
Shio Fang saat ini telah berada di alam kristal es, sayup sayup Shio Fang mendengar nyanyian merdu seorang wanita di atas perahu yang ada di tengah sungai.
Shio Fang pada akhirnya dapat bernapas dengan lega karena mendengar nyanyian dari dalam perahu, yang menandakan jika istri dan putranya saat ini masih hidup.
Shio Fang kemudian melesat dengan cepat keatas perahu yang membuat nyanyian yang terdengar seketika itu berhenti. Sesosok wanita cantik dengan tatapan kosong kini tengah berada di hadapan Shio Fang.
Yin"Ar apa yang telah terjadi, mengapa kau menjadi seperti ini?" tanya Shio Fang yang melihat Dewi Yinzi seperti orang yang kebingungan.
Dewi Yinzi kemudian menaruh jari telunjuknya di depan mulutnya, tak lama kemudian dia pun berkata. "Sayang..., Putra kita sedang tidur, kau jangan terlalu berisik karena akan membangunkan nya," jawab Dewi Yinzi yang seketika itu juga membuat Shio Fang sangat terkejut dibuatnya.
"Mengapa Yinzi menjadi seperti ini, sesuatu yang buruk pastinya telah terjadi pada istri dan putraku," batin Shio Fang kemudian berlari masuk ke dalam perahu.
Shio Fang dapat melihat bayi laki-lakinya saat ini telah terbujur kaku, namun Shio Fang masih bisa merasakan denyut nadinya yang membuat kepanikan seketika itu juga terpancar dari wajah Shio Fang.
"Putraku..., mengapa kau menjadi seperti ini," ucap Shio Fang dengan meneteskan air matanya melihat penderitaan Putra kecilnya.
Dewi Yinzi kemudian bersimpuh di bawah kaki Shio Fang sambil berkata. "Maafkan aku karena tak bisa menjaga Putra kita hingga menjadi seperti ini," ucapnya.
Shio Fang kemudian meraih tubuh Dewi Yinzi lantas dia pun berkata. "Apa yang sebenarnya terjadi pada Putra kita, katakan kepadaku!!" teriak Shio Fang dengan amarah di wajahnya.
Dewi Yinzi seketika itu juga menangis dengan keras, rasa bersalah seketika itu juga menghantuinya setelah sang suami datang dan ingin mengetahui keadaan putranya saat ini
"Racun ditubuhnya tak murni bisa keluar dari dalam tubuh Putra kita, walaupun aku telah meminumkan obat penawarnya, dan saat ini Dantian putra kita telah rusak akibat racun itu," ucap Dewi Yinzi dalam isaknya.
Shio Fang menyadari jika saat ini dia telah sangat bersalah karena membebani masalah putranya sepenuhnya kepada Dewi Yinzi, yang membuat Shio Fang kemudian memeluk istrinya dengan rasa kasih sayang dari dalam hatinya.
"Kita pasti bisa melewati semua ini dan aku sangat yakin jika Putra kita dapat terselamatkan, Sayang..., Aku akan berusaha semampuku Walaupun rintangan apapun yang akan ku lewati aku pasti akan dapat menyembuhkan Putra kita," ucap Shio Fang.
Dewi Yinzi menganggukan kepalanya dan pasrah dengan keadaan yang ada, namun di dalam hatinya dia berharap jika Shio Fang dapat menyembuhkan putranya.
Shio Fang kemudian duduk bersila di tempat itu, dan dengan cepat menyalurkan energi murni yang telah dipadukan dengan tubuh Nirwananya ke arah tubuh bayi laki-laki yang ada di hadapannya, sehingga perlahan-lahan racun yang bersarang di dalam tubuh putranya berangsur-angsur keluar dari seluruh pori-pori tubuhnya, hal itu terjadi hingga beberapa waktu lamanya sampai berakhirnya wajah putranya kembali cerah seperti sediakala.
Shio Fang kemudian menggigit jari telunjuknya, dan dengan cepat menempelkan darah esensi dari tubuhnya ke kening putranya, hingga darah itu seketika itu juga merasuk dengan cepat ke dalam tubuh putranya.
Saat ini Shio Fang telah memberikan tubuh Nirwana yang dimilikinya, sebagai alat perlindungan bagi putranya karena saat ini putranya itu tak memiliki dantian seperti layaknya seorang praktisi di alam surgawi.
Rasa haru seketika itu menjelma di hati keduanya setelah melihat anak laki-lakinya mulai menangis, yang menandakan jika saat ini anak laki-laki itu telah pulih dari racun mengerikan yang berada di dalam tubuhnya.
Shio Fang kemudian menimang anak laki-laki itu dan berkata. "Mulai hari ini aku akan memberikan nama Shio Fan Yin kepadamu, karena gabungan nama dari kedua orang tuamu ini akan membuat mu tetap hidup dan menjadi seorang praktisi hebat di masa depan," ucap Shio Fang.
