
Setelah Shio Fang menenangkan pertarungan itu, nama besar Shio Fang sebagai legenda hidup Akademi Kunlun seketika itu juga melambung tinggi.
Nama besar Shio Fang sebagai praktisi hebat dari paviliun Phoenix salju, menjadikan paviliun Phoenix salju saat ini banyak di serbu para murid baru, untuk menjadikan paviliun Phoenix salju sebagai tempat atau wadah perlindungan bagi mereka selama melakukan pelatihan di akademi murid dalam.
Di atap bangunan megah paviliun Phoenix salju, tampak dua sosok pemuda tengah bersantai dengan merebahkan diri di atas atap bangunan, sambil menatap bintang-bintang yang bertaburan di angkasa.
Mereka berdua adalah Shio Fang dan Qing Ruo, saat ini Qing Ruo telah pulih dari luka dalam yang dideritanya, semua itu karena batuan dari Shio Fang yang membantunya pulih dengan cepat.
"Dulu aku melihat paviliun Phoenix salju hanya sebelah mata yang tak mungkin bisa bersaing dengan wadah perlindungan yang di dirikan para praktisi muda hebat di Akademi kunlun, namun tak disangka setelah tahun tahun berlalu pavilion Phoenix salju telah menjelma sebagai wadah perlindungan para murid terbesar dan tak tertandingi di akademi murid dalam, semua itu karena keberadaan dirimu yang telah memiliki kemampuan hebat yang sulit ditandingi oleh praktisi hebat manapun, baik dari para murid Akademi maupun para guru-guru dan bahkan penatua dari akademi Kunlun," ucap Qing Ruo.
"Aku meninggalkan Akademi untuk mencari pengalaman bagi peningkatan kekuatan ku di luar sana, dan setelah bertahun-tahun berlalu aku telah mencapai puncak kekuatan tertinggi yang kumiliki saat ini, dan aku berharap kau pun mampu untuk meningkatkan kekuatanmu lebih tinggi lagi dari yang kau miliki sekarang ini," ucap Shio Fang.
Qing Ruo kemudian duduk dan dia pun berkata. "Kau telah menganggapku sebagai saudaramu yang keempat, dan aku berharap kau akan mengajakku ikut bersamamu agar aku dapat meningkatkan kekuatanku melebihi tingkat kekuatan yang kudapat di akademi ini, kakak pertama ijinkan aku ikut bersamamu," pinta Qing Ruo.
Shio Fang tersenyum kemudian bangkit untuk duduk, dia pun menepuk pundak Qing Ruo sambil berkata. "Kau boleh ikut denganku karena kau sekarang merupakan saudaraku, Aku pastikan kau akan mendapatkan peningkatan kekuatan sampai batasanmu di luar sana," jawab Shio Fang.
"Terimakasih kak Shio Fang," ucap Qing Ruo dengan senyuman kebahagiaan.
Sementara itu di tempat yang jauh di sana, putri Liuyinzi pada akhirnya pergi ke istana Jiangma bersama dua orang praktisi hebat yang merupakan orang-orang kepercayaan sang putri, di istana Jiangma putri Liuyinzi disambut baik oleh putri Cin Cin dan putri Bilqis.
__ADS_1
Sebenarnya putri Liuyinzi sangat kecewa karena tak bisa melihat Shio Fang untuk memberikan batu kristal semesta yang di bawanya, namun demikian putri Liuyinzi berusaha setenang mungkin dalam menghadapi kedua istri pemuda yang dicintainya itu.
"Aku membawakan batu kristal semesta sesuai janjiku waktu itu, dan kuharap kedua Putri mau menerimanya untuk diberikan kepada kak Shio Fang," ucapnya sambil memberikan sebuah kotak kayu yang berisikan batu kristal semesta di dalamnya.
Putri Cin Cin dan putri Bilqis saling berpandangan beberapa saat lamanya, sedetik kemudian Putri Bilqis menerima kotak kayu yang berisikan batu kristal semesta dari tangan putri Liuyinzi.
