
Pelatihan tehnik yang di lakukan oleh Marilyn, Shio Fang dan Zen di dalam perpustakaan, telah mencapai titik puncak pencapaian selama 3 bulan yang telah mereka lalui bersama.
Shio Fang telah menguasai tehnik penguasa Angin dengan tingkat kekuatan di ranah langit awal, Marilyn telah menguasai kekuatan Pheonix salju dan kini tengah mempelajari kekuatan Pheonix surgawi dan sudah menembus tingkat langit awal, Zen telah menguasai kekuatan air hitam dan sekarang telah menembus kekuatan Awan puncak, dan mereka bertiga sangat berharap akan masuk 10 besar murid terkuat di Akademi, agar bisa berlatih di akademi pusat Kunlun untuk dapat mengasah kemampuannya lebih kuat lagi di sana.
Pagi hari mereka kembali berkumpul di tempat latihan, dan pada kesempatan itu Shio Fang menyatakan jika hari ini akan libur latihan sampai selesainya turnamen beladiri yang akan diselenggarakan 2 hari lagi.
"Dalam dua hari ini carilah suasana nyaman dan jauh dari latihan, agar pikiran kita dapat tenang dalam menghadapi turnamen yang sebentar lagi akan dimulai," ucap Shio Fang.
"Kemanakah tujuan mu untuk menyegarkan fikiran Shio Fang?" tanya Zen.
"Aku juga belum tau, yang jelas aku akan mencari tempat untuk menenangkan diri," jawab shio Fang.
"Aku mungkin akan menghabiskan waktu di dalam kamar, karena aku tak mempunyai tempat dalam menenangkan fikiran kecuali di dalam kamar," ucap Zen dengan senyum di bibirnya.
Marilyn dan Shio Fang pun tertawa mendengar tempat tujuan tujuan Zen untuk menenangkan pikirannya.
Tak lama kemudian Shio Fang pun berkata. "Ingat Zen, kau jangan macam maca di dalam kamar selama kepergianku nanti, aku tak ingin kamarku kotor karena pikiran bejatmu," ucap Shio Fang.
Kini giliran Zen yang tertawa terbahak bahak yang di ikuti tawa renyah Shio Fang, hanya Marilyn yang tak ikut tertawa karena dia bingung dengan apa yang menjadi pembicaraan mereka berdua, hingga tertawa seperti itu.
Karena penasaran, Marilyn akhirnya menanyakan apa yang mereka berdua tadi bicarakan.
"Aku tak mengerti dengan pembicaraan kalian berdua, sehingga menimbulkan gelak tawa seperti itu, Shio Fang dapatkah kau menjelaskannya padaku?" tanya marilyn.
Sebelum Shio Fang menjawab pertanyaan Marilyn, Zen terlebih dahulu menimpali.
"Obrolan kami hanya di mengerti oleh laki laki kesepian, tanpa pasangan untuk melampiaskan hasrat, yang hanya bisa berhayal tinggi sambil berandai andai jika...."
Zen menggantung perkataanya, yang kembali menimbulkan gelak tawa dari kedua pemuda itu.
Marilyn segera mencerna perkataan Zen dan tak lama kemudian muka marilyn memerah, karena telah mengetahui kemana arah pembicaraan kedua pemuda itu.
"Kalian tak sopan.!!"
__ADS_1
Marilyn segera berdiri dan berjalan meninggalkan tempat latihan. Sebelum Marilyn jauh melangkah pergi, Shio Fang lantas berkata.
"Kami hanya bercanda, kau jangan terlalu menganggap serius dan menyimpannya di dalam hati," ucap Shio Fang.
Marilyn tak menghiraukan perkataan Shio Fang, dia telanjur kesal dengan arah pembicaraan mereka berdua, bukannya merencanakan sesuatu untuk menghadapi turnamen, malah memikirkan sesuatu yang dianggap tabu untuk menjadikan sesuatu yang pantas di perbincangkan.
"Ini semua gara gara kau Shio Fang, perkataanmu telah membuatku terpancing dan pada akhirnya membuat Marilyn kesal dan marah pada kita berdua," ucap Zen.
"Jika kita berdua saling menyalahkan, maka tak akan ada penyelesaiannya. Marilyn hanya marah sesaat sebentar lagi pasti dia akan baikan, lebih baik kita berdua mencari tempat untuk menyendiri dan memenangkan pikiran," jawab Zen.
Pada akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan tempat latihan.
Zen menghabiskan waktu di dalam kamar untuk melakukan evaluasi mengenai apa yang telah di latihnya selama ini, sementara itu Shio Fang pergi ke dalam hutan Akademi untuk sekedar menenangkan dirinya disana.
Hembusan angin malam membawa Shio Fang mengenang kembali saat pertemuannya dengan bibi Yinzi, wanita cantik yang selalu baik padanya yang selalu mendengarkan keluh kesahnya, sehingga Shio Fang merasakan benih benih cinta mulai timbul di hatinya.
