
Shio Fang kembali melangkahkan kakinya kearah sang serigala, kemudian berkata. "Jika kau ingin menjadi pengikutku maka kau harus mengadakan kesepakatan dengan ku, jika suatu hari kau menghianatiku maka saat itu juga tubuhmu akan hancur lebur dan musnah selamanya sehingga kau takkan bisa berinkarnasi lagi," ucap Shio Fang.
Serigala lahar api yang tak ingin lagi menderita di dalam penjara hitam, membuatnya mengiyakan perkataan Shio Fang tentang sebuah kesepakatan.
"Aku akan melakukan kesepakatan itu tuan muda," ucap serigala lahar api.
Shio Fang menganggukan kepalanya kemudian mengeluarkan kitab kuno pedang surgawi yang ada di tubuhnya, dan juga mengeluarkan pedang pemecah surga yang menimbulkan gelombang Aura menakutkan dari dalam bilah pedang.
Shio Fang kemudian meminta serigala lahar api untuk meneteskan darahnya di atas bilah pedang pemecah surga yang di arahkan kepadanya, yang membuat serigala lahar api langsung memberikan darahnya diatas bilah pedang tersebut.
Bilah pedang pemecah surga seketika itu berselimutkan darah serigala lahar api, hingga bilah pedang bergetar dan mengeluarkan cahaya merah darah.
Shio Fang kemudian menggigit jari telunjuknya hingga meneteskan darah, dia pun lalu mengukir sebuah segel di atas lembaran kosong kitab kuno pedang Surgawi dengan menggunakan darahnya, sehingga tercipta segel yang memancarkan cahaya emas di permukaan lembaran kosong kitab kuno pedang surgawi.
Shio Fang segera menancapkan ujung pedang pemecah surga ke atas segel di dalam kitab kuno pedang Surgawi, sehingga cahaya berwarna merah yang merupakan darah dari Serigala lahar api seketika itu langsung masuk ke dalam segel yang terbuat dari darah shio Fang, sehingga membuat kedua darah bersatu menciptakan segel kesepakatan.
Shio Fang menyimpan kembali kitab kuno dan pedang pemecah surga ke dalam tubuhnya, dan memalingkan mukanya ke arah serigala lahar api yang ada di hadapannya.
"Kau sekarang adalah bagian dari ku, penghianatan apapun akan menghancurkan tubuhmu karena saat ini telah terjalin kesepakatan darah di antara kita. Jika suatu hari nanti aku mati dalam pertempuran maka saat itu juga kau pun akan mati, kecuali aku mati dengan sendirinya akibat usia yang menua, maka kesepakatan darah yang telah kita buat berakhir," ucap Shio Fang kemudian mengibaskan tangannya sehingga penjara hitam menghilang dari tempat itu.
"Aku tak percaya itu semua, aku pasti akan membunuh mu jika ada satu kesempatan terbaik datang padaku," ucap serigala lahar api dengan tatapan dengan para Shio Fang setelah penjara hitam tak lagi mengurungnya.
Akan tetapi baru beberapa detik keinginan itu keluar dari dalam hatinya, Serigala lahar api tiba-tiba tumbang ke tanah dengan seluruh tubuhnya seperti di tusuk ribuan benda tajam, sehingga membuatnya tak berkutik dan perlahan-lahan nafasnya mulai berat hingga lenguhan kecil keluar dari mulutnya. "Tuan muda maafkan aku...., aku telah berlaku bodoh yang ingin membunuhmu di saat ada kesempatan ," ucap serigala lahar api di ujung ajalnya.
Melihat kematian akan menerpa Serigala lahar api, Shio Fang lantas menghempaskan tangannya dan segel kesepakatan darah langsung terbentuk dan menghantam tubuh sang serigala, sang Serigala lahar api tiba tiba mendapatkan kesadarannya kembali dan dia pun lantas bersimpuh di hadapan Shio Fang.
__ADS_1
"Aku telah mengatakan padamu jika kesepakatan yang kita buat sakral, aku takkan dapat membantumu lagi jika kau mengulangi untuk kedua kalinya," ucap Shio Fang.
"Baik tuan muda, Aku tak akan mengulangi kesalahanku untuk yang kedua kalinya," ucap serigala lahar api.
"Jika begitu kau beristirahatlah di dalam dantianku, aku akan memanggilmu jika aku memerlukan bantuan," ucap Shio Fang kemudian mengibaskan tangannya dan seketika itu juga Serigala lahar api menghilang dari hadapannya.
Shio Fang tersadar dari meditasinya, melihat hal itu Zen dengan cepat mempertanyakan mengenai kesembuhan putri Yanran karena saat ini racun di tubuhnya semakin menyebar.
"Kau tak usah khwatir, aku kan menyembuhkannya," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian mendekati putri Yanran dan berkata dalam hati. "Serigala lahar api..., apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan racun api yang ada di tubuh wanita ini?" tanya Shio Fang .
"Letakkan ujung jari telunjuk kanan Tuan muda ke kening wanita itu, maka aku akan menyerap semua racun api yang ada di tubuhnya agar dapat kembali masuk ke dalam tubuhku," jawab serigala lahar api.
