Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Turnamen final Alkemis


__ADS_3

Malam itu juga penatua fong Sha pergi menuju ruangan sakral guild cahaya, guna mengambilkan Shio Fang kristal yang di inginkannya, dan keesokan harinya sang penatua kembali memanggil Shio Fang untuk pergi ke kediamannya.


"Aku sudah mendapatkan kristal yang kau maksud, bukankah ini kristal yang kau inginkan?" tanya penatua Fong Sha.


"Benar penatua agung itu kristal yang ku inginkan," ucap Shio Fang kemudian memberikan 3 pil penguat jiwa kepada penatua Fong Sha, dan mengambil kristal angin petir dari tangan penatua Fong Sha.


Setelah mendapatkan 3 pil penguat jiwa dari tangan Shio Fang, penatua Fong Sha yang sangat penasaran dengan kristal yang ada di tangan Shio Fang, lantas menanyakannya.


"Shio Fang..., jika boleh aku tau apa kegunaan kristal di tanganmu itu?" tanya sang penatua.


Shio Fang yang tak ingin penatua Fong Sha membatalkan kesepakatan yang telah terjadi, karena kristal angin petir yang ada di tangannya merupakan tempat berdiamnya kekuatan besar element angin, hal itu membuat Shio Fang terpaksa harus berbohong.


"Aku menyukainya karena keindahan dan bentuk kristal ini, penatua pasti pernah muda bukan?, di benua surgawi aku telah mempunyai kekasih dan setelah lama tak berjumpa dengannya, kurasa kristal ini dapat menjadi hadiah dariku kepadanya," jawab Shio Fang.


Penatua Fong Sha hanya menggeleng gelengkan kepalanya, dalam hatinya diapun berkata. "Mengapa Shio Fang begitu bodoh, 3 pil yang di buatnya begitu sulit dan langka di daratan tengah maupun di alam surgawi, dan bahan bahan untuk membuat pil tersebut sangat sulit untuk di dapatkan, dan bahkan aku pun belum tentu dapat membuat pil tersebut walaupun aku mempunyai formula pembuatan pil itu".


"Shio Fang terlalu polos, hanya karena seorang wanita dia memilih menukarnya dengan kristal yang sama sekali tak ada kegunaannya," batin sang penatua.


Penatua Fong Sha sangat menyayangkan kebodohan Shio Fang yang mau menukar pil penguat jiwa dengan sebuah kristal, akan tetapi sang penatua tak mengetahui jika kekuatan yang terkandung di dalam kristal itu merupakan kekuatan terkuat dari pengguna elemen angin.


"Untung saja penatua Fong Sha tak mencerna kristal itu dengan baik-baik, bagaimana sebuah kristal bisa menjadi koleksi bagi pendiri guild Alkemis pertama, jika penatua Fong Sha mengetahuinya tak mungkin dia akan melakukan pertukaran denganku," batin Shio Fang.

__ADS_1


Setelah kesepakatan terjadi, Shio Fang memilih untuk beristirahat ke kediaman yang telah di sediakan baginya, untuk mempersiapkan diri dalam turnamen Alkemis yang akan di langsung malam nanti.


Malam harinya, Shio Fang dan pangeran Cin Sha berangkat menuju aula guild Alkemis, guna mengikuti turnamen Alkemis yang di adakan.


5 orang peserta begitu sangat terkejut dengan kehadiran Shio Fang yang akan mengikuti turnamen Alkemis, karena selama ini Shio Fang sama sekali tak pernah terlihat saat penyisihan babak 1, 2, dan 3.


Tetua Guan sama sekali tak terlihat saat turnamen Alkemis akan di mulai, dan seorang tetua dari badan kedisiplinan guild Alkemis yang menggantikannya, tetua itu bernama tetua Gu he.


Tetua Gu he mengetahui kegelisahan dari kelima peserta yang mengikuti babak final, dengan keberadaan Shio Fang yang tiba-tiba saja hadir untuk mengikuti babak final yang diselenggarakan.


Untuk meredam kegelisahan 5 peserta, Tetua Gu he kemudian berkata kepada semua peserta yang akan mengikuti final turnamen.