"Aku akan pergi ke alam Cristal es," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian pergi ke alam Cristal es. Di sana Shio Fang mendengar alunan suara kecapi yang terdengar indah dari dalam sebuah perahu yang berada di tengah sungai.
Bibi Yinzi menghentikan memetik kecapi saat melihat Shio Fang secara tiba tiba sudah berada di atas perahu.
"Mengapa kau tiba tiba muncul di perahu, tak seperti biasanya kau selalu berteriak di tepi sungai jika kau datang ke alam Cristal es?" tanya bibi Yinzi.
Shio Fang merebahkan tubuhnya di lantai perahu sambil memandang atap perahu.
Tiba tiba hujan turun sangat deras yang membuat suasana menjadi riuh karena benturan air hujan di atas atap perahu.
"Bibi telah mengajarkanku tehnik penguasa Angin yang dapat berjalan di permukaan air, mengapa aku harus kembali berteriak sementara aku bisa berjalan menuju ketempat ini," jawab Shio Fang.
"Kau seorang pemuda, dan aku seorang wanita, tak baik jika kau berada di tempat ini bersamaku, lebih baik kau sekarang kembali ke alam Surgawi," ucap bibi Yinzi.
"Bibi.., apakah kau tak merasa kesepian berada di tempat ini seorang diri, dengan menghabiskan hidup mu tanpa adanya pasangan, teman maupun keluarga?" tanya Shio Fang.
__ADS_1
"Apa maksudmu berkata seperti itu pada bibi?"
Kini giliran bibi Yinzi balik bertanya.
Shio Fang meraih tangan bibi Yinzi dan mendekapnya erat, yang membuat Bibi Yinzi sangat heran dengan prilaku Shio Fang yang tak seperti biasanya itu.
"Bibi.., setelah aku menjadi kuat, aku ingin melamar mu untuk menjadi istriku, aku akan membuat hidupmu bahagia bersamaku, kita akan membangun keluarga kecil bahagia," ucap Shio Fang dengan tersenyum manis penuh harap.
"Kau jangan bodoh Shio Fang, walaupun aku terlihat seusiamu tapi umurku jauh lebih tua darimu, lebih baik kau tetap menganggapku sebagai bibi Yinzi yang akan selalu memberikan pelatihan tehnik beladiri padamu," jawab Bibi Yinzi sambil menarik tangannya kembali.
Shio Fang tak ingin melepaskan tangan bibi Yinzi di dalam dekapannya, dia berharap banyak jika wanita cantik itu mau menerima ketulusan cintanya.
"Bibi..., aku tulus mencintaimu dari hatiku yang terdalam, aku akan menemanimu sampai akhir hidup ku..!!" ucap Shio Fang.
"Plak..!!"
Sebuah tamparan keras telak mendarat di pipi Shio Fang, saat tangan kanan bibi Yinzi terlepas dari dekapan tangan Shio Fang.
Shio Fang mencoba tersenyum walaupun hatinya terasa sakit, Shio Fang mencoba bertahan dengan perasaannya, jika suatu hari nanti sang bibi akan menerima cintanya.
Shio Fang keluar dari dalam perahu dan disambut dengan derasnya hujan yang menerpa tubuhnya.
"Mungkin hari ini bibi menolakku, tapi setelah aku menjadi kuat dan tak terkalahkan, maka aku akan kembali mencarimu untuk untuk melamar mu menjadi istriku".
"Jika saat itu kau kembali menolakku maka aku tak akan pernah mengejar mu lagi," ucap Shio Fang menahan kegetiran hatinya.
Dengan membuka portal, Shio Fang pun kembali ke alam surgawi.
Sementara itu di dalam perahu bibi Yinzi terdiam sambil memandangi telapak tangannya yang telah menampar Shio Fang, bibi Yinzi menyesali semua yang di lakukannya karena rasa ego sesaat.
Bibi Yinzi berjalan di atas permukaan air sungai, dengan seluruh tubuhnya kini basah oleh derasnya air hujan, sesaat bibi Yinzi menatap ke angkasa sambil berteriak.
"Aku wanita normal yang juga merasakan cinta, seandainya kau tau jika sehari kau tak datang kesini aku begitu rindu dan mengkhawatirkan mu..!!, kau pemuda pertama dan terbaik yang pernah ku temui, tapi keadaan yang membuat kita seperti ini, aku Abadi sementara kau tidak, jika aku bersamamu dan terlalu mencintaimu dengan sangat, apa yang harus kulakukan Setelah Kau pergi dari kehidupanku karena usia yang menua, apakah aku bisa melanjutkan hidup ku selanjutnya tanpamu...!!"
__ADS_1
"Shio Fang..!!, aku juga mencintaimu tapi aku tak bisa bersamamu..., biarkan aku dengan kesendirianku seperti ini!!" teriaknya sambil menangis menahan kesedihan hatinya di dalam derasnya hujan.
Bersambung