Apa yang dilakukan Shio Fang menimbulkan tatapan tertegun dari Zen, pemuda tanggung itu hanya dapat menggelengkan kepalanya saat melihat kemampuan besar Shio Fang yang tiap waktu selalu mengalami peningkatan.
Shio Fang telah selesai mengeluarkan semua racun dari dalam tubuh Putri Yanran, sehingga tak berapa lama kemudian putri Yanran akhirnya siuman.
"Apa yang telah terjadi padaku," ucap putri Yanran yang sangat terkejut melihat dua orang pemuda tengah berada di dekatnya.
Buru buru sang putri memperbaiki pakaiannya dan mengusir kedua pemuda itu.
"Aku akan melaporkanmu kepada kaisar jika sampai kalian berdua melakukan hal buruk padaku, ingat kalian berdua merupakan tamu istana api jika kalian berdua ingin berlaku buruk padaku maka ayahku tak akan segan-segan untuk menghabisi kalian berdua," ucap putri Yanran dengan penekanan di perkataannya.
"Siapa yang ingin berlaku buruk kepadamu?, kau seharusnya berterima kasih karena aku telah mengeluarkan semua racun Serigala lahar api yang berada di tubuhmu, ingat putri tak selamanya kecantikan akan memberikan kebahagiaan, hanya sifat lembut dan baik hati yang akan membuat seorang pemuda kagum pada seorang wanita, dan kau di mataku tak ubahnya wanita yang tak memiliki kelembutan dan kebaikan hati, dan kurasa kau bisa memahami perkataanku ini," ucap Shio dengan berjalan meninggalkan Putri Yanran.
__ADS_1
Putri Yanran tersentak dengan perkataan Shio Fang, dia tak menyangka jika ada seorang pemuda yang dapat menolak kecantikan yang dimilikinya, sehingga sang putri lantas mengepalkan tinjunya.
"Zen..., wanita sedingin es itu telah sadar dan dia telah tahu arah jalan pulang ke istana, ada baiknya kita pergi dari sini karena aku sudah tak ingin berurusan dengan wanita manja itu," ucap Shio Fang.
Shio Fang yang baru saja ingin melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat itu, sangat dikejutkan dengan sebuah serangan pedang yang menuju ke titik-titik saraf mematikan di tubuhnya.
"Aku bukanlah anak manja seperti yang kau katakan, aku bisa mandiri walaupun tanpa campur tangan Kaisar api, dan perkataanmu itu telah menyinggungku sementara aku tak pernah menyinggung mu," ucap Putri Yanran dengan amarah di hatinya.
Putri Yanran terus menyerang ke arah Shio Fang dengan teknik pedang yang sangat mematikan, akan tetapi serangan-serangan yang dilakukannya tak berefek sedikitpun kepada Shio Fang, hingga pada akhirnya Sang Putri kelelahan akibat kondisi tubuh nya yang belum pulih sepenuhnya, dan dia pun menghentikan serangannya sambil duduk dan meneteskan air mata.
"Aku sedari kecil memiliki kelainan dengan tubuh api yang ku miliki, sehingga tak ada seorang pun yang ingin berteman denganku, yang membuatku menjadi seorang wanita penyendiri. Aku sebenarnya bukanlah wanita dingin...!!, semua karena lingkungan yang telah membuatku menjadi seperti ini dan sebenarnya aku tak ingin menjadi seperti yang kalian pikirkan kepadaku," Isak sang putri menumpahkan kesedihan yang selama ini telah menumpuk di dalam hatinya.
Perkataan putri Yanran membuat Shio Fang teringat akan Putri masa kecilnya, yang juga menjadi seorang penyendiri karena tulang selaksa langit yang dimilikinya. Putri Zeng Bilqis akhirnya meninggalkan istana untuk dapat menaklukkan tulang selaksa langit yang dimilikinya, agar suatu hari dia dapat memiliki teman seperti manusia pada umumnya.
Shio Fang melangkahkan kakinya ke arah putri Yanran, kemudian mengulurkan tangannya dan berkata. "Apakah aku tak pantas untuk menjadi temanmu?" ucap Shio Fang tanpa takut sedikitpun melihat pedang yang masih berada di tangan Sang Putri.
Putri Yanran menatap ke arah Shio Fang seakan tak percaya dengan perkataan yang baru saja didengarnya, perkataan yang selama ini tak pernah didengar selama hidup, karena orang orang seusianya lebih memilih menjauhinya dari pada membahayakan diri dengan tubuh api yang dimilikinya.
"Apakah kau ingin menjadi temanku?" tanya putri Yanran meyakinkan hatinya, karena dia tahu jika pemuda yang ada di hadapannya merupakan pemuda yang baik.
Shio Fang menganggukan kepalanya, melihat hal itu sang putri lantas meraih tangan Shio Fang dan tersenyum kepadanya.
Zen yang melihat hal itu langsung menuju ke arah mereka berdua sambil berkata. "Tak semua orang menilaimu dengan buruk, coba kau lihat kami berdua yang baru saja kau kenal, kami dapat memahami apa yang menjadi masalah sehingga kau tak memiliki teman. putri Yanran, Mulai hari ini aku dan Shio Fang akan menjadi temanmu," ucap Zen.
Bersambung
__ADS_1