Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Kemenangan perdana


__ADS_3

Kompetisi besar pada akhirnya diselenggarakan, segala persiapan telah sangat sempurna di lakukan, di mana saat ini beberapa arena pertarungan sebagai tempat pertarungan juga telah terlihat, dan kursi di tribun penonton mampu untuk menampung para penonton hingga ratusan ribu orang.


Banyak praktisi muda yang telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta, dan saat ini mereka semua telah melakukan pertarungan diatas arena pertarungan, untuk menentukan siapa yang akan melanjutkan ke sesi berikutnya.


Saat ini seluruh mata di tribun para penonton begitu sangat tegang melihat pangeran Shio Fan Yin, akan menghadapi seorang praktisi muda dari wilayah pesisir pantai yang terkenal memiliki fisik dan kekuatan yang hebat.


Semua mata para penonton saat ini hanya fokus ke dalam arena tempat keberadaan Shio Fan Yin yang akan menghadapi Dao Si, yang merupakan praktisi muda klan pesisir pantai.


Dalam pertarungan itu, Shio Fang menyuruh jenderal Shio Yan untuk mengosongkan semua arena pertarungan, dan menyisakan tempat keberadaan putranya karena Shio Fang ingat melihat putranya bertarung untuk pertama kalinya.


Dewi Yinzi yang berada di dekat Shio Fang begitu sangat cemas melihat putranya kini telah berhadapan dengan praktisi muda dari klan pesisir pantai, melihat hal itu Dewi Yinzi kemudian berkata.


"Jika terjadi sesuatu pada putraku dalam pertarungannya, maka kaulah yang harus bertanggung jawab karena mengizinkannya untuk mengikuti kompetisi ini," ucap sang Dewi pada Shio Fang.


Shio Fang terlihat tersenyum dan sedetik kemudian dia pun berkata. "Kau tak usah terlalu mencemaskan putramu karena putramu telah memilih untuk mengikuti kompetisi ini, dan bahkan aku pun tak bisa berbuat apa-apa atas permintaan itu".


"Sayang yakinlah jika Putra kita akan memenangkan pertarungan nya," jawab Shio Fang.


Pertarungan di dalam arena pertarungan pada akhirnya dimulai. Dao Si dengan cepat melakukan penyerangan dengan pedang di tangannya, karena sebenarnya Dao Si ingin secepatnya mengalahkan Shio Fan Yin di dalam pertarungan nya itu.


Pergerakan Dao si begitu sangat cepat hingga sulit dilihat oleh mata biasa, namun secara tak terduga Shio Fan Yin dapat mengimbangi semua serangan dari Dao Si.


Shio Fan Yin kemudian mengeluarkan tombak emas dari dalam cincin ruangnya agar dapat mengimbangi serangan pedang dari Dao Si. Tombak emas yang merupakan senjata dari Jendral Dewa Agung yang telah diwariskan kepada Shio Fan Yin, mulai melakukan pergerakan untuk membalas serangan dari Dao Si.


Dalam sekejap pertarungan itu terlihat sangat berimbang yang membuat seluruh penonton berdecak kagum dibuatnya. Dewi Yinzi yang melihat pertarungan itu sangat terkejut mengetahui Putranya mampu mengeluarkan tehnik beladiri layak nya seorang praktisi yang memiliki kemampuan dalam bertarung.

__ADS_1


Apa yang di lihat nya itu membuat Dewi Yinzi menjadi sangat bersemangat, yang membuatnya tak ragu lagi untuk menyaksikan pertarungan putranya.


"Mengapa kak Shio Fang menyembunyikannya dari ku jika saat ini putra kita telah memiliki dantian, apakah kak Shio Fang menyadari jika hari-hari belakangan ini aku begitu sangat gelisah, mengetahui putraku telah mendaftarkan diri sebagai peserta kompetisi," ucap Dewi Yinzi.


"Putra kita yang melarang aku memberitahukan kepada semua orang jika putra kita telah memiliki Dantian dan kemampuan dalam bertarung. Sayang ada baiknya kita fokus menyaksikan pertarungan putra kita, agar momen-momen baik tak terlewatkan dari penglihatan kita berdua," ucap Shio Fang.


Dewi Yinzi pada akhirnya menganggukkan kepala, karena sang Dewi juga ingin menyaksikan pertarungan perdana putranya Shio Fan Yin dalam pertarungan satu lawan satu di atas arena pertarungan.


