
Shio Fang dan putri Liu Zhi gini telah berdansa mengikuti irama alunan musik kecapi yang mengalun lembut, sementara tatapan mata putri Cin Cin tak lepas dari keberadaan Shio Fang yang tengah berdansa dengan Putri Liu Zhi, dan Shio Fang seperti membiarkan putri Liu Zhi mendekatkan dirinya terlalu dekat pada Shio Fang, dan hal itu membuat putri Cin Cin merasa kesal melihatnya.
Sementara itu Putri Liu Zhi saat ini benar-benar menikmati berdansa dengan pemuda yang dahulu pernah dibencinya, namun setelah Shio Fang menunjukkan bakat dan talentanya saat kompetisi yang berlangsung di kota kekaisaran, hal itu membuat Putri Liu Zhi begitu kagum pada sosok Shio Fang dan saat ini rasa kagum itu telah menjelma menjadi rasa ketertarikan kepada pemuda tampan yang saat ini berada di dekatnya.
"Yang bersama Shio Fang adalah adikku satu-satunya, dan sepertinya keduanya terlihat begitu serasi bukankah begitu putri Cin Cin," ucap pangeran Liu Han saat melihat kecemburuan di mata Sang Putri saat melihat Shio Fang berdansa dengan adiknya.
Putri Cin Cin yang saat ini tengah terbakar emosi seketika itu juga mendorong tubuh pangeran Liu Han dan langsung berjalan pergi meninggalkan ruang dansa, dan tentunya hal itu membuat sang pangeran sangat tersinggung di buatnya.
"Putri aku ingin bicara...!!" teriak pangeran Liu Han yang merasa keberatan dengan perlakuan kasar putri Cin Cin padanya.
Putri Cin Cin tak Menggubris perkataan pangeran Liu Han, amarah di hatinya benar-benar membuat Putri Cin Cin ingin secepatnya pergi meninggalkan tempat itu.
Shio Zen, Dewi lilia, Qing Yu dan Lin Hua Hua segera mengejar Sang Putri karena mereka khawatir jika Putri Cin Cin yang tengah marah, akan melakukan tindakan yang membuat orang di sekitarnya dirugikan.
Shio Fang hanya dapat tersenyum melihat rencananya berhasil, dan tentu saja dengan rasa cemburu Putri Cin Cin padanya akan membuat sang putri kembali pulang ke akademi Kunlun secepatnya.
"Aku akan memperbaiki hubungan ini dengannya setelah aku berada di akademi Kunlun," batin Shio Fang.
Namun tiba-tiba saja Shio Fang dapat merasakan Aura para praktisi ahli di ranah semesta tengah menuju ke arah Shio Zen, dan tentu saja hal itu membuat Shio Fang merasa cemas.
Shio Fang kemudian mengeluarkan suara dari dalam batinnya untuk menghubungi Shio Zen.
__ADS_1
"Shio Zen cepatlah kau pergi meninggalkan tempat ini karena keberadaanmu yang telah membunuh penasihat istana telah diketahui oleh para ahli penyelidik dari istana, Aku ingin kau segera pergi menuju ke dalam hutan untuk mencari perlindungan di sana, dan jangan keluar dari persembunyianmu sebelum aku datang," ucap Shio Fang.
Shio Zen yang dapat mendengar suara Shio Fang dengan sangat jelas di telinganya, seketika itu melihat ke arah Shio Fang dan sesaat kau kemudian diapun menganggukkan kepalanya.
Shio Zen kemudian melesat pergi meninggalkan tempat itu tanpa menghiraukan keberadaan sang putri yang juga telah pergi dari ruangan perjamuan makan.
Shio Fang kemudian mohon diri kepada Putri Liu Zhi untuk pergi meninggalkan acara pesta perjamuan makan, karena saat ini Shio Fang telah berhasil dalam rencananya membuat Putri Cin Cin meninggalkan acara pesta.
"Aku sangat senang bisa berdansa denganmu Putri Liu Zhi, karena masih banyak hal yang harus ku lakukan di Akademi Kunlun, maka aku mohon pamit pergi dari pesta perjamuan makan ini," ucap Shio Fang sambil menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.
Sebenarnya putri Liu Zhi masih ingin bersama dengan Shio Fang, namun tak mungkin dia dapat menahan pemuda itu karena mereka berdua baru saja saling akrab.
