Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Mengenali Shio Fang


__ADS_3

Shio Fang juga telah ikut bergabung dengan para pemuda jenius yang akan diuji mengenai teknik meracik dan pemurnian pil, karena dengan lulus dari pengujian itu maka mereka berhak untuk berangkat ke istana raja Dewa obat.


Seluruh alkemis muda saat ini benar-benar akan mengeluarkan segenap kemampuan mereka untuk dapat ikut dalam perburuan harta di istana Raja Dewa obat, karena hal itu akan membawa mereka kepada sebuah keberuntungan, di mana di dalam istana Raja Dewa obat sendiri terdapat berbagai macam kitab kuno cara meracik dan membuat pil dengan kualitas terbaik, Selain itu di sana juga terdapat banyak harta peninggalan dari Raja Dewa obat yang berhak dibawa pulang bagi para praktisi muda yang menemukannya, karena hal itulah yang membuat para praktisi muda begitu sangat antusias dalam mengikuti penyeleksian untuk dapat melakukan perburuan di istana Raja Dewa obat.


Namun mereka semua juga harus bersaing dengan para praktisi muda yang berasal dari luar kota kekaisaran, yang menginginkan harta peninggalan dari Raja Dewa obat, yang mana masih banyak para praktisi hebat yang berasal dari suku-suku kuno yang tak ikut di dalam wilayah kota kekaisaran, dan mereka semua memiliki anggota yang cukup besar dan memiliki kemampuan hebat, sehingga mereka semua juga menginginkan untuk dapat melakukan perburuan harta peninggalan raja dewa obat di istananya.


Perburuan itu akan dilakukan para Alkemis muda 1 bulan kemudian, mengingat istana raja dewa obat yang keluar dari dimensi lain, masih berselimutkan badai surgawi yang dapat menghancurkan tubuh seorang praktisi kuat diranah semesta bintang 7 sempurna.


Acara penyeleksian para ahli jenius dari seluruh wilayah kekaisaran kota saat ini tengah berada di sebuah lapangan luas dari menara giok, dan di hadapan mereka saat ini telah ada sebuah tungku pemurnian untuk melakukan peracikan dan pemurnian pil.


Begitupun dengan Shio Fang yang saat ini tengah berhadapan dengan tungku pemurniannya, dan Shio Fang menyadari jika tungku pemurnian yang ada di hadapannya kualitasnya tak seperti dengan tungku yin miliknya, yang mampu menahan kekuatan maha dahsyat petir pil hingga bisa membuat pil dengan level tertinggi dan kualitas terbaik.


Shio Fang kemudian mengeluarkan energi spiritualnya untuk menelusuri setiap Inci tungku pemurnian yang ada di hadapannya, dan saat ini dia mengenali dengan pasti jika tunggu pemurnian itu hanya dapat menahan kekuatan petir pil di tingkat level yang ke-7.


Dengan adanya pengetahuan mengenai kekuatan tungku pemurnian yang ada di hadapannya, membuat Shio Fang akan membuat pil obat berkualitas pemurnian di level ke ketujuh.


Seorang wanita cantik kemudian berjalan menuju podium besar agar dirinya dapat dilihat oleh seluruh peserta yang akan mengikuti kompetisi pemurnian pil, wanita itu begitu sangat dikenal oleh Shio Fang Karena wanita itu adalah Putri Cin Cin.


Putri Cin Cin saat ini kedudukannya di menara giok adalah seorang tetua pembina, dan kedudukan itu merupakan salah satu kedudukan tertinggi di dalam menara Giok.


Kedudukan ketua pembina sendiri didapatkan dari pengangkatan yang dilakukan Dewi Lilia, karena saat itu Dewi Lilia telah mendapatkan mandat dari Shio Fang untuk mengangkat siapapun dalam membuat struktur petinggi menara Giok, agar dapat memajukan menara giok berjaya di masa depan.


