
Mereka semua yang berada di tempat itu pada akhirnya menjauh saat menyaksikan pembunuhan yang terjadi, karena biar bagaimanapun juga Hai Ming merupakan Putra seorang walikota di kekaisaran Jiangma, dan tentu saja hal itu akan merembet panjang menjadi masalah yang sangat besar jika sang walikota mengetahui bahwa putranya telah meninggal.
Shio Fang kemudian mengibaskan tangannya dan energi mental yang menguasai jiwa tetua Soiling pada akhirnya menghilang dari tubuhnya, sehingga tetua Soiling dapat berdiri kembali setelah keterpurukan menerpanya.
"Anak muda kau memang memiliki kemampuan akan tetapi kau telah membunuh putra dari seorang walikota di kota kekaisaran ini, tentu saja hal itu akan membuat mu dalam masalah besar jika sampai sang walikota mengetahui putranya telah kau bunuh," ucap tetua Soiling dengan kilatan amarah di wajahnya.
"Aku tak perduli jika walikota kekaisaran ini mengetahui aku telah membunuh putranya, karena Hai Ming pantas menerima kematian itu".
"Semua masalah yang terjadi di kota ini tak lepas dari semua sifat buruknya, karena aku sendiri yang telah menyaksikan sendiri bagaimana sifat Hai Ming sebagai putra mahkota yang selalu menindas orang-orang yang yang tak diinginkan keberadaannya".
"Sekarang bawalah mayat Hai Ming kepada walikota, karena aku tak ingin melihat mayatnya lagi berada di sini," ucap Shio Fang dengan tatapan dingin kearah tetua Soiling.
Tiba tiba saja aura yang sangat kejam melesat dari udara dan menuju ke arah Shio Fang, aura itu berasal dari sebuah serangan bola api yang memancarkan kekuatan penghancur di dalamnya.
Shio Fang kemudian menatap api yang menuju ke arahnya dan...
"Duar ..!!"
Bola api itu meledak di udara sebelum mengenai tubuh Shio Fang. Saat ini di udara telah berdiri sesosok laki-laki tua dengan pakaian megah di tubuhnya, dia adalah walikota kekaisaran Jiangma.
Walikota Hai Sung manatap tajam ke arah Shio Fang dengan tatapan membunuh, sang walikota benar-benar murka setelah melihat putranya sudah tak bernyawa lagi yang tergeletak di tanah.
"Kau telah membuat keributan di kota ini sehingga membuat kenyamanan dan ketentraman kota menjadi bergejolak. Anak muda apakah kau harus membunuh putraku dengan sedemikian rupa?".
"Aku tau putraku memang pemuda yang arogan namun dengan tindakanmu yang tak memberikan sedikitpun belas kasih terhadapnya, membuatku sebagai orang tuanya tak akan tinggal diam, aku pasti akan menangkap dan memenjarakan mu dipenjara yang terdalam di kekaisaran Jiangma, sehingga tak akan ada orang yang mampu untuk membebaskanmu dari sana," ucap walikota Hai Sung.
"Wali kota Hai Sung.., aku mengetahui dari berita yang berkembang jika kau telah memimpin kota ini dengan baik, dan selalu menerapkan kedisiplinan serta kejujuran, apakah citra baikmu itu harus ternoda dengan keberadaan putra mu yang sama sekali bertolak belakang dari sifat baik mu itu?"
"Wali kota Hai Sung.., aku telah membantumu melenyapkan orang yang akan menghancurkan citra baikmu di mata masyarakat kekaisaran, walaupun orang tersebut merupakan putramu sendiri, dan ada baiknya kita mengakhiri perselisihan ini karena kau tak mempunyai batasan untuk menghadapiku," ucap Shio Fang.
"Ha...ha..ha.., aku merupakan seorang ksatria yang tak akan melepaskan apapun yang telah membuat kota ini bergejolak, aku hanya berharap kau menyerahkan diri agar hukumanmu sedikit ringan," jawab Wali kota Hai Sung dengan mengeluarkan sebuah tombak dan saat ini telah berada di genggaman tangannya.