"Hari ini kalian berlima kedatangan seorang peserta yang akan mengikuti final turnamen yang akan diadakan hari ini, namanya Fang Shio, dia merupakan anak muda yang mendapatkan rekomendasi langsung dari penatua Agung untuk mengikuti final turnamen ini, dan kuharap kalian dapat menerimanya sebagai peserta turnamen final yang akan diselenggarakan, dan jika ada pertanyaan boleh kalian lontarkan sebelum turnamen final alkemis ini dimulai," ucap tetua Gu he.


Mereka semua bertekad untuk dapat mengalahkan pemuda yang merupakan bagian dari guild cahaya, karena penatua Agung telah merekomendasikannya untuk mengikuti final, maka pemuda itu pastilah sangat tangguh dalam pemurnian pil.


Setelah cukup lama menunggu dan tak ada satupun dari para peserta yang melakukan pertanyaan kepadanya, hal itu membuat tetua Gu he berpikir untuk segera memulai turnamen alkemis malam itu.


"Karena tak ada lagi yang bertanya dan mempermasalahkan kehadiran Fang Shio dalam mengikuti turnamen final, maka aku akan memulai turnamen final malam ini," batin tetua Gu he.


"Aturan yang ada, kalian semua harus membuat sebuah pil dari bahan-bahan yang ada di atas meja di hadapan kalian, terserah pil apa yang akan kalian buat namun kalian harus membuat dan memurnikannya menggunakan tungku pemurnian yang akan disediakan oleh panitia, dan harus meningkatkan level pemurnian pil itu setinggi tingginya," ucap ketua Gu he.

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian, beberapa anggota guild Alkemis kemudian masuk ke dalam bangunan aula tempat penyelenggaraan turnamen, dengan membawa 6 tungku pemurnian di tangan mereka.


Tungku tungku pemurnian pil itu diletakkan di atas meja tempat para peserta akan melakukan kompetisi.


Shio Fang terdiam melihat tungku yang ada di hadapannya, walaupun terkesan sangat bagus akan tetapi hati kecil Shio Fang begitu gelisah melihat tungku pemurnian yang ada di hadapannya itu.


"Aku merasa ada yang ganjil dengan tungku pemurnian ini, permasalahanku dengan tetua Guan yang merupakan ketua panitia penyelenggara, membuatku merasa jika tungku pemurnian ini telah di sabotase oleh para panitia penyelenggara turnamen," batin Shio Fang.


Shio Fang yang sangat penasaran dengan tungku pemurnian yang ada di hadapannya, dengan segera menggunakan mata dewa untuk meneliti tungku itu.


Ternyata kecurigaanku benar, semua sisi dari tungku pemurnian ini telah mengalami retakan-retakan kecil, yang tentu saja jika terkena sedikit saja api untuk memurnikan pil maka tungku ini pasti akan hancur berantakan".


"Tak kusangka tetua Guan begitu licik, yang sengaja ingin menggagalkan niatku untuk menjadi juara dalam turnamen alkemis ini, kita lihat saja siapa yang akan kecewa dengan hasil akhir dari turnamen Alkemis ini," batin Shio Fang.


Jan pasir telah di aktifkan dan seluruh peserta mulai memasukkan bahan bahan pembuatan pil kedalam tungku pemurnian, Shio Fang sama sekali tak melakukan pemurnian diapun lantas memegang tungku pemurniannya, dan mengalirkan energi murni bersama tehnik jari matahari kearah tungku pemurnian yang ada di hadapannya.


Setengah jam pasir telah habis, terlihat beberapa panitia penyelenggara mulai tertawa dan berbisik-bisik satu dengan yang lain.


"Sepertinya Fang Shio akan gagal dalam turnamen ini, ketua Guan memang sangat jenius karena dapat memikirkan cara untuk membalas Fang Shio," ucap seorang panitia.


"Kau benar, saat ini Fang Shio pasti sangat pusing karena tak bisa berbuat apa apa saat turnamen ini berlangsung, itulah akibatnya jika membuat tetua Guan murka," ucap tetua Gu he dengan tawa kecil yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Bersambung


Maaf sahabat pembaca, untuk 1 sampai 4 hari kedepan masih buat 1 episode, karena author selalu kerja lembur, author kerja hanya sebagai karyawan outsourcing dan tak bisa menolak perintah atasan, dan jam untuk menulis sepulang kerja terbatas, trimakasih.


__ADS_2