Shio Fang hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat saat melihat di belakang Putri Cin Cin terdapat seorang pemuda tampan yang tengah menggendong seorang anak perempuan berusia 4 tahun, pemandangan itu membuat Shio Fang hanya bisa terdiam dan tak bisa melakukan apa-apa.


Tak lama kemudian Shio Fang mendengar bisik-bisik dari para peserta yang akan melakukan pemurnian pil, jika pemuda yang ada di belakang Putri cin cin merupakan tunangan Sang Putri, dan anak perempuan yang berada di dalam gendongan pemuda itu merupakan buah hati mereka berdua dari hasil hubungan gelap.


Shio Fang saat ini telah meyakini jika putri Cin Cin memang telah menjatuhkan hatinya pada pemuda yang bernama Pangeran Hunzen.


Tak berapa lama kemudian suara putri Cin Cin menggema yang membuat mata para serta kini menatap ke arahnya.


"Hari ini merupakan hari terbaik dari kehidupan kalian karena bisa berkompetisi di tempat ini, dan saat ini aku memerlukan 50 orang praktisi alkemis yang berhasil memenangkan kualifikasi untuk berangkat ke istana raja dewa obat".


"50 praktisi alkemis muda akan mendapatkan banyak keberuntungan jika berada di dalam istana raja dewa obat, karena mereka bisa mengambil apapun yang merupakan harta karun dari Raja Dewa obat, namun warisan sebuah kotak emas yang berada di dalam istana tersebut harus dibawa pulang dan diberikan kepada menara pil, karena itu merupakan esensi jiwa Raja Dewa obat yang tak bisa bermanfaat banyak bagi kalian semua, karena harta warisan itu hanya dapat bermanfaat bagi orang yang tepat yaitu para ahli alkemis yang telah mencapai puncaknya".


"Saat ini yang ada di hadapan kalian merupakan sumber daya yang diperuntukkan bagi kalian semua untuk melakukan pemurnian obat penguat tulang pondasi tubuh, dan gulungan yang ada di hadapan kalian merupakan teknik untuk melakukan pemurnian itu. Lakukanlah pemurnian dengan batasan yang kalian miliki dengan menunjukkan level tertinggi dari pil berkualitas," ucap putri Cin Cin.

__ADS_1


"Pemurnian pil itu akan segera dimulai setelah jam pasir besar di atas meja ini telah habis, dan akan berakhir setelah matahari tenggelam," ucap putri Cin Cin.


"Tiba tiba pangeran Hunzen yang berada di belakang Putri Cin Cin berkata. "Tunggu dulu karena aku ingin menyelesaikan satu hal dengan salah seorang peserta yang ada di tempat ini, karena sebelumnya dia telah menindas adikku," ucap nya.


Seluruh peserta kini terdiam dan sorotan mata mereka semua saat ini telah menatap ke arah Shio Fang dengan tatapan meremehkan, mereka semua menganggap Shio Fang sebagai biang kerusuhan dari kompetisi penyeleksian murid jenius, dan hal itu membuat para peserta yang tadinya diam kini menuju ke arah Shio Fang dengan cara bersama-sama, karena para peserta telah mengetahui siapa pemuda yang dimaksud oleh pangeran Hunzen.


"Sial ini akan sulit bagiku, jika Pangeran arogan itu membawaku ke atas podium utama maka dengan mudah Putri Cin Cin akan mengetahui identitasku, dan tentu saja hal ini akan membuat masalah baru bagi ku," batin Shio Fang.


Pangeran Hunzen kemudian menunjuk ke arah Shio Fang sambil berkata.


"Kau...!, naiklah ke atas podium ini," perintah pangeran Hunshen dengan kilatan mata penuh kebencian.


Shio Fang hanya bisa terdiam di tempatnya berada namun di dalam hatinya kini bergejolak antara meninggalkan tempat itu dan naik ke atas podium, setelah mempertimbangkan segala sesuatunya pada akhirnya Shio Fang memutuskan untuk pergi dari tempat itu.