Putri Bilqis yang tadinya diam, kini angkat bicara. "Paman walikota apakah kau masih ingin bertarung dengan suamiku setelah kau mengetahui jika aku adalah Putri Bilqis?" tanya sang putri.
Sontak walikota Hai Sung sangat terkejut mendengar perkataan wanita berbadan dua yang berada di bawahnya, Sehingga sang walikota menatap tajam-tajam Putri Bilqis sambil mengeluarkan kekuatan spiritualnya untuk membenarkan perkataan wanita muda itu.
Setelah beberapa saat lamanya terdiam, walikota Hai Sung perlahan turun dari langit dan menjejakkan kakinya di tanah tanpa sedikitpun terdengar suara dari pijakannya.
Walikota Hai Sung kemudian menangkupkan kedua tangannya sambil berkata.
"Maafkan aku yang mulia karena tak mengetahui keberadaan Anda berdua sebelumnya," ucap walikota Hai Sung.
__ADS_1
"Putramu telah berani menyerang kami berdua menggunakan para praktisi kuat di belakangnya, dan mempengaruhi orang-orang untuk menghabisi kami berdua, pelanggaran yang dilakukan Putra mu sudah tak bisa ditolerir lagi," ucap Shio Fang.
Walikota Hai Sung mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian dia berjalan menuju ke tempat Hai Ming tergeletak, dengan kesedihan yang mendalam sang walikota membawa putranya ke hadapan putri Bilqis dan Shio Fang sambil berkata.
"Aku pribadi meminta maaf atas semua kesalahan yang dilakukan putraku, dan aku mohon diri untuk dapat mengebumikan mayat Putra ku ini," ucap walikota Hai Sung.
Shio Fang dan putri Bilqis kepala mengingatkan permintaan walikota Hai Sung, dan pada akhirnya sang walikota membawa tubuh Hai Ming pergi meninggalkan tempat itu, yang di ikuti tetua Soiling di belakangnya.
Selepas kepergian walikota Hai Sung, Shio Fang lantas membawa putri Bilqis untuk kembali ke istana karena suasana hati Shio Fang saat ini sudah tak tenang lagi.
Dari kejauhan sesosok wanita dengan muka yang ditutupi cadar putih, menatap tajam ke arah Shio Fang dengan tatapan mata yang sangat misterius.
Shio Fang dapat merasakan kehadiran wanita yang menatapnya dari kejauhan, lewat kekuatan spiritualnya yang saat ini menyebar di udara.
Shio Fang kini semakin penasaran kepada wanita bercadar putih itu, karena Shio Fang dapat mengetahui jika tingkat kekuatan wanita itu telah mencapai kekuatan semesta bintang 6 sempurna, yang telah melampaui tingkat kekuatan tetua Wang Chu yang berada pada tingkat semesta bintang 6 lanjutan.
"Aku akan mencari tahu keberadaannya mengapa wanita itu selalu mengikuti" batin Shio Fang.
Shio Fang pada akhirnya membawa putri Bilqis ke istana, setelah itu Shio Fang mengeluarkan kekuatan energi mental spiritual Toti miliknya, untuk mencari tau keberadaan wanita bercadar putih yang sebelumnya pernah dilihat olehnya di dalam acara lelang.
Setelah mengeluarkan kekuatan spiritual yang dimilikinya, Shio Fang masih merasa belum mengetahui keberadaan wanita bercadar putih itu, hingga membuat Shio Fang memutuskan untuk berjalan sendiri di tengah kota dalam mencari keberadaannya.
Namun perubahan wajah Shio Fang seketika itu berseri saat melihat sekelebat bayangan putih melewati jalan besar, yang selama ini di tempati oleh Shio Fang untuk menunggu gadis bercadar putih melewati tempat itu.