"Pemuda ini benar-benar membuatku penasaran, dan baru kali ini kurasakan perasaan ini pada sosok seorang pemuda, aku pasti akan bertemu denganmu lagi karena aku tak menginginkan perpisahan denganmu seperti hari ini," batin putri Liu Zhi sambil melihat kepergian Shio Fang.
Shio Fang yang melihat kilatan amarah di mata pangeran Liu Han, sama sekali tak ingin melakukan penghormatan kepadanya sehingga Shio Fang pun berkata.
"Untuk apa kau menghadang langkahku, aku selama ini tak pernah memiliki masalah dengan mu dan kuharap kau segera pergi dari hadapanku," ucap Shio Fang.
"Shio Fang..., Aku ingin kau menjauhi putri Cin Cin karena aku menyukainya, jika kau tak mendengarkan perkataanku maka jangan salahkan aku jika hal buruk akan menimpa Shio Zen, karena para ahli dari kekaisaranku telah mendeteksi jika Aura yang tertinggal di laboratorium itu merupakan Aura yang keluar dari tubuh Shio Zen ".
"Saat ini kebenaran ada di pihak ku, walaupun Shio Zen berlindung di bawah naungan Akademi Kunlun, Armada tempur kekaisaran ku pasti akan menghancurkannya dan aku pastikan hal itu akan terjadi," ucap pangeran Liu Han dengan sinis.
__ADS_1
Shio Fang menatap tajam kearah pangeran Liu Han dan tak lama kemudian diapun berkata.
"Lakukan saja apa yang kau mau, namun aku harus mengingatkan kepadamu sedikit saja luka di tubuh Shio Zen maka hal itu juga akan menimpamu, dan jika Armada tempurmu sampai membunuhnya maka kau pun juga akan mati di tanganku dan aku akan pastikan itu," ucap Shio Fang.
Tak lama kemudian tubuh Shio Fang telah menghilang dari hadapan pangeran Liu Han, dengan tanpa sedikitpun meninggalkan jejak di sana.
Shio Fang telah menggunakan kekuatan teknik teleportasi yang dimilikinya, kekuatan yang mampu membawanya menuju ke suatu tempat hanya dengan hitungan detik saja.
Pangeran Liu Han begitu sangat terkejut melihat pemandangan itu, dia tak menyangka jika Shio Fang dapat pergi dari tempat itu tanpa sepengetahuan nya.
"Aku rasa Shio Fang ini memang bukanlah praktisi sembarangan, dan ancamannya barusan sepertinya benar-benar akan dilakukannya padaku jika aku sampai memburu Shio Zen, ini sangat menarik Aku ingin melihat apakah dia benar-benar dapat membunuh seorang putra mahkota dari kekaisaran adidaya cahaya surga".
"Shio Fang.., Pangeran ini takkan pernah takut dengan ancamanmu, aku takkan pernah melepaskan Putri Cin Cin untukmu karena keindahan dan kecantikan yang dimiliki Sang Putri hanya akan menjadi milikku," ucap pangeran Liu Han kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara itu di dalam hutan, tengah terjadi pertarungan sengit antara Shio Zen dan 10 orang praktisi kuat di ranah tingkat semesta bintang 2, dan tiga di antaranya sudah menembus ranah tingkat semesta bintang 3 yang setara dengan kekuatan yang dimiliki Shio Zen saat ini.
Shio Zen yang diserang sedemikian rupa dari berbagai arah perlahan-lahan mulai terdesak akibat adanya tiga orang praktisi yang telah berada di ranah semesta bintang 3, namun demikian Shio Zen masih dapat terus bertarung dengan menggunakan pedang hitam yang berada di dalam genggaman tangannya.
"Cukup lumayan juga pemuda ini, tak kusangka dia masih bisa dapat bertahan dari serangan yang kita lakukan," ucap seorang laki-laki paruh baya yang merupakan anggota dari prajurit bayangan dari kekaisaran cahaya surga.
"Saudara Kang Yi..., sepertinya anak muda ini memiliki kemampuan tak biasa Karena aku dapat merasakan aura kuno di masa lalu mulai diperlihatkan saat melakukan serangan balasan pada kita, dan aku yakin pemuda ini belum mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimiliki nya, dan aku yakin jika dia mengeluarkan kekuatan kartu As yang ada di lengan bajunya maka hal itu akan membuat kita sangat kerepotan," ucap praktisi ahli yang bernama Kang San.
__ADS_1
Bersambung