"Jika permasalahan antara aku dan adikmu harus membuat kau ikut campur dalam masalah ini maka sudah kupastikan adikmu adalah seorang pengecut yang selalu meminta perlindungan di bawah kekuasaan kakaknya, dan untuk itu aku tak memiliki niat lagi untuk mengikuti kompetisi ini walaupun aku sadar tak akan ada yang mampu untuk mengalahkanku dalam pemurnian pil," ucap Shio Fang kemudian membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan tempat itu dengan tatapan amarah dari seluruh peserta karena perkataan dari Shio Fang.


Melihat Shio Fang pergi membuat pangeran Hunzen seketika itu murka dan tangannya kanannya segera diarahkan kepada Shio Fang, hingga daya hisap yang sangat kuat seketika itu melanda tubuh Shio Fang agar segera menuju ke arahnya.


Sedetik kemudian angin kencang seketika itu menerpa tubuh Shio Fang, namun hal itu tak menggoyahkan Shio Fang untuk tetap berjalan pergi meninggalkan tempat itu, dan semua yang terjadi membuat para petinggi yang ada di menara giok merasa heran bagaimana mungkin seorang pemuda yang tak dapat terlihat kultivasinya, mampu bertahan dari serangan pangeran Hunshen.


Menyikapi itu semua, pangeran Hunzen segera melesat cepat ke arah Shio Fang dengan cakar yang mengandung kekuatan ranah semesta bintang 5 sempurna.


Shio Fang dapat merasakan serangan mematikan yang menuju ke arahnya, seketika itu ingin menyambut serangan itu dengan tinju yang telah dialiri kekuatan inti angin petir hitam misterius, namun tiba-tiba saja serangan itu diurungkan oleh Shio Fang karena melihat anak perempuan yang saat ini berada di gendongan pangeran Hunzen.


Shio Fang segera menggunakan kekuatan teleportasi untuk pergi meninggalkan tempat itu, namun baru saja fluktuasi udara terjadi untuk membawa tubuh Shio Fang pergi, tiba-tiba saja arai pelindung di tempat itu aktif dan menutup semua udara dengan formasi yang sangat kuat, sehingga kekuatan teleportasi yang dilakukan Shio Fang tak berfungsi di tempat itu.


Shio Fang terpaksa membentuk perisai pelindung dari sisik naga untuk melindungi dirinya dari serangan kuat yang di lancarkan pangeran Hunzen, dan hal itu membuat energi yang sangat kuat seketika itu terbentuk di sekitar tubuh Shio Fang.


Para peserta kompetisi yang jumlahnya ribuan orang, seketika itu berlarian menjauh saat merasakan aura kuat yang terpancar dari perisai sisik naga yang tiba tiba melindungi tubuh Shio Fang.


Tak lama kemudian benturan keras terjadi dengan membawa riak energi yang mampu mengoyak udara di sekitar tempat itu, ledakan yang menimbulkan gelombang kejut yang sangat besar, membuat beberapa tetua dan ketua dari beberapa menara yang ada di tempat itu segera melesat untuk menghalaunya, semua itu di lakukan para praktisi kuat untuk menghindari korban pada para peserta yang akan melakukan penyeleksian praktisi muda jenius di tempat itu.


Pangeran Hunzen terseret beberapa meter kebelakang saat serangannya menghantam perisai pelindung dari sisik sisik naga hitam di tubuh Shio Fang.


Pangeran Hunzen kemudian menyipitkan matanya dan merasa heran, mengapa serangannya yang mampu menghancurkan seorang praktisi di ranah semesta bintang 4 sempurna, tak mampu menghancurkan perisai sisik naga yang melindungi tubuh pemuda yang di serangnya.

__ADS_1


Melihat semua itu pangeran Hunzen kini menyadari jika pemuda itu memiliki kemampuan yang setingkat dengannya, sehingga diapun berkata.


"Pantas saja kau tak menggubris perkataanku ternya kau memang memiliki kemampuan, Namun sangat di sayangkan karena kau harus berakhir ditempat ini," ucap pangeran Hunzen.