"Putri Liuyinzi terima kasih karena kau telah menepati janji, Aku ingin bertanya kepadamu bagaimana kau mendapatkan batu kristal semesta ini, sementara batu kristal semesta sendiri tersimpan di dalam formasi yang dibentuk oleh ayahmu," ucap putri Bilqis.
Putri Liuyinzi tersenyum dengan getir tak lama kemudian dia pun berkata. "Aku telah mencurinya karena dengan cara ini aku bisa menepati janji. Formasi segel yang dibuat ayahku terbentuk dari darah keturunan keluargaku yang juga mengalir di tubuhku, dengan kata lain cuma darah dari keluarga keturunan kekaisaran turun temurun yang dapat membuka formasi," jawab putri Liuyinzi.
"Sepertinya setelah kau pulang dari sini kau akan mendapatkan masalah dari atahmu, Aku berharap kau bisa tinggal di tempat ini agar masalah itu tak terjadi kepadamu," ucap putri Bilqis.
Kedua putri yang tadinya tak suka dengan keberadaan Putri Liuyinzi yang menyukai Shio Fang, pada akhirnya merasa iba karena pengorbanan yang dilakukan sang putri untuk mendapatkan batu kristal semesta, pastinya akan membuatnya dalam masalah besar dan bisa saja masalah itu akan merenggut nyawanya.
"Apakah kau mencintai suamiku?" tanya putri Cin Cin tiba tiba yang membuat Putri Liuyinzi sangat terkejut dibuatnya.
Putri Liuyinzi tersenyum getir dan hanya bisa memandangi lantai ruangan itu. "Apapun yang menyangkut hatiku hanya diriku sendiri yang mengetahuinya, dan aku tak menginginkan orang lain ikut mengetahui apa yang aku rasakan, yang penting saat ini aku telah berjalan di jalan yang benar dengan tak mengganggu hubungan kalian berdua dengan kak Shio Fang".
"Karena aku telah menepati janjiku maka aku mohon diri untuk kembali ke istana cahaya naga," ucap putri Liuyinzi.
__ADS_1
Kedua putri tak bisa menahan keinginan Putri Liuyinzi untuk kembali pulang ke istana cahaya naga, yang membuat putri Bilqis kembali berkata.
"Putri Liuyinzi berhati-hatilah di dalam perjalanan mu, semoga kau dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan trimakasih atas batu kristal semesta yang kau berikan ini," ucap putri Bilqis.
Putri Liuyinzi menganggukan kepalanya kemudian pergi dari tempat itu, untuk kembali ke istana kekaisaran cahaya naga.
Setelah putri Liuyinzi pergi, putri Cin Cin dan putri Bilqis larut pada pemikiran mereka masing-masing, mereka berdua mengingat kembali bagaimana dahulu putri Cin Cin dan putri Bilqis saling bermusuhan untuk memenangkan hati Shio Fang, dan pada akhirnya mereka berdua dapat akur hingga bisa berada di sisi Shio Fang dengan bahagia.
Melihat perjuangan putri liuyinzi membuat kedua putri merasa iba karena tak seharusnya mereka melakukan penolakan pada putri Liuyinzi, cinta putri Liuyinzi kepada Shio Fang sangatlah tulus hingga membuat nya harus berkorban tenaga, pikiran dan juga perasaan.
"Kak Cin Cin apakah kita telah salah menilai Putri Liuyinzi?" tanya putri Bilqis.
"Kita telah salah menilainya, putri Liuyinzi sangat tulus kepada kak Shio Fang, dan seharusnya kita memberikan kesempatan baginya untuk berbagi suami dengannya, karena aku tau kak Shio Fang pasti bisa memberikan kebahagian untuk kita bertiga," jawabnya.
"Jika begitu halnya, setelah masalah ini terselesaikan kita akan mendukung hubungan mereka berdua," ucap putri Bilqis.
Putri Cin Cin tersenyum kemudian menggandeng tangan putri Bilqis untuk menemui putra dan putri mereka.
Bersambung
__ADS_1