Tanpa pikir panjang Shio Fang lantas melakukan pengejaran terhadap wanita itu, dan pada akhirnya Shio Fang berhasil melakukan pengejaran setelah dia menghadang langkah wanita bercadar putih itu di sebuah hutan di dekat sebuah anak sungai.
Wanita bercadar putih begitu sangat terkejut ketika tiba-tiba saja seorang pemuda telah menghadang langkahnya, dan setelah melihat pemuda itu wanita bercadar putih seketika itu juga terlihat sangat panik.
"Nona apakah kita pernah bertemu sebelumnya, karena aku merasa jika kita sebelum ini pernah bertemu," ucap Shio Fang.
Wanita bercadar putih itu sama sekali tak menanggapi perkataan dari Shio Fang, terlihat sang wanita malah membalikan tubuhnya dan kembali melesat pergi dari tempat itu.
Shio Fang yang begitu sangat penasaran dengan sang wanita bercadar, dengan cepat mengalirkan kekuatan spiritual yang dimilikinya hingga area di sekitar tempat itu tertutup oleh sebuah lapisan hitam yang sangat pekat, sehingga membuat wanita yang akan melarikan diri darinya harus menghentikan langkah nya saat itu juga.
"Nona maafkan aku karena sikapmu yang tak bersahabat sehingga membuatku harus melakukan hal ini, aku ingin meminta kau melepaskan cadar di wajahmu agar aku bisa melihat wajahmu walaupun hanya sedetik saja, setelah aku tak mengenalinya maka kau boleh pergi meninggalkan ku," pinta Shio Fang.
Di tanya seperti itu sang wanita tetap saja tak mengeluarkan suaranya, malah terlihat sang wanita kini mengeluarkan pedangnya kemudian membalikkan tubuh dan mengarahkan pedang itu ke wajah Shio Fang.
Shio Fang semakin penasaran dengan wanita muda yang ada di hadapannya, dan dia sangat yakin jika ada sesuatu hal yang membuat wanita itu tak ingin berbicara dengannya.
"Baiklah jika kau tak menginginkan cadar itu terlepas dari wajah mu, maka aku sendiri yang akan melepasnya agar rasa penasaranku terhadapmu terlampiaskan," ucap Shio Fang.
__ADS_1
Shio Fang kemudian memadatkan energi murni di tangan kanannya, sehingga sebuah pedang energi kini telah berada di genggaman tangannya.
Melihat wanita bercadar putih mulai melakukan pergerakan untuk menyerangnya, Shio Fang kemudian mulai memasang kewaspadaan akan serangan pedang yang sebentar lagi tertuju ke arahnya.
Benar saja wanita bercadar putih saat ini telah mengayunkan pedangnya, yang menandakan jika pertarungan di antara mereka berdua telah dimulai.
Shio Fang begitu sangat terkejut saat melihat serangan pedang yang menuju ke arahnya begitu sangat familiar, dan beberapa bunga teratai salju tiba-tiba saja bermunculan dan melakukan serangan ke arahnya, yang menambah keyakinan Shio Fang pada sosok wanita bercadar putih yang ada di hadapannya.
"Bibi Yinzi...?" bukankah teknik pedang yang dilakukan wanita ini merupakan tehnik pedang teratai salju yang hanya di miliki olehnya," batin Shio Fang dengan terus menghindari serangan pedang teratai salju yang begitu sangat akrab dengan dirinya.
Tubuh Shio Fang bergetar hebat saat mengetahui jika pengguna teknik pedang teratai salju merupakan orang yang sangat membantunya untuk menjadi seorang praktisi hebat di masa lalu, seseorang yang telah membuatnya pertama kali merasakan sebuah arti cinta, dan hal itu membuat Shio Fang segera berkata.
"Mengapa kau harus pergi setelah melihatku, bukankah hubungan kita dahulu begitu sangat baik sebagai seorang guru dan murid, Yinzi dapatkah kita berbicara dengan tidak melakukan pertarungan?" tanya Shio Fang.
