
Dengan arahan dari leluhur Zen Wu, Shio Zen kemudian duduk bersila di hadapannya.
Tak lama kemudian leluhur Zen Wu menyalurkan seluruh kekuatan yang di milikinya selama hidup kepada Shio Zen, hingga aura hitam yang sangat pekat segera keluar dari tubuh Shio Zen, aura yang sangat megah dan tirani dari seorang praktisi kuat di masa lalu.
Shio Fang menatap tajam kearah Shio Zen, dia sadar setelah Shio Zen mendapatkan dantian barunya kemungkinan besar Shio Zen akan memiliki kemampuan yang hebat, dan bisa saja Shio Zen dapat melampoi kekuatan yang di miliki para praktisi kuat di alam surgawi.
Setelah beberapa lama leluhur Zen Wu melakukan penyaluran kekuatannya dalam membentuk Dantian baru bagi Shio Zen, tiba-tiba saja Shio Zen berteriak dengan keras dan tak lama kemudian tubuhnya pun ambruk ke tanah.
Kekhawatiran segera timbul di wajah Shio Fang, buru buru dia menuju ke arah Shio Zen untuk melihat keadaannya, namun tiba-tiba leluhur Zen Wu menahannya.
"Shio Fang kau jangan menuju ke arahnya, walaupun saat ini Zen tengah tak sadarkan diri namun di alam bawah sadarnya dia saat ini tengah berjuang untuk membentuk dantian barunya dari seluruh kekuatan yang kumiliki selama hidupku, jika dia berhasil maka seluruh kekuatanku selama aku masih hidup akan menyatu dengan dirinya, Akan tetapi jika dia gagal maka dia takkan mendapatkan apa-apa dari kekuatan yang selama ini kumiliki, dengan kata lain dia akan mati," ucap leluhur Zen Wu dengan tatapan yang sulit di diartikan ke arah Shio Zen.
"Leluhur mengapa anda melakukan hal itu?, bagaiman jika Zen tak mampu untuk melakukannya bukankah hal itu sama saja dengan kau membunuhnya secara tak langsung," ucap Shio Fang yang sama sekali tak mengerti dengan jalan pikiran leluhur Zen Wu.
"Shio Fang.., untuk mendapatkan suatu kekuatan besar tidak dapat diperoleh dengan cara instan semua itu harus ada perjuangan di dalamnya dan saat ini Zen telah berjuang untuk itu, hanya ini satu-satunya cara untuk Zen mendapatkan dantian barunya, dan jika dia gagal itu merupakan resiko yang harus diambil, karena semua perjuangannya untuk mendapatkan kekuatan harus memiliki resiko".
"Shio Fang..., semua praktisi beladiri yang telah kehilangan Dantian merupakan pukulan terberat dalam hidupnya, karena kehilangan Dantian bagi seorang praktisi dianggap telah mati yang tak bisa melakukan kultivasi, dan kuharap kau dapat mengerti apa yang ku katakan ini," ucap leluhur Zen Wu.
Mendengar semua perkataan leluhur Zen Wu, Shio Fang hanya dapat menarik nafas dalam-dalam kemudian berkata di dalam hatinya, Shio Zen berjuanglah Karena aku tahu kau mampu untuk mendapatkan Dantian barumu," ucapnya.
__ADS_1
Sementara itu Shio Zen yang berada di bawah alam sadarnya tengah berjuang dengan kehidupan dan kematian, di mana kekuatan hitam pekat terus menghantam tubuhnya dengan sangat kuat yang membuat Shio Zen harus terhempas berkali-kali keatas ke atas air hitam yang menjadi dasar di alam itu.
Shio Zen saat ini benar-benar tengah terpuruk, tak ada energi murni seperti halnya para praktisi beladiri yang membantu untuk melawan Aura hitam yang terus menghujaninya, karena Shio Zen memang tak memiliki sebuah Dantian.
Tak lama kemudian kilatan cahaya berwarna hitam kembali telah menghantam tubuhnya, yang membuat pandangan mata Shio Zen benar-benar kabur. Shio Zen kini tak memiliki daya upaya untuk dapat bertahan lagi, dia hanya berusaha sekuat mungkin untuk dapat bernafas yang menandakan jika dirinya masih hidup.
Di dalam keterpurukannya itu Shio Zen membayangkan bagaimana di kehidupan masa lalunya dirinya yang merupakan seorang anak kecil, tengah menangis saat seluruh klannya dibantai oleh orang-orang dari aliansi hitam yang menginginkan peta harta karun keluarganya, dan saat itu Shio Zen membayangkan bagaimana kedua orang tuanya dibantai di depan matanya yang membuat amarah di dalam hatinya seketika itu terpacu, yang membuat energi tubuhnya perlahan-lahan mulai tumbuh dan membentuk sebuah Dantian.
