Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Memperlihatkan identitas diri


__ADS_3

Shio Fang kini telah mengetahui jika masalah yang terjadi di dalam desa, merupakan ulah para perampok yang suka menculik para gadis desa untuk di perjual belikan.


Nalurinya sebagai seorang praktisi beladiri membuat Shio Fang ingin memberantas para prampok serigala malam.


"Paman..., ijinkan aku untuk membantu desa ini dalam memberantas para pelaku penculikan para gadis desa, karena aku tak suka jika ada yang merendahkan seorang wanita untuk di perjual belikan," ucap Shio Fang.


"Nak Shio Fang.., ada baiknya kau tak usah ikut campur dalam masalah yang terjadi di desa batu, karena hal itu dapat membahayakan nyawa nak Shio Fang," ucap kepala desa.


Di saat perbincangan terjadi, tiba tiba saja dua orang pemuda datang menghadap kepala desa.


"Kepala desa .., para perampok telah menculik beberapa anak kecil di desa, dan membantai beberapa warga desa yang telah memergoki aksi mereka dalam penculikan itu," ucap salah seorang pemuda.


Kepala desa kemudian bangkit berdiri dan berkata. "Kurang ajar..!!, setelah kami menyembunyikan para gadis di desa ini, para perampok serigala malam malah menculik anak-anak kecil di desa ini, mereka semua sungguh sangat keterlaluan," ucap kepala desa.


"Kepala desa..., kurasa mereka belum begitu jauh dari tempat ini, maka aku pamit untuk mencari tempat keberadaan markas para penculik itu," ucap Shio Fang.


"Tunggu...!!, Aku tak yakin jika kau hanyalah seorang tamu yang mencari penginapan di desa ini, para penculik itu tak pernah datang akhir-akhir ini, namun setelah kau datang ke desa ini tiba-tiba saja para penculik itu kembali beraksi, dan aku yakin kau merupakan salah satu bagian dari penculik itu," ucap pemuda yang datang mencari kepala desa kemudian pemuda itu pun mencabut pedangnya.


Shio Fang sama sekali tak bergeming dari tempatnya berada, dia hanya menatap ke arah kepala desa namun kepala desa sama sekali tak menanggapi apa yang akan dilakukan kedua pemuda itu kepadanya, sehingga Shio Fang akhirnya berkata.


"Aku bukanlah bagian dari kelompok penculik itu, dan kuharap kalian tak mengambil keputusan secara sepihak. Aku tak mungkin melukai warga desa walaupun aku mampu untuk menghancurkan seluruh desa ini dengan mudah," ucap Shio Fang dengan tatapan dingin kepada mereka bertiga.


Shio Fang kemudian mengeluarkan aura kuat dalam tubuhnya, hingga seluruh ruang itu membeku akibat hawa dingin yang tiba-tiba saja melanda tempat itu.

__ADS_1


Kedua pemuda yang menghunus pedang tak bisa berbuat apa-apa, karena tubuh mereka berdua sangat berat untuk digerakkan dan nafas mereka pun mulai terasa sesak akibat Aura kuat yang menindas itu.


Kepala desa yang bukanlah orang sembarangan, dia merupakan praktisi beladiri di tingkat langit, dan sedikit mampu untuk menggerakkan tubuhnya sehingga dia pun berkata.


"Sudah cukup anak muda..., Aku tahu Kau bukanlah di pihak para penculik, maka aku mohon kau tarik kembali Aura kuat di tubuhmu itu karena kami tak sanggup lagi untuk menahannya," ucap kepala desa.


Mendengar hal itu, Shio Fang kemudian menarik kembali Aura kuat yang tadi sempat dilepaskannya, sehingga ketiga penduduk desa itu kembali bisa bergerak seperti sedia kala.


Shio Fang kemudian menaruh lencana emas di atas meja yang merupakan lencana murid inti Akademi Kunlun. Melihat hal itu kepala desa dan kedua penduduk desa begitu sangat terkejut, mereka tak menyangka jika pemuda yang ada di hadapannya merupakan murid inti Akademi Kunlun yang sangat terkenal itu.