Setelah berkata seperti itu, dari cakar tangan kanan pangeran Hunzen kini mengeluarkan cahaya berkilauan yang sangat menakutkan, sehingga membuat tangisan anak perempuan yang berada di dalam gendongannya pecah di tempat itu.


Putri Cin Cin melesat dari podium dengan membawa aura yang sangat menakutkan yang keluar dari dari dalam tubuhnya, yang membuat area yang di laluinya seketika itu berubah menjadi es.


Putri Cin Cin kemudian merebut anak perempuan itu dari tangan pangeran Hunzen sambil berkata. "Berani sekali kau membawa putriku di dalam bahaya, kau sungguh pemuda yang hanya mementingkan dirimu sendiri," ucapnya.


Pangeran Hunzen yang mendengar perkataan putri Cin Cin hanya bisa terdiam, namun di dalam hatinya memiliki amarah yang sangat besar pada pemuda yang menjadi lawan tarungnya, karena dirinyalah putri Cin Cin murka padanya.


Putri Cin Cin kemudian menatap Shio Fang dan saat tatapannya saling beradu tiba tiba saja putri Cin Cin merasakan jantungnya berdegup kencang.


"Mata itu..., bukankah mata itu milik kak Shio Fang, aku masih bisa mengetahuinya walaupun dirinya tengah melakukan penyamaran," batin putri Cin Cin.


"Kak Shio Fang...," desis putri Cin Cin dengan segenap kerinduan yang saat ini meluap dari dalam hatinya.


Shio Fang yang mengetahui dirinya telah di ketahui oleh putri Cin Cin segera mengeluarkan kekuatan Toti pelahap dari kekuatan naga hitam kegelapan, yang seketika itu juga menciptakan pusaran di tempat itu.


Shio Fang sesaat tersenyum kearah putri Cin Cin kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah pusaran hitam, di bawah tatapan tertegun dari semua orang yang berada di tempat itu.


Putri Cin Cin yang melihat Shio Fang akan pergi dari tempat itu segera melesat kearah kearahnya dengan membawa anak perempuan berusia 4 tahun yang saat ini berada di dalam gendongannya.


Namun kekuatan pelahap yang menyebar ditempat itu membuat pergerakan putri Cin Cin menjadi melambat, hingga Shio Fang pada akhirnya masuk kedalam pusaran pelahap dan hilang dari tempat itu.


Wajah kesedihan dan kekecewaan seketika itu terlihat jelas di wajah putri Cin Cin, dengan erat putri Cin Cin memeluk anak perempuan itu sambil berkata. Shio Cin Ling putriku..., Dia adalah ayahmu, dan saat ini pasti dia telah berprasangka buruk pada kita berdua karena pangeran Hunshen selalu bersama kita," ucap putri Cin Cin dengan airmata yang mulai membasahi pipinya.


Hati putri Cin Cin saat ini begitu merasa sangat takut akan benar-benar kehilangan pemuda yang dicintainya, semua itu karena adanya pangeran Hunzen yang selalu berada di dekatnya dan juga begitu akrab dengan putrinya.


Seluruh orang yang ada di tempat itu yang masih tertegun dengan kemampuan seorang peserta yang memiliki kekuatan hebat, seketika itu merasa heran mengapa putri Cin Cin tiba tiba merasa sedih sampai sampai menitikkan air mata saat melihat pemuda itu, namun tak ada satupun dari mereka yang mampu untuk mempertanyakannya.


Xia yi yang juga melihat kejadian itu segera membawa putri Cin Cin masuk kedalam bangunan besar, sementara pangeran Hunshen yang juga melihat peristiwa itu segera menghilangkan kekuatan menakutkan dari tangannya sambil berkata di dalam hati.


"Jangan jangan pemuda itu adalah Shio Fang, jika memang dia adalah Shio Fang maka aku tak akan membiarkan dirinya merebut putri Cin Cin dariku, karena aku telah bertunangan dengannya atas restu kaisar Cin Yang," batin pangeran Hunshen sambil meremas tinjunya dengan kilatan mata penuh amarah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2