__ADS_1
Setelah 3 bulan berada di alam crystal es, Shio Fang, Dewi Yinzi dan Shio Fan Yin pada akhirnya pergi ke istana phoenix.
Di istana Phoenix Shio Fang disambut dengan baik oleh seluruh petinggi istana, termasuk Shio Yan yang saat ini telah dipercaya menjadi jenderal utama dari kekaisaran phoenix.
Hari hari terus berlalu hingga pada akhirnya 15 tahun telah terlewati.
Tampak seorang pemuda tampan Tengah duduk di sebuah perbukitan di sekitar istana, pemuda itu tak lain adalah Shio Fan Yin yang terus memandang ke arah depan dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.
Shio Fan Yin saat ini begitu meratapi nasibnya sebagai pemuda yang tak memiliki kultivasi seperti anak-anak sebayanya, namun demikian Shio Fan Yin tak pernah berkecil hati karena dengan kondisinya sekarang ini dia masih bisa menikmati kasih sayang kedua orang tuanya.
Seorang pemuda datang menghampiri Shio Fang Yin dan duduk di sebelahnya kemudian berkata.
"Adik..., Aku tak ingin kau terus memikirkan masalah Dantian mu yang rusak, selama aku masih hidup aku pasti akan menjagamu dari siapapun yang akan mencoba untuk melukaimu," ucap Go Yuan. (Putra guru Gobin dan guru Ema dan sekarang merupakan anak angkat Shio Fang yang telah memiliki kekuatan diranah Suci).
"Trimakasih kakak Go Yuan atas perhatianmu padaku, aku hanya kepikiran mengenai ulang tahun Ayah yang akan diselenggarakan besar-besaran 3 bulan dari sekarang, di acara besar itu aku pasti akan merasa minder untuk bertemu dengan ke 5 kakak ku yang memiliki tingkat kekuatan tak seperti dengan diriku ini".
"Kakak Shio Cin Lin dari istana cahaya ilahi memiliki anugerah dengan tubuh bulan dingin yang dimilikinya, dan tentu saja kekuatannya saat ini setara dengan para praktisi ditingkat langit sempurna.
"Kakak Shio Xu Tian dari kekaisaran Jiang ma memiliki anugerah tubuh tulang selaksa langit, yang mana kekuatannya itu telah mampu setara dengan para praktisi di tingkat langit sempurna".
"Kakak ku Shio Sivan dari menara pil saat ini merupakan praktisi jenius di bidang Alkemis, dan juga memiliki bakat yang sangat mengagumkan dibilang seni bela diri, karena kekuatannya saat ini telah menembus ranah langit tingkat lanjutan".
Sementara Kakak perempuanku yang berasal dari istana cahaya naga juga merupakan praktisi jenius, di usianya yang sangat muda dia telah berhasil menjadi seorang praktisi hebat yang telah menembus ranah langit sempurna.
"Apalah aku ini, aku hanyalah pecundang dari keluargaku yang tak memiliki kemampuan apa-apa, namun aku masih bersyukur kasih sayang ayah dan ibu tak pernah sedikitpun berubah kepadaku".
"Kakak Go Yuan, aku berkeinginan menuju ke barat daya tepatnya di sisi timur kekaisaran cahaya api, Ibu pernah bercerita jika ayah pernah membangkitkan kekuatan pasukan besar di sana untuk mengikutinya, dan aku memiliki firasat jika di sana terdapat sebuah sumber daya yang langka, dan aku berkeinginan untuk mendapatkan sumber daya itu untuk hadiah di hari ulang tahun Ayah," ucap Shio Fan Yin.
"Adik..., untuk menuju ke sana sangatlah berisiko dan jika kita benar-benar melakukan perjalanan kesana maka bahaya tentu saja akan datang kepada kita," ucap Go Yuan.
"Aku telah memutuskan untuk mendapatkan sumber daya di sana, dan aku mohon kepadamu agar tak memberitahu kepergian ku untuk mencari sumberdaya itu kepada ayah dan ibuku dan semua petinggi istana phoenix," ucap Shio Fan Yin.
Go Yuan hanya bisa menarik nafas dalam-dalam biar bagaimanapun dirinya telah mengangkat Shio Fan Yin sebagai adiknya sendiri, yang membuatnya seketika itu juga berkata.
"Ibu dan Ayah saat ini tengah melakukan retreat kultivasi di alam jiwa, jika kau benar-benar ingin ke sana untuk mencari sumber daya itu maka hari ini merupakan hari yang terbaik untuk menuju ke sana, karena jika ayah dan ibu berada di istana maka tak akan mudah bagimu untuk pergi mencari sumber daya itu, mengingat seberapa pun kau mencoba pergi ayah dan ibu pasti akan menemukan mu," ucap Go Yuan.