Kembali tak ada suara yang terdengar dari mulut wanita bercadar putih, saat ini sang wanita bercadar putih malah makin meningkatkan serangannya terhadap Shio Fang.
Shio Fang hanya menggelengkan kepala melihat hal itu dan tak lama kemudian suara kerasnya menggema ke seluruh penjuru hutan.
"Yinzi ...!! apakah kau tak mengetahui keterpurukan ku waktu itu, saat kau memilih pangeran negri atena sebagai pilihanmu sementara aku saat itu benar-benar sangat mencintaimu...!!, Apa kau bisa melihat penderitaanku yang berusaha bangkit dari keterpurukan ku saat itu, jika kau ingin nyawaku maka ambilah saat ini juga, karena sewaktu aku masih kecil jika bukan karena dirimu yang menolong dan menyelamatkanku, maka aku saat itu pasti telah mati," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian melepaskan pedang yang berada di genggaman tangannya hingga padang itu pun menghilang di tanah, dan Shio Fang dapat merasakan jika sebuah pedang dari wanita bercadar putih dengan cepat menuju ke arahnya.
Shio Fang hanya dapat memejamkan matanya dan mengingat kembali kenangan bersama wanita yang dahulu begitu sangat dicintainya, hingga senyuman saat ini terlukis dari sudut bibirnya.
Wanita bercadar putih itu tiba-tiba saja menghentikan serangannya saat melihat senyuman di wajah Shio Fang, hingga pedang perak di tangannya pun terjatuh dari genggaman tangannya.
"Shio Fang kau sudah dewasa dan saat ini telah memiliki keluarga, aku memang adalah Yinzi, wanita yang menjadi bibimu sewaktu kau masih berada di alam kristal es".
"Aku memang sengaja datang ke tempat ini untuk mencarimu, karena aku merasakan kesepian di alam kristal es seorang diri, dan tak kusangka kau saat ini telah mempunyai pendamping hidup dan aku cukup bahagia melihatmu bahagia," ucap Yinzi.
"Bagaimana bisa kau berada di alam kristal es selama ini, bukankah kau dan Pangeran negeri Athena telah mengikat sebuah hubungan pertunangan? Tanya Shio Fang.
Yinzi tertawa lirih kemudian dia pun berkata. "Aku tak pernah menyetujui pertunangan itu, aku sengaja melakukannya agar kau dan rombonganmu bisa selamat keluar dari gunung Orgy waktu itu".
"Shio Fang..., aku tau kau yang telah menyelamatkanku saat aku terluka dalam pertarunganku menghadapi suku naga langit yang menyerang negri atena, dan saat itu aku menyadari jika aku tak bisa jauh darimu dan meyakinkan hatiku untuk menghancurkan perbedaan ras di antara kita yaitu ras peri dan ras manusia, dan aku meyakinkan diriku jika kedua ras itu bisa bersatu dalam hubungan pernikahan, namun hal itu tinggallah impian ku karena sosok pemuda yang ku impikan telah menjadi milikku orang lain, dan aku sadar penolakan ku waktu itu terhadapmu merupakan kesalahan besar, sehingga saat ini aku tak bisa menggapai mu lagi dan benar kata orang jika penyesalan itu datang terlambat," ucap Yinzi kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
Shio Fang yang tak ingin kehilangan sosok wanita yang selalu ada di dalam hatinya, segera berlari dan memeluk wanita muda itu dari belakang.
Angin dingin menusuk tulang menerpa tubuh kedua muda-mudi yang tengah larut di dalam pikiran mereka masing-masing, Yinzi sama sekali tak menolak pelukan dari Shio Fang, karena memang hatinya saat ini begitu merindukan pemuda yang pernah dekat di dalam kehidupannya, dan kehadiran Shio Fang kembali telah membuat bunga yang telah layu di dalam hatinya kini mulai mekar dan bersemi kembali.
Bersambung
__ADS_1