Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Master pelahap


__ADS_3

Shio Fang terisap masuk kedalam mulut tengkorak raksasa yang merupakan kekuatan pelahap. Shio Fang segera menggunakan tubuh nirwananya dan segera mengeluarkan kekuatan spritual kaisar pelahap kekosongan untuk meredam kekuatan pengurai di dalam lingkaran pelahap kekosongan yang berada di dalam tengkorak raksasa.


Di dalam lautan kehampaan yang mengikis, Shio Fang menggunakan kekuatan spiritualnya untuk berbicara kepada ketiga adiknya yang berada di luar mulut tengkorak raksasa.


"Kalian jangan melawannya, secepatnya pergi dari tempat ini karena kekuatan pelahap sangatlah kuat yang mampu menguraikan tubuh seorang praktisi kuat yang terisap kedalamnya, aku akan mengatasi kekuatan pelahap ini karena aku memiliki kekuatan pelahap yang lebih kuat dari kekuatan pelahap ini," ucap Shio Fang.


Mendapatkan perintah dari Shio Fang, ketiga praktisi kuat itu menjadi kebingungan.


"Kakak kedua apa yang harus kita lakukan, tak mungkin kita membiarkan kakak pertama dalam bahaya seperti ini, aku akan membunuh laki laki itu," ucap Shio Chen dengan amarah di wajahnya.


Terlihat riak api berwarna hitam terpancar dari tubuh Shio Chen, yang membentuk beberapa cincin api yang melingkari tubuhnya.


"Shio Chen ..., kita tak punya pilihan selain mengikuti perintah kakak pertama, aku rasa kakak pertama mempunyai alasan mengapa kita harus pergi dari tempat ini, dan kurasa kita harus mengikuti perintahnya," ucap Shio Zen.


"Kakak kedua benar, ada baiknya kita segera pergi dari tempat ini karena aku merasa kakak pertama telah mempunyai rencana kepada laki laki tua itu," timpal Shio Ju.


Shio Chen mendengus kesal, keinginan bertarung untuk menghabisi Wudao tak bisa di lakukannya, mengingat apa yang di katakan kedua kakaknya tak bisa di bantah olehnya. Dengan berat hati Shio Chen kemudian berkata.


"Baiklah..., aku akan mengikuti perkataan kalian untuk pergi dari tempat ini," ucap nya.


Setelah mendengar perkataan Shio Chen, Shio Ju kemudian melesat pergi meninggalkan tempat itu yang di ikuti Shio Chen di belakangnya, sementara Shio Zen tetap di tempatnya untuk melepaskan kekuatan segel kepada tengkorak raksasa, untuk menahannya agar tak mengganggu pelarian mereka.

__ADS_1


Wudao yang melihat kedua pemuda yang menjadi musuhnya telah melarikan diri, diapun kemudian berteriak lantang. "Mau kemana kalian...!!, Aku tak akan membiarkan orang orang yang telah membunuh putraku dapat bebas dari kematiannya".


Setelah berkata seperti itu, Wudao segera mengarahkan tengkorak raksasa dari artefak langit binatang kuno kepada Shio Chen dan Shio Ju.


Shio Zen yang sengaja tak ikut pergi dari tempat itu seketika mengeluarkan segel di tangannya dan berteriak.


"Bencana air surgawi...!!"


Tiba tiba saja dari dalam tanah bermunculan gelombang air yang meluap, yang seketika itu langsung menerjang kearah tengkorak pelahap.


Setelah serangannya menuju kearah tengkorak raksasa dapat menghentikan sesaat kekuatan pelahap kekosongan, Shio Zen memanfaatkan kesempatan itu untuk segera menyusul Shio Chen dan Shio Ju untuk melarikan diri dari tempat itu.


Wudao yang tak ingin kehilangan ketiga pemuda yang menjadi buruannya, seketika itu memerintahkan tengkorak pelahap untuk segera menyerap air yang membelenggunya sehingga gelombang air itupun menghilang masuk kedalam mulut tengkorak raksasa.


"Ada apa ini, mengapa jiwa pelahap dari artefak langit binatang kuno tiba tiba terkikis oleh satu kekuatan besar yang tak bisa ku ketahui?" tanya Wudao dalam hati.


