
Angin kencang saat ini telah mengibarkan baju pemuda tampan yang telah mempersiapkan diri untuk melakukan pertempuran besar, dengan para praktisi dari sekolah tinggi Akademi Kunlun.
Setelah beberapa saat lamanya terdiam, pada akhirnya tiga penatua dari menara Surga kemudian melakukan pergerakan ke depan untuk mulai melakukan penyerangan ke arah Shio Fang.
Dari telapak tangan ketiga penatua itu mengeluarkan cahaya yang sangat tirani, yang langsung diarahkan kepada Shio Fang yang membuat tiga sinar sebesar bola kaki dengan cahaya cemerlang, melesat dengan cepat menuju ke arah Shio Fang.
Shio Fang sama sekali tak bergeming dari tempatnya berada, yang membuat semua tatapan mata menyangka jika saat ini Shio Fang telah menjadi linglung, sehingga tak menghindari ketiga Serangan yang menakutkan itu.
Saat ketiga serangan itu sekejap lagi mengenai tubuh Shio Fang, tiba-tiba saja sebuah gerbang hitam telah muncul di hadapan Shio Fang dan langsung menghisap ketiga cahaya itu ke dalam pusaran gerbang hitam, yang membuat ketiga cahaya itu masuk ke dalam pusaran gerbang hitam dan menghilang menjadi ketiadaan.
Guru Senyu menatap tajam kearah gerbang hitam, dia sama sekali tak menyangka jika Shio Fang memiliki harta surgawi sekuat itu.
Guru Senyu kemudian membentuk segel di tangannya, sedetik kemudian sebuah penjara es telah mengurung Shio Fang di dalamnya, karena Guru Senyu sebenarnya telah mengeluarkan kekuatan formasi segel penjara Es Kunlun, yang merupakan teknik tingkat tinggi yang diciptakannya untuk dapat mengurung seorang praktisi hebat di dalamnya.
Sementara itu Shio Fang yang saat ini terkurung di dalam penjara es, dapat merasakan jika secara perlahan penjara itu mulai melakukan penindasan pada tubuhnya, hingga membuat Shio Fang seketika itu berkata.
"Jantung Yiwu, kehancuran dunia".
Tiba tiba saja bola mata Shio Fang telah berubah berwarna merah, karena Shio Fang saat ini telah mengeluarkan kekuatan Toti jantung Yiwu untuk dapat menghancurkan penjara es yang dibuat oleh guru Senyu.
Bayangan kelelawar raksasa seketika itu juga keluar dari dalam tubuh Shio Fang, yang langsung menghantam jeruji penjara es hingga pada akhirnya penjara es itu runtuh dan hancur seketika.
__ADS_1
Hancurnya penjara es membuat guru Senyu seketika itu juga memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, yang menandakan jika serangan balik yang dilakukan Shio Fang telah membuatnya terluka dalam.
Guru Ema, guru Gobin dan guru Girona yang menyaksikan hal itu, dengan cepat melesat ke depan dan melakukan serangan kepada Shio Fang.
Pedang raksasa bercahaya emas tiba-tiba saja melesat turun dari langit, dan langsung menuju ke arah Shio Fang karena sebenarnya pedang emas itu merupakan teknik dari bayangan pedang yang dikeluarkan oleh guru Gobin.
Guru Ema kemudian menebaskan pedangnya ke arah depan, yang membuat cahaya berbentuk bulan sabit seketika itu juga melesat menuju ke arah Shio Fang.
Guru Girona tak tinggal diam, diapun segera mengeluarkan teknik ilusi dan langsung ditujukan ke arah Shio Fang, yang membuat Shio Fang saat ini telah berada di sebuah lautan lahar api.
Shio Fang hanya bisa tersenyum melihat serangan gabungan yang ditujukan kearahnya, Shio Fang kemudian menjejakkan kaki kanannya kebawah hingga membuat ilusi yang saat ini menguasainya pada akhirnya menghilang, sementara dua Serangan yang tertuju ke arahnya pada akhirnya tertahan di udara karena Shio Fang telah mengeluarkan kekuatan ranah semesta Abadi yang dimilikinya, dan dalam hitungan detik kedua serangan itu pada akhirnya hancur terkikis oleh kekuatan semesta Abadi.
