kedua berasal kekuatan batu kristal semesta dari alam surgawi yang baru saja digabungkannya dan saat ini telah masuk ke dalam tubuh Shio Fang.
Disisi lain Shio Fang dapat merasakan jika batu kristal semesta yang merupakan batu kristal dari alam pendeta suci ditubuhnya, saat ini telah aktif setelah batu kristal dari alam surgawi telah masuk ke dalam tubuhnya, yang membuat Shio Fang tiba-tiba saja dibawa ke dalam kegelapan di mana terdapat kehampaan yang dipenuhi dengan berbagai macam energi menakutkan yang ada di sekitar tempat keberadaannya.
Shio Fang merasakan energi besar yang telah melewati 7 kesengsaraan Nirwana yang mulai masuk ke dalam tubuhnya, yang membuat Shio Fang segera duduk bersila melakukan kultivasi di tempat itu.
Semua energi mengerikan yang ada di tempat itu secara perlahan mulai terserap ke dalam tubuh Shio Fang, hingga Shio Fang kini berada di dalam retret menembus ranah Abadi.
Di tempat lain, pasukan kekaisaran Cahaya surgawi telah sampai di istana cahaya naga, pasukan dari kekaisaran cahaya Surgawi dipimpin langsung oleh putra mahkota bersama dengan 6 jendral terkuat yang saat ini telah menembus ranah semesta yang telah melewati 5 kali kesengsaraan Nirwana.
"Putra mahkota, saat ini kekaisaran Jiangma telah menjelma menjadi sebuah kekaisaran besar yang memiliki kekuatan armada tempur menakutkan, saat ini mereka telah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan kita dalam sebuah pertempuran besar," ucap kaisar Liusan memprovokasi putra mahkota.
"Aku tak menyangka kekaisaran Jiangma yang dahulu tak memiliki kemampuan apa-apa untuk dapat berbicara besar di hadapan kekaisaran cahaya surgawi, kini menunjukkan taringnya untuk bertempur dengan kekaisaran ku, ini sungguh-sungguh tak bisa dimaafkan lagi," ucap putra mahkota.
"Yang mulia putra mahkota, semua ini takkan pernah terjadi jika Shio Fang tak berada di sana untuk memprovokasi kaisar istana Jiangma, dalam membelot untuk melawan kekaisaran penguasa cahaya surgawi," jawab kaisar Liushan.
Putra mahkota mencoba menenangkan dirinya untuk memikirkan cara menghancurkan kekaisaran jiangma agar kembali tunduk kepada kekaisaran cahaya Surgawi yang agung, dan setelah putra mahkota kembali tenang dia pun menanyakan mengenai keberadaan Putri Liuyinzi wanita yang saat ini sangat dicintainya.
"Bagaimana kabar putri Liuyinzi?" tanya putra mahkota.
__ADS_1
Kaisar Liusan terdiam sejenak tak mungkin dirinya mengatakan kepada putra mahkota jika putri Liuyinzi telah dihukum berat dengan di masukkan ke dalam lubang hitam. Jika sampai kejujuran itu dikatakannya bisa saja putra mahkota akan kembali menarik pulang pasukannya, dan tak akan ikut dalam menggempur kekaisaran jiangma karena sebenarnya pasukan besar kekaisaran cahaya Surgawi datang ke istana cahaya naga, semua itu karena harga diri putra mahkota yang telah dilecehkan oleh Shio Fang, yang telah berani terang-terangan membunuh utusan khusus darinya dan memperdaya putri Liuyinzi yang merupakan calon tunangan putra mahkota.
Pertanyaan putra mahkota kepada kaisar Liusan, para akhirnya memberikan pemikiran licik agar putra mahkota semakin bertambah murka terhadap Shio Fang.
Kaisar Liusan pura-pura lesu di hadapan putra mahkota, seperti meratapi sesuatu yang begitu sangat pahit dan menyakitkan, sehingga putra mahkota pada akhirnya bertanya kembali.
"Apa yang membuat Paman Kaisar menjadi murung seperti ini?, aku melihat ada kegundahan serta kegelisahan hati setelah aku menanyakan kabar mengenai Putri Liuyinzi," tanya putra mahkota.
"Putra mahkota, aku akan menceritakan mengenai kejadian sebenarnya di saat pertemuan itu terjadi. Saat itu Shio Fang menjadi gila dengan melukai beberapa petinggi kekaisaranku dan membunuh dua orang utusan dari kekaisaran cahaya Surgawi, semua itu di lakukannya setelah mengetahui jika lamaran putra mahkota kepada Putri Liuyinzi diterima oleh putriku".
Kami semua mencoba untuk menangkapnya, namun sayang tingkat kekuatan Shio Fang yang telah menembus tiga kali kesengsaraan Nirwana membuat kami semua tak berdaya, hingga putriku menawarkan diri menjadi pelayan Shio Fang agar Shio Fang tak membunuh ku, dan pada akhirnya putriku di bawa oleh Shio Fang menuju ke istana Jiangma," ucap kaisar Liusan mengakhiri ceritanya.
Tentu saja perkataan Kaisar Liusan membuat putra mahkota menjadi bertambah murka, dan dia pun segera berkata.
"Aku ingin melakukan penyerangan ke istana Jiangma hari ini juga!" ucapnya.
Kaisar Liusan tersenyum di dalam hati setelah mendengar perkataan dari putra mahkota, karena rencananya untuk memprovokasi putra mahkota kekaisaran cahaya surgawi, pada akhirnya berhasil dilakukannya.
"Baik putra mahkota, Aku akan segera mengumpulkan pasukan dari kekaisaran cahaya naga untuk bersama-sama melakukan penyerangan itu," jawab kaisar Liushan kemudian berlalu dari hadapan putra mahkota.
Bersambung
__ADS_1