Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Jejak spritual


__ADS_3

Pagi hari yang cerah suasana pagi itu kini dipenuhi dengan orang-orang yang berlalu lalang yang akan menyaksikan pertarungan final antara putri Bilqis dari kekaisaran Jiangma, pangeran Liu Han dari kekaisaran cahaya surga dan Dewi Ling Quan dari sekte bunga persik.


Antusias para penonton benar-benar memadati tribun yang telah disediakan, mereka semua meneriakkan nama idola yang menjadi favorit yang bagi mereka akan menjadi juara dalam pertarungan itu.


Guru Gobin telah mengundi siapa yang akan bertarung terlebih dahulu, dan dari undian itu Dewi Ling Quan akan bertarung melawan pangeran Liu Han, sementara Putri Bilqis melaju untuk menantikan pemenang dari pertarungan antara pangeran Liu Han dan Dewi Ling Quan.


Di tempat lain Shio Fang tak pergi ke kompetisi itu, saat ini dia tengah berada di sebuah kamar tempat keberadaan Shio Zen berada.


"Shio Zen bagai mana keadaan mu?" tanya Shio Fang.


"Kak Shio Fang walaupun saat ini keadaanku telah membaik, tapi apalah gunanya jika aku tak memiliki Dantian," jawab Shio Zen.


Shio Fang dapat merasakan makna dari perkataan Shio Zen, bagai mana seorang praktisi bela diri yang tak memiliki Dantian sama halnya telah mati.


Shio Fang kemudian memegang pundak Shio Zen kemudian dia pun berkata.


Shio Zen Aku ingin kau berkata dengan jujur padaku karena aku tak menyukai sebuah kebohongan.


Saat ini aku melihat di dalam tubuhmu terdapat jejak spiritual yang sengaja di tinggalkan seorang praktisi kuat di masa lalu, dan kurasa kau pun mengetahui jika di dalam tubuhmu terdapat jejak spiritual itu. Shio Zen katakan kepadaku siapa yang telah sengaja menaruh jejak spiritual itu.


Shio Zen terdiam sesaat mendengar perkataan dari Shio Fang, sebenarnya Shio Zen tak ingin Shio Fang tahu secepat itu mengenai jejak spritual yang ditinggalkan leluhurnya, karena Shio Zen tak ingin membebani Shio Fang sementara dirinya tengah mengikuti kompetisi besar membela akademi Kunlun.

__ADS_1


Setelah berfikir sesaat, Shio Zen pada akhirnya berkata.


"Jejak itu adalah jejak spiritual yang ditinggalkan leluhurku, sengaja dia melakukannya agar suatu hari kelak aku dapat menemuinya dan dia berjanji akan memberikan Dantian yang dimilikinya untuk ku," ucap Shio Zen.


"Ha..ha..ha..., ini merupakan kabar yang sangat baik, mengapa baru sekarang kau mengatakannya kepadaku?" tanya Shio Fang.


"Kak Shio Fang Aku tak ingin membebani mu karena saat itu kau tengah mengikuti kompetisi besar, dan aku tak ingin dalam setiap pertarunganmu kau memikirkan aku," jawab Shio Zen.


"Sudahlah, Lebih baik aku melihat terlebih dahulu ke mana tujuan tempat yang diinginkan praktisi itu untuk kita datangi," ucap Shio Fang.


Shio Zen tak bisa berkata apa-apa lagi selain rasa haru di dalam hatinya, saat melihat Shio Fang begitu sangat peduli padanya.


Shio Fang kemudian menampakkan Kedua telapak tangannya ke belakang tubuh Shio Fang, dan tak lama kemudian Aura Kaisar pelahap ke kosongan segera merasuk ke dalam tubuh Shio Zen, untuk menemukan jejak spiritual yang terdapat di sana.


Setelah beberapa lama melakukan penelusuran jejak seperti yang tertinggal di dalam tubuh Zen, pada akhirnya Shio Fang membuka matanya dan segera bangkit dari duduk bersilanya.