Wudao berdiri di langit kemudian dia pun memusatkan kekuatan spiritualnya ke dalam tengkorak raksasa yang melayang di udara, dan tak lama dia pun berkata.


"Ternyata orang itu belum mati, dia mencoba menghancurkan kekuatan pelahapku dari dalam, dia cukup lumayan hebat karena dapat mengatasi kekuatan pengurai dari efek pelahapku. Sekarang aku ingin melihat apakah kamu masih bisa bertahan dari kekuatan artefak pelahapku setelah aku meningkatkan kekuatan pelahapku," ucap Wudao.


Wudao kemudian mengeluarkan kekuatan pelahap yang lebih besar lagi ke arah tengkorak raksasa binatang zaman kuno yang di milikinya, tak lama kemudian Aura hitam seketika itu menyelimuti tengkorak raksasa dan perlahan-lahan merasuk ke dalamnya.

__ADS_1


Shio Fang yang berada di dalam lingkaran pelahap, tiba-tiba saja berada di alam yang tak dikenalnya yaitu padang pasir dengan ketandusan di tempat itu.


Shio Fang kali ini menyadari jika laki-laki tua pemilik artefak pelahap, telah mengeluarkan kekuatan terkuatnya untuk menyerang dirinya hingga dia berada di padang pasir tandus yang di penuhi aura mengikis yang sangat kuat.


"Aku tak akan semudah itu kau bunuh, aku akan mencari celah di dalam kurung padang pasir yang tandus ini untuk dapat kembali ke permukaan," ucap Shio Fang kemudian mengeluarkan aura kuat spiritual dari dalam tubuhnya, hingga daerah di sekitar tempat itu berfluktuasi yang menyebabkan kekuatan mengikis dari padang pasir tandus yang menyerap semua energi di alam tubuh Shio Fang dapat diredam olehnya.


Di permukaan Wudao kini merasakan jika kekuatan anak muda yang telah diserapnya tak biasa, Wudao bahkan merasakan kengerian dari kekuatan yang ditimbulkan oleh pemuda itu, sehingga Wudao ingin bertarung melawannya secara langsung di dalam lingkaran pelahap kekosongan miliknya.


Roh jiwa Wudao kemudian keluar dari dalam tubuhnya dan melesat cepat masuk ke dalam mulut tengkorak raksasa, tak lama kemudian tubuh roh jiwanya seketika itu memadat dan tiba tiba saja muncul di padang pasir tandus yang saat ini di tempati oleh Shio Fang.


Wudao saat ini berhadapan langsung dengan Shio Fang dan menatap tajam kearahnya dengan kilatan mata yang membunuh. Shio Fang yang melihat kehadiran laki-laki tua yang menjadi lawan tarung Shio Chen saat itu, sama sekali tak gentar dengan kehadirannya di tempat itu karena kehadiran laki laki tua itu sebenarnya sudah sangat di tunggu tunggu oleh Shio Fang.


"Akhirnya kau muncul juga, dan saat ini sudah waktunya bagiku untuk melenyapkan mu dari alam surgawi ini," ucap Shio Fang.


"Ha..ha...ha.., besar juga nyalimu anak muda sehingga kau bisa berbicara seperti itu di hadapanku, kau saat ini berada di dalam lingkaran pelahapku dan di dalam lingkaran pelahap ini kau takkan bisa berbuat apa-apa padaku!!" ucap Wudao tak kala sengitnya.


Setelah berkata seperti itu tiba-tiba saja udara di sekitar tempat itu berfluktuasi sehingga kekuatan mengikis yang sangat padat langsung menyerang ke arah Shio Fang, yang membuat Shio Fang merasakan kekuatan kuat yang perlahan-lahan mulai mengikis tubuh nirwananya.


"Kau ingin bermain-main dengan kekuatan pelahap sementara orang yang kau hadapi kali ini merupakan seorang master kekuatan pelahap, maka aku akan menunjukkan kepadamu seperti apa kekuatan pelahap itu," ucap Shio Fang.


"Gerbang hitam hadirlah...."

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu maka gerbang besar setinggi 100 meter dengan aurat kuat berwarna hitam, seketika itu muncul di tempat itu dengan pusaran hitamnya yang sangat kuat.


Bersambung


__ADS_2