Di dalam arena pertarungan, Dao si pada akhirnya mulai terdesak dengan serangan teknik tombak yang dilakukan oleh Shio Fan Yin, yang membuat Dao Si seketika itu juga menghantamkan pedangnya ke depan sambil berteriak lantang.


"Gelombang pasang badai tornado...!!"


Gelombang air tiba tiba saja muncul, yang membuat pusaran air yang sangat menakutkan kini telah menuju ke arah Shio Fan Yin.


"Kekacauan Semesta gerbang pertama," ucap Shio Fan Yin.


Tiba tiba saja ribuan tombak emas telah memenuhi tempat itu, dan dengan sekali dorongan kedua tangannya, semua tombak emas segera menuju ke arah pusaran air hingga membuat pusaran air itu benar benar telah di hancurkan.


Tak hanya sampai di situ, serangan tombak emas kini telah menuju ke arah Dao Si, dan berhenti setengah meter di hadapannya.


Dao Si hanya dapat menelan ludah mengetahui jika dirinya telah dikepung oleh ratusan tombak emas, yang membuat Dao Si segera menjatuhkan pedangnya dan menyerah saat itu juga.


Suara gemuruh terdengar dari penjuru tribun penonton yang mengeluk elukan nama Shio Fan Yin, Pangeran Muda yang sangat mereka cintai karena berhasil memenangkan pertarungan.


Shio Fan Yin menatap ke arah podium utama, dan memberi hormat kepada kedua orang tuanya dengan menangkupkan kedua tangannya.

__ADS_1


Shio Fang dan Dewi Yinzi terlihat menganggukan kepalanya dengan senyuman yang tak lepas dari bibir mereka berdua, yang menandakan jika saat ini kedua pemimpin dari istana phoenix itu sangat bangga terhadap putranya.


Di tribun para peserta, tampak saudara saudara Shio Fan Yin begitu sangat terkejut mengetahui adik bungsu mereka telah memenangkan pertarungannya, rasa iri tiba-tiba menjelma di hati mereka semua karena rasa iri itu tercipta akibat kemenangan Shio Fan Yin di dalam pertarungannya.


Mereka selama ini dapat merasakan bagaimana kasih sayang sang ayah kepada Shio Fan Yin yang sangat berlebihan, karena Shio Fan Yin tak mampu berkultivasi seperti layaknya para praktisi di alam surgawi.


Namun saat ini Shio Fan Yin telah memiliki kemampuan untuk melakukan sebuah pertarungan, yang membuat kecemburuan itu semakin besar di hati para saudara saudaranya.


Hanya Shio Cin Ling yang terlihat begitu bahagia, karena dari semua saudara Shio Fan Yin hanya Shio Cin Ling yang sangat dekat dengan Shio Fan Yin.


Setelah Shio Fan Yin tiba di podium para peserta, Shio Cin Ling langsung memberikan pelukan hangat kepada adik maksudnya itu.


"Adik tak kusangka kau dapat memenangkan pertarungan mu, dan selamat atas kemenanganmu itu," ucap Shio Fan Yin.


"Trimakasih kakak Cin Ling, semoga kau pun dapat memenangkan pertarungan mu," jawab Shio Fan Yin.


Shio Fan Yin kemudian menatap ke arah saudaranya yang lain, dan tampak wajah-wajah mereka tak mencerminkan rasa senang dengan kemenangan Shio Fan Yin dalam pertarungannya, dan terlihat senyuman di wajah mereka terkesan dipaksakan.


"Kau tak usah memikirkan mereka, biarkan saja mereka seperti itu yang menganggap dirimu seperti orang lain. Fan'er duduklah di dekatku agar kau bisa menyaksikan pertarungan bersamaku dari tempat ini," ucap Shio Cin Ling dengan suara keras agar perkataannya dapat terdengar oleh saudara-saudaranya yang lain.


Sementara itu sepasang mata indah dengan bola mata berwarna biru saat ini tengah memperhatikan Shio Fan Yin dari kejauhan. "Bukankah pemuda itu yang telah mengintip ku berlatih saat berada di perbukitan belakang istana, apa sebenarnya status pemuda itu sehingga saat dia bertarung semua arena pertarungan yang lain di kosongkan".


"Sepertinya status pemuda itu tak biasa namun apa hubungannya pemuda itu dengan wanita yang bersamanya, dan sepertinya mereka berdua begitu sangat akrab," batin seorang wanita cantik bercadar putih.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2