Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Bertemu banyak praktisi kuat


__ADS_3

Shio Fang kini harus di hadapkan dengan badai surgawi yang tercipta, karena adanya binatang roh zaman kuno yang tengah bertarung dengan kelompok dari kekaisaran cahaya ilahi.


"Apa yang harus kita lakukan Shio Fang, sepertinya badai itu tercipta dari aura yang keluar dari mahluk mengerikan singa bersayap dengan 2 kepala, dan aku bisa merasakan jika mahluk itu begitu sangat kuat sebagai penjaga jalan masuk menuju ke istana raja dewa obat," ucap leluhur Yanlao.


"Kita tunggu sesaat lagi, biarkan mereka bertarung terlebih dahulu, karena aku merasakan akan ada kejutan yang akan terjadi sebentar lagi".


Kita Memang tak akan mudah untuk memasuki istana Raja Dewa obat yang dipenuhi dengan harta karun, dan tentunya akan banyak rintangan untuk bisa masuk ke dalam sana, termasuk bertemu dengan binatang kuno yang menjaga jalan masuk menuju ke istana Raja Dewa obat," jawab Shio Fang.


Sementara itu kelompok dari kekaisaran cahaya ilahi saat ini telah bertarung habis habisan dengan mahluk mengerikan dari zaman kuno. Telah banyak korban di pihak klompok kekaisaran Cahaya ilahi karena memang makhluk itu begitu sangat kuat dan sulit untuk ditaklukan.


Adanya pertempuran hebat yang terjadi membuat para praktisi dari suku penguasa mendengar dan langsung menuju ke sumber suara, dan pada akhirnya tempat itu kini dipenuhi oleh para praktisi yang terus berdatangan dari berbagai arah termasuk para praktisi dari suku jiwa.


Wu Zu sengaja tak ingin menyerang Shio Fang saat melihatnya, karena Wu Zu masih menginginkan Shio Fang untuk menjadi penunjuk arah bagi kelompoknya menuju ke istana raja dewa obat, dan untuk itu Wu Zu hanya membiarkan Shio Fang berada di tempat itu tanpa harus menyerangnya.


Dewi giok yang merupakan pemimpin dari para praktisi kuat kekaisaran Cahaya ilahi, pada akhirnya berteriak lantang setelah melihat banyak praktisi kuat yang telah berdatangan ke tempat itu.


"Aku pemilik peta yang menuju ke tempat keberadaan istana Raja Dewa obat, jika kalian semua ingin mendapatkan banyak harta karun yang berada di istana itu maka bantu aku menyingkirkan binatang menyedihkan itu...!!, Setelah binatang itu dapat disingkirkan maka aku berjanji akan mengajak kalian semua untuk ikut bersamaku menuju ke istana Raja Dewa obat," teriaknya.


Tentu saja perkataan dari Dewi giok membuat kehebohan diantara para praktisi dari suku-suku penguasa di tempat itu, mereka semua yang menginginkan keberadaan istana raja dewa obat pada akhirnya mengiyakan perkataan Dewi giok untuk menghabisi singa bersayap berkepala dua, karena mereka semua berkeyakinan jika Dewi giok tak mungkin ingkar janji mengingat ada 6 kelompok suku penguasa yang ada di tempat itu, yang pastinya akan menuntut kematian Dewi giok jika sang Dewi mengingkari janji.

__ADS_1


Pada akhirnya penyerangan dan lakukan secara bersama sama, yang membuat singa bersayap berkepala dua pada akhirnya terpukul mundur, akibat Serangan yang bertubi-tubi yang dilancarkan para praktisi kuat yang ada di tempat itu.


Dalam waktu singkat singa bersayap berkepala dua pada akhirnya mati secara mengenaskan, dan tubuhnya kemudian hancur bersama menghilangnya badai surgawi yang memenuhi tempat itu.


Setelah tak ada lagi rintangan di hadapannya, membuat Dewi giok segera memimpin di depan untuk menuju ke istana raja Dewa obat.