Shio Fang kemudian meremas tangan kanannya dan pada akhirnya sebuah gelombang kejut segera menuju ke arah ketiga guru dari akademi Kunlun, yang membuat ketiganya seketika itu juga terhempas jauh ke belakang dan menghantam tanah dengan keras, setelah gelombang kejut itu benar-benar menghantam tubuh mereka bertiga.
Guru Senyu saat ini telah bergabung dengan ketiga penatua, dan secara bersama-sama menyatukan kekuatan untuk melakukan penyerangan kepada Shio Fang.
Aura megah dan sangat tirani seketika itu juga menyeruak dari fluktuasi udara di tempat itu, karena sebenarnya keempat praktisi kuat dari akademi Kunlun telah membentuk formasi badai Angin surgawi, yang mampu menghancurkan seorang praktisi di ranah semesta Abadi jika terkena angin badai tersebut.
"Ternyata mereka berempat memang ingin membunuh ku, baiklah..., Aku tak akan menahan lagi untuk dapat menghancurkan kalian semua," batin Shio Fang.
Shio Fang kemudian memejamkan matanya dan sedetik kemudian Shio Fang telah mengeluarkan kekuatan penuh dari ranah semesta Abadi, yang telah digabungkan dengan kekuatan Toti yang dimilikinya, hingga gumuruh alam di sekitar tempatnya berada radius 10 km menjadi sangat menakutkan.
__ADS_1
Pegunungan di tempat itu hancur menjadi rata dengan tanah, sungai-sungai yang mengalir tiba-tiba saja mengering dengan sendirinya, pepohonan besar, bebatuan besar dan apapun yang berjarak 10 kilo meter kini telah menjadi debu, yang membuat seluruh area radius 10 km kini telah menjadi tandus, yang terlihat hanyalah tanah lapang seluas 10 km.
Sebuah bola cahaya tiba-tiba saja muncul di hadapan Shio Fang, bola cahaya sebesar 100 kaki merupakan kekuatan sejati dari gabungan kekuatan besar yang dimiliki oleh Shio Fang.
"Aku terpaksa melakukan hal ini, walaupun aku tak mengeluarkan tubuh Nirwana yang kumiliki namun dengan kekuatan dari semesta sejati reinkarnasi ini, telah cukup bagiku untuk menghancurkan badai angin surgawi yang kalian ciptakan," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian mengarahkan bola semesta sejati reinkarnasi menuju ke arah badai angin biru yang menuju ke arahnya, yang membuat seluruh area tempat Itu seperti dilanda gempa bumi hebat, yang membuat retakan besar seperti jurang di tanah saat dua kekuatan maha dahsyat itu saling bertemu di udara.
Bola semesta sejati reinkarnasi pada akhirnya melahap semua angin badai biru, hingga angin badai itu pun menghilang dan menjadi ketiadaan.
Hilangnya angin badai Surgawi ditempat itu, membuat keempat praktisi hebat dari Akademi Kunlun ikut terkena dampak dari serangan bola semesta sejati reinkarnasi, yang membuat keempatnya pada akhirnya hancur menjadi debu.
Seluruh praktisi hebat dari Akademi Kunlun, pada akhirnya lenyap tanpa bekas.
Shio Fang meneteskan air matanya saat melihat semua orang yang dahulu telah membuatnya menjadi seorang praktisi hebat saat berada di akademi Kunlun, kini telah menghilang dari alam surgawi untuk selama-lamanya.
"Para guru, aku akan selalu mengenang kalian di dalam hatiku, Karena tanpa kalian semua aku tak bisa menjadi seperti ini, keadaanlah yang membuat kita harus dipertemukan sebagai musuh di medan pertempuran, dan kenyataan ini telah membuatku mengerti jika sebuah ikatan tak akan bisa mengalahkan sebuah perlawanan untuk membela negara".
"Para guru, terimalah penghormatan berakhir dari ku," ucap Shio Fang.
Setelah berkata seperti itu, Shio Fang kemudian menangkupkan kedua tangannya dan membukukan badan hingga beberapa saat lamanya, setelah itu Shio Fang melesat pergi menuju ke arah pasukan besar dari kekaisaran cahaya surgawi, untuk menuntaskan rencana Shio Fang dalam menaklukkan istana kekaisaran cahaya surgawi.
__ADS_1
Bersambung