Shio Fan Yin seketika itu juga tersenyum, tentu saja perkataan dari saudara angkatnya itu membuatnya merasa senang, mengetahui jika Kakak angkatnya itu telah memberikan restu baginya untuk bepergian mencari sumber daya yang diinginkannya.
***********
__ADS_1
Pagi pagi sekali Shio Fan Yin telah mempersiapkan segalanya untuk pergi meninggalkan istana, setelah Shio Fan Yin membuka pintu kamarnya, dirinya dikejutkan dengan kehadiran Go Yuan yang telah membawa segala persiapan untuk berpergian.
"Kak Go Yuan apa yang kau lakukan?" tanya Shio Fan Yin.
"Apakah aku akan tega melihatmu melakukan perjalanan seorang diri demi mencari sumber daya sebagai hadiah bagi ayah yang akan berulang tahun, Aku akan ikut bersamamu karena aku akan sangat mengkhawatirkan dirimu Jika kau tak ada di dekat ku," jawab Go Yuan.
Shio Fan Yin seketika itu juga tersenyum dan merasa senang karena kakak angkatnya ingin ikut bersamanya untuk melakukan perburuan sumberdaya, dan dengan kehadiran Kakak pertamanya itu Shio Fan Yin tak akan merasa takut jika harus berhadapan dengan berbagai jenis binatang buas yang ada di dalam hutan, karena kekuatan yang dimiliki kakak angkatnya begitu bisa diandalkan.
Mereka berdua melakukan perjalanan dengan berkuda, dan seluruh perbekalan yang ada telah disimpan di dalam cincin ruang yang mereka miliki, semua itu untuk mengelabui para penjaga gerbang yang pastinya akan menanyakan kepergian mereka berdua.
Benar saja di depan gerbang keluar wilayah istana phoenix, tampak seorang laki-laki bertubuh kekar mendatangi mereka berdua dan bertanya.
"Ke dua pangeran, apa tujuan Pangeran keluar dari gerbang wilayah kota kekaisaran?" tanya komandan penjaga gerbang menyelidik.
"Paman..., kami berdua akan melakukan perburuan di sekitar hutan, demi mencari binatang buruan sebagai alat melepas penat selama pelatihan beladiri yang kami lakukan," ucap Go Yuan beralasan.
"Baiklah jika begitu, aku akan mengizinkannya asalkan kalian tak terlalu jauh masuk ke dalam hutan, mengingat bahaya binatang magis yang banyak terdapat di dalam hutan bisa membahayakan kalian berdua," ucap komandan prajurit kemudian menyuruh anak buahnya untuk membuka gerbang.
Shio Fan Yin dan Go Yuan memacu kudanya dengan cepat, karena mereka berdua tak ingin jika komandan prajurit penjaga gerbang akan berubah pikiran dengan tidak membukakan gerbang.
Telah 4 hari mereka berdua melakukan perjalanan hingga sampai ke negara api.
Sesampainya di depan gerbang kota cahaya api, Shio Fan dan Go Yuan tak diperkenankan masuk ke dalam kota, sebelum mereka berdua memperlihatkan lencana pengenal dari kota api
"Paman komandan, dapatkah aku bertemu dengan pemimpin istana cahaya api karena kami berdua mempunyai urusan penting dengannya," ucap Shio Fan Yin".
"Aku tak memperbolehkanmu masuk ke dalam kota apalagi bertemu dengan Kaisar Api, kecuali kau memperlihatkan lencana pengenal mu sebagai penduduk kota api, dan kalian berdua memiliki tanda pengenal yang kuinginkan sebagai syarat masuk ke dalam kota, maka aku akan memperbolehkan kalian berdua untuk masuk kedalam kota api," jawab komandan prajurit penjaga gerbang.
Shio Fan Yin dan Go Yuan sesaat saling berpandangan dan kemudian mereka berdua menganggukkan kepala.
Kini di genggaman tangan mereka berdua terdapat lencana emas bergambar burung Phoenix, yang menandakan jika keduanya merupakan seorang bangsawan dari keluarga kekaisaran Phoenix.
Melihat hal itu komandan prajurit begitu sangat terkejut saat melihat lencana emas ditangan kedua orang pemuda, "Maafkan aku pangeran karena tak mengetahui identitas pangeran yang merupakan bangsawan istana Phoenix, sedari itu aku akan mengantarkan Pangeran berdua untuk bertemu dengan kaisar api," ucap sang komandan.
Pada akhirnya Shio Fan Yin dan Go Yuan diantarkan komandan penjaga gerbang menuju ke istana cahaya api, guna bertemu dengan kaisar api.
Bersambung
Trimakasih tuk nama nama putra dan putri Shio Fang sahabat semua🙏
__ADS_1