Shio Fang meremas tinjunya karena apa yang dilakukan Dewi giok sebenarnya akan membuat pertumpahan darah di dalam istana Raja Dewa obat, mereka semua pasti akan saling membunuh untuk mendapatkan harta karun berkualitas tinggi yang terdapat di dalam istana raja dewa obat.


"Ini di luar dugaanku, jika praktisi muda kuat yang ada di tempat ini semuanya memasuki istana Raja Dewa obat untuk mencari harta karun, maka hal itu akan membuat pertumpahan darah di dalam istana itu, dan aku pun pasti akan mendapatkan kesulitan untuk mencari batu kristal semesta yang ada di dalam istana Raja Dewa obat," batin Shio Fang.


Tak ada pilihan lain bagi Shio Fang selain ikut dalam kelompok besar itu, pada akhirnya Shio Fang dan kelompoknya mulai mengikuti rombongan itu dari belakang.


Shio Fang sama sekali tak menanggapi perkataan dari Wu Zu, karena Shio Fang sama sekali tak gentar dengan ancaman yang tertuju kepadanya.


"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan terbunuh saat kita bertemu lagi di dalam istana Raja Dewa obat," jawab Shio Fang.


Jawaban dari Shio Fang tentu saja membuat Wu Zu merasa geram dan memancarkan Aura kuat dari dalam tubuhnya. Wu Han yang melihat itu segera menepuk pundak adik angkatnya itu kemudian berkata.


"Kau jangan terprovokasi dengan perkataannya, biarkan pemuda itu bersenang senang dulu dengan kehidupannya karena saat kita menemukannya di dalam istana, maka aku sendiri yang akan melenyapkannya untukmu," ucap Wu Han.

__ADS_1


"Terimakasih atas semua perhatian mu padaku, namun aku tak ingin ada satupun dari kelompok kita yang menyentuhnya secara langsung, karena aku yang akan menghabisinya sendiri," ucap Wu Zu.


"Baiklah jika begitu, Aku pastikan tak ada satupun dari kelompok kita yang akan membinasakannya selain dirimu," jawab Wu Han.


Setelah berkata seperti itu suku jiwa kemudian melanjutkan perjalanan kembali tanpa menghiraukan keberadaan Shio Fang.


"Shio Fang kau telah menabur benih peperangan kepada putra mahkota dari suku jiwa, dan ini akan membuatmu dalam masalah karena suku jiwa bukanlah suku penguasa yang dapat disinggung, maka kau harus lebih berhati-hati saat berada di istana Raja Dewa obat nanti," ucap paman Canglong.


"Paman tak usah mengkhawatirkan hal itu karena aku juga bukanlah orang yang mudah disinggung, setelah pertemuanku dengannya kembali maka Aku pastikan jika hari itu merupakan hari kematiannya," jawab Shio Fang.


Sementara itu jauh di belakang kelompok Shio Fang, tampak terlihat 4 sosok berjubah hitam yang tengah mengambang di udara, mereka adalah 4 Dewa kesunyian dari aula sunyi, tatapan mereka tajam menuju ke arah sosok Shio Fang yang berada jauh di hadapannya.


"Kakak pertama..., apakah kita akan mengambil tubuh nirwana pada anak muda itu sekarang, mengingat saat ini dia berada jauh dari para kelompok suku penguasa?" tanya Yuma yang merupakan salah seorang dari kelompok berjubah hitam itu.


"Belum saat nya kita mengambil tubuh nirwana darinya, karena aku melihat begitu banyak potensi pada diri anak muda itu yang membuatku sangat tertarik padanya. Aku sangat yakin dia akan mendapatkan banyak harta karun dari istana Raja Dewa obat termasuk pil obat berkualitas".


"Ada baiknya kita menunggu pemuda itu kembali dari istana Raja Dewa obat, Setelah itu baru kita mengambil tubuh nirwana miliknya untuk meningkatkan kekuatan kita," ucap Yugo yang merupakan pemimpin dari 4 Dewa kesunyian.


Setelah mendengar perkataan dari kakak pertamanya maka ketiga praktisi berjubah hitam itu hanya dapat menyunggingkan senyuman, dan menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan dari Yugo.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2