Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Menara giok


__ADS_3

Di dalam sebuah goa yang berselimutkan tirai pelindung dari kekuatan spritual di tingkat kaisar pelahap kekosongan, Shio Fang merebahkan tubuh Yinzi yang tak sadarkan diri diatas sebuah batu besar yang permukaannya rata.


Shio Fang menatap iba dengan kondisi Yinzi yang sangat memprihatinkan.


"Maafkan aku karena hanya bisa diam dan tak membantumu saat pertarunganmu terjadi," ucap Shio Fang dengan penuh penyesalan di wajahnya.


Shio Fang duduk bersila di dekat Yinzi, kemudian menyalurkan energi murninya untuk memperbaiki kondisi roh jiwa Yinzi yang telah rusak.


Dengan kemampuan kekuatan spritual nya yang sangat hebat, Shio Fang perlahan lahan dapat memulihkan kondisi roh jiwa Yinzi yang telah rusak, menjadi pulih kembali.


"Kau telah pulih seperti sedia kala dan aku tak perlu khawatir lagi dengan luka yang kau derita saat ini. Yinzi semoga hal buruk tak akan terjadi lagi padamu dan semoga di masa depan kita tak bertemu lagi agar aku dapat melupakanmu," ucap Shio Fang dengan kegetiran di hatinya.


Shio Fang kemudian berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari dalam goa.


Di dalam pekatnya malam, Shio melesat cepat untuk meninggalkan gunung Orgy dan semua kenangannya dari sosok wanita yang berada di dalam goa.


Dengan mengunakan kekuatan mata dewa yang di milikinya, Shio Fang dapat melihat para prajurit istana Atena yang tengah mencari Yinzi di dalam hutan, dan sesegera mungkin Shio Fang menghindari keberadaan para prajurit itu.


Shio Fang dapat bernapas dengan lega setelah dia berada di rawa hitam tempat raja belut putih berada.


Dengan menggunakan kekuatan penguasa angin Shio Fang melesat cepat berlari diatas permukaan air hitam.


Raja belut putih yang mengetahui jika ada seseorang yang melintas diatas area kekuasaannya segera membuka mata dari meditasi yang di lakukannya, namun setelah mengetahui jika sosok itu merupakan sahabatnya Shio Fang, membuatnya tak bisa melakukan apa-apa kepadanya.


"Aku tak perlu ikut campur dalam masalah Shio Fang selama dia tak membutuhkan bantuan ku," gumam raja belut putih dengan kembali memejamkan matanya dalam melakukan meditasi.


Shio Fang kini telah keluar dari pegunungan orgy, dan arah tujuannya saat ini adalah menara giok.


Suka cita Dewi Lilia saat melihat Shio Fang kini berada di menara giok.


"Kak Shio Fang..." ucap Dewi Lilia kemudian berlari dan memeluk Shio Fang.

__ADS_1


Xia yi yang berada di tempat itu terperangah kaget dengan sikap Dewi Lilia kepada Shio Fang, dia tak menyangka jika wanita yang sangat dingin di menara giok bisa sehangat itu kepada Shio Fang.


Xia yi memilih meninggalkan mereka berdua karena rasa canggung di hatinya, saat melihat kemesraan sang Dewi kepada Shio Fang.


"Lilia..., bagaimana keadaan menara giok sekarang?" tanya Shio Fang.


"Saat ini menara giok semakin kuat dan bertambah pesat, banyak murid yang berdatangan dari berbagai penjuru negeri untuk bergabung dengan benar giok, mereka semua sangat antusias bisa menjadi alkemis hebat setelah bergabung dengan menara giok".


Saat ini penatua Yunhong merupakan pelindung utama menara giok, dia telah mencari bakat-bakat muda berbakat yang kelak akan menjadi pelindung menara giok di masa depan, dengan pelatihan tehnik beladiri yang dimilikinya, selain itu dukungan dari menara tahta melalui Menejer Ling Quan, dengan selalu memberikan sumber daya bagi peningkatan kekuatan para praktisi muda menara giok, dan tentunya hal itu membuat kerjasama antara kedua menara semakin kuat," ucap Lilia.


"Lia'er..., aku akan mempersulit mu lagi dengan keadaan ini karena aku takkan bisa lama berada di menara giok. Saat ini masih banyak hal yang akan kulakukan termasuk membawa anggota pheonix salju dari Akademi Kunlun untuk membantumu di sini".