"Shio Zen aku telah mengetahui tempat itu dan kita harus segera ke sana karena leluhurmu telah mengetahui kehadiranku lewat kekuatan spiritual Kaisar pelahap kekosongan yang kumiliki," ucap Shio Fang.


Mendengar perkataan Shio Fang, Shio Zen hanya dapat menganggukkan kepalanya.


Mengetahui Shio Zen mengiyakan perkataannya untuk menemui leluhur yang meninggalkan jejak di tubuhnya Shio Zen, Shio Fang pada akhirnya merangkul pemuda itu dan dengan kekuatan teleportasi yang dimilikinya, Shio Fang membawa Shio Zen ketempat leluhur klan air Hitam berada.

__ADS_1


Shio Fang dan Zen tiba di sebuah danau dengan air terjun yang airnya mengalir jatuh dari perbukitan yang tinggi, dan saat mereka melirik ketengah danau maka di permukaan danau tampak seorang laki-laki tua dengan seluruh rambut yang ada di tubuhnya telah memutih semua, dengan penuh wibawa laki laki datang menghampiri Shio Fang dan Zen.


"Aku telah menantikan kalian berdua jauh-jauh hari, dan hari ini akhirnya kalian berdua bisa datang untuk menemuiku," ucap laki-laki tua itu.


"Leluhur maafkan aku karena baru bisa mengunjungimu," ucap Shio Zen sambil menangkupkan kedua tangannya.


Shio Fang melihat ke arah laki-laki tua itu kemudian berkata. "Leluhur klan air hitam, saat ini generasi muda satu-satunya dari klan air hitam telah terluka dan tak bisa melakukan kultivasi layaknya seorang praktisi bela diri, Aku berharap banyak leluhur mau untuk membantunya dalam memulihkan diri, biar bagaimanapun generasi muda dari klan air Hitam harus tetap menjadi seorang praktisi bela diri agar dapat membangun klan air hitam di masa depan," ucap Shio Fang.


"Aku tau akan hal itu, karena hal itulah aku menanamkan jejak spiritualku ke dalam tubuh Zen, agar di masa depan dengan adanya dantian ku yang kuberikan kepadanya dengan seluruh kemampuanku semasa masih hidup, klan air hitam dapat kembali berjaya di tangan Shio Zen," ucap leluhur klan air hitam.


"Leluhur klan air hitam, namaku adalah Shio Fang dan saat ini telah menjalin ikatan saudara dengan Zen, aku berjanji kepada Anda jika Zen bisa mendapatkan dantian baru dan kembali menjadi seorang praktisi bela diri, maka di masa depan aku akan membantunya untuk membangkitkan kembali klan air hitam. Leluhur..., jika anda berkenan bolehkah aku mengetahui siapa nama anda," ucap Shio Fang.


Lelaki tua itu kemudian mengelus jenggot nya yang panjang, tak berapa lama kemudian dia pun berkata. Namaku Zen Wu, dari generasi pertama klan air Hitam. Shio Fang aku sangat berterima kasih karena kau mau membantu Zen mendirikan kembali klan air hitam di masa depan, dan suatu keberuntungan bagi Zen karena telah mengangkat saudara dengan pemilik warisan tubuh nirwana yang tiada tanding.


Mendengar tubuh nirwana di ucapkan leluhur Zen Wu, Shio Fang begitu sangat terkejut karena dia tak menyangka jika laki-laki tua yang berada di hadapannya mampu untuk menembus kekuatan terkuat yang dia milikinya.


Dan saat ini Shio Fang hanya dapat terdiam karena dia tahu jika praktisi yang ada di hadapannya yang hanya berupa jiwa, memiliki kekuatan yang sangat menakutkan di masa lalu dan hal itu merupakan keberuntungan bagi Shio Zen karena akan mewarisi kekuatan yang dia miliki.


Tiba tiba leluhur Zen Wu berkata. "Zen kemarilah, karena sudah waktunya kau mendapatkan dantian dariku," ucap leluhur Zen Wu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2