Ketiganya langsung memberi hormat kepada Shio Fang, karena mereka tahu jika para murid Akademi Kunlun apalagi salah seorang murid intinya, merupakan praktisi beladiri kuat di benua surgawi ini, dan tentunya seorang murid inti Akademi kunlun bisa sangat mudah untuk menghancurkan desanya dalam sekejap.


"Maafkan kami karena tak mengetahui jika tuan muda merupakan murid inti Akademi Kunlun, semoga tuan muda tak mengambil hati dengan apa yang telah kami lakukan kepada tuan muda," ucap kepala desa.


Tak jauh dari desa Shio Fang memanggil sahabatnya raja piton salju untuk dapat membantunya dalam mencari jejak para penculik, dan ular piton salju yang ada di dalam Dantian Shio Fang segera merespon panggilan itu.


"Ada apa kau membangunkan Ku shio Fang?" tanya ular piton salju.


"Aku ingin kau mencari tahu dengan mendeteksi para penculik yang membawa anak anak kecil dari Desa, karena para penculik itu telah meresahkan penduduk desa batu," ucap Shio Fang.


Mendengar perintah Shio Fang, tak lama kemudian tanduk kecil di kepala ular piton sepanjang 1 meter itu pun menyala terang, yang menimbulkan gelombang suara dan langsung menyebar ke udara.


Tak lama kemudian ular piton salju pun berkata. "Mereka saat ini melesat pergi kearah Utara, jika kau ingin menyusulnya maka naiklah ke atas tubuhku," ucap ular piton salju dengan merubah tubuhnya menjadi ular piton salju raksasa, dengan tanduk yang menyerupai mahkota di atas kepalanya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Shio Fang segera naik ke atas punggung ular piton raksasa itu, sehingga ular piton itu pun melesat menembus lebatnya hutan meninggalkan butiran-butiran salju yang bertebaran di udara.


Pada Akhirnya Shio Fang dan ular piton salju tiba di suatu tempat, di mana sebuah gua tengah dijaga puluhan orang yang merupakan kelompok dari serigala malam.


"Terimakasih raja piton es, kau memang pantas untuk diandalkan. Kau boleh kembali masuk ke alam Dantian ku karena aku sendiri yang akan menyelesaikan masalah ini," ucap Shio Fang.


"Baiklah..., dan ingat Shio Fang..., jika kau mengalami kesulitan jangan ragu untuk memanggilku," jawab raja piton salju kemudian menghilang dan masuk kembali ke dalam alam Dantian Shio Fang.


Selepas kepergian ular piton salju, Shio Fang kemudian berjalan menuju ke depan goa yang merupakan markas dari kelompok serigala malam.


Apa yang dilakukan Shio Fang langsung membuat para penjaga yang menjaga gerbang Goa bereaksi, mereka semua bergerak mengepung keberadaan Shio Fang.


"Aku ingin bertemu dengan Ketua kalian karena ada hal penting yang ingin kukatakan kepadanya," ucap Shio Fang.


"Ketua tak menerima tamu, dan tamu yang datang ke tempat ini harus segera di binasakan," jawab salah seorang penjaga gua yang mengepung Shio Fang.


Setelah berkata seperti itu, para penjaga mulut goa segera menyerang ke arah Shio Fang, dengan pedang yang telah terhunus dari sarungnya.


Shio Fang yang melihat adanya pergerakan dari para penjaga gerbang yang mengepung nya, segera memadatkan energi di dalam tubuhnya kearah tangan kanannya, sehingga pedang es pun tercipta di genggaman tangan Shio Fang.


Pedang berkelebat cepat dan melakukan pembantaian kepada para penjaga mulut goa yang mengepungnya, sehingga satu persatu jerit kematian pun terdengar yang membuat satu persatu penjaga gerbang tergeletak di tanah dan mati seketika.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2