"Lia'er aku ingin kau menjadi ketua menara giok selama kepergianku, dan untuk itu kau harus mempunyai bekal dalam meningkatkan kekuatan mu," ucap Shio Fang.


Shio Fang kemudian mengeluarkan 2 gulungan emas dan sebuah guci giok kecil di dalam genggaman tangannya.


"Ini merupakan pelatihan tubuh racun kehancuran, aku ingin kau meningkatkan kekuatanmu dengan pelatihan ini," ucap Shio Fang dengan memberikan sebuah gulungan emas kepada Dewi Lilia.


"Ini merupakan gulungan pelatihan spiritual tingkat langit meluas, dan aku ingin kau juga melatihnya," ucap Shio Fang sambil memberikan gulungan emas yang kedua kepada Dewi Lilia.


Dewi Lilia menerima gulungan emas yang kedua itu tanpa ekspresi.


"Kotak giok ini merupakan pil berharga yang sangat langka dan sulit dijumpai di alam surgawi. Setelah kau menguasai pelatihan tubuh racun kehancuran dan pelatihan spiritual tingkat langit meluas, kau dapat menelan pil di dalam guci giok itu dan memurnikannya di dalam tubuhmu, karena pil obat itu dapat membuatmu menembus ke tingkat yang lebih kuat dari apa yang telah Kau dapatkan saat ini," ucap Shio Fang.


Dewi Lilia menyimpan semua pemberian dari Shio Fang ke dalam cincin ruangnya, kemudian dia berkata.


"Aku sangat berterima kasih atas semua benda berharga yang kau berikan kepadaku ini. Kak Shio Fang kapan kau akan kembali lagi ke menara giok setelah kepergianmu?" tanya Dewi Lilia penuh harap.


"Aku belum tau pasti kapan aku akan kembali ke Menara giok. Setelah semua urusanku selesai aku pasti akan kembali secepatnya ke menara giok," jawab Shio Fang.


"Lia'er, aku ingin menara giok tetap bekerjasama dengan menara tahta mengenai supply sumber daya bagi para murid alkemis yang berada di menara giok, agar para murid dapat menjadi lebih kuat lagi di masa depan," ucap Shio Fang.

__ADS_1


Shio Fang kemudian memberikan cincin penyimpanan koin emasnya, dari hasil penjualan barang berkualitas miliknya saat lelang di menara tahta kepada Lilia.


"Pergunakan koin emas di dalam cincin ruang ini untuk memajukan menara giok di masa depan," ucap Shio Fang kemudian memberikan cincin yang berada di tangannya kepada Dewi Lilia.


Dewi Lilia menganggukkan kepalanya dan langsung memakai cincin pemberian dari Shio Fang.


"Kak Shio Fang ikutlah denganku, Aku akan menunjukkan sesuatu padamu," ucap sang Dewi.


Dewi Lilia kemudian mengajak Shio Fang ke tengah-tengah area luas yang berada di menara giok.


"Coba kak Shio Fang lihat itu," ucap Dewi Lilia sambil menunjuk ke arah patung besar yang berdiri kokoh di tengah-tengah menara giok.


Shio Fang menyunggingkan senyuman penuh arti saat melihat patungnya berdiri kokoh di tempat itu.


"Aku sengaja meminta kepada manajer Ling Quan untuk mendirikan patung mu disana, agar para murid menara giok dapat mengetahui gambaran ketua besar dan pendiri menara giok yang sebelumnya tak pernah mereka lihat" ucap Dewi Lilia dengan senyum kebanggaan di wajahnya.


"Terimakasih...," ucap Shio Fang.


Malam itu keduanya menghabiskan malam dengan berbincang dan meminum anggur hingga pagi tiba.


Keadaan Dewi lilia yang mabuk membuat sang Dewi tertidur dengan lelap di kursinya.


"Xia yi kau tak perlu membangunkan Lia'er, biarkan saja dia beristirahat".


"Aku ingin kau membantunya dalam mengurus menara tahta setelah kepergianku," ucap Shio Fang kemudian memberikan sebuah gulungan hitam kepada Xia yi, yang merupakan tehnik pedang yang di dapatkannya dari perut kura kura hijau yang berada di gunung Orgy.


"Apa ini ketua?" tanya Xia yi.


"Kau adalah tetua muda menara giok, dengan menguasai tehnik pedang 8 pilar neraka maka kau akan memiliki kemampuan untuk dapat melindungi menara giok di masa depan," ucap Shio Fang.


"Trimakasih ketua atas pemberianmu ini," ucap Xia yi sambil menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2