Shio Zen kembali membayangkan orang-orang yang peduli padanya, yang telah membuatnya menjadi seorang praktisi kuat di akademi Kunlun. Shio Fang adalah orang yang paling berjasa membentuk jati dirinya menjadi seseorang yang tak pernah diremehkan lagi, dan saat ini Shio Fang berharap besar jika dirinya mampu untuk berdiri menjadi seorang praktisi kembali.
"Aku pasti bisa untuk melewati semua ini, kak Shio Fang Aku tak akan pernah mengecewakanmu...!!" teriak Shio Zen.
Tekad yang kuat membuat Shio Zen tak merasakan rasa sakit yang terus menjalar ke seluruh tubuhnya, rasa sakit itu perlahan-lahan membentuk pondasi kuat akan tubuh praktisi hebat di masa lalu, dan perlahan-lahan merindian dari titik-titik vital di tubuhnya pun perlahan-lahan mulai terbentuk, hingga pada akhirnya Dantian yang berada di bawah pusarnya telah terbentuk dengan lautan luas yang tak terhingga.
Shio Zen kini dapat merasakan jika tubuhnya saat ini telah mendapatkan Dantiannya kembali, hingga Aura hitam pekat yang terus menghantam tubuhnya kini tak lagi bisa berbuat banyak, Karena energi hitam itu telah terserap ke dalam tubuh Shio Zen yang memperluas lautan Dantiannya.
Shio Zen dapat merasakan otot-otot di tubuhnya juga telah terbentuk yang membuat tubuhnya saat ini telah semakin kekar, wajahnya pun semakin tampan dan rambut hitam panjangnya kini telah berubah berwarna menjadi keperakan, yang menandakan jika kekuatan yang dimiliki leluhurnya semasa masih hidup telah masuk ke dalam tubuhnya.
Shio Zen kemudian melihat banyak teknik bela diri yang berada di dalam kepalanya, dia pun kemudian duduk bersila di tempat itu untuk mempelajari semua teknik yang saat ini silih berganti menghiasi kepalanya.
__ADS_1
Sementara itu di permukaan, wajah leluhur Zen Wu telah berubah menjadi berseri-seri karena merasakan jika keturunannya telah mendapatkan semua kekuatan yang dimilikinya semasa masih hidup, semua itu karena Shio Fang yang menjadi tolak ukur untuk pembuktian bagi Shio Zen dalam mendapatkan Dantiannya kembali.
"Shio Fang telah memberi pengaruh yang sangat luar biasa kepada keturunanku, dan aku yakin Shio Fang dan Zen suatu hari kelak akan merajai praktisi terkuat di alam surgawi ini," gumam leluhur Zen Wu.
Leluhur Zen Wu kemudian menghampiri Shio Fang dan berkata. "Aku tak bisa berlama-lama lagi di tempat ini, karena seluruh energi murni di tubuhku telah merasuk ke dalam tubuh Zen yang telah membentuk Dantian baru baginya, dan itu pertanda jika aku akan lenyap untuk selamanya".
"Shio Fang karena semua hal baik yang telah kau berikan kepada keturunanku maka aku akan menghadiahkan mu alam jiwa ini, di dalam alam jiwa ini memiliki energi jiwa yang mampu membuat seorang praktisi bela diri menembus penguasaan kekuatan spiritual puncak dengan tanpa hambatan, seperti halnya kekuatan spiritual kaisar pelahap kekosongan yang kau miliki, kau dapat meningkatkannya menjadi lebih tinggi lagi dengan menembus kekuatan spiritual puncak".
"Shio Fang terimalah cincin ini sebagai kunci masuk untuk dapat menuju ke alam jiwa ini," ucap leluhur Zen Wu kemudian melepas cincin di jari tangan kirinya dan memberikannya kepada Shio Fang.
Shio Fang menerima cincin pemberian dari leluhur Zen Wu kemudian berucap. "trimakasih".
Sebelum leluhur Zen Wu memudar dan menghilang untuk selama-lamanya, leluhur Zen Wu berkata.
"Aku titip Zen, katakan kepadanya jika aku leluhur pendiri klan air Hitam pertama sangat bangga padanya," ucapnya.
Shio menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan leluhur Zen Wu.
Setelah melihat anggukan kepala Shio Fang, leluhur Zen Wu kemudian menghilang untuk selamanya.
__